
Setelah kepergian Aira, Aldi terus saja membuntuti kemana Aira pergi hingga sampai di suatu pos polisi.
Di sana Aira langsung memberi pengarahan kepada anggotanya tentang tindakan yang harus mereka lakukan di lapangan.
Empah puluh anggota kepolisian berada dalam satu komando yaitu dirinya.
"Kali ini kita akan menyisir tempat-tempat yang biasa di gunakan sebagai tempat perjudian dan minuman minuman keras, tempat akan di bagi empat titik berbeda sesuai arah mata angin, jadi persiapkan diri, karna kita akan bergerak secara serempak! " Aira.
"Siap komandan!"seru personil
Aldi hendak menguntit Aira kemana pun ia pergi, namun ia teringat akan Alia, Akhirnya Aldi memutuskan untuk pulang menemani putrinya.
Sesampainya di rumah, Alia sudah menunggunya, gadis itu sedikit rewel karna sudah mengantuk.
"Ayah kenapa lama sekali, Alia ngantuk," ucapnya seraya mengucek-ngucek matanya.
"Sayang maaf ya ada urusan, ayo kita bobo."Aldi menggendong Alia memasuki kamarnya.
"Cuci muka, kaki tangannya ya, sayang," ucap Aldi yang membawa Alia menuju kamar mandi.
Setelah membersihkan tubuh Alia, ia langsung membawa Alia menuju kamar dan meletakanya di atas tempat tidur.
"Sayang, rencananya ayah akan bikin satu kamar untuk Alia, karna setelah ayah dan Bunda menikah, Alia ngak boleh tidur sama Ayah dan Bunda lagi ya."Aldi.
"Emang kenapa Yah?"tanya Alia seraya mengaruk garuk lehernya.
"Karna kalau Alia tidur bersama Ayah Bunda, kita berdua ngak bisa leluasa bikin adek untuk kamu sayang," ucap Aldi senyum mesumnya.
"Ehm.... tapi kamar Alia harus bergambar frozen ya Yah, princess Elsa dan Anna, olaf juga ya, huah," ucapnya sambil menguap.
"Iya sayang, mulai dari wallpapers, tempat tidur, lemari ,dan sebagainya semua bergambar karakter Frozen." Aldi.
"Asik! bener ya Yah, kalau gitu Alia ngak takut tidur sendiri lagi!" serunya.
Aldi tersenyum kemudian mencium pipi putrinya.
"Sekarang kamu tidur ya," ucap Aldi seraya mengusap rambut putrinya.
Aldi meraih handphonenya, kemudian menghubungi bodyguard nya, " Awasi terus istri ku, jangan sampai terjadi sesuatu padanya," titah Aldi.
***
Keesokan harinya.
Alia dan Aldi sudah siap untuk sarapan, namun Aldi teringat akan sesuatu.
"Sayang, hari ini Alia ngak usah pulang ke rumah bunda dulu ya" Aldi.
"Kenapa Yah?"tanya Alia.
"Biar kan Bunda istirahat ya sayang, Alia main sama Oma dan Opa saja di sini, kalau ikut Ayah ke kantor kasihan kamu pasti capek." Aldi.
"Iya Ayah, nanti malam baru ayah antar kamu pulang ke rumah bunda."
"Iya Ayah,"
Aldi sengaja tak membawa Alia karna rencananya ia akan melamar Aira malam ini.
Setelah memastikan putrinya sarapan, Aldi langsung berangkat ke kantor.
"Bunda, Aldi titip Alia ya," Aldi.
"Iya Di, kebetulan Bunda sama papa mau mau kerumah sakit jenguk Tari," sahut Maya.
"Emang Tari kenapa?"
" Biasalah gidam ngak mau makan. tubuhnya lemas," jelas Maya.
"Biar nanti Bunda bawa Alia kesana jadi Alia bisa bermain bersama Ghael dan farel." Maya.
"Boleh Bunda, kasihan Alia ngak ada temannya."Aldi.
"Sayang kamu jangan nakal ya, jangan merepotin Oma Ya," nasehat Aldi pada Alia.
"Iya, Yah," ucap Alia seraya mengunyah makanannya.
Aldi mencium pucuk kepala sang putri kemudian berlalu darinya.
Di dalam mobil Aldi kembali menelpon Aira.
"Hallo sayang," sapa Aldi.
__ADS_1
"Iya Mas, ada apa?" tanya Aira.
"Sayang, kamu ngak usah jemput Alia pagi ini ya, nanti sore saja aku antar ke rumah kamu, karna Alia mau di bawa Bunda jenguk Tari di rumah sakit." Aldi.
"Mbak Tari masuk rumah sakit Mas, kenapa?"tanya Aira.
"Ngak kok, karna lagi ngidam saja, sudah kamu istirahat saja ya, mas tahu kamu pasti capek banget."Aldi.
