Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Kabar Baik


__ADS_3

Aldi berada di balkon kamarnya sedang menatap langit kelam tanpa cahaya bintang di angkasa, sinar redup sang ratu malam malah menambah kesunyian di sekelilingnya.


Malam semakin beranjak meninggalkan hati yang kian resah gunda gulana, sudah hampir sebulan pencarian ibu mertuanya, namun sampai saat ini belum juga membuahkan hasil.


Perjuangan untuk membina mahligai rumah tangga kini semakin tak mudah, semakin hari pak Tarman semakin menunjukan sikaf ketidak sukaanya terhadap dirinya.


Apalagi melihat Letnan Airlangga yang semakin sering bertamu di rumah Aira.


Kecemasan melanda Aldi, ia takut jika Aira berubah pikiran, dan menerima pinangan letnan Airlangga karna bujukan bapaknya.


Saat kebimbangan melanda, tiba-tiba Aldi tersadar dari lamunannya.


Aldi merogoh saku celananya, karna mendapat telpon dari mata-mata yang ia suruh.


" Hallo, Bagaimana dengan pencarian ibu mertua ku?" tanya Aldi langsung.


" Siap pak Bos, sudah ada kabar baiknya."


"Bagus, sudah berhasil menemukannya?"tanya Aldi.


"Kami menemukan wanita yang mirip dengan foto yang anda kirim Bos, hanya saja kami belum bisa memastikan apakah wanita yang kami temui ini adalah ibu kandung dari Nyonya Bos, " ungkap pria yang ada di seberang telpon tersebut.


"Kenapa? Kenapa tak langsung menanyakan kepadanya ?"tanya Aldi tak sabaran.


"Aduh Pak Bos masahalnya nyonya Nirmala bukan lah orang sembarangan pak Bos."


"Apa maksud mu?"Aldi.


" Ternyata Nyonya Nirmala istri simpanan dari seorang pejabat, kehidupannya tak bisa di kulik sembarangan, pak Bos."


"Apa kata mu?! jangan bicara sembarangan, Tak mungkin ibu mertua ku seperti itu!" Dengus Aldi.


"Aduh Pak Bos, kami ini sedang menyelidikinya selama seminggu, maka dari itu, kami lambat memberi tahu pak Bos, agar informasi yang kami berikan Akurat, tajam, terpecaya hehe he."


"Is seperti selogan salah satu infotainment di televisi saja, "dengus Aldi.


"He he, biar ngak tegang aja pak Bos, maklum udah malam, ngantuk."


"Gini saja pak Bos, saya sudah menyelidiki kegiatan keseharian beliau, ternyata beliau sekarang memiliki mini market sendiri pak, dan setiap harinya ia pergi mengurus mini marketnya tersebut."


"Apa? ngak salah? jika kehidupannya semapan itu, kenapa dia membiarkan Aira menderita hingga harus di jodohkan oleh ayahnya?"dengus Aldi.


"Ngak tahu pak Bos, sebaiknya Bos ajak Nyonya bos menemui ibunya tersebut,mungkin saja ada penjelasan di balik itu semua."

__ADS_1


"Iya beri tahu saja alamatnya saya dan calon istri saya akan segera menemui beliau esok hari," ucap Aldi seraya menutup telponnya.


Aldi tersenyum bahagia.


"Alhamdullilah, Akhirnya aku bisa menemukan ibu mertua ku, Ya Tuhan bantu aku untuk menyatukan keluarga ku kembali," ucap Aldi seraya menadahkan tangannya ke atas.


Aldi merasa senang, kini syarat yang di berikan Aira, sudah terpenuhi.


Setelah menghubungi mata-matanya, Aldi tak sabar untuk memberitahu Aira tentang berita gembira tersebut.


Aldi menghubungi nomor Aira beberapa saat kemudian sabungan pun terhubung.


"Hallo sayang?"Sapa Aldi.


"Iya mas, ada apa sih nelpon malam-malam begini?"tanya Aira dengan suara lemasnya.


"Sayang ada berita gembira, mas Aldi sudah menemukan jejak ibu kamu sayang,"papar Aldi bahagia.


"Benarkah mas?"tanya Aira yang langsung menegakkan tubuhnya dari baringnya.


"Iya sayang, besok kita temui ibu kamu sayang, agar secepatnya mas Aldi bisa melamar kamu, ehm ngak sabar banget," papar Aldi.


