Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Hari pernikahan


__ADS_3

Keluarga Heru sudah tiba di rumah calon  mempelai wanita.


Tamu undangan pun sudah berdatangan menunggu prosesi akad nikah.


Sebuah tenda yang tak terlalu besar terpasang di depan rumah Tari, lantunan shalawat terdengar merdu menyambut kedatangan calon mempelai Pria.


Rona bahagia terpancar dari wajah Maya, dan Satria saat mendampingi Heru menuju rumah calon mempelai wanita.


Heru merasa gugup, ia mencoba kembali menghafal ikrar ijab qabul yang akan ia ucapkan nanti, Heru kembali menghapalnya dalam Hati.


Saat yang bersamaan keluarga Romeo juga hadir di sana, melihat kedatangan Satria Hadi langsung menghampiri sahabat lamanya itu.


"Halo Satria apa kabar?" tanya Hadi yang langsung menjabat dan memeluk erat kawan lamanya tersrbut.


"Baik kawan," ucap Satria membalas pelukan Hadi.


Romeo dan Doni yang berada di belakang Hadi sedikit kaget karna ternyata Hadi dan Satria terlihat akrab.


Sementara para istri keduanya juga bercengrama saling cupika cupiki.


"Apa kabar jeng?" Tanya Suci.


"Baik sist, lama ya kita ngak bertemu." Jawab Maya dan mereka pun sedikit berbasa-basi.


Setelah berhenti sejenak, Hadi dan Satria jalan beriringan menuju pintu masuk begitu pun kedua istri tersebut.


"Lama ngak ketemu ternyata kamu mau punya menantu saja," ucap Hadi memulai pembicaraanya.


"Iya nih,kalau lihat anak nikah, rasanya pingin nikah lagi," cetus Satria.


Hehe, Hadi tertawa mendengar ucapan Satria.


"Udah dua kali nikah masih pingin nikah lagi?" Hadi.


Mereka pun tertawa.


"Eh anak kamu sudah nikah belum?" tanya Satria, yang teringat saat terakhir kali mereka bertemu, istri mereka sama-sama mengandung, bahkan saat itu Maya dan Rita sedang mengandung secara bersamaan.


"Kalau Nadira sudah menikah, yang belum putra ku Romeo." Hadi.


"Romeo ? jadi juga, kamu beri nama Romeo anak kamu Di?" tanya Satria.


"Ya Jadilah, kita kan sudah sepakat sebelumnya, kalau anak aku lahir laki-laki, aku beri nama Romeo dan kau akan memberi nama putri mu yang lahir itu dengan nama juliet, trus saat mereka lahir akan kita tunangkan, setelah mereka dewasa mereka akan kita nikahkan " papar Hadi sambil tertawa geli, mengingat kekonyolan mereka.

__ADS_1


Begitu pun Satria yang ikut tersenyum sambil nyengir mengingat kesepakatan yang mereka buat waktu muda dulu, sejurus kemudian senyumnya tertarik kembali karna mengingat putrinya.


"Tapi putri ku meninggal tak lama saat di lahirkan Di, " sahut Satri lirih ada vibra kesedihan pada penuturanya.


"Iya Sat, aku dengar kok berita meninggalnya putrimu, tapi aku ngak bisa hadir saat itu, aku berada di luar kota, maklum istri ku juga habis melahirkan, jadi untuk sementara aku dan Suci tinggal di rumah mertua ku saat itu," papar Hadi.


"Lalu putra mu yang seumuran Romeo mana?" tanya Hadi.


Satria mengedarkan pandanganya ke segala arah mencari keberadaan Aldi.


Setelah melihat sosok Aldi dan Aira yang berada di depan mereka, Satria pun menunjuk Aldi.


"Itu putra bungsu ku," menunjuk Aldi.


Hadi sedikit kaget melihat yang di tunjuk Satria, "Aldi?.jadi Aldi itu anak kamu?" Tanya Hadi mempertegas.


"Iya? Kamu kenal Aldi?"


"Ya kenal lah, Aldi kan temanya Romeo."


"Oh, jadi mereka berteman? Kok aku ngak pernah tahu ya?" guman Satria.


"Aku juga baru tahu kalau Aldi dan Heru anak kamu Sat, si Aldi sih sering kerumah tapi aku ngak pernah nanya bapaknya siapa," ucapnya sambil nyengir.