"Iya Mas, ngak Apa-apa," ucap Aira langsung memutus sambungan telponnya, kebetulan sekali saat itu ia merasa lelah dan mengantuk.
Malam harinya.
Aldi keluar dari sebuah Mall untuk mengambil cincin yang ia pesan dua hari yang lalu.
Setelah dari Mall tersebut ia berencana untuk menemui Aira di tempat yang ia tentukan yaitu di sebuah pantai di daerah pinggiran kota, di sana rencananya ia akan melamar Aira.
Mobil Aldi keluar dari basement dengan perlahan, saat itu ada sebuah mobil yang mengikutitinya.
Tanpa curiga Aldi langsung menuju kawasan pantai untuk memastikan dekorasi yang ia pesan di rebuah resort.
Aira sudah menunggu Aldi dari sore hari hingga selepas isya, namun Aldi belum juga mengantar Alia.
Karna hari ini ia sedang tak bertugas, ia pun merasa sepi berada di rumah sendirian.
"Aduh mas Aldi kemana sih, di telpon malah ngak aktif, katanya mau ngantar Alia," dengus Aira yang sudah mondar mandir di depan rumah.
Aira memperhatikan jalanan raya berharap ada mobil Aldi yang menghampirinya.
Sebuah panggilan masuk membuat Aira sedikit lega.
"Hallo Mas," sapa Aira.
"Hallo sayang, maaf mas Aldi belum bisa ngantar Alia karna, Mas berada di luar kota, dan sekarang sepertinya ada mobil yang membuntut mas Aldi sayang, "ucap Aldi dengan nada panik.
"Apa Mas?! mas Aldi di mana?!" tanya Aira yang juga panik.
Mobil Aldi di hadang oleh mobil asing hingga ia terpaksa mengerem mendadak.
"Mas! Mas kenapa diam saja?"tanya Aira panik.
Aldi terdiam, ketika mobilnya berhenti sejumlah orang keluar dan menggedor kaca jendela mobil.
Tror trort pintu mobil di ketuk keras, "Buka pintu ini!"teriak Pria yang ada di luar mobil.
"Mas Aldi ada apa?!"tanya Aira.
"Ada yang menghadang jalan mas Aldi sayang, mereka menggunakan senjata," sahut Aldi seraya tetap waspada, ia tak mau membuka pintunya namun pria tersebut masih saja menggedor kaca mobilnya bahkan dengan mengancam.
"Buka pintunya jika tidak kau ku tembak!" suara pria tersebut terdengar hingga ketelinga Aira.
"Mas Aldi, mas Aldi di mana?!" tanya Aira panik ia pun menangis.
Aldi menelan salivanya,ia sungguh merasa tegang.
"Sayang, jika terjadi sesuatu pada mas Aldi, jaga anak kita, mas Aldi sangat mencintaimu dan Anak kita, I Love you sayang, " ucap Aldi memutus telponnya.
Aira menangis mendengar kata terakhir Aldi ia pun menjerit.
"Tidak Mas!" hallo Mas! hallo!" Aira berusaha menghubungi Aldi namun tak tersambung.
Karna panik Aira langsung meraih jaket kulit' pistol dan kunci motornya, ia pun melihat GPS untuk mengetahui keberadaan Aldi.
Dengan menangis terisak, Aira mengendari motornya melaju melewati batas kota.
"Mas Aldi hiks hiks, semoga aku tak terlambat, hiks hiks," Aira menangis seraya menambah kecepatan laju motornya.
Dua puluh menit Aira sampai di sebuah titik di mana ia melihat mobil Aldi terparkir di bahu jalan.
Aira langsung berhenti dan menstandarkan motornya.
Ia melihat ke dalam mobil namun Aldi tak ada di sana, tiba-tiba saja dari arah gedung kosong terdengar suara keributan
Aira langsung berlari menuju tempat asal suara.
Di lihatnya, beberapa Pria sedang mengeroyok Aldi dan terakhir terdengar suara tembakan yang membuat tubuh Aldi roboh.
Akh, teriakan Aldi seperti membuat nyawa Aira melayang, terlebih Aldi tergeletak dengan bersimbah darah.
"Mas Aldi !!!!" teriak Aira memecah kesunyian tempat itu, seketika penjahat yang berjumlah empat orang berhamburan.
Aira tak lagi memikirkan penjahat yang kabur, ia langsung berlari menghampiri Aldi.
__ADS_1
"Mas Aldi! hiks hiks hiks hiks," teriak Aira seraya menangis.
Aira mengguncang guncang tubuh Aldi.
Mas Aldi sadar Mas," ucapnya seraya menepuk nepuk pipi Aldi.
Wajah Aldi terlihat pucat dengan lebam pada wajahnya.
Aira menangis memeluk Aldi.
"Mas Aldi jangan tinggalkan Aira mas, hiks hijs hiks "
"Mas Aldi bangun mas, baru saja kita bertemu dan sekarang mas Aldi hiks hiks," Aira tak sanggup melanjutkan kata-katanya ia terlarut dalam sedih.
