
Setelah malam itu, Aldi dan Aira semakin dekat, namun kesibukan dan aktifitas Aira membuat mereka jarang bertemu apa lagi jam piket Aira yang lebih sering pada malam hari, hingga membuatnya harus beristirahat pada siang hari.
Hari ini tim yang di bentuk letnan Airlangga bersiap bergerak menuju TKP, mereka akan melakukan penyergapan sebelum para tersangka berhasil menyelundukan narkoba secara besar besaran.
Sebelum bergerak para komandan berkumpul untuk mendengarkan arahan dan stratsgi dari letnan Airlangga, karna barang haram yang akan di selundupkan tersebut bernilai hampir satu Triliun dan ini adalah kasus penyelundupan terbesar di tahun ini.
Rencananya, mereka akan menyelundupkan barang haram tersebut dengan menggunakan truk pengangkut barang menuju pelabuhan.
Dengan menggunakan kapal tengker barang yang memuat bahan makanan, barang haram tersebut akan di selundupkan ke Thailand.
Sebelum penyelundupan pihak kepolisian berencana mengerbek markas mereka langsung.
Tim Sat intel beberapa hari lalu sudah mengawasi pergerakan mereka.
Letnan Airlangga berada di depan memberi arahan.
"Tim akan kita bagi menjadi tiga, yang pertama yang pertama tim penyergap, untuk menyergap semua tersangka dan mengaman kan situasi di tkp."
"Tim kedua bertugas untuk meringgkus dan mengaman kan barang bukti dengan pengawasan dari tim pertama dan tim ketiga."
Dan tim ketiga adalah tim penembak jitu, yang akan bekerja mengeksekusi jika keadaan mendesak dan tim tersebut di pimpin oleh Aira.
Mereka pun bergerak secara serempak menuju TKP.
Tim penyergap tak menggunakan seragam mereka melakukan penyamaran berbaur bersama tim Sat Intel.
Setelah tim 1 berhasil mengepung markas, tim ketiga bersiap pada tempat tempat strategis namun tersembunyi untuk mengamati pergerakan.
TKP berada di sebuah ruko pinggir kota.
Tim 1 sudah bergerak dan mengepung, sementara seseorang di antara mereka sudah melumpuh sopir truk yang akan membawa barang haram tersebut menuju pelabuhan di ikuti anggota yang lain yang ikut menyusup di dalam truk.
Sesampainya truk di sana, anggota secara diam-diam keluar dan mengepung,.di antara pasukan tersebut seorang polisi cantik membawa tim nya memanjat ke lantai dua dengan memanjat menara Air.
Aira dengan ke enam angota penembak jitu masing masing di posisi yang telah di tentukan.
Sepertinya pemimpin mereka telah mencurigai jika markas mereka di kepung, pemimpin yang bernama black itu segera melarikan diri ketika melihat sopir yang mengendarai truk tersebut.
Black segera keluar dari markasnya seraya mengendap-ngendap tanpa memberi tahu anak buahnya.
Namun pergerakanya sudah di intai oleh Aira dan timnya yang berada di menara Air.
Black menuju mobil jeepnya namun langkahnya tertahan ketika terdengar suara tembakkan yang melumpuhkan kakinya.
Door, tembakan tersebut tepat mengena betisnya.
Namun black tak menyerah ia mencari arah tembakan tersebut.
Dan mengira tembakan tersebut berada di sisi barat karna ada pergerakan lantai dua gedung, ia pun menembak kearah barat.
__ADS_1
Dor...dor...namun tak ada sasaran yang mengenai tembakan Black.
Ternyata itu hanya strategi dari tim Aira, tembakan justru datang dari barat daya, tembakan dua kali Aira berhasil menembus kedua tangan black dan membuatnya lumpuh seketika, Aira mengerahkan salah satu angtonya untuk membekuk black di tempat.
Di dalam gudang, polisi sudah mengepung markas mereka.
"Angkat tangan tempat ini sudah kami kepung!"
Anggota dari kartel black segera mengangkat tanganya namun ada beberapa yang membandel mereka coba menyerang petugas dengan senpi yang mereka gunakan, namun baru saja mereka mengarah kan pistolnya, Aira sudah menembakinya tanganya hingga pistol tersebut terlepas dari tangan Dni.
Akhirnya penjahat yang bernama Deni itu berhasil di amankan dengan luka pada bagian lengan.
Pasukan penyergab tersebut berhasil mengaman kan belasan orang tersangka berserta barang bukti.
