
Waktu berlalu, kini Arsyad dan Nisa sedang mempersiapkan diri untuk acara resepsi dari pernikahan mereka.
Nisa tampak anggun mengenakan gaun pengantin serba putih. Kali ini ia tak memakai gaun pengantin milik Aira, karna tak lagi pantas untuknya yang selalu menutup diri dengan busana syar'inya tersebut.
Resepsi pernikahan tak terlalu mewah, hanya di hadiri oleh para karyawan dan beberapa mitra bisnis mereka. Pasalnya setelah Arsyad menikah, dengan segera ia akan menggantikan Aldi memimpin perusahaan keluarga mereka.
Ketika sedang bersiap, tiba-tiba Nisa merasakan pusing dan mual, ia pun berlari ke kamar mandi.
"Nisa kamu kenapa?" tanya Arsyad yang ikut menghampiri Nisa menuju kamar mandi.
Di kamar mandi Nisa muntah muntah, sementara Arsyad memijit tengkuknya. Setelah mengeluarkan semua isi perutnya tubuhnya pun terasa lemas.
Arsyd melepas penutup kepala Nisa.
Agar istrinya lebih leluasa bernapas. Ia pun mengelap keringat dingin yang menempel di kening dan sekitar wajahnya.
"Kamu kenapa sih Sayang? Masuk angin ya?"
"Iya mungkin. Sebulan ini aku kan mandi dini hari terus, tubuhku rasanya meriang gitu."
"Iya maaf, aku yang sudah bikin kamu mandi pagi terus," Ucap Arsyad merasa bersalah.
"Ih ngak usah baperan gitu juga kali Bi." Arsyad.
"Bi, Siapa Bi?"tanya Arsyad dengan nada cemburu.
"Bi itu maksudnya Abi, ayah! Kan udah mau jadi ayah," ucap Nisa dengan mengulum senyumnya.
"Hah maksud kamu apa sayang?" Arsyad menuntun Nisa untuk duduk di atas ranjang.
Nisa melingkarkan lenganya pada leher Arsyad, menggelantung dengan manja," "Maksudnya kamu sebentar lagi jadi ayah! Karna Nisa sedang hamil," Ucapnya lagi seraya mencolet hidung Arsyad.
"Benarkah? "tanya Arsyad dengan bola mata yang berbinar menatap Nisa.
"Yah benar lah. Kenapa Nisa harus bohong sih." Nisa.
"Alhamdullilah," ucap Arsyad dengan bahagia ia pun memeluk erat sang istri.
"Aku ngak nyangka kita bisa dapat anak secepat ini," Tutur Arsyad haru seraya memeluk Nisa.
Tak henti-hentinya ia mencium sang istri.
Cup cup cup.
"Udah ah Bi. Ntar tambah mual nih di cium terus." Nisa.
Arsyad mengurai pelukannya.
"Abisnya aku bahagia,karna sebentar lagi bakalan jadi seorang ayah."
Nisa tersenyum seraya meraba wajah tampan sang suami.
"Nisa juga bahagia. Bisa jadi ibu dari anak-anak kamu, " ucap Nisa seraya mencium pipi Arsyad.
Arsyad tersenyum seraya merangkul istrinya.
"Kalau begitu beristirahat lah. Masih ada beberapa jam untuk beristirahat."
Arsyad merebahkan kepala Nisa di atas bantal tangannya memijat mijat dan mengusap kepala Nisa.
Tak berapa lama kemudian Nisa pun terlelap. Arsyad mencim kening sang istri kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut.
Setelah itu Arsyad keluar dari kamar, karna ia sudah tak sabar memberi tahu keluarganya.
***
Seluruh anggota keluarga Arsyad berkumpul di ruang keluarga. Setiap ada acara keluarga mereka selalu menyempatkan diri untuk bisa hadir.
Selain mereka bertiga saudara, adalagi yang selalu menyempatkan diri untuk hadir yakni sang sahabat Doni.
Meski mereka tak jadi berbesan nyatanya hubungan mereka tak pernah renggang sedikit pun.
Mereka mendukung apa yang baik menurut mereka dan tak terkalu ikut campur dalam urusan memilih pasangan hidup anak-anak mereka.
__ADS_1
"Ehm si Aldi udah dua kali dapat menantu, kita belum juga ya Ma, Kapan Ikhsan punya pacar istri, Papa sudah tua jadi pingin gendong cucu, " ucap Heru pada istrinya.
"Katanya sih ada Pa. Cuma ngak mau di umbar dulu, kalau sudah yakin baru dia minta kita untuk melamar gadis itu."
Ikhsan adalah putra pertama Heru, usianya hampir sama dengan Arsyad.
"Iya Mas, si Farel aja belum ada jodohnya.
Katanya sih pacarnya orang sini, sekalian kalau aja kalau Arsyad resepsi. Farel akan bawa calon istrinya dan akan memperkenalkan calonnya tersebut," ucap Tari.
"Ih anak-anak sekarang suka main kucing-kucingannya.Kalau dulu kucingnya di mainin."Aldi.
"Iya kamu kan dulu suka sama kucing , kalau kucing masuk ke kamar kamu, ngak lama kemudian udah bunting aja tuh kucing. Padahalkan ngak ada kucing jantan di rumah ini." Heru.
"He he." Heru terkekeh.
"Maksud mas Heru apa? Aku yang buntingin?" Dengus Aldi.
"Habisnya siapa lagi he he."Heru.
"Mas Heru kali tuh! Kalau kucing yang melahirkan dia yang sibuk."tambah Aldi.
"Ya sudah, Anak kucing itu anak kalian berdua, ngak usah ribut! He he." Tari.
Ketika sedang bercanda tiba-tiba terdengar suara orang yang memberi salam.
