Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Pertemuan yang mengharukan


__ADS_3

Setibanya mereka di gedung perkantoran Aldi, kaki Aira terasa lemas, ia tak tahu apa yang terjadi jika ia bertemu Aldi, apakah Aldi masih yang dulu, atau Aldi sudah berubah, yang jelas tatapan kebencin Aldi enam tahun yang lalu masih tergambar jelas di memori ingatannya.


Alia turun dari mobil dengan penuh semangat,"Bunda ini kantor ayah?"tanyanya.


"Iya sayang." ucap Aira.


"Yey!", ucapnya seraya melompat kegirangan.


Aira menggenggam tangan Alia untuk menaiki anak tangan, langkah anggunnya mencuri perhatian karyawan di kantor tersebut.


Tentu saja kebanyakan mereka mengenal Aira, enam tahun yang lalu sebagai istri Aldi.


Metamorfosa tergambar jelas pada sosok wantita cantik yang memiliki tubuh molek tersebut.


Dari seorang gadis imut, sosoknya kini menjadi wanita dengan kecantikan yang luar biasa.


Aira mengenakan span hitam selutut, dengan kemeja putih. gayanya kini mirip seperti wanita karir.


Selamat pagi Bu, sapa seseorang karyawan ketika berpapasan dengan Aira.


"Selamat pagi," sahut Aira seraya melempar senyum ramahnya.


Aira menaiki lift untuk menuju kantor Aldi. matanya mengedar ke sekeliling melihat pemandangan sekitar yang tak banyak berubah.


"Bunda benda bergerak ini, apa namanya? Alia takut Bunda," ujarnya seraya memeluk Alia.


"Ini lift sayang, ngak apa, ada Bunda yang akan menemani kamu," ucapnya seraya menggangkat tubuh Alia kemudian di gendongnya kembali.


Beberapa detik berlalu pintu lift terbuka ketika lampu panel menyala menunjukan lantai yang mereka pijaki saat itu.


Aira menurunkan Alia, kemudian menggandeng tangan gadis tersebut menuju meja sekertaris Aldi.


"Selamat siang mbak Sinta,"sapa Aira pada sekertaris Aldi yang sudah sangat ia kenal.


Sinta melepaskan ballpoinnya ketika melihat sosok cantik dan anggun di hadapannya.


"Bu Aira?"tanya Shinta kaget ia pun menyodorkan tangan ke Aira kemudian memeluknya, mereka pun cupika-cupiki.


"Apa kabar Mbak Shinta?"tanya Aira.


"Baik Bu, ini siapa ?"menunjuk gadis kecil yang ada di hadapannya.


"Ini putri saya."Aira.


"Sayang ayo salim tante,"ucap Aira kepada Alia.


Alia meraih tangan Shinta kemudian mencium punggung tangannya.


"Pintar, siapa nama kamu sayang?"tanya Shinta.


"Reyna Alia tante,"ujar nya sambil tersenyum manis.


"Oh, namanya mirip sama pak Aldi, wajahnya juga Bu,"ucap Shinta seraya mengelus pipi mulus Alia.


"Iya Mbak namanya juga anaknya, "cetus Aira seraya tersenyum.

__ADS_1


"Oh ya Mbak, pak Aldi ada di ruangannya?"tanya Aira.


"Aduh maaf sekali Bu, sudah dua hari pak Aldi tak datang kekantor, katanya sih ada urusan, "ujar Shinta.


Aira melihat wajah kecewa di wajah Alia matanya pun memerah seperti hendak menangis, karna menahan kecewa.


Aira berjongkok seraya menatap wajah putrinya.


"Maaf sayang, hari ini kita tak bisa menemui ayah, ayah sedang tak berada di ruangannya." ucap Aira matanya mulai berembun melihat wajah putrinya yang mengkerucut.