"Mas bertahan mas demi anak kita, kasihan Alia mas hiks hijs hik." Aira terus mengguncang tubuh Aldi agar Aldi tersadar.
Ia pun mengangkat tubuh Aldi dan menciuminya berkali-kali.
Aldi membuka mata,"Sayang," panggil Aldi lirih.
Aira merasa sedikit senang melihat Aldi yang tersadar," Mas Aldi, mas Aldi yang kuat ya," ucap Aira seraya memeluknya kembali ia pun menamgis sejadi-jadinya.
"Sayang, sebenarnya Mas Aldi sudah merencana kan mela..mar ka..mu mal..am ini, tapi sepe...rtinya, tak.dir memang tak ber.pihak pa..da ki.ta, ternyata kita tak mungkin bers.atu, "ucap Aldi terbata-bata.
"Tidak mas, tidak, Aku juga mencintai mu Mas, hanya mencintai mu, ku mohon jangan tinggal kan Aira mas, Aira ngak sanggup hidup tanpa mas Aldi, hiks hiks hiks," Aira menangis memeluk Aldi.
"Benar kah kau mencintai ku sayang?" tanya Aldi.
" Iya Mas, Aku hanya mencintai mu, hiks hijs."Aira memeluk Aldi semakin erat.
Aldi merogoh saku celananya, meraih sebuah cincin.
"Sayang letakan tubuh ku di lantai,"ucap Aldi lirih.
"Iya Mas," ucap Aira menuruti, ia pun meletakan tubuh Aldi di atas lantai.
Dengan tangan gemetar Aldi meraih tangan Aira.
"Sayang sekir..anya mas Aldi sela..mat, mau kah kau meni...kah den..gan mas Aldi?"tanya Aldi terbata-bata dengan suara yang semakin lirih.
"Iya Mas, Aira mau, tapi mas Aldi harus bertahan, jangan sampai terjadi sesuat pada mas Aldi, Aira dan Alia sangat mencintai mas Aldi, hiks hiks hiks," tangis Aira semakin jadi.
Aldi membuka kotak cincin dengan tangan gemetar, dan dengan tangan genetar pula ia menyematkan cincin tersebut di jari manis Aira.
Aira memperhatikan tangan Aldi yang gemetar saat menyematkan cincin di jari manisnya, ia pun menangis.
"Sayang, bersedia kah kau men..erima mas Aldi sebagai ca..lon sua..mi kamu?"tanya Aldi.
"Iya Mas, Aira bersedia," ucap Aira seraya tersenyum, ia pun mencium kening Aldi kemudian memeluk nya.
Saat itu Aldi tersenyum seraya memeluk Aira dengan erat, hiks hiks, suara tangis Aira lirih di keheningan malam itu.
Troottt trotttt...
Mereka pun melepaskan pelujannya ketika mendengar suara terompet.
Aira binggung karna penjahat yang mengeroyok Aldi kembali dengan bertepuk tangan dan meniup terompet.
"Selamat ya pak Aldi lamarannya di terima, ingat loh jangan lupa gaji kami," tutur para pria berbadan kekar tersebut, mereka pun tersenyum.
Aldi pun berdiri dengan tubuh yang segar bugar, tersenyum kemudian memeluk Aira.
"Apa ini mas?" tanya Aira binggung, ia pun melepakan pelukan Aldi.
"Ini cara ku untuk melamar kamu sayang, jika tak gunakan cara seperti ini, kau pasti menolak dan mengulur waktu, "ucap Aldi.
Keempat orang tersebut kembali meninggalkan mereka berdua.
"Sayang, mas Aldi tak ingin kehilangan mu lagi, dan Mas Aldi juga yakin kau tak juga tak ingin kehilangan mas Aldi kan?"tanya Aldi seraya meraba wajah Aira.
"Tapi mas bukan begini caranya, kau membuat ku hampir kehilangan nyawa,"ucap Aira menangis.
Aldi menghapus titik air mata Aira, kemudian menyatukan kening mereka berdua.
"Sayang selagi ada waktu, untuk apa kita sia-siakan jika kita punya kesempatan untuk bersama, kenapa kita harus memilih jalan yang terpisah," ucap Aldi ia pun mengecup kening Aira lekat.
Keduanya terhanyut dalam haru hingga meneteskan air mata.
Aldi berlutut di hadapan Aira seraya menggenggam erat tangannya dan mencium punggung tanganya.
"Sayang, di bawah langit yang bertahta bintang bintang dan di atas tanah yang kita pijaki, serta semua yang ada di antara keduanya, dengan ini aku bersumpah untuk mengikat mu seumur hidup ku, sudih kah kau menerima ku untuk menjadi pendamping hidup mu lagi?"tanya Aldi
__ADS_1
Bersambung, mumpung hari senin, sudilah kiranya reader memberi vote untuk Aira dan Aldi, like, komentar dan hadiahnya love u Al 😘