Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Temukan Bahagia


__ADS_3

Bagas mondar-mandir di depan ruang operasi. Sudah berkali-kali ia menghubungi orang tuanya, mau pun orang tua Alita.


Namun tak satu pun ada yang menggangkat telpon darinya.


'Huh! kemana sih mereka semua, " dengus Bagas.


Maklum saja Dasti tengah sibuk berbelanja sementara Doni mengarahkan orang-orang yang sedang memasang tenda untuk acara tujuh bulanan cucu mereka .


Hal yang sama pun terjadi pada Nina. Mereka sibuk menyiapkan selamatan tujuh bulanan cucu mereka. Hingga suara hand phone yang ada di kamar pun tak terdengar.


Bagas semakin gelisah. sebentar duduk sebentar berdiri. menanti kabar daru istrinya yang berada di ruang operasi.


Sambil menunggu tak lupa ia berdoa agar anak dan istrinya selamat.


Detik-detik berlalu terasa begitu meneganggkan. baru kali ini Bagas menghadapi situasi menegangkan seperti ini.


Berkali kali-kali ia menghempas nafasnya dengan kasar.


Sudah satu setengah jam menunggu dalam keadaan yang mencekam. Kini lampu panel yang ada ruang operasi telah padam.


Tapi Bagas tak mendengar ada suara tangisan bayi.


Hatinya semakin gelisah. pikirannya sudah kacau. pikiran jahat pun mengusik ketenangan Bagas. Ia semakin mengkhawatirkam keadaan Alita dan bayinya


Kreak.. tiba-tiba pintu ruang operasi terbuka lebar.


Bagas buru-buru menghampri petugas yang keluar dari kamar operasi.


"Bagaimana keadaan istri dan anak saya?" tanya Bagas.


"Alhamdulilah. Istri dan anak-anak anda sehat. Istri anda sedang menjalani masa observasi pasca melahirkan. begitupun putri-putri anda yang harus di masukan ke dalam inkubator," papar petugas medis tersebut.


" Alhamdulilah mereka selamat, Jadi anak saya kembar perempuan ? " tanya Bagas dengan bahagia.


"Iya Pak selamat ya. "Kalau begitu saya permisi dulu.


"Ehm silahkan." Bukan main senangnya hati Bagas saat itu. Suatu berita baik ia dan istrinya di karunia bayi kembar.


Bagas kembali menelpon orang tua dan mertuanya untuk memberi kabar bahagia tersebut.


"Hallo Assalamualikum, Ma." Bagas.


"Iya Wa'alaikum sallam Gas. Ada apa?" tanya Dasti.


"Ma, Alita sudah melahirkan. melalui operasi cesar. Mama segera kemari ya ma,aku ngak tahu nih harus bagaimana " pinta Bagas dengan perasaan bahagia.


"Apa? ! Yang benar Gas! kenapa kamu ngak mengabari mama sebelum nya Gas!" omel Dasti.


"Aduh Ma. coba lihat panggilan tak terjawab,sudah berapa kali Bagas telpon mama dan Papa, tapi satupun tak ada yang menggangkat," dengus Bagas.


"He he, mama lagi sibuk Gas. Padahal malam nanti mama sudah undang ibu-ibu pengajian. Ya sudah mama kesana sekarang. " Dasti.


***


Mendengar berita tersebut Dasti buru-buru menghampri suaminya.


"Pa!Papa!" seru Dasti memanggil Doni dari dapur hingga ke teras rumah mereka.


Doni menoleh kearah suara yang berisik memanggil namanya.


Karna risih ia pun turun dari anak tangga.Saat itu Doni tengah memasang lampu pada tenda.


"Ada apa sih Ma?! ngak lihat apa papa lagi manjat?! " dengus Doni.


"Ih sudahlah cepat sedikit turunnya . Sekarang papa bersiap karna kita harus ke rumah sakit sekarang! " Dasti.

__ADS_1


"Ngapain ke rumah sakit. Mau periksa tensi darah mama yang naik lagi ? ngomel terus sih!" dengus Doni lagi.


"Ih Papa bukan waktu nya bercanda. Alita sudah melahirkan! Ayo sekarang kita kerumah sakit!" Dasti.


"Hah. Sudah melahirkan?!" Doni


"Lalu apa gunanya kita buat selamatan untuk tujuh bulanan ini?! " Doni


"Sudalah Pa. kita ganti saja selamatan tujuh bulanan -nya jadi selamatan kelahiran cucu kita. "Dasti


"'Iya Ma. Papa bilang pada warga yang sudah membantu kita dulu." Doni


"Tapi ngomong-ngomong cucu kita perempuan atau laki-laki Ma?" Doni.


Dasti binggung, karna panik ia sampai lupa menanyakan jenis kelamin cucu mereka.


"Eh bentar Pa, Mama telpon Bagas dulu, lupa nanya Bagas, anak mereka perempuan atau laki-laki." Dasti.


Dasti coba menghubungi Bagas kembali namun telponnya di alihkan.


Saat itu Bagas juga sedang mengabari Nina tentang kelahiran cucu mereka yang tak terduga.


Nina yang tengah sibuk dengan persiapan acaranya segera meninggalkan para tetangga yang tengah membantunya meyiapkan hidangan untuk acara selamatan.


Acara tujuh bulanan pun batal.


***


Alia Aldi dan Ghael masih menanti kan Aira membuka matanya. Mereka terus-terus saja memanggil Aira dengan lirih.


"Bunda sadar Bunda, " ucap mereka swcara silih bergantu.


