Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Tak ingin pisah


__ADS_3

Aira dan Romeo berada di sungai, Aira sedang mencuci pakaian mereka, sementara Romeo berenang-renang di sungai tersebut.


"Mana ya? tadi ada di sini?" guman Aira sambil mencari sesuatu, ia pun menggangkat embernya untuk mencari barang yang dirasanya hilang.


"Aira kamu cari apa?" tanya Romeo yang meliat Aira seperti kebinggungan mencari sesuatu.


"Aira cari _ ya ampun Abang kenapa bra Aira di ikat di kepala!" Teriak Aira hysteris, kaget karna melihat Romeo memakai bando di kepalanya dengan dua punggung tumpul bra tersebut tepat di atas kepala Romeo.


"He he ini bra Aira? kirain abang kacamata," ucapnya sambil tertawa terkekeh.


"Pantesan di cari kemana-mana ngak ada, sini kembaliin," pinta Aira sambil menadah telapak tangganya.


"Ambil saja sendiri, sini Aira mandi dulu nanti abang kembalikan" , ucapnya sambil menarik tangan Aira, Aira pun tercebur ke sungai.


Aira mengepak tanganya, ia hampir tenggelam, untung Romeo secepat kilat menyambar tubuhnya.


"Hua, hua," Aira mengatur nafasnya, "Abang Aira ngak bisa berenang bang," ucap Aira dengan ngos-ngosan. Aira pun langsung memeluk Romeo.


Romeo tersenyum, "Kalau ngak gitu, kamu ngak mau peluk abang Aira, "ucap Roneo sambil memeluk erat Aira, mendengar ucapan Romeo Aira pun merenggangkan pelukannya.


Aira mundur sedikit namun satu tangan tetap memegang erat bahu Romeo.


Aira mendundukan kepalanya, tapi Romeo mengangat sedikit dagu Aira, hingga kedua netra mereka beradu.


"Apa Aira belum yakin ya? dengan perasaan abang terhadap kamu Aira?" tanya Romeo menatap lekat mata Aira, dengan kedua telapak tangan menyentuh wajah Aira.


"Bukanya Aira ngak yakin, tapi Aira tahu hubungan ini adalah kesalahan, Aira ini masih sah istri mas Aldi bang, Aira ngak bisa bersama abang setiap saat." ucapnya lirih.


"Kita pulang saja bang, dan lupakan saja apa yang pernah terjadi, anggap saja kita tak pernah saling menggenal sebelumnya, Aira ingin menyerahkan diri ke polisi bang, Aira ngak tenang, Aira seperti terus di kejar-kejar oleh dosa bang." tambahnya lagi.


"Ngak Aira, abang tak kan biarkan apapun yang memisahkan kita, apalagi harus menyerahkan kamu kepada polisi," ujarnya dengan menatap mata Aira, tangganya secara perlahan menarik Aira kedalam pelukanya.


Aira menanggis," Tapi Aira ini seorang pembunuh bang, dan Aira harus mendapat hukuman, Aira ngak bakalan merasa tenang, sebelum menyerahkan diri ke polisi," ucapnya sambil menangis memeluk Romeo.


Mereka saling memeluk di dalam air, "Kamu ngak salah, apa yang kamu lakukan hanya untuk membela diri Aira."Romeo.


"Tapi bang, abang tak perlu mengikuti Aira, Aira ingin menetap disini sampai Aira melahirkan, Aira juga yakin, jika mas Aldi tak kan mau menerima Aira kembali, maka dari itu, abang pulanglah, pasti kedua orang tua abang mengkhawatirkan abang," ucap Aira dengan lirih.


"Ngak akan, abang ngak akan pulang sendiri, abang akan pulang jika kamu sudah menjadi istri abang yang sah, jadi mau tak mau, suka tak suka, mereka akan menerima hubungan kita," ucap Romeo lagi.

__ADS_1


Romeo menyibak rambut Aira yang basah, kemudian ia mendekatkan wajahnya ke wajah Aira, dengan lembut ia menyentuh bibir Aira dengan bibirnya, kedua manik mata mereka pun beradu saat bibir Romeo menyentuh bibir Aira, Romeo mulai memangutnya dengan lembut, sementara tangganya merangkul dan mencengram pinggang Aira.


Aira menutup matanya ia coba menikmati sentuhan yang di rindukannya. namun beberapa saat kemudian ia melepaskanya, Aira menyadari jika ia masih milik Aldi.


"Jangan lakukan lagi bang, Aira ngak mau menambah dosa yang ada," ucapnya dengan menundukan kepala.


Romeo pun melepaskan cengramanya.


Aira menarik bra yang berada di kepala Romeo, "Amit-amit cabang bayi, punya anak kelakuanya kayak abang," degus Aira sambil tersenyum.


"Ngak apalah kan abang calon bapaknya," ucap Romeo sambil memeluk Aira dari belakang, ia pun menggit lembut pundak Aira.


"Ih bang, Aira udah dingin, naik yuk," Aira pun merangkak naik menuju tempat yang lebih tinggi, begitupun Romeo yang mengikutinya.