Aira dan timnya terus mengawasi dari tempat yang tersembunyi sambil mengintai.
Evakuasi selesai, semua barang bukti, tersangka berhasil di bekuk polisi.
Keberasilan gemilang mereka, karna berhasil mengebrek dan menggagalkan penyelumdupan barang haram yang bernilai triliunan rupiah.
***
Hari yang melelahkan bagi Aira, setelah dinasnya selesai ia langsung pulang kerumahnya.
Rasa lelah menghampirinya, setelah melakukan rutinitas mandinya, Aira menyandarkan kepalabya pada headbord tempat tidur.
Baru saja memejamkan mata Aira sudah mendapat telpon dari Aldi.
"Aku di rumah Mas, sebentar lagi aku jemput Alia,"sahutnya.
"Ngak usah sayang, biar mas Aldi yang mengantar Alia, sekalian mas mau ngajak kamu makan malam bersama Alia juga."Aldi.
"Hm terserah saja, " ucap Aira seraya menutup telponya karna ia sudah merasa ngantuk dan lelah.
Aira memejamkan matanya hingga tertidur, entah berapa lama ia terlelap dan tersadar ketika seseorang menggedor pintu rumahnya.
Dengan malas Aira bangkit dari tempat tidurnya,kemudian ia beranjak dari tempat yang paling nyaman menurutnya tersebut.
Aira membuka pintu dengan wajah yang masih sembab karna baru saja bangun dari tidur.
"Selamat sore nyonya, "ucap seorang kurir pengantar bunga.
"Selamat sore pak," sahut Aira.
"Saya mengantar bunga ini untuk nona Ryanti Alfaira," ucap si kurir.
"Iya saya sendiri, "ucapnya seraya menutup mulutnya untuk menahan rasa kantuk.
Kurir menuju motor kemudian membawakan Aira bouqet bunga mawar dengan baby breath sebagai pemanis.
__ADS_1
setelah menyerahkan bunga tersebut ke Aira, kurir meminta Aira menanda tangani tanda terima.
"Mas Aldi mengirimi ku bunga, padahal ia tahu jika aku ngak begitu suka bunga," guman Aira, ia pun meletakan tujuh kuntum mawar merah tersebut di atas meja kecil yang ada di ruang tamunya, kemudian ia kembali melanjutkan tidurya.
Dua hari ini memang Aira menjalani aktifitas padat dan melelahkan, hingga ia harus banyak beristirahat untuk bisa memulihkan staminanya.
pukul lima sore Aira masih terlelap di dalam kamarnya, suara ketukan pintu kembali memaksanya membuka mata.
Dengan malas Aira kembali bangkit dari tenpat tidurnya seraya mengucek ngucek matanya.
Berjalan dengan langkah yang lambat mebuka pintu.
Kreak,
"Bunda !"teriak Aldi dan Alia seraca serempak.
Aira pun membuka lebar matanya.
"Sayang, sudah pulang Bunda kangen," ucap Aira seraya memeluk dan mencium Alia, ia pun menggendong Alia membawanya masuk kedalam rumah.
"Ehm kok aku di cuekin," guman Aldi.
"Masuk saja mas, "ucap Aira seraya menyunggingkan senyum tipis kearah Aldi.
"Kok aku ngak di peluk dan di cium sih, ngak kangen ya?"tanya Aldi.
"Ngak kangen kok," cetus Aira tertawa.
"Mas kamu duduk saja ya, aku mau cuci muka dan ganti baju dulu," ucap Aira.
Iya sayang," sahut Aldi.
Aira pun masuk kedalam kamarnya di ikuti oleh Alia.
Aldi mengedarkan pandangan ke segala arah, sesuatu menarik perhatianya ia pun mendekat kearah meja kecil karna di sana terdapat buket bunga yang di terima Aira beberapa jam yang lalu.
Aldi meraih buket tersebut seraya membaca kartu ucapannya.
'Selamat atas keberanian dan keberhasilannya.'
Aira kembali menemui Aldi di ruang tamu,
"Ada apa mas?"tanya Aira yang melihat Aldi menatap buket tersebut.
"Dari siapa ini?"tanya Aldi ketus.
"Hah bukannya buket itu mas Aldi yang kirim?"tanya Aira yang juga binggung.
Aldi menatap Aira seraya menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Jadi kalau bukan mas Aldi, siapa pengirimnya?"tanya Aira.
Duh siapa ya, sepertinya perjuangan Aldi ngak mudah ya, jika sebelumnya yang menjadi rivalnya adalah romeo, kali ini siapa he he.