Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Menghadapi Dua Pria Bucin 2


__ADS_3

Aira dan Alia tengah bersiap menunggu kedatangan Aldi, setelah menanyakan kepada pak Tarman tentang ajakan Aldi untuk makan, Pak Tarman enggan untuk ikut dengan mereka.


Aira sedang menguncir rambut putrinya yang panjang dan lembut tersebut seraya mengajaknya ngobrol.


"Bunda hari ini kita makan di restoran ayam goreng lagi yah."


"Hm kamu ini setiap hari makan ayam goreng apa ngak bosan?"tanya Aira masih menyisir rambut putrinya.


"Ngak dong, setiap hari Alia juga bosan makan ayam gorengnya."


"Hm sayang, ngomomg-ngomong bagaimana sekolah kamu?"tanya Aira.


"Alia senang Bunda sekolah di sana ada dek Farel dan Abang Ghael, juga Alita dan teman-teman yang lain."


"Tapi Bunda Alia sering di ganggu oleh Bagas, Bunda, dia anak yang nakal dan suka nakut-nakutin Alia dan anak anak yang lainnya dengan mainan ular-ularan, pokoknya Alia suka di gangguin sama Bagas, untung ada bang Ghael yang selalu melindungi kami, meski harus berantem sama Bagas tapi bang Ghael tak pernah kalah," tutur Alia dengan polos.


"Ehm gitu ya? Bagas itu siswa kelas dua SD ya?"tanya Aira.


"Iya Bunda, dia suka gangguin anak-anak yang lain Bunda, tapi paling suka gangguin Alia," keluh Alia.


"Kalau Alia sering di gangguin sama Bagas, Alia lapor sama ibu guru saja ya, nanti kalau ia mengganggu Aira berlebihan, baru Bunda yang akan melapor ke kepala sekolah." Aira.


"Nanti Alia lapor pada Ayah saja," keluhnya.


"Ngak usah, nanti ayah khawatir sayang, nanti Alia di suruh sekolah di rumah."


"Hm, gitu ya Bunda." Alia.


Saat tengah asik mengobrol mereka mendengar suara mobil yang berhenti tepat di depan rumah mereka.


"Bunda itu ayah sudah datang!" Seru Alia bersemangat sekali, ia langsung meloncat dari kursi meja riasnya kemudian langsung berlari menuju pintu.


Alia langsung membuka pintu yang memang tak di kunci, "Ayah!"namun tiba-tiba mulutnya menjadi bungkam ketika melihat seseorang yang bukan ayahnya.


"Hai," sapa pria tampan yang berusia sekitar 30 tahun tersebut.


"Om siapa?"tanya Alia dengan suara yang melemah.


Aira keluar dari kamarnya dan melihat putrinya seperti mematung.


"Siapa sayang?!" Tanya Aira yang langsung menghampiri mereka.


"Enggak tahu Bunda,"sahut Alia,ia pun berbalik arah mendekat kearah Aira.


"Selamat Malam,"ucap letnan Airlangga ketika Aira berada di hadapannya.


"Oh... letnan silahkan masuk," ucap Aira seraya membuka daun pintu lebih lebar.

__ADS_1


"Terima kasih." Letnan tersebut langsung masuk dan duduk di atas kursi jati yang ada di ruang tamu.


Aira merasa sungkan, ia tak biasa berbasa basi apalagi dengan atasannya.


"Silahkan duduk letnan, saya bikin minum dulu."


"Iya terima kasih," ucap letnan tersebut dengan mengulas senyum manis.


Aira menuju dapur untuk membuat minuman, ada rasa cemas dalam dirinya atas kehadiran letnan tersebut, pasalnya ia tak tahu bagaimana caranya menolak lamaran atasannya tersebut, tanpa menyinggung perasaannya hingga tak berdampak pada pekerjaannya.


Alia datang menghampiri Aira, "Bunda katanya Ayah yang menjemput kita, tapi kenapa om itu yang datang?"tanyanya dengan wajah yang cemnerut.


"Sayang ngak boleh gitu,kita harus menghormati tamu yang datang, apalagi itu atasan Bunda, jaga sikaf kamu ya,anak pintar harus bersikaf sopan terhadap siapa pun,"nasehat Aira pada putrinya.


" Tapi Bunda, Alia mau makan malam bersama Ayah, kalau Om itu ada disini nanti kita tak jadi pergi," ungkap Alia.


Aira baru teringat akan Aldi, "Bagaimana jika mas Aldi bertemu dengan letnan Airlangga ya, mas Aldi kan cemburuan," guman Aira.


Iya pun membawa nampan yang berisi minuman hangat.


Aira menuju ruang tamunya dan di sana letnan Airlangga sedang ngobrol bersama ayahnya.


"Silahkan di minum letnan," ucap Aira seraya menyodorkan minuman tersebut keatas meja.


"Terima kasih, jika tidak sedang bertugas jangan panggil Letnan, panggil mas atau abang juga boleh, tutur letna tersebut seraya menyungging kan senyum manisnya hingga memperlihatkan kedua ginsul yang membuat wajahnya terlihat semakin manis.


