
Gladis dan Jesica sedang menikmati waktu mereka. Tanpa Nando dan Mala justru mereka semakin leluasa menghamburkan uangnya dan bersenang senang bersama teman-temanya.
Kini mereka menjadi bos baru yang mentraktir beberapa temannya di sebuah kafe.
"Kalian makan saja guys biar gue yang bayar," ucap Gladis.
Mereka pun dengan suka cita memesan dan menikmati makanan yang tertera di daftar menu.
Gladis tersenyum melihat teman-temannya yang memuji dan menyanjungnya.
"Ehm, makanannya enak nih. Sering-sering saja loh traktir kami semua makan di sini."
"Iya dong. Tenang saja duit gue banyak mau setiap hari traktir kalian juga ngak masalah." Gladis.
"Wah kamu baik sekali. Setiap hari di traktir aku juga mau kok."
Setelah makan mereka pun berniat foto selfi bersama. Tanpa sengaja seorang temannya melihat berita viral, tentang kasus kecelakaan yang menjadikan Nando dan Mala sebagai tersangkanya.
"Eh lihat Nih. Bukannya ini bokap dan nyokp loh ya Gladis?"tanya salah seorang temannya.
Mereka pun menunjukan video yang tengah viral tersebut.
Tiba-tiba saja Gladis tertunduk malu. Melihat ayah dan ibunya kini jadi tersangka, Iya juga tak menyangka jika papinya itulah yang membunuh pamannnya sendiri.
"Ih iya loh. Gue jadi parno ya. Papinya saja jahat jangan gitu. Jangan-jangan anaknya juga jahat. " Nyinyir mereka menatap sinis ke arah Gladis.
"Ehm Dis. Jangan-jangan loh traktir kami pakai uang haram ya. Bokaploh aja tega menghabisi kakak kandungnya sendiri demi harta warisan. Ih amit-amit dekat dengan orang seperti itu."
"Iya, jangan-jangan.dia juga punya rencna jahat pada kita," ucap salah satu teman.Gladis.
"Yuk guys, jangan berteman dengan Gladis. Ih bapaknya pisikopat gitu!" Cecar mereka.
Mereka pun meningalkan Gladis yang menangis.
Tak hanya sampai di situ, Gladis dan Jesicca terus-terusan di bulli dan selalu mendapat desktriminasi dari sekolah dan lingkungannya.
Bahkan kini semua aset yang di miliki Nando berada dalam pengawasan oleh pihak terkait.
Karna berita tersebut sangat viral. Gladis bahkan tak berani keluar rumah karna selalu mendapat hujatan dari tetangga mereka.
***
Waktu berlalu,
__ADS_1
Aldi dan Arsyad mendampingi Nisa, sementara Alia yang menjadi kuasa hukumnya. Alia berencana akan mengupayakan secara hukum agar Nisa mendapatkan hak penuh atas warisan orang tuanya.
Kini mereka semua menuju suatu tempat untuk mendengar fakta dan realita yang sebenarnya terjadi dari kecelakaan maut yang menimpa keluarga Nisa.Berdasarkan pengamatan polisi.
Nisa termenung dengan tatapan mata kosong, tangan Arsyad menggenggam.erat tangannya.
"Nis, apa pun fakta yang terungkap, kamu harus kuat ya." Arsyad.
"Hiks, iya Syad. Semua memang sudah terjadi dan aku juga tak punya kuasa untuk membalikan keadaan seperti semula. Aku berharap keluarga hanya mendapat keadilan di dunia ini, dan di akhirat mereka dapat pengampunan, hiks hiks."
"Iya tenang saja, kamu ngak usah khawatir, karna Tuhan adalah yang maha adil."
Nisa pun menggangguk lirih.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di sebuah aula di mana konferensi pers berlangsung.
Aldi ,Arsyad, Alia dan Ghael ikut mendampingi dan mensupport Nisa.
Mereka pun duduk mendengarkan keterangan dari pihak kepolisian.
Aira dan tim yang di kordinasi olehnya sudah menemukan titik terang dari kasus kecelakaan yang menimpa keluarga Anisa. Mereka menggelar reka ulang TKP dan kembali mengidentifikasi korban dengan melakukan otopsi.
Berita kecelakaan tersebut pun kembali mencuat dan menjadi trending opik di media massa maupun di jejaring sosial.
Untuk menjaga identitas Nisa, nama Nisa dan keluarganya menggunakan inisial.
Ratusan Wartawan berkumpul di sebuah aula Bareskrim. Kasus ini tak hanya menarik perhatian rakyat sipil tapi juga pemerintah daerah dan pusat.
Pasalnya kasus ini tergolong kejam dan tak berprikemanusiaan yang di lakukan oleh orang terdekat, hanya karna dendam dan perebutan harta warisan.