Romeo membawa ember yang berisi cucian mereka, sambil merangkul Aira menuju jalan rumah mereka.


"Aira pernah nonton film Romeo dan juliet ngak?" tanya Romeo, mereka berjalan beriringan.


"Ngak pernah nonton, dengar aja."


"Kisahnya itu, mereka bunuh diri dengan cara menegak racun, karna hubungan mereka ngak di restui orang tua."


"Trus abang mau kita bedua minum racun gitu, beli aja racunnya, biar Aira yang meracun abang duluan," sahut Aira sambil tertawa.


Aira coba menghindar, ia pun berlari menaiki bukit, dan ketika sampai di atas bukit yang menuju rumahnya, Aira melihat Doni dan Heru berada tepat di hadapannya kini.


Aira terpaku tak bergerak, tak hanya mereka berdua, Aldi, Igun, Nadira dan kedua orang tua Romeo pun berjalan perahan mendekati mereka.


Tatapan mereka tajam menatap Aira, karna tak mampu menatap wajah yang di penuhi amarah tersebut, Aira hanya menunduk.


Romeo yang baru tiba di samping Aira, tergaman melihat kedatangan mereka.


Tampak wajah-wajah marah dan kecewa.


Sejenak semua diam, sebelum tangisan sang ibunda memecah kesunyian mereka.


Aldi menatap wajah Aira dan Romeo secara bergantian, matanya nya mengecam keduanya, tapi Aldi tak mau terbawa emosi.


Suci langsung memeluk Romeo dan menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


"Kenapa kamu lakukan ini Nak, apa kamu ngak pernah memikir kan keadaan mama mu yang selalu mengkhawatirkan kamu," ucapnya terisak, sambil memeluk Romeo.


Aira tak bergerak sedikit pun tatapan mata tajam mengarah kepadanya, mata itu adalah mata milik Aldi, Doni, Heru dan Nadira, apalagi mereka melihat baju Aira dan Romeo yang basah.


Sejenak terpaku dan terdiam, hanya terdengar suara isak tangis Suci yang masih merangkul Romeo.


"Ayo kita pulang Nak, kita bicara kan dirumah," bujuk Suci sambil menarik tanggan Romeo.


"Romeo ngak mau pulang ma, Romeo ingin hidup bersama Aira di sini," ucap nya dengan mata yang menerawang.


"Bagaimana mungkin Romeo, Aira itu istri Aldi, apalagi dia sedang mengandung anak Aldi sekarang,"ucap Suci terbata-bata dan kembali menangis terisak.


"Tapi Romeo cuma cinta sama Aira Ma," imbuhnya lagi.


"Astaqfilrullahalazim Romeo, ngucap kamu Nak, dia bukan hak kamu Romeo."Susi pun kembali menangis.


Mendengar ucapan Romeo tersebut, semua mata tertuju padanya saat itu juga.


Aira masih terdiam tak sedikit pun ia bergerak, ia berharap dirinya menjadi batu saja, dari pada harus menghadapi tekanan demi tekanan dari pertanyaan dan komentar yang akan di dapatnya setelah ini.


Mereka sudah sepakat untuk menyelesaikan masalah ini di rumah, karna mereka berada di kampung orang dan tak ingin terjadi sesuatu pada mereka.


"Aira ayo pulang," ucap Heru sambil merangkul Aira, Heru membuka blazernya untuk menutupi tubuh Aira yang basah kuyup.


Aira tak juga bergerak, ia tahu jika Aldi tak akan menerima kembali kehadiran dirinya.


Aldi tak bicara sepatah katapun, tapi tatapan matanya tajam seolah membunuh Aira.


Dengan sedikit memaksa Heru menarik tanggan Aira untuk ikut dengannya, tapi tanggan Romeo kembali menahannya.


Mata mereka kembali tertuju pada Romeo, "Ngak, gue ngak akan serahkan Aira ke loh lagi Di, gue tahu loh hanya akan menyakitinya, dan loh ngak bisa melindunginya," ucap nya sambil menarik tanggan Aira dan membawanya lari,


"Romeo !"


Bersambung dulu guys, di tunggu like, komen, vote nya, author dah baik nih up dua bab hari ini dukung author dong.


Eh blm selesai, jika kamu suka dengan cerita roman tapi suka yang agak-agak hot gitu, nih jawabannya, novel yg author rekomen berikut ini wajib di baca guys.


__ADS_1


Semua wanita menginginkan sebuah cinta dan kesetiaan,. Namun semua itu tidak berlaku untuk sosok wanita bernama Jessica, ia lebih suka menjadi duri dari pada harus menjadi bunga mawarnya. Ia tak pernah menyesal menjadi orang ketiga dalam sebuah rumah tangga yang utuh.


Jessica mempunyai alasan di balik semua tindakannya. Apa kira-kira alasan Jessica melakukan semua ini? Yang penasaran langsung saja ikutin novel ketiga othor dengan judul 'Jerat Cinta Jessica'


__ADS_2