Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Menyampaikan Kabar Bahagia.


__ADS_3

Senja merona merah, waktu sudah memasuki senja, namun Aldi belum juga pulang.


Aira meraih handphonenya mencari kontak Aldi , kemudian melakukan panggilan terhadapnya.


Baru saja nomor tersebut tersambung Aldi sudah muncul di hadapanya.


"Mas Aldi," sapa Aira yang langsung bangkit menghampiri Aldi.


"Sayang, kamu nelpon mas kenapa?"tanya Aldi seraya mendarat kan bokong nya di atas tempat tidur.


"Aira khawatir, sudah sore kenapa mas Aldi belum juga pulang, " ujar Aira seraya merebahkan kepalanya di pundak Aldi.


"Kamu ngak perlu khawatir, mas Aldi ngak kemana-mana, mas Aldi menemani Mama saja, menunggunya tertidur, baru lah mas Aldi bisa pergi dari sana," papar Aldi.


"Iya Mas Aira tahu, tapi sebagai seorang istri, Aira juga khawatir terhadap mas Aldi, apalagi handphone mas Aldi ngak aktif."


"Sengaja sayang, mama ngak mau melepaskan mas Aldi, karna dia mengira jika mas Aldi ini papa, entah sampai kapan ini akan berakhir, "keluh Aldi sambil menghempas napas beratnya.


"Sabar Mas, badai pasti berlalu," ucap Aira sambil menyapu lembut pundak Aldi.


"Mas, Aira siapin Air panas untuk mas Aldi mandi," ucap Aira, kemudian ia menuju kamar mandi.


Aira menyiapan air hangat di dalam bathtub untuk Aldi berendam.


kemudian ia menyalakan lilin aroma therapy untuk membuat pikiran Aldi lebih rileks.


"Mas Aira hangatnya sudah siap," ucap Aira.


"Iya sayang," Aldi bangkit kemudian membuka pakaiannya.


Dengan menggunakan handuk yang menutupi pinggang dan lututnya membuat Aira tergiur dengan pemandang indah tubuh sang suami, apalagi sudah hampir seminggu mereka tak pernah melakukan penyatuan.


Aira menyiapkan pakaian ganti untuk Aldi dan meletakannya di atas tempat tidur.


Aldi keluar dari kamar mandi dengan rambut yang sedikit basah, wajahnya pun terlihat lebih segar dari sebelumnya meski matanya masih terlihat sembab.


"Mas, mas Aldi sudah makan?"tanya Aira karna ia yakin Aldi pasti tak sempat makan siang.


"Belum, mas Aldi ngak lapar, " cetus Aldi sambil mengenakan pakaian dalamnya, melihat si buyung yang gagah perkasa, Aira menelan salivanya, ia semakin rindu untuk bercumbu dengan suaminya, tapi lagi-lagi Aira mencoba untuk mengerti keadaan Aldi yang terlihat begitu sedih.


"Mas Aldi, Aira siapin makan dulu ya?"


Aldi menarik lembut tangan Aira," Kamu di sini saja sayang, mas Aldi capek, mas Aldi ingin rebahan tidur di pangkuan kamu," ucap Aldi seraya menarik lembut tangan Aira.


Aira menggangguk, ia menyandarkan tubuhnya pada headboard, kemudian duduk dengan kaki yang beselonjor.

__ADS_1


Aldi merebahkan kepalanya pada pangkuan sang istri, segalah perasaan letih dan lelah yang mendera jiwanya kala itu coba untuk dibaginya.


"Sayang,"Aldi.


"Hm." sahut Aira sambil mengusap kepala Aldi, Aldi merasa tenang sekali saat itu.


"Sayang, apa orang yang menderita gangguan jiwa bisa sembuh?"tanya Aldi dengan mata yang terpejam.


"Hm, bisa mas, ngak ada penyakit yang ngak bisa di sembuhkan, bukannya Aira juga pernah mengalaminya, dan karna kesungguhan mas Aldi dan perhatian orang-orang di sekitar Aira, Aira bisa kembali pulih dan lebih percaya diri," papar Aira, seraya membelai rambut Aldi.


"Mas Aldi berharap mama segera pulih dan bisa hidup dengan normal kembali."Aldi.


"Sayang, jika mama sembuh, kamu mau kan menerima mama untuk tinggal bersama kita di sini, mas Aldi kasihan sama mama, mas Aldi tak akan membiarkan mama hidup sendiri," ucap Aldi lirih,ia memutar tubuhnya untuk melihat mimik wajah sang istri.


Aira tersenyum, dengan titik air yang menetes di pipinya.


"Tentu saja Mas, mas Aldi anak satu-satunya dari mama, dan Aira dengan lapang dada akan menerima kehadiran mama disini, apa pun keadaanya," ucap Aira dengan mata berembun.


