Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Akhirnya


__ADS_3

Setelah semua sudah memasuki mobil, mereka pun langsung menuju rumah kediaman pak Darman.


"Gimana Mas? penasaran ngak lihat wajah calon istrinya?"tanya Aldi.


"Ngak juga Di," sahutnya enteng.


"Mas Heru belum lihat Tania, kalau lihat pasti suka, Tania cantik loh mas," sahut Aldi.


"Di kecantikan itu bukan tolak ukur, selama ini mas Heru sering banget melihat wanita cantik, tapi sangat jarang melihat wanita cantik tapi hatinya juga cantik, jika hatinya baik, maka dalam keadaan apa pun kita akan merasa nyaman bersamanya," papar Heru.


Aldi tersenyum kearah Heru," Jadi itu ktiteria mas Heru?"tanya Aldi.


"Iya dong Di, jika kita di suruh memilih yang baik, ngapain juga kita memih yang ngak baik," sahut Heru.


Wah mantep," sahut Aldi seraya mengacungkan jempolnya.


"Ehm.. papa yakin kali ini kamu ngak akan kecewa Heru, Papa kenal om Darman itu sudah lama, putrinya juga, sebagai orang tua Papa ngak maulah asal pilih untuk kamu, pastinya Papa akan pilihkan jodoh yang terbaik untuk kamu, " papar Satria.


"Iya Heru, mumpung Mama dan Papa masih lengkap dan masih sehat, jadi kami berdua bisa menjadi pendamping kamu di pelaminan, " timpal Maya.


"Iya Ma, Heru ngak akan mengecewakan mama dan papa kok," sahutnya.


Mereka pun tersenyum lega, secara tidak langsung, Heru sudah menyetujui perjodohan mereka.


Sesampainya di rumah pak Darman, kedatangan keluarga besar Heru di sambut antusias, begitu pun dengan Tania.


Senyumnya terkembang di bibir gadis manis itu, ketika melihat wajah tampan sang calon suami yang tak jauh berbeda dengan calon sebelumnya yaitu Aldi.


Heru dan Tania pun saling berjabat tangan memperkenalkan diri, kemudian keduanya saling melempar senyum malu.


Sementara Satria memperkenalkan semua anggota keluarganya termasuk anak menantu dan ketiga cucunya kepada calon besanya.


Setelah penyambutan, mereka langsung di suguhi makan malam, suasana tenang menemani mereka menikmati santapan mereka, kemudian di lanjutkan dengan obrolan santai namun bersifat serius.


-


-


"Jadi Pak, kedatangan saya di sini untuk menyatakan keinginan saya untuk minang putri bapak, untuk putra saya yang bernama Heru."


"Bukan begitu Heru?"tanya Satria mempertegas.


"Iya Pa, "sahut Heru spontan.

__ADS_1


Kedua saudara Heru tersenyum, akhinya si jomblo akut, kini setuju di nikahi.


Begitu pun Tania yang merasa senang, ia melihat sendiri dari gerak-gerik Heru, Heru memiliki sikap tenang dan berwibawa selain wajah tampan dan karismatik yang ia miliki.


***


Setelah berbelanja Aira segera membereskan barang-barang yang sudah ia beli, maklum saja karna besok, ia sudah tak sempat.


Waktu terus berlalu Aira sendiri dengan kesendiriannya menikmati makan malamnya yang ia beli dari sebuah restoran cepat saji.


Setelah menghabiskan santapan makan malamnya, Aira kembali ke kamarnya.


Tak ada kegiatan lain yang membuatnya merasa bersantai kecuali membaca novel roman, kisah cinta penuh lika liku namun berarkhir bahagia, sayangnya kisah cintanya tak seperti cerita roman cinta yang bearkhir bahagia, apa lagi kini ia sudah bertekad untuk tak membuka hati pada lelaki mana pun.


Jiwa terasa lelah namun hati terasa hampa, hidup hanya seperti hitam dan putih tanpa warna yang menghiasi dan melukis keindahan hidupnya.


Benar kata Mbok Jum, 'hidup hanya sekali, segala yang terjadi tak perlu terlalu lama untuk di sesali, biarkan semua mengalir seperti air yang mengalir', namun kenyataan nya falsafah tak semudah yang di ucapkan' meski kadang rindu selalu terbesit dalam kalbu, berusa mengoyak rasa angkuh dan egonya.


Aira menarik selimutnya di malam yang dingin tanpa dekapan, ia pun teringat pada sang putri yang kini menginap di rumah sang mantan suami.


Sebetul nya Aira tak ingin berbicara apalagi berhubungan langsung dengan Aldi, hanya saja itu semua tak bisa di hindari, bagaimana pun ia akan tetap terhubung dengan Aldi karna putrinya.