"Maaf letnan, saya lebih nyaman


"Ehm, baiklah tapi jika sudah menjadi suami, harus terbisa ya?"imbuh letnan tersebut seolah yakin.


Aira tersenyum simpul kemudian menundukkan wajahnya.


Pak Tarman merasa senang dengan kehadiran Airlannga.


"Jadi letnan serius ingin melamar anak saya?"tanya pak Tarman.


"Serius Pak, saya dan putri Bapak jarang sekali bertemu, namun saya sangat tertarik dengannya, jadi karna kami bekerja di institusi yang sama dan sama-sama sibuk juga, saya tak ingin menunda waktu, mengingat unmmur saya yang juga sudah matang untuk menikah," papar lernan tersebut dengan berwibawa.


Benar sekali Nak, apalagi Aira pernah gagal dalam menjalani rumah tangganya, saya juga ingin Aira mendapatkan jodoh yang baik, menjaga dan melindunginya," papar Pak Tarman.


Letnan Airlangga mengerutkan dahinya.


"Jadi kamu sudah pernah menikah?"tanya letnan tersebut pada Aira.


"Iya letnan dan saya punya seorang putri sekarang," papar Aira ia sengaja berkata jujur agar letnan tersebut mengurungkan niatnya unruk melamar dirinya.


Letnan tersenyum, "Ngak apa kok, saya tidak mempersalahkan status kamu," ujarnya lagi.

__ADS_1


Aira semakin kaget,ia tak tahu bagaimana caranya menolak lamaran letnan tersebut dengan cara yang halus.


Syukurlah jika anda tak mempersalahkan status putri saya, jika memang anda serius saya akan memikirkan nya lagi,"  papar Pak Tarman.


Aira membulatkan bola matanya melihat kearah pak Tarman.


Ia tak percaya jika ayahnya memberi harapan pada atasannya tersebut.


"Baiklah jika begitu saya tunggu kabar baiknya pak, dalam beberapa hari lagi saya akan kembali kemari,untuk menanyakan keputusannnya." Letna Airlangga.


Letnan Airlangga beranjak dari duduknya, kalau begitu saya permisi ya Pak," ucap letnan tersebut seraya menjabat tangan pak Tarman.


Setelah berjabat tangan dengan pak Tarman, letnan tersebut menjabat tangan Aira dan Alia.


Alia menerima uluran tangan dari sang letnan dengan wajah yang cemberut dan bibir yang mengkerucut.


***


Aldi tiba di rumah itu dan melihat ada mobil yang terparkir karna mobil tersebut berplat khusus dinas, Aldi bisa memastikan siapa yang menjadi tamu Aira malam ini.


Aldi tak langsung masuk, ia menguntit dan mendengarkan apa yang di bicarakan oleh Airlangga terhadap calon istrinya.


Aldi sedikit kecewa mendengar penuturan pak Tarman yang seolah telah memberi lampu hijau kepada letnan tersebut.


Aldi kembali mendekati mobilnya ketika letnan Airlangga keluar dari rumah tersebut.


Dengan hormat Pak Tarman mengantar kepergian letnan tersebut hingga menuju pintu.


Melihat Aldi sudah berada di depan rumahnya, wajah ceria pak Tarman yang sebelumnya ceria, menjadi cemberut karna kehadiran Aldi hingga membuat Aldi menjadi insecure.


Letnan meninggalkan rumah tersebut menuju mobilnya dan bertemu Aldi yang sedang menghadang mobilnya.


"Maaf mobil anda di pinggirkan terlebih dahulu, karna mobil anda menghalangi mobil saya yang hendak keluar," ucap Letnan tersebut secara tegas seperti sedang bicara pada bawahannya.


Aldi terpaksa masuk kedalam mobilnya untuk mundur dan memberi jalan pada letnan tersebut untuk keluar.


Aira mendekati pak Tarman," Pak kok bapak langsung setuju dengan lamaran pak Tarman sih? Aira sudah punya calon Pak," dengus Aira seraya menyilangkan kedua lengannya di dada.


"Siapa calon kamu Aira,Aldi? Bukannya dua kali sudah umia menyia nyiakan kamu,bukannya bapak ikut campur, tapi bapak tidak suka saja jika kamu rujuk kembali, bagaiman jika ia kembali menceraikan kamu lagi, jika kalian menikah, bapak hanya tak ingin kamu jatuh dalam lubang yang sama untuk kedua kali, " ungkap pak Tarman.


"Tapi pak, Aira hanya mencintai mas Aldi, Alia juga, kami hanya ingin menyatukan rumah tangga kami pak,karna kini kami sudah memiliki Alia,"papar Aira.


"Sudahlah yang jelas bapak tak setuju." pak Tarman langsung masuk kedalam kamarnya.


Aira langsung menitikan air matanya begitupun Aldi yang tak sengaja mendengar obrolan mereka.


"Ya Tuhan kenapa jadi semakin sulit untuk kami bersama, "batin Aldi.

__ADS_1


He he he, kalian dukung Aira dengan Aldi apa dengan letnan Airlangga genks, jangan lupa like dukungannya ya, vote sekalian.


He he author bayak maunya, maaf untuk sementara Author hanya bisa up dikit mungkin awal bulan lagi bisa double up atau crazy up.


__ADS_2