Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Cemburu Buta


__ADS_3

Aira mengantar Alia kekantor Aldi, karna malam ini ia akan memimpin target operasi pemberantasan penyakit masarakat yaitu perjudian dan minuman keras yang meresahkan warga.


"Hai sayang" sapa Aldi ketika Aira dan Alia sampai di ruangannya.


"Mas aku titip Alia, karna malam ini aku harus memimpin patroli," ucap Aira seraya melepas jaket Alia.


"Patroli di mana sayang?"tanya Aldi seraya mendekati Aira.


"Ya di jalan-jalan lah Mas, masa' di Mall, sahut Aira.


"Sayang, hari ini kamu nginep bersama Ayah ya, besok pagi bunda akan menjemput kamu," ucap Aira pada Aira.


"Iya Bunda, Bunda hati-hati ya," ucap Alia.


"Iya sayang." Aira.


"Sayang, kamu patroli bersama siapa?"tanya Aldi.


"Aduh kenapa sih Mas, ya sama anggota polisi yang lain lah, ngak mungkin kan patroli sendiri."dengus Aira.


"Pasti laki-laki semua kan?" tanya Aldi lagi dengan nada cemburu.


"Iya Mas, aku memimpin satu tim yang berjumlah 40 anggota dan semuanya laki-laki, yang nantinya akan di bagi empat wilayah,"papar Aira.


"40 orang laki-laki dan hanya kamu sendiri wanita?!"Aldi.


"Iya kenapa?"Aira


"Kamu belum punya pacar kan sayang?"tanya Aldi lagi.


"Ehm sebenarnya sih ada Mas yang aku suka, tapi ngak tahu dia suka ngak sama aku," goda Aira.


Sementara Aldi terdiam dengan mulut yang mengganga.


"Dah sayang, Bunda pergi dulu," ucap Aira.


"Dada Bunda," ucap Ailia sera melambaikan tangannya.


Aira pun keluar dari ruangan Aldi dengan mengulum senyum.


"Sekali-kali mas aku godain kamu," gumannya dengan senyum mengulum.


Aldi terdiam," Apa karna itu, Aira menunda-nunda waktunya."


" Tidak aku ngak boleh biarkan Aira sampai jatuh ke pelukan pria lain," ucapnya dengan mata yang menerawang kedepan.


Sementara Alia berdiri seraya menyasikan Aldi yang bicara sendiri.


"Ayah! Ayah bicara sama siapa?"tanya Alia.


Aldi tersadar, ia pun berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Alia.


"Ngak kok sayang, kamu sudah makan?" tanya Aldi.


"Belum, Alia mau makan ayam goreng lagi, boleh kan?" Alia.


"Iya sebentar, ayah pesan kamu duduk saja."


Aldi langsung keluar dari ruangannya seraya menemui Shita.


"Shinta pesankan 2 paket ayam goreng komplitya di restoran AFC," titah Aldi.


Sementara ia melakukan panggilan kepada seseorang.


"Hallo, Bos," ucap seseorang di telpon.


"Hallo, terus awasi istri ku, siapa-siapa saja yang pergi bersamanya, kamu foto dan video kan!"titah Aldi.


"Tapi Bos, sepertinya nyonya sedang menuju markasnya, kita ngak mungkin menguntit sampai di dalam kantornya bisa-bisa kita pulang tinggal nama boss " ujar salah satu Bodyguard.

__ADS_1


"Iya Bos, mana polisi di sana pangkatnya ngak main-main bos," sahut salah satunya.


"Ah persetan, gue ngak takut!" bentaknya.


"Pokoknya kalian ikuti terus istri saya,"titah Aldi.


"Oke Bos, siap laksanakan!"


Setelah menelpon bodyguartnya Aldi kembali lagi keruangannya.


"Ayah kenapa lama sekali sih?"tanya Alia setengah ngambek.


"Ayah ada urusan sayang," bujuknya seraya mencium pipi Alia yang cemberut.


***


Aira sampai di markas, dan langsung menemui Letnan Airlangga.


"Lapor Letnan! Anda memanggil saya?" tanya Aira seraya memberi hormat.


"Iya, saya sengaja mendengar prestasi anda dalam menembak, kami menawarkan anda untuk ikut dalam tim Buser, kami membutuhkan anggota yang punya keahlian menembak, karna penjahat yang kami hadapi begitu licin dan berbahaya, dalam operasi penggagalan penyelundupan narkoba," Letnan Airlangga.


"Tapi hanya jika anda berkenan, kami akan bentuk tim khusus untuk menggagal penyelundupan tersebut!"ucap Letnan Airlangga.


"Siap Pak! saya bersedia!"ucap Aira tegas.


Letnan Airlangga tersenyum melihat keberanian Aira.


"Baiklah anda ikut saya sekarang!" ucap Pria tampan berpangkat Letnan tersebut.


Mereka berjalan hampir ber iringan menuju tempat rapat anggota.


Pandangan Aira lurus kedepan tanpa menyadari adanya lubang dijalan yang ia lewati.


Menyadari hal itu Letnan Airlangga, segera menarik tangan Aira, hingga tubuhnya terhuyung kearah Letnan.


Sang bodyguart, yang mengawasi pergerakan Aira langsung memfoto adengan yang tak sengaja tersebut dan segera mengirimnya gambar tersebut kepada Aldi.


"Maaf Letnan saya kurang hati-hati,"ucap Aira.