Aira di dampingi dengan beberapa jajaran kepolisian mulai dari kapolda dan beberaa perwira tinggi lainya. Pasalnya ternyata salah satu anggota kepolisian yang menangani kasus ini ternyata salah satu otak dari pelaku yang merencanakan konspirasi tersebut.
Edo sebagai gubernur sangat mengapresiasi kinerja kepolisian saat itu, Hampir saja kasus tersebut menghilang dan tak ada yang tahu tentang kebenarannya kecuali segelintir orang.
Aira duduk di hadapan semua orang yang hadir untuk mengetahui apa sebenarnya terjadi pada keluarga korban dan bagaimana kecelakaan tersebut bisa terjadi.
Aira POV
Bismilahirahmannirahim, selamat siang dan salam sejahtera. Puji syukur kita panjatkan atas ijin Tuhan yang Maha Kuasa, atas ijin nyalah kami anggota kepolisian khususnya Bareskrim bisa menggungkap fakta yang sebenarnya atas kasus kecelakaan yang menimpa keluarga HM.Berikut krononologisnya.
Pada tanggal 1, sehari sebelum kecelakaan N dan M datang kerumah atas permintaan HM sendiri untuk menandatangani sebuah berkas penting yang harus di tandatanganinya sebelum mereka sekeluarga berangkat, Karna rencananya keluarga mereka akan pergi keluar kota selama beberapa hari.
Ternyata Nando sudah merencanakan semua dengan matang,Setelah memastikan jika keluarga Hm akan berangkat esok siang , Nando Mala meminjam mobil yang akan mereka gunakan untuk perjalanan luar kota dengan alasan mesin mobil mereka mati dan untuk pulang kerumah mereka mereka meminjam mobil Herman. Sementara mobil mereka di bawa kebengkel.
__ADS_1
Pada tanggal 2 beberapa jam sebelum berangkat , Nando mengembalikan mobil.yang sudah di sabotase sebelumnya. Yakni dengan menggelupaskan dan mengikis Kabel rem mobil agar lebih tipis dan mudah putus setelah di gunakan beberapa kali.
Tanpa curiga sedikit pun HM dan keluarga menggunakan mobil tersebut untuk keluar kota.
Pada awalnya perjalanan mereka terasa mulus pada dua puluh kilometer pertama yakni setelah kurang lebih setengah jam perjalanan karna HM tak membawa laju kendaraannya.
Pada kilometer ke dua puluh tiga kecelakaan pun terjadi.
Mobil yang membawa HM dan keluarga menabrak pembatas jalan karna kehilangan kendali.
Mobil tersebut jatuh kedalam jurang dan meledak di dasar jurang.
Hasil investigasi, olah TKP dan hasil authopsi.
Kecelakaan tersebut terjadi karna pengemudi yang mengantuk. Karna setelah olah TKP dan investigasi pada barang bukti, mobil yang mereka gunakan telah di pasang sebuah alat yang akan melepaskan gas yang tak berbau yang menyebabkan ngantuk.
Ketiga penumpang dalam keadaan tidur kecuali sang sopir yang masih menahan rasa kantuknya. Setelah beberapa kali menguap dan menahan rasa kantuk,tanpa di sadari mobil mereka melaju tanpa kendali karna HM yang seketika tertidur akibat menghidup gas yang mengandung obat tidur tersebut.
Mobil menghantam trotoar sebelum menabrak pembatas jalan yang melindungi jalan turunan yang berada di tepi jurang. Karna benturan yang keras salah satu, pintu mobil terbuka dan menjatuhkan tubuh Nisa yang terlelap hinga berguling. Akibat benturan yang cukup keras, tangki penyimpanan bahan bakar mengalami kebocoran mobil pun terperosok ke dalam jurang dan meledak.
Polisi juga memperlihatkan kondisi mobil dan korban yang mrngenaskan karna terbakar melalui proyektor.
bagai tersambar petir ketika Nisa melihat keadaan jenasah ketiga anggota keluarganya.
Gleak
Seketika pandangannya menjadi gelap.
Mama-Papa- Aisyah, hiks. Nisa tumbang tak sadarkan diri.
Aldi dan anggota keluarganya membantu mengevakuasi Nisa.
Nantinya Nisa juga di dampingi phisikiater untuk memulihkan traumanya.
Waktu berlalu.
Nando, Mala dan Anggota polisi yang terlibat, yang ternyata adalah saudara dari Mala, mereka semua mendapat hukuman.semur hidup.
Sementara Gladis menderita gangguan mental.Ia pun di rawat di rumah sakit jiwa akibat depresi sementara Jessica juga putus sekolah dan tinggal di dinas sosial.
Apa yang kau tabur, itulah yang kau tuai. Mungkin ada benarnya petapatah mengatakan demikia. Assalamualaikum.warahmatullah wabarakatu.
Masih bersambung ya guys tinggal.eposode-episode bahagianya aja, tetap.setia dan tetap dukung author.
__ADS_1