Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
sambungan episode sebelumnya part 2.


__ADS_3

Doni membuka pintu rumahnya dan kaget karna melihat penampakan seseorang yang berpakaian serba hitam.


"Anjir, gue kira siapa, pagi-pagi udah bertamu aja loh," gerutu Doni sambil membuka daun pintu lebih lebar.


Tanpa di persilakan masuk sang tamu langsung menyelonong masuk dan langsung menuju dapur dan membuka rice cooker serta menggoreng telur sendiri.


"Loh dari mana Rom?" Kayaknya kelaperan baget loh?" Tanya Doni yang langsung duduk di meja makan bersama Romeo.


"Gue kabur dari pesantren bro," ucapnya sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.


"Pesantren?" Kok loh ngak cerita sih sama gue, kapan loh perginya?"


"Kemaren, gimana gue mau cerita sama loh, guekan ngak punya handphone, handphone gue udah gue jual waktu gue kabur bersama Aira," paparnya sambil menuang saus ke piring.


"Ada-ada aja loh Rom, belum sehari udah kabur aja, kasihan sama bokap-nyokap loh, sebentar lagi nih nyokap loh pasti telpon gue,"gerutu Doni.


"Habisnya gue di sana di suruh zikir sepanjang malam bro, mana gue tahan, di suruh ibadah, ngaji, zikir, semalam suntuk lagi."dengusnya


"Ah belum loh coba udah bilang ngak tahan, yang loh tahan semalam suntuk apaan ,main game?" Tanya Doni lagi.


"Engak main game juga ngak tahun gue, kalau mendesah semalaman gue tahan," cetus Romeo.


"Anjir masih subuh aja udah ngomongin yang begituan, eh, abis makan lo cuci piring ya, rumah gue ngak ada pembantu, dah gue tunggu loh di kamar aja," ucap Doni sambil beranjak menuju lantai atas kamar nya.


Setelah mencuci piring bekas makanya, Romeo membawa ranselnya ke lantai atas menuju kamar Doni.


Rumah Doni tak terlalu besar, karna ia tinggal di dalam ruko dua lantai, yang di bawahnya di gunakan sebagai bengkel, Doni memang tinggal sendiri, hanya ada satu kamar di lantai atas sisanya gudang untuk menyimpan stok barang.


Setelah meletakan tas ranselnya di sudut kamar Doni, Romeo pun duduk di tempat tidur Doni yang terbuat dari busa setebal sepuluh centi tersebut.


"Don, bantuin gue dong,"


"Bantuin apa?" Tanya Doni sambil melipat selimutnya.


"Loh kerumahnya Aldi dan tanya keadaanya Aira bagaimana, gue merasa khawatir Don."


"Yaelah loh Rom, masak gue datang kerumah Aldi cuma mau nanya keadaan bininya, apa kata Dunia, lagi pula Aira sudah aman kok bersama Aldi, lo sebaiknya jangan bikin masalah lagi Rom, jangan jadi pelakor loh."cecar Doni.


"Gue ngak merebut Aldi dari Aira, "sahut Romeo asal.


"Yang bilang loh merebut Aldi dari Aira siapa? Loh yang rebut Aira dari Aldi."

__ADS_1


Tadi loh bilang gue pelakor, Bukan pelakor dong namanya."


"Bodoh amat lah apa namanya, dari pada lo ngususin bini orang, mending lo urusin Tari, loh udah ngasi harapan ke dia, tapi tega-teganya lo gant"ungin cintanya, gue jadi kasihan sama Tari.


"Iya Don, ntar gue minta maaf sama Tari.


Dah Ah gue numpang tidur di sini ya Don," ucap Romeo yang langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk itu.


"Iye anggap aja kaya rumah gue, "cetus Doni seraya berjalan menuju kamar mandi.


Setelah selesai dengan ritual mandinya Doni membuka lemari dan meninting kemeja yang akan di gunakanya untuk ke kampus, melihat Romeo yang terbaring tengkurap namun belum juga terlelap, membuat Doni heran,.Romeo terlihat gelisah di balik raut wajahnya.


"Katanya loh ngatuk Rom, kok belum tidur?"  Tanya Doni sambil mengancing  kemejanya.


"Entalah sedari dari tadi malam gue merasa gelisah, tapi gue sendiri ngak tahu apa sebabnya," papar Romeo ia pun mengangkat tubuhnya seraya bangkit.


