
*Sesungguhnya aku ingin memelukmu,
Mendekap penuh harapan tuk mencintai mu,
Setulusnya aku akan terus menunggu,
Menanti sebuah jawaban tuk memiliki mu,* Padi- Menanti sebuah jawaban.
Langit kelam menutup hamparan bintang angkasa, angin malam terasa sejuk menerpa tubuh hingga menusuk kedalam tulang.
Sekian menit Aldi berlutut mamun Aira masih bergeming, wajahnya tertunduk dengan air mata yang sesekali jatuh di atas bumi.
Aldi berdiri mengangkat wajah Aira dengan satu jarinya." Kenapa sayang?apa apa kau masih ragu?"tanya Aldi.
Aira mengangkat sedikit wajahnya melihat wajah tampan pria yang ada di hadapannya.
"Bukan nya ragu Mas, tapi jujur saja rasa sakit itu masih ada, jika secepat ini aku belum siap Mas hiks hiks hik," ucap Aira seraya menundukan wajahnya kembali.
Aldi tersenyum simpul," Ngak apa sayang pelan-pelan saja," ucap Aldi seraya memeluk Aira.
"Pelan pelan saja sayang, mas Aldi akan selalu menunggu kamu siap, yang terpenting mas Aldi sudah mengikat kamu, selebihnya hanya masalah waktu," ucap Aldi seraya mencium pucuk kepala Aira.
Aira menangis haru di pelukan Aldi, ia memang mencintai Aldi dan tak pernah mengingkarinya sedikit pun, namun luka di hati belum sembuh, hingga membuatnya belum siap untuk menikah dalam waktu dekat.
"Maaf mas, Aku mengecewakan mu hiks hiks hiks," ucap Aira seraya memeluk Aldi ia pun menangis haru di pelukannya.
Shut shut, Aldi mengusap punggung Aira yang terguncang menahan isak tangisnya, berat baginya menolak Aldi, namun berat pula menerimanya kembali, setelah semua yang pernah terjadi.
"Maaf Mas, hiks biks hiks," ucap Aira seraya menangis di pelukan Aldi kembali.
"Shut...cup ..cup ..jangan menangis, sayang," bujuk Aldi.
"Mas Aldi ngak apa sayang, mas Aldi mengerti kamu belum siap, ngak harus secepat ini, kita mulai menjalin kasih dari awal saja, sayang." Aldi.
"Yang penting kamu buka hati untuk mas Aldi dan biarkan mas Aldi perlahan masuk dan kembali memupuk kepercayaan diri kamu," ucap Aldi seraya mengusap punggung Aira, ia pun mencium pucuk kepala Aira lekat.
"Terima kasih Mas atas pengertiannya," ucap Aira seraya melepas pelukannya.
"Iya sayang, cinta memang harus di iringi rasa pengertian dan kepercayaan, aku yakin kamulah satu-satunya jodoh yang Tuhan cipta kan untuk ku, jika tidak aku tak akan mampu bertahan sampai saat ini," ucap Aldi seraya menarik tangan Aira kemudian menciumnya.
Aira tersanjung, sungguh hatinya memang tak salah memilih cinta.
"Ayo sayang, mas Aldi bawa kamu kesuatu tempat," ajak Aldi seraya merangkul bahu Aira.
"Kemana Mas?" tanya Aira.
"Ada deh, yuk," ajaknya .
"Mana kunci motor kamu sayang?"tanya Aldi seraya menadahkan tangan ketika mereka sampai di parkiran motor.
"Ehm kita pergi pakai motor, mobil Maas Aldi?"tanya Aira seraya menyerahkan kunci motornya.
"Tenang saja biar orang suruhan mas Aldi yang membawa pulang mobilnya."
__ADS_1
Aldi naik di atas motor, di ikuti Aira.
"Mas pakai helmmya," ucap Aira seraya memakaikan helm ke Aldi.
"Ngak usah sayang nanti ngak romantis lagi, yang penting kamu peluk mas Aldi dari belakang," ucap Aldi.