Aira sudah sadar dan membuka mulai matanya matanya dengan perlahan.


"Bunda, akhirnya Bunda sadar! cetus ketiganya dengan bahagia.


Aira mengedarkan matanya memandang je sekeliling.


"Ehm, Dimana ini?"tanya lirih.


"Bunda ada di ruang ICU Bunda,setelah melahirkan putra kita, " ucap Aldi sambil mencium kening Aira.


"Melahirkan Yah? "


"Iya Bunda baru saja melahirkan putra kita." Aldi.


Ghael dan Alia masing'masing meraih tangan Aira dan menggenggam nya


Aira terlihat binggung beberapa saat.


"Ehm dimana Alia Yah? bagaima keadaannya? " tanya Aira yang masih belum sadar sepenuhnya.


Bunda, hiks hiks ini Alia Bun, Alia baik baik saja, ucap Alia sambil menangis mencium tangan sang ibunda


Aira melirik ke arah Alia, ia pun tersenyum.


"Kak, Kakak bagaimana? kakak sudah selesai menjalani operasi? " tanya Aira dengan begitu lirih.


"Hiks hiks Hiks, ia Bunda, Alia sudah melahirkan seorang bayi laki-laki yang tampan melalui operasi cesar, hiks hiks hiks. " Sahut Alia haru, merasa haru melihat Aira yang terlalu mengkhawatirkan nya.


'Syukurlah Nak. Bunda sangat menghawatir keadaan kamu," ucap Aira lirih Ia pun mengangkat tanganya untuk menjangkau Alia.


Alia langsung menyambut tangan sang bunda dan mencium punggung tangannya.


"Bunda ngak peelu khawatir akan Alia bunda. Alia baik-baik saja. Bunda juga harus segera sehat, kasihan sama adik yang baru di lahirkan hiks hiks."

__ADS_1


Ghael menghampiri istrinya".Sudah Sayang jangan mangis lagi. Bunda sekarang sudah sadar, Ucap Ghael sambil menghapus air mata Alia.


"Yah Bunda ingin lihat cucu dan anak kita Yah.Dimana mereka?" tanya Aira lirih.


"Ada Bun. Bunda pulih kan dulu kesehatan Bunda. Biar kita secepatnya bisa beekumoul dengan anak cucu, saudara-saudra dan ipar-ipar kita, " ucap Aldi memberi semangat. "


"Iya Yah. " sahut Aira lirih.


"Ayah panggil dokter dulu untuk meneriksa keadaan Bunda. " Aldi.


Beberapa saat kemudian Aldi kembali dengan seorang dokter dan perawat.


Setelah di peeiksa keadaan Alia mulai membaik. Tekanan sarahnya pun sudah mendekati normal.


"Keadaan pasien seperti mulai membaik, mungkin besok sudah bisa di pindah kan keruang perawatan." Dokter.


"Alhamdulilah," seru mereka semua dengan bahagia.


Mereka sudah tak sabar kembali berkumpul bersama lagi. Apalagi kini anggota keluarga mereka sudah bertambah dua orang.


Setelah memastikan keadaan Aira baik-baik saja, Ghael membawa istrinya kembali ke ruangan perawatan.


Alia sudah merasa lega karna mereka semua bisa kembali berkumpul.


Hal tak terduga kembali terjadi ketika hendak memasuki kamar Ghael dan Alia melihat Bagas yang baru keluar dari ruangan yang ada di hadapannya.


Mereka pun sama-sama kaget karna bertemu di sini.


"Loh Gas? kamu ada di sini? " tanya Ghael.


"Iya Alita baru saja keluar dari ruang operasi dan di rawat di ruangan ini. "


"Alia kamu sudah melahirkan? " tanya Bagas ketika melihat Alia yang duduk di kursi roda dengan wajah yang pucat dan mata yang sembab.


"Iya. wah kok bisa bersamaan ya. Padahalkan aku yang hamil duluan," cetus Alia.


"IYa aku juga panik, Alita ngak pernah periksa kandunganya, eh tahu-tahunya ternya dia hamil anak kembar, dan bayi kami terlahir prematur, " papar Bagas dengan bahagia.


"Wah, hebat kamu Gas. Bisa bikin dua sekaligus. mesti belajar dari kamu nih, aku juga pingin punya anak kembar. "cetus Ghael dengan nada bercanda.


"Selamat ya Gas, sampaikan salam sayang ku untuk Alita. " Aira.


"Tapi ngomong-ngomong, anak kalian laki-laki atau perempuan?" tanya Alita.


"Alhamdulilah, perempuan dua-duanya. " Bagas.


"Kalau kalian? "tanya Bagas balik.


"Alhamdulilah laki-laki, selain dapat anak, kami juga dapat adik laki-laki lagi. " Bagas.


"Wah sama juga kalau begitu yah. dapat dua juga." Bagas.


Mereka pun tertawa kecil.


"Ehm, aku permisi dulu, Alia harus ber istirahat . Selakali lagi selamat buat kalian yah, " ucap Ghael sambil menyodorkan tangannya ke arah Bagas.


"Kalian juga selamat ya. semoga jadi anak-anak yang soleh dan berbakti," ucap Bagas tulus


"Amin, "sahut Ghael dan Alia.


"Anak -anak kalian juga Gas, semoga jadi putri-putri yang sholeha dan berbakti pada orang tuanya. " Ghael.


"Aamiin. " Bagas.


Mereka pun kembali masuk ke ruangan masing-masing.

__ADS_1


Bersambung dulu ya guys.


__ADS_2