Selamanya ia dan Aldi akan terhubung satu sama lain, selamanya ...selamanya..


"Aku akan semakin sering berhubungan dengan mas Aldi, jika seperti ini caranya, meski Alia bersama ayahnydemean saja aku khawaatir, dan merasa rindu jika tak mendengar suaranya dan melihat wajahnya.


Huh, Aira menghempas napas untuk kesekian kali, mencoba mencari cara agar tak terhubung langsung pada Aldi.


Aira mencoba mencari kontak Heru, ia pun menghubunginya namun sepertinya nomor tersebut tak lagi aktif.


"Sudah tak aktif, "dengusnya.


Aira kembali menghubungi nomor Aldi yang masih di simpan olehnya.


Rasa rindu pada sang buah memaksanya untuk menghubungi Aldi secara langsung.


Aldi menatap layar handphonenya dengan nomer yang tak ia kenal, awalnya ia mengabaikan, namun setelah berulang kali ia pun mengangkat telpon tersebut.


Aldi menghindari keramaian, di mana kedua keluarga sedang membicarakan lamaran Heru.


"Hallo, " sapa Aldi tegas.


Aira menghempakan hapas kasarnya, berusaha menahan gejolak hatinya.

__ADS_1


"Hallo, selamat malam pak Aldi, maaf mengganggu anda, apa bisa sambungkan telponya pada Alia," sahut Aira tegas, seperti pembicaraan resmi.


Bukannya tersinggung, Aldi malah tersenyum mendengar suara merdu sang mantan istri.


"Tentu sayang," nada Aldi di buat selembut-lembutnya.


Iya pun tersenyum, akhirnya ia bisa mendapatkan nomor kontak Aira. maka dengan mudah ia bisa menghubunginya kapan saja.


"Maaf Pak Aldi, saya tidak punya waktu, saya hanya ingin bicara sebentar dengan putri saya!" ucap Aira semakin tegas.


"Baiklah sayang ku, sebentar aku panggil Alia,"jawabnya masih dengan nada romantis.


Aira hanya mendungus kesal, Aldi seperti mengejeknya.


Aldi membawa Alia menjauh, mereka pun bicara melalui sambungan video call.


Wajah Aira terlihat jelas oleh Aldi karna ia sedang memangku Alia yang menghadapkan layarnya tepat di depan wajah Mereka.


"Hay sayang, kamu cantik sekali, kamu dimana?"tanya Aira berusaha menahan kesalnya, karna Aldi berkali-kali tersenyum seraya melempar kissbye saat mereka sedang video call.


"Alia lagi pergi Bunda, sebentar Bunda,"


"Ayah sekarang kita ada di mana?"tanya Alia.


"Rumah calon istri papa Heru," jawab Aldi.


"Iya Bunda, kita sedang berada di rumah calon istri papa Heru, Bunda." papar Alia.


"Ehm begitu, " Aira berusaha tak melihat ke layar handphonenya karna di sana terlihat sekali jika Aldi berusaha menggodanya, hingga membuat Aira jadi tak konsentrasi bicara pada putrinya.


"Ya sudah sayang, kamu jangan nakal ya, besok sore mama jemput di kantor ayah."Aira.


"Iya Bunda,"


"Dah,"Aira mencium putrinya dari jauh tapi Aldi yang membalasnya, dan membuat Aira semakin kesal.


Aldi kembali setelah acara lamaran dan pertunangan antara Tania dan Heru di sepakati.


Satu lagi kebahagiaan yang akan kembali hadir di keluarga mereka, karna lamaran ini sukses, maka dalam dua bulan kedepan Heru akan resmi menjadi seorang suami, tentu hal yang sangat membahagiakan untuk ia dan keluarganya.


Bersambung tinggalkan jejaknya, nih author punya referensi novel sahabat author, silahkan mampir sambil nunggu author up.


Jodoh adalah rahasia Tuhan. Semua orang tidak ada yang tahu siapa jodohnya di masa depan. Salahkah jika seorang bad girl memiliki cita-cita menjadi istri seorang seorang ustadz muda atau biasa di sebut Mas Ustadz? Apakah pria baik hanya di kirim untuk wanita baik-baik juga? Ya, semua pertanyaan ini selalu berkeliaran dalam pikiran gadis bernama Intan, seorang gadis yang bekerja di salah satu studio tatto di daerah Tangerang selatan. Lalu, apakah Intan dapat menggapai cita-citanya setelah bertemu dengan seorang pria bernama Aji? Yuk, ikuti kisahnya dalam novel 'Surga Hitam'.

__ADS_1



__ADS_2