"Di, nanti saja kita lanjut ngobrolnya, sebentar lagi acara akan di mulai, terima kasih lo sudah menghadiri undangan ku dan menjadi saksi anak ku,"ucap Satria pada Hadi.


"Terima kasih juga, karna kamu sudah menyempatkan diri untuk mengundang keluarga ku secara langsung," sahut Hadi.


"Iya kebetulan aku teringat sama kamu saat lewat di depan rumah kamu,.jadi sekalian mampir takut lupa lagi,karna saat Aldi menikah aku juga lupa mengundang kamu, habisnya anak jaman sekarang kalau nikah suka mendadak sih," pungkas Satria.


Mereka pun duduk karna sebentar lagi acara akan di mulai.


Di tempat terpisah Romeo dan Doni duduk di pojokan.


"Haha, ngakak  gue Rom dengar bapak lu dan bapak Aldi ngomong, ternyata itu alasan bapak lo, kasih lo nama Romeo, " ucap Doni dengan tertawa geli di akhir kalimatnya.


"Wkwkwk," Doni.


"Iye gue juga baru tahu alasan pemberian dari nama gue,ternyata mereka sepakat jodohin gue ama anaknya om Satria, untung yang lahir Aldi, coba kalau yang lahir cewek bisa jadi perjodohan itu."


" ck ck Parah!" Romeo berdecik.


"Dan lebih parah lagi kalau anak om Satria itu ternyata cewek, mau di kasi nama juliet tuh dan di kawinin sama loh Rom,wkwkwk ngakak ngakak, norak-norak, bokap loh ama bokap Aldi ya," cetus Doni yang semakin tergelak mentertawakan mereka.

__ADS_1


"Wkwkwk, Romeo dan juliet kan boomingnya jaman mereka tuh makanya bokap gue sama bokap Aldi kasih nama Romeo dan Juliet , kalau gue nya lahir di jaman sekarang tuh mungkin mereka kasi nama anaknya Habbibie dan Ainun kali ya, Wkwkwkwk," timpal Romeo yang tak kalah geli.


"Iya kali, wkwkwk." sambar Doni.


"Tapi orang tua zaman dulu tuh gitu, mereka menjodohkan anak mereka karna alasan persahabatan lah, bisnislah, tapi meski menikah karna di jodohkan tapi rumah tangga mereka bisa bertahan sampai akhir hayat, nah zaman sekarang banyak yang menikah karna cinta tapi cuma bertahan beberapa saat saja." Doni.


"Iya juga sih, makanya gue mau punya pacar yang banyak, tapi ntar udah nikah bini gue satu aja, selingkuhannya yang banyak," celetuk Romeo.


"Serah ye, lo mau punya bini berapa, yang penting jangan bini kawan aja yang lo embat," sindir Doni.


Romeo cuma nyengir karna mendapat sindiran dari Doni.


"Udah ah yuk, akad nikah nya sudah mau mulai." Doni


Mereka beranjak dari tempat duduknya, dan mendekati mempelai pria yang sedang menjabat tangan penghulu.


Heru sedikit gemetar, seketika ia menjadi gugup saat penghulu tersebut menjabat tanganya, seketika tanganya menjadi dingin.


"Saudara Khairuman Hero Satria, karna Saudari Tari adalah anak angkat dari keluarganya saat ini, maka mereka meminta saya untuk menjadi wali nikahnya, apakah anda sudah siap?" tanya penghulu tersebut kepada Heru.


Serrr seketika jantung Maya berdetak hebat tak kala mendengar pemaparan dari wali hakim tersebut.


"Pa! jadi Tari itu anak angkat?" tanya Maya berbisik.


"Iya, kenapa memangnya Ma?" tanya Satria kembali.


Serrr seketika aliran darah Maya naik cepat, melesat, naik dan langsung menuju jangungnya.


"Saudara Khairuman Hero Satria saya nikah kan kamu dengan saudari Mentari senja, dengan mas kawin sebentuk cincin emas tunai," Penghulu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Saudari Mentari Senja dengan mas Kawin tersebut tunai," ucap Heru dengan satu helaan nafas.


Sejenak suasana menjadi hening dan_ bersambung guys.


Jangan lupa dukung author dengan:


🌷like


🌷komen


🌷Vote


🌷hadiah.

__ADS_1


🌷transper rekening 😆😆ops bercanda ya.


__ADS_2