"Assalammualaikum."
"Waalaikum salam, "Mereka semua menjawab.
Farel datang bersama dengan seorang wanita cantik.
Doni dan Aldi kaget, pasalnya mereka mengenal gadis yang di bawa oleh Farel tersebut.
"Hm, Tiara perkenalkan ini keluarga besar ku," ucap Farel.
"Oh jadi pacar kamu Tiara Rel?"tanya Doni.
"Hm, iya Om kenapa?" tanya Farel.
"Hm iya, gitu ya Om. "Farel nyengir.
"Oh anaknya pak Gub nih. Anaknya pak Edo." Aldi.
Tiara hanya tersenyum.
"Alhamdullilah, jodohnya ngak jauh-jauh juga ya." Tari.
"Iya ternyata dunia ini tak selebar daun sirih ya!" Doni.
"Daun kelor pe'a! " sahut Romoe.
"Iya emang loh keputihan pakai daun sirih," cetus Tari.
Ha ha ha.
Mereka pun tertawa renyah.
Tak lama berselang datang lagi seseorang yang datang membawa berita mengejutkan.
"Assalammualaikum!"
"Waalaikum salam."
Ikhsan datang membawa seorang wanita.
Kali ini mereka lebih kaget lagi.
"Hai semua!" Sapa Ikhsan.
"Ikhsan, Dinda? Jadi kalian?" tanya Dasti yang mewakili pertanyaan semua orang yang ada di tempat itu.
"He he. Iya sebenarnya kami sudah pacaran lama. Tapi karna takut berhenti di tengah jalan, jadi kami putuskan untuk tak memberitahu kalian semua, sampai kami saat ini memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi.Om Doni dan tante Dasti aku mau melamar Dinda secara resmi hari ini, mumpung mama dan papa ada di sini, boleh ya?" tanya Ikhsan dengan nada lemah lembut.
__ADS_1
Bukannya menjawab pertanyaan Ikhsan, Aldi ,Romeo dan Doni pun berdiri dan saling menghampiri, kemudian ketiga sahabat tersebut saling berpelukan seperti Teletabies.
"Akhirnya jadi juga kita berbesan, " ucap ketiganya serempak.
Melihat ketiganya yang berpelukan Heru pun menghampiri.Ikut memeluk saudara-saudaranya itu.
"Iya ternyata kalau sudah jodoh ngak kemana ya. Ternyata jadi juga keluarga kita berbesan Don." Heru.
Melihat orang tua mereka yang saling berpelukan anak cucu mereka heran.
"Itu bapak-bapak kenapa ya?Bukannya jawab pertanyaan anaknya , malah berpelukan gitu?" tanya Tari.
Tapi udalah,gue mau ikut berpelukan ama saudara-saudara gue
"Jangan bubar dulu ya! gue ikut dong!"
Tari pun mendekat diantara Aldi dan Heru. Ia pun ikut berpelukan. " Berpelukan!"
Mereka berlima masih saling memeluk.
Aira hanya tersenyum melihat kelakuan mereka yang tak pernah dewasa meski sudah tua.
Tiara heran melihat keluarga aneh dari Farel.Ia pun tersenyum seraya geleng-geleng kepala.
"Kenapa Ra? loh ngak ilfil kan lihat keluarga gue seperti itu?" tanya farel seraya tersenym.
"Ngaklah keluarga loh hangat banget unik lagi."
Arsyad turun untuk memberitahu berita bahagianya.
"Ih kenapa sih peluk-plukan?" tanya Arsyad.
Mereka pun mengurai pelukannya.
Arsyad menghampiri mereka.
"Ini loh dek kami semua berbahagia, akhirnya bisa berbesan dengan sahabat kami. Ternyata Dinda dan Ikhsan sudah merencanakan akan menikah." Aldi.
"Alhamdullilah!" sambut Arsyad bahagia.
"Tapi aku juga datang bawa kabar gembira."
"Kabar gembira apa dek?" tanya Aira.
"Kabar gembiranya adalah sebentar lagi aku akan jadi ayah!" Seru Arsyad dengan penuh suka cita.
"Alhamdullilah!" Seru mereka serentak.
"Kalau gitu yuk! keluarga Satria Kita berpelukan lagi!" Seru Aldi.
"Ayo!" Arsyad langsung menghambur ikut berelukan, tak hanya itu anak cucu mereka juga ikut berlari kecil menghambur memeluk membuat lingkaran yang lebih besar.
Tawa bahagia pecah di rumah itu.
Memiliki keluarga besar dengan berbagai problema dan karakter yang berbeda tak membuat mereka terpecah belah. Mereka justru menjalin hubungan jadi semakin lebih baik lagi. Saling mengerti dan peduli. Karna pada dasarnya kita memang berbeda dan kita di satukan dalam sebuah keluarga.
Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk para reader yang tetap setia dari awal sampai akhir kisah ini. Semoga ada hikmah dan mamfaat yang bisa di petik atau pelajaran dari masing-masing kisah.
Saya hanya menulis menurut apa yang ada di pikan saya. Tak bermaksud menyinggung siapa pun. Mohon maaf atas segala kekurangan saya. Atau jika ada kata-kata saya yang menyinggung reader semua.ππππ
Akhir kata Terima kasih banyak.
Assalammualaikum wr.wb
In shaa Allah ada satu atau dua ekstra part lagi.
Selamat menunaikan ibadah puasa mohon maaf lahir dan batin.ππππ
β€β€β€β€β€β€TAMATβ€β€β€β€β€β€
Rekomendasi novel author lainya. Temukan cerita yang lebih seru lainya dengan cara klik profile saya. Terima kasih.ππππ
__ADS_1