"Gue khawatir aja sama Aira Don, makanya gue mutusin untuk pulang malam itu juga, gue bela-belain numpang truk pengangkut barang logistik, demi sampai ke sini lagi."


Mata Romeo menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.


"Mungkin itu perasaan loh aja Rom,.loh rindu kali sama Aira?"


"Kalau rindu jangan di tanya Don, gue rindu serindu rindunya sama dia, tapi ada yang membuat gue merasakan resah dan gelisah, gue harus cari tahu sendiri keadaan Aira Don."


"Gue sadar Don, dan gue ngak masalah selama Aira bahagia bersama siapa pun dia gue rela, tapi gue ngak yakin jika saat ini dia bahagia," papar Romeo.


Tapi_" terdengar suara panggilan masuk di handphone Doni.


Doni melirik layar ponselnya tersebut.


"Nyokap loh Rom, gomana nih, angkat ngak?" tanya Doni.


"Loh angkat aja, bilang aja gue ngak ada," sahut Romeo dengan memutar bola mata malasnya.


"Ih kalau sama orang tua, gue ngak mau bohong, takur kualat gue," dengus Doni.


Doni menekan tombol hijau agar panggilan tersebut tersambung.


"Ha_" Kata-kata Doni terhenti, saat ia mendengar isak tangis suara di seberang telpon.


"Doni hiks, hiks, Romeo Doni, hiks, hiks," suara Suci dari seberang telpon sepertinya wanita itu sedang merasakan sedih dan kecewa.

__ADS_1


Romeo menatap kearah Doni dengan mengangkat bahu nya mencoba bertanya apa yang terjadi.


"Iiiya Ma, ada apa Ma?" Tanya Doni gelagapan.


"Romeo Don, Romeo di cari polisi Don," ucap Susi terbata-bata.


"Apa Ma?Di cari polisi?.Tapi kenapa Ma?" Tanya Doni bertubi-tubi.


Romeo yang berada di depan Doni langsung mendekat dan menghampiri Doni untuk mendengar pemaparan mamanya.


"Romeo dicari polisi karna ia membawa lari Aira dan ternyata Aira tersangkut kasus penusukan seorang kepala desa Don, kasusnya viral Don, Mama ngak tahu lagi Don, bagaimana jika Romeo juga terlibat Don?" Suara Suci terdengar serak dan terbata-bata.


Romeo dan Doni syok,.keduanya saling menatap.


"Iya iya Ma, Mama sabar ya,.Doni yakin Romeo tak terlibat Ma, dia memang membawa kabur Aira, karna saat itu Romeo juga panik Ma," papar Doni mencoba menenangkan Suci.


"Apa?.jadi kamu tahu Don? kenapa kamu ngak bilang sama Mama Don, dan sekarang bukan cuma Romeo yang terkena dampaknya, nama baik papanya juga di pertaruhkan Don,"suara Susi semakin lirih.


"Sabar Ma, kebenaran pasti terungkap Ma,"ucap Doni.


"Hiks, sekarang Romeo di mana Don, Mama bisa gila jika seperti ini Don, " papar Suci.


"Romeo, Romeo, " Doni ragu ingin mengatakanya karna Romeo mencegahnya.


"Nanti Doni cari Romeo Ma, Mama tenang ya Ma," ucap Doni ia pun menutup telpon nya.


"Gila Rom, loh sekarang di incar polisi," ucap Doni dengan bergidik.


"Gue ngak masalah Don, karna bukan gue pelakunya, gue menghkawatirkan Aira Don, gue harus menemui Aira dan membawanya lari, gue ngak mau Aira di penjara." Romeo pun melangkah cepat, tapi di tahan oleh Doni.


"Loh gila Rom, tahan Rom," ucap Doni menarik tangan Romeo, tapi Romeo tak menggubris, ia menepis tangan Doni.


Romeo berusaha lari, tapi kakinya di lumpuh kan dengan tendangan Doni.


Bruk, Romeo jatuh dan Doni langsung menindih tubuh Romeo.


"Lo gila ya men, cari bahaya aja loh, lo mau nekat lagi! "Teriak Doni kesal.


"Gue harus bawa Aira lari Don, maaf kali ini gue ngak mau ikuti saran loh."


Romeo meronta, sekali pukulan kearah Doni, Doni pun terpelanting, Romeo kembali berdiri dan berlari.

__ADS_1


"Romeo," teriak Doni.


Bersambung guys, berikan komentarnya ya biar author crazy up hari ini.


__ADS_2