
"Kucing kurus, Mandi di papan,
Berpayung kan daun keladi
Badan kurus bukan tak makan,
Memikirkan si jantung hati" Doni berpantun di hadapan Romeo.
Kedatangannya yang tiba-tiba datang mengagetkan Romeo.
"Kaget gue njirrr!" Romeo kaget.
Ha..ha..
"Habisnya loh Rom, melamun aja di meja makan, udah buruan sarapan, nanti kita terlambat ke kampus."
"Ngak nafsu gue," sahut Romeo kemudian meraih tas ranselnya dan memakainya.
Mereka pun langsung meninggalkan meja makan.
Di dalam mobil,
Doni melihat Romeo hanya diam saja, tatapanya pun jauh ke depan, seperti memikirkan sesuatu.
"Rom loh kenapa?"
"Kesambet setan ya?" Tanya Doni heran.
Tak biasanya Romeo diam, biasanya di adalah orang yang paling usil dan paling jahil.
Melihat Romeo tak bereaksi dengan pertanyaanya, Doni menjadi semakin heran.
"Eh beneran kesambat setan loh Rom, mau gue panggil semangat lo?" candanya lagi.
Kali ini tetap tak bereaksi, Romeo hanya diam seribu bahasa.
"Rom loh punya masalah, kok diam aja?" Tanya Doni.
"Ngak kok," sahut nya singkat.
"Bener-bener aneh kamu Rom, sekarang lo pilih aja mau gue rukiyah atau mau gue bawa ke dukun, biar setan di badan loh itu minggat."
"Aneh aja gue rasa, masak setan kerasukan setan sih?" gerutunya.
"Lo beliin gue racun aja Don, cetus Romeo tanpa melihat ke arah Doni.
Doni kaget.
"Ha, buat apa racun, lo mau bunuh diri bro?"
"Ngak gue mau meracuni loh," sahutnya santai.
"Anjir loh, di kasih air susu malah di balas air tuba, gue nanya baik-baik malah lo balas begitu, emang loh kenapa sih Rom?" Kali ini Doni serius.
"Gue lagi mikir aja, gimana caranya dapetin uang seratus juta," jawab Romeo tanpa melihat ke arah Doni.
Tatapan matanya masih menerawang kedepan.
"100 juta, buat apa Rom?"
"Buat ganti duit Aldi, gue mau bawa Aira pergi dari rumah itu," jawab Romeo serius.
"Segitu nya loh Rom, lo cinta beneran ya sama Aira?"
Romeo tak menjawab, ia hanya tertunduk lesu.
"Rom emang sih sejak lo dekat dengan Aira loh berubah banget men, gue rasa kali ini perasaan lo ngak main-main deh." Doni.
Romeo hanya diam.
"Gue kangen aja sama dia Don, gue sendiri ngak percaya sama perasaan gue saat ini, padahal awalnya gue niatnya cuma iseng aja godain Aira, karna gue jomblo aja, ngak nyangka aja gue, ternyata gue beneran cinta sama dia," ujarnya lirih.
__ADS_1
Doni menelan salivanya, "Gue jadi binggung harus bagaimana, kayak makan buah simalakama gue, satu sisi jika gue dukung loh, berarti gue khiatin Aldi, jika gue dukung Aldi sepenuhnya, gue malah kasihan lihat loh Rom,"
"Emang lo pernah menyatakan perasaan lo ke Aira Men?"
"Kayaknya ngak perlu di nyatakan, perlunya di perjuangkan, bagaimana caranya agar Aldi batal nikahin Aira, sumpah gue ngak rela jika hal itu sampai terjadi," ucap Romeo dengan mata berkaca-kaca, bola matanya pun memerah karna menahan air mata yang menetes.
"Gue nyesel baget menjadikan Aira sbagai alat taruhan gue dan Aldi, sumpah gue nyesel bro," ucapnya dengan meneteskan air matanya.