"Ehm beneran mas? aduh Aira juga ngak sabar untuk jadi istri dari Reynaldi Alfian lagi." sahut Aira dengan raut wajah bahagianya.


"Hm iya Mas, kayaknya ngak sabar banget ya?"tanya Aira.


"Iya sayang, kamu mau kita bulan madu kemana?"biar mas Aldi booking tiketnya dari sekarang sayang." Aldi.


"Mas ngebet banget sih, ya sudah besok kebetulan Aira lagi ngak ada dinas pagi, kita temui ibu Aira, Aira sudah lama ngak bertemu dengan ibu Aira mas," tutur Aira lirih.


"Iya sayang mas Aldi ngerti, ya sudah besok kita ajak Alia sekalian, karna tempatnya lumayan jauh dari sini," papar Aldi.


"Iya mas, selamat malam mas Aldi." Aira.


"Selamat malam sayang, mimpikan mas Aldi ya."Aldi.


"Iya mas Aldi sayang."Aira


"Miss you sayang,"Aldi


"Miss you too."Aira.


Aldi menutup telponnya, kemudian kembali ke kamar dan menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuk.

__ADS_1


"Akhirnya penantian ku tak sia-sia selama enam tahun, lihatlah sayang, kamar ini tetap sama sejak kau tinggalkan, aku tak merubah apa pun, menunggu kamu di sini."


Aldi merentangkan tangannya menjangkau Teddy, boneka yang selama ini menemaninya melawati malam sepinya selama bertahun-tahun.


Aldi menutup matanya berharap malam segera beranjak, menunggu datangnya pagi.


***


Sinar sang surya perlahan menilik di balik jendela, suara dering jam beker membangunkan insan yang terlelap dalam dekapan hangat selimut tebal milinya.


Aldi menerjab-nerjabkan matanya melihat kearah jam walker yang berbunyi.


Uha, ia merentangkan tangganya seraya melakukan senam ringan sebelum bangkit menuju kamar mandi.


Suara siulan mendendangkan perasaanya yang tengah bahagia saat itu.


Setengah jam kemudian Aldi turun untuk sarapan pagi, suasana sepi selalu ia rasakan karna tinggal sendiri di rumah itu, namun ia sangat yakin keadaan tersebut tak lagi berlangsung lama, karna tak lama lagi, ia akan membawa Aira dan Alia tinggal di rumah ini.


Setelah menyelesaikan sarapannya Aldi langsung meluncur menjemput Aira di rumahnya.


Sesampainya di halaman rumah tersebut, Aldi sudah di sambut oleh keceriaan sang putri tercinta.


"Bunda! Ayah sudah sampai Bunda!"teriak Alia girang.


Pak Tarman menatap masam ke arah Aldi yang baru saja tiba di muka pintu.


Aldi menghampiri pak Tarman dan menjabat tangannya.


Tapi bukannya di sambut senyum keramahan, ia justru di sambut dengan tatapan sinis, membuat Aldi merasa tak enak hati.


"Mau kemana?"tanya Pak Tarman pada Aldi.


"Ehm saya dan Aira ada urusan, Pak," sahut Aldi sopan.


"Sebaiknya kalian ngak usah terlalu sering jalan bersama, karna kalian bukan pasangan suami istri lagi, apalagi Aira sudah ada yang menandanya, "ucap pak Tarman ketus.


"Tapi Pak, saya bersungguh-sungguh ingin membina kembali rumah tangga saya bersama Aira, dan Aira juga sudah setuju dan menerima pinanggan saya, asal saya bisa menemukan ibunya kembali," papar Aldi.


"Ehm, saya tidak mau kejadian sama menimpa putri saya kembali, apa kamu tak sadar apa yang telah kamu lakukan, karna kamu anak saya sampai melakukan penusukan kepada pak Retno."Pak Tarman.


"Iya Pak, saya menyadari kesalahan saya dengan ingin memperbaikinya, saya menunggu Aira selama enam tahun dan selama itu saya tak pernah menjalin hubungan dengan wanita lain apa lagi sampai menikah." Aldi.


Pak Tarman menyeritkan dahinya melirik kearah Aldi.

__ADS_1


Bersambung guys In sya Allah up dua episode terus dukung author ya.


__ADS_2