"Oh ya?" tanya Aira sambil melingkar kan lengannya di perut Aldi.
Brum... motor melaju membelah jalanan raya
Angin malam yang kencang menerpa wajah Aldi membuatnya kedinginan.
"Peluk yang kencang sayang, mas Aldi kedinginan!"teriak Aldi.
Aira semakin erat memeluknya dari arah belakang, sesekali ia mendararkan kecupan di pipi Aldi membuat Aldi semakin semangat , meski di terpa angin malam yang dinggin menusuk hingga ketulang.
"Mas kalau dingin berhenti, pakai jaket Aira!" ucap Aira.
Aldi memberhentikan motornya ke tepi jalan.
Aira membuka jaket dan memberikan ke Aldi, ia pun mengenakan jaket tersebut dengan terbalik, dengan bagian resliting berada di belakang.
Dengan demikian keduanya merasa hangat, selain mendapat kehangatan jaket dari arah depan, Aldi juga merasa hangat pada bagian belakang tubuhnya karna pelukan Aira, Aira memeluk Aldi di balik jaket, seraya menyandarkan kepalanya di pundak Aldi.
Suara motor tersebut mengaum memecah kesunyian malam menjadi saksi sepasang insan yang sedang dilanda asmara.
Motor melaju dalam kecepatan sedang, dengan demikian mereka bisa menikmati perjalanan romantis ala keduanya.
"Sayang, sudah lama mas Aldi ingin kita seperti ini, berjalan berdua menikmati malam, sayang sekali baru kali ini bisa terlaksana," ucap Aldi seraya menggenggam erat tangan Aira.
"Ngak usah khawatir sayang, Alia aman bersama oma, opa dan papanya, di rumah itu ia bak putri yang selalu di manja dan di turuti," ujar Aldi.
"Ehm, tapi aku kangen Mas." Aira.
"Kamu tahu ngak sayang, Mas Aldi sudah berencana merenovasi sebuah kamar untuk Alia, jika suatu saat kamu kembali ke rumah itu, Alia ngak perlu tidur sama kita lagi," papar Aldi.
"Ehm, Oh ya, yakin banget kalau Aira bakalan kembali kesana?"canda Aira sembari memeluk Aldi semakin erat.
"Yakin seyakin - yakinnya," ucap Aldi seraya merebahkan kepala Aira di bahunya sementara ia masih mengendari motornya dengan kecepatan sedang.
Keduanya pun menikmati perjalanan romantis mereka hingga tibalah mereka di sebuah pantai.
Aldi menyewa restoran yang ada di pantai tersebut untuk mendekorasi restoran dan jalan yang menuju langsung ke pantai.
Lampu neon yang biasanya berbuntuk bola di ganti dengan lampu yang berbentuk love, begitu pun taman yang menuju kepantai, lampu-lampu neon yang berbentuk Abjad berwarna warni, berbaris di sepanjang bibir pantai jika di satukan lampu-lampu tersebut membentuk tulisan 'marry me'.
Selain itu ada juga balon-balon yang di buat menyerupai gapura terdiri susunan balon-balon yang menbentuk kata yang sama yaitu 'marry me'.
Aira terpana melihat semua yang di persiapkan Aldi untuknya.
"Mas apa ini semua untuk ku?"tanya Aira ia sungguh tersanjung.
"Untuk siapa lagi sayang, jika bukan untuk mu, apa kau lihat ada pengunjung lain selain kita di sini?"tanya Aldi seraya merentang kan tanganya.
__ADS_1
Aira semakin tersanjung, ia tak menyangka jika Aldi menyiapkan lamaran sebegitu romantisnya seperti saat ini.
Aldi menuntun Aira menuju tepi pantai.
Sepanjang jalan Aira melihat batuan besar yang di ukir namanya dan juga nama Aldi dalam emotikon cinta yang besar.
Aira benar-benar terharu, ia tak menyangka akan di perlakukan Aldi seperti ini.