Doni terperangah melihat Romeo yang terlihat begitu sedih, baru kali ini ia melihat Romeo menangis, dan menyesali semua perbuatanya.
"Iye Rom, loh sabar ya, kalau sudah jodoh ngak akan kemana-mana kok, " ucap Doni sambil menepuk pundak Romeo, mencoba menenangkanya.
"Gue bisa bantuin loh bro buat bertemu Aira, ntar sore, gue ajakin Aldi keluar, dan lo bisa temui Aira saat kami pergi," usul Doni.
"Boleh juga usul loh Don, sejak Aldi tahu gue suka sama Aira, gue semakin sulit untuk bertemu dengan nya" sahut Romeo semangat.
"Ya tuhan ampuni dosa gue, karna membantu persekongkokolan dengan Romeo," Doni.
" Maafin gue juga Di, gue cuma kasihan sama Romeo," ucapnya sambil menadahkan tanganya.
"Ngak usah lebai loh Don, sok Alim baget loh,"kata Romeo sambil menampar lengan Romeo pelan.
Sesampainya di kampus, Doni dan Romeo bertemu Aldi dan Tari, mereka berjalan dan bergandengan mesra.
"Don loh, lihat kelakuan sahabat lo tuh, kata nya putus dari Tari, tapi malah makin mesra aja," sungut Romeo.
"Iya, ya, wah, Aldi ngak berubah aja, kalau kayak gini, malah gue yang kasihan sama Aira, Aira seperti di permainkan," tukas Doni.
"Pengen gue tabok aja Aldi," sungut Romeo kesal, ia pun berjalan cepat ingin mengejar Aldi.
Tapi tangan nya di tarik oleh seseorang, Romeo melepaskan tangan tersebut, karna di kiranya Doni yang menahanya.
Setelah melihat siapa yang menarik tanganya, Romeo berhenti.
"Rasti, kenapa lo ada disini?" Tanyanya datar.
Rasti langsung menggaet tangan Romeo agar berjalan beriringan denganya.
"Rom, gue kangen sama lo, nanti pulang dari kampus, kamu temani aku ya, di rumah ku ngak ada orang," kata Rasti sambil menyandarkan kepalanya ke lengan Romeo.
"Gue ngak sempat, ada urusan," tolak nya, ia pun menepis tangan Rasti dan pergi menjauh.
"Rom, Romeo, lo kok gitu sih Rom!" seru Rasti memanggil nama Romeo.
Rasti kesal, ia pun menghampiri Doni.
Doni menghindar dan ingin lari, tapi tangganya di tarik oleh Rasti.
"Eh, Don sini loh Don, " kata Rasti menarik tangan Doni kasar.
"Ngak Ras, gue ngak tahu apa-apa," sahut Doni yang mengelak dan ingin menghindar.
"Ngak mungkin lo ngak tahu apa-apa, jelasin ke gue, kenapa Romeo bisa berubah seperti itu?" Tanya Rasti emosi.
"Sumpah Ras, gue ngak tahu kenapa Romeo jadi gitu, gue juga heran, kesambet kali dia," jawab Doni, ia pun melepas cengraman tangan Rasti dan kabur dari sana.
Rasti hanya mendengus kesal.
Tak hanya orang terdekatnya saja yang merasakan perubahan Romeo, tapi juga mahasiswi lainya yang biasa di jahili Romeo.
Di kampus, Romeo yang biasa pecicilan dan suka menggoda cewek-cewek cantik, mendadak menjadi cowok paling cool, sehingga menjadi trending topik bagi mereka.
Sore harinya, Romeo mendatangi rumah Aldi, karna Aldi dan Heru tak berada di rumah, ia bebas menemui Aira.
Romeo menghubungi Aira, agar ia membuka pintu untuk nya.
Mendengar Romeo yang berada di depan pintu, Aira berlari dari lantai atas menuju pintu.
Setelah membuka pintu, Aira melompat kegirangan dan langsung memeluk Romeo.