Aldi melepar senyum bahagianya, diraihnya jemari Aira kemudian di ciumnya punggung tangan sang istri.


"Terima kasih sayang, mas Aldi beruntung memiliki kamu, kamu adalah bidadari yang di ciptakan oleh Tuhan khusus untuk mas Aldi," ucap Aldi seraya kembali mencium punggung tangan istrinya.


"Terima kasih juga, karna mas Aldi adalah malaikat tampan yang di kirim oleh Tuhan untuk menjadi pendamping hidup Aira," ucap Aira seraya membalas menciumi punggung tangan suaminya.


Aldi bangkit dari baringnya, ia pun menghambur memeluk sang istri.


"Aira juga cinta se cintanya sama mas Aldi," balas Aira.


"Oh ya sebesar apa?"tanya Aldi.


"Ehm, cinta ku sebesar dunia, seluas langit di angkasa ini, kepadamu," ucap Aira sambil tersenyum.


" Oh ya, itu sih lirik lagu," cetus Aldi seraya melepaskan pelukaannya.


"Emang, hi.hi, Aira ngak bisa ngebucin mas," sahut Aira,


"Kalau cintanya mas Aldi seperti apa?"


"Kalau cinta mas Aldi itu, tak dapat di ungkapakan dengan kata, tak dapat di lihat dengan mata, tak dapat di dengar oleh telinga, hanya bisa di rasa kehadirannya," ucap Aldi.


"Ih serem mas, mas Aldi sedang mendeskripsikan cinta atau mahluk halus sih?"tanya Aira.


"Emang kenapa?"tanya Aldi dengan tersenyum.


"Setahu Aira, yang ngak bisa dilihat mata, ngak bisa di dengar telinga dan cuma bisa dirasa kehadirannya itu deskripsi mahluk halus mas."

__ADS_1


"Oh iya, benar juga sih, jadi cinta mas Aldi cinta ghaib dong," ujarnya sambil tertawa kecil.


"Iya, cinta mas Aldi bikin Aira merinding," sahut Aira sambil tertawa kecil, ia bahagia karna setelah berhari-hari melihat Aldi sedih, akhirnya kini Aldi bisa tertawa meskipun tak lepas.


"Mas kita turun yuk, makan malam, Aira lapar, dari siang Aira belum makan, karna Aira tahu suami Aira pasti belum makan," ucap Aira sambil melinkarkan lenganya pada leher Aldi.


"Aldi tersenyum simpul, "Terima kasih sayang, untuk kesetiaanya, tapi kamu ngak usah nungguin mas Aldi, waktu makan, kamu makan saja, karna mas Aldi ngak mau lihat kamu sakit," ucap Aldi sambil menggendong tubuh istrinya.


"Ayo mas Aldi kita turun, gendong Aira ya," pinta Aira sambil memeluk dari belakang.


"Oke siapa takut! tapi ciuman penyemangatnya mana,"sahut Aldi.


Cup..cup, Aira mencium pipi Aldi.


"Ayo abang odong-odong jalan!"


"Oke siap, "ucap Aldi seraya berjalan menuju pintu keluar.


Saat keluar dari kamarnya, mereka berpapasan dengan Romeo dan Tari.


"Rom, loh lihat tuh, mereka romantis banget, gue mau juga dong di gendong sama kamu," rengek Tari.


"Ish, nanti saja ya, ntar kita di bilang ngikutin mereka," sahut Romeo.


"Ehm, janji ya Rom," ucap Tari.


"Iya, jangan kan gendong kamu, kamu minta nyawa aku saja, aku berikan," sahut Romeo dengan wajah datarnya.


"Ih ngak maulah, ntar aku janda lagi,"sahut Tari.


"Hm, makanya jangan minta yang aneh-aneh," cetus Romeo.


Bibir Tari mengkerucut mendengar jawaban Romeo.


Tari dan Romeo sudah sampai di meja makan, Tari merasa senang karna anggota keluarganya sudah lengkap.


Dengan mesra Tari menggandeng tangan Romeo menuju meja makan.


Hm, Tari berdehem membuat perhatian semua orang tertuju padanya saat itu.


"Perhatian, Mama, Papa, mas Heru, dan Aldi, hari ini Tari punya berita gembira untuk kalian,"ucap Tari dengan senyum yang terukir di wajahnya.


"Kabar apa Tari?"tanya Maya antusias.


"Kabar baiknya, adalah...," semua mata tertuju pada Tari saat itu, mereka menantinya dengan antusias.

__ADS_1


"Kabar baik nya yaitu Tari kini sedang hamil,"ucap Tari dengan bahagia.


Bersambung ya guys, like komen, hadiah dan votenya di tunggu selalu.


__ADS_2