"Tak apa, berjalan dengan pria tampan seperti saya memang bisa membuyarkan konsentrasi," canda dari Letnan tersebut.


Aira pun tersipu malu, mereka pun melajuntkan menuju tempat rapat.


Benar saja anggota dari tim yang di bentuk oleh Letna Airlangga tak main-main,terdiri dari anggota kepolisian yang memiliki keterampilan khusus salah satunya Aira yang mendapat gelar si penembak jitu.


Dalam rapat yang di pimpin langsung oleh Letnan Airlangga mereka akan mengatur strategi dan penyergapan.


Kesemua anggota yang berjumlah puluhan tersebut hanya Aira seorang perempuan, ia juga menjadi pemimpin dari regu penembak, jika ada penjahat yang kabur atau melawan saat di bekuk.


***


Aldi tengah menyuapi putrinya makan, ketika sebuah pesan masuk melalui aplikasi pesan chatnya.


"Sayang kamu terusin makan sendiri ya," ucap Aldi kepada Alia.


"Iya Ayah," sahutnya.


Aldi membersihkan tanganya, setelah itu ia langsung membuka pesan yang dikirim oleh bodyguardnya.


Matanya membelalak sempurna ketika melihat foto Aira sedang berada di pelukan pria gagah yang dikirim oleh bodyguardnya tersebut.


Bagai cacing kepanasan, emosinya seketika naik menyulut api cemburu.


"Pantas saja ia menolak lamaran ku, ternyata Aira punya pacar," dengus Aldi.


Aldi menggeram, ingin sekali ia melampiaskan kekesalanya, namun ada Alia ia pun mengurunkan niatnya.


"Ayah, Aliah sudah selesai makannya!" Alia.

__ADS_1


"Iya sayang, sekarang Ayah antar kamu pulang ya , sayang, karna Ayah ada urusan," Aldi.


"Iya Ayah, "jawab Alia menurut.


Aldi langsung menggendong Alia, sebenarnya Alia bisa berjalan sendiri, namun karna terlalu menyayangi putrinya tersebut, ia selalu menggendong Alia kemana pun mereka pergi.


"Sayang kamu main sama Oma dan Opa ya, Ayah ada urusan, setelah urusan Ayah selesai, Ayah langsung pulang," ucap Aldi seraya mengusap rambut putrinya.


"Siap Ayah!"


Setelah mengantar Alia pulang, Aldi langsung pergi lagi.


Di dalam mobil ia me elpon bodyguardnya menanyakan posisi Aira.


Sesampainya di depan markas kepolisian Aldi menghampiri kedua bodyguardnya.


"Di mana istri saya?"tanya Aldi.


"Tuh istrinya Bos, sedang berjalan dengan anggota kepolisian lainya," tunjuk salah seorang bodyguard.


Kebetulan saat itu Aira keluar bersama anggota kepolisian yang lain.


Setelah rapat mereka mengakhiri pertemuannya dengan bersalaman di halaman markas polisi tersebut, seraya berbincang bincang.


Melihat calon istrinya di kelilingi para pria gagah, kecemburuan Aldi semakin bertambah.


Wajahnya memerah menahan amarah.


Aira menuju parkiran motornya dan segera menuju pos untuk memimpin operasi yang akan berlangsung nanti malam.


Melihat Aira yang keluar dari halaman parkir tersebut, Aldi bermaksud mencegatnya dengan menghadang Aira di jalan.


Srettt, Aira terpaksa ngerem mendadak karna di hadang oleh Aldi.


"Mas, ngapain sih di sini?" dengus Aira kesal.


Melihat seseorang menghadang Aira, Letnan Airlangga pun menghampiri Aira dan Aldi.


"Sayang, jekaskan siapa laki-laki yang kau peluk itu?"tanya Aldi.


"Apa maksud mu Mas, laki-laki mana?"tanya Aira binggung.


"Ada apa ini?"tanya Letnan Airlangga.


"Tidak apa-apa Pak, saya hanya ingin bicara dengan calon istri saya," ucap Aldi dengan sengaja, karna ia yakin pria di hadapannya adalah pria yang ada di foto bersama Aira.


Meski Letnan Airlangga bertubuh lebih besar dan lebih tinggi, namun Aldi tak gentar sedikitpun.


"Maaf Letnan, ini hanya masalah Pribadi," ucap Aira ia pun melepas helmnya.


"Baik lah kalau begitu," ucap Letnan yang sepertinya menaruh hati pada Aira tersebut.


Setelah Letnan tersebut menjauh, Aira menatap Aldi kesal.


"Mas ada apa sih?.sampai menyusul aku di sini?"tanya Aira kesal.


"Sayang jujur pada ku, apa benar dia itu orang yang kamu Taksir?" tanya Aldi dengan nada kecewa.


Hm, Aira menaikan kedua bahunya.


"Tapi sayang, apa kelebihan dia di banding aku? bahkan aku sudah memberi kamu anak," papar Aldi.


"Ehm kasih tahu ngak ya?" Aira menggoda Aldi, ia pun kembali menghidupkan motornya.


"Sayang, jadi ini yang bikin kamu ragu menerima ku, ternyata kamu punya yang lain?"tanya Aldi dengan nada kecewa.


Aira tersenyum melihat Aldi yang di landa cemburu tersebut.Aku mau lihat Mas, seperti apa kamu memperjuangkan cinta kamu, jika dengan mudah aku menerima kamu, maka aku takut dengan mudahnya kamu melepaskan ku.Batin Aira.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2