"Bang Romeo Aira kagen," ucapnya sambil memeluk erat Romeo.
__ADS_1
"Aira, bang Romeo juga kangen," memparodikan Aira. ia pun membalas pelukan Aira.
Baik Romeo atau pun Aira mereka merasa senang, karna sudah dua hari mereka tak pernah bertemu, dan semenjak kejadian di rumah sakit, Aldi tak memperbolehkan Romeo datang untuk menemui Aira.
"Aira kita duduk di taman saja yuk, di sini banyak CCTV, nanti kita ketahuan."
Romeo menarik lembut tangan Aira menuju taman di samping rumahnya.
"Aira, kangen ya sama abang?" tanyanya.
"Kangen lah Bang, Aira kan ngak punya, teman lagi," jawabnya sambil menyandarkan kepalanya.
"Bukan begitu maksud Abang Aira, Aira suka ngak dengan bang Romeo?"
"Suka," jawab Aira spontan.
"Aduh gue binggung ngadepin cewek yang masih polos kayak gini, udah di kode-kode masih ngak ngerti juga," ucapnya pelan.
Aira memperhatikan Romeo yang bicara sendiri.
"Abang ngomong apa bang?" Tanya Aira penasaran.
"Ngak ngomong apa-apa"
Romeo meraih tangam Aira yang berada di samping nya.
"Tembak ngak ya, Tembak ngak ya," ucapnya lirih, Romeo masih ragu.
"Abang ngomong apa sih bang? Makin aneh aja"
"Aira, Aira cinta ngak sama bang Romeo?" Tanya Romeo.
"Cinta? Aira ngak pernah merasa cinta bang, jadi ngak tahu cinta itu seperti apa?" jawabnya polos.
"Mau ngak abang kasih tau apa itu cinta?" tanya Romeo.
Mau bang, sahutnya langsung.
"Mau teori, atau langsung praktek?" tanya Romeo.
Aira binggung, ia berfikir sebentar, tapi tiba-tiba Romeo langsung mencium bibirnya.
Romeo mengecupnya dengan lembut, awalnya Aira hanya diam terpaku, namun beberapa saat lamanya, ia pun terlarut dan mengikuti irama Romeo, mereka pun saling memangut, saling menggigit pelan, mereka larut dalam suasana yang bergelora, dan keduanya berhenti ketika terdengar suara mbok jum memanggil Aira.
Setelah melepas kan cengramanya, Aira tersenyum melihat wajah Romeo yang begitu dekat denganya.
Sejenak mereka kembali beradu pandang.
"Non Aira!" suara mbok jum.
"Bang, abang sembunyi, mbok jum pasti sedang mencari Aira, karna Aira tak berada di kamar, Aira temui mbok jum dulu, abang tunggu di sini ya, kita belum selesai," ucap Aira sambil tersenyum ke arah Romeo
Romeo tersenyum mendengar penuturan Aira, Aira pun berlari kecil menghampiri mbok Jum.
"Apa gue ngak salah dengar, Aira bilang kita belum selesai, yuhui...., gayung bersambut nih, apa gue bilang, jelasin pakai teori dia pasti ngak ngerti, gue praktikin aja langsung, eh malah ketagihan, " ucapnya sambil tertawa kecil.
"Tenang aja Aira, bang Romeo tetap nunggu kamu di sini kok," katanya pada diri sendiri.
"Kalau gini, nanti malam bisa makan banyak gue, udah mulai nafsu gue," tambahnya sambil tertawa sendiri.
Apa ya? yang akan terjadi selanjutnya,
Please like, komen, vote, hadiah juga boleh.
Mampir di Ig@lucyv146, di sana kami bisa lihat video singkat dari novel author kece noveltoon loh.
sambil nunggu Author Up mampir ke novrl Autor yg lain yuk, lebih seru loh dan ngak nyesal.
Dengan judul: ketika takdir menyatukan aku dan mereka.
__ADS_1
Sore harinya ia