Aira berhenti untuk menangis, ia pun menangis haru.
Aldi kembali memeluknya, "Kenapa menangis sayang? apa semua ini masih belum cukup membuktikan keseriusan ku, sayang hanya kamu yang aku pilih dalam hidup ini, dan akan ku lakukan apa saja agar kau bisa menerima ku kembali," ucap Aldi seraya mengusap punggung Aira di pelukannya.
"Hiks hiks, hiks, untuk apa kau lakukan semua ini untuk ku, padahal kau bisa menikah dengan wanita yang lebih baik dari ku, untuk apa semua ini? bukan kah aku sudah pernah menjadi istrimu, kau juga sudah pernah menikmati tubuhku, tapi kenapa masih mau berjuang untuk mendapatkan ku, padahal kau bisa memilih wanita yang mana saja kau mau, Mas?" ucap Aira terbata-bata dalam tangis harunya.
"Dengar sayang, jawabannya sederhana saja, semua ini aku lakukan karna aku hanya menginginkan mu dan bukan yang lain," ucap Aldi.
"Sekali lagi aku bertanya pada mu, mau kah kau menikah dengan ku?" tanya Aldi seraya menatap Aira berbinar.
Kali ini Aira sudah tak sanggup menolaknya, "Iya mas aku mau, tapi dengan satu syarat," ucap Aira.
"Apa itu? apa pun akan ku lakukan asal kau tak meminta ku membangun seribu candi dalam satu malam," canda Aldi.
Aira tersenyum simpul, "Aku tak mungkin meminta hal yang tak masuk akal pada mu Mas, Aku hanya ingin, saat kita menikah, pernikahan kita di hadiri kedua orang tua ku, aku ingin kau membantu ku mencari ibu ku, apa kau sanggup mas?" tanya Aira.
"Tentu sayang!" seru Aldi.
Aira tersenyum.
"Jadi, itu berati jika kita telah menemukan ibumu, kita bisa langsung menikah sayang?"tanya Aldi.
"Iya mas," jawab Aira seraya mengangguk.
"Hore!!!"mas akan kerahkan ratusan bahkan ribuan orang untuk mencari keberadaan ibu kamu," ucap Aldi seraya mengangkat tubuh Aira ala bridal style.
Tapi karna tubuh Aira tak seringan yang dulu, Aldi pun terhuyung akhirnya keduanya jatuh di atas pantai berpasir putih dan langsung di sambut dengan deburan ombak yang menggulung.
Ha ha ha
Tawa mereka pecah, karna merasa kedinginan saat ombak pantai menerpa tubuh mereka.
Ha ha ha, suara tawa keduanya memecah kesunyian pantai.
Karna merasa kedinginan oleh pakaian mereka yang basah, Aldi memeluk Aira dari belakang, meski dingin mereka tetap menikmati kebahagiaan malam itu hingga di penghujung malam.
Aldi berkali-kali membisikan kata-kata cinta yang mesra di telinga Aira dan itu membuat Aira semakin larut dalam suasa romantis mereka.
"Aku mencintai mu, sayang," ucap Aldi.
Aira nengalihkan wajahnya menatap netra teduh Aldi yang berembun, "Aku juga mas," balas Aira.
Keduanya pun menatap dengan sayu sembari mendekatkan wajahnya, dengan lembut Aldi mengecup bibir Aira mengulumnya lembut seraya meneteskan air mata haru, akhirnya setelah penantian panjang selama enam tahun baru kali ini ia bisa mencicipi bibir Aira kembali.
"Please sayang, jangan terlalu lama, aku ingin segera menjadi kan kau milik ku seutuhnya," ucap Aldi seraya kembali merangkul tubuh Aira dalam dekapanya.
__ADS_1
Bersambung guys,
jangan lupa selalu dukung Aira dan Aldi, Romeo dan Tari apa kabarnya ya? tuliskan komentar kamu ya, yang belum vote, dari pada mubazir mending kasi ke author nih tenang aja bebas tagihan kok.alias gratisss