Aira meraih tubuh Alia, "Sayang, mungkin tidak hari ini Alia bertemu Ayah, mungkin besok, tapi kamu tenang saja kita sudah berada di kota yang sama dengan ayah, kapan-kapan Bunda bisa mengantar kamu ketemu ayah, papar Aira seraya mengusap punggung putrinya.


Hiks, hiks, hiks, padahal Alia sudah ngak sabar ingin bertemu dengan ayah, hiks hiks hiks," tetes air mata Alia terasa mengalir di bahu Aira.


Aira pun ikut meneteskan air matanya, ia tak tega melihat kekecewaan pada putrinya.


"Besok Bunda antar kamu kesini lagi ya, mungkin ayah besok sudah masuk kantor, sekarang kita pulang dan istirahat," ucap Aira parau karna menahan tangisnya.


"Iya Bunda,tapi besok Bunda janji ya antar Alia bertemu ayah, Alia udah ngak sabar untuk kasi hadiah ini," ucapnya seraya menunjukan lukisan yang di buatnya.


"Iya Sayang," jawab Aira seraya menyapu sisa air mata anaknya.


"Ngak perlu besok sayang, karna ayah ada di sini," sahut aldi yang berada tak jauh dari mereka.


Sontak perhatian mereka berdua tertuju pada arahnya datang suara.


Alia dan Aira terpana melihat Aldi, begitu pun Aldi, orang yang selalu di nantikan kehadirannya kini hadir di depan mata.


Aldi tak mampu membendung perasaannya, antara bahagia dan haru, ia pun melangkah mendekati keduanya.


"Bunda siapa Om itu?" tanya Alia.


"Dia ayah kamu sayang ayo dekati dia, kamu ingin bertemu dengannya kan?"tanya Aira.


Alia menggangguk, ia pun berlari menghampiri Aldi.


"Ayah!!! hiks hiks, hiks, " seru Alia sambil berlari menghambur memeluk Alia.


Aldi berjongkot untuk dapat menyambut tubuh munggil putrinya.


"Sayang!" ucap Aldi seraya memeluk dan mencium-cium pipi putri kecilnya, keduanya sama-sama menangis, bahkan Aldi tak sungkan menangis di hadapan karyawanya.


"Ayah hiks hiks hiks, ucap Alia, ia tak mampu berkata kata hanya mampu menangis memeluk Aldi.


Begitu pun Aldi, di dekapnya putrinya dengan perasaan sayang yang teramat sangat.


Beberapa saat mereka mengurai pelukan mereka, Aldi menatap wajah putri cantiknya seraya meraba wajahnya.


"Sayang kamu cantik sekali, "ucapnya menatap wajah Alia setiap incinya dengan air mata yang menggenang.


"Ayah, kenapa Ayah tak pernah datang menemui Alia Yah, Alia di ejek-ejek sana teman Alia karna cuma Alia yang tak punya ayah, "bibir mungil tersebut terus saja nyerocos membuat Aldi semakin gemes.


"Iya Sayang, maaf kan Ayah ya, sekarang ayah janji ngak akan meninggalkan kamu lagi, karna kamu adalah segalanya untuk ayah, " papar Aldi sambil kembali merangkul putrinya.


"Ayah janji ya ngak akan meninggalkan Alia, ucap Alia yang juga memeluk Aldi dengan erat.

__ADS_1


"Ayah janji sayang, ayah janji," ucapnya dengan mata yang berlinang, tangannya mengusap lembut rambut Alia.


"Alia sayang ayah," cetus nya.


Hiks hiks, hiks ayah lebih sayang sama kamu sayang, kamu segalanya buat ayah hiks hiks hiks."Aldi melepas pelukannya kemudian mencium pipi putrinya berkali-kali.


Heru dan Shinta ikut menitikan air mata melihat pertemuan keduanya, selama hidupnya Alia tak mengenal sosok ayah yang selamai ini ingin ia miliki, kini keinginannya itu sudah terkabulkan.


Dihadapannya sosok yang selalu ia cari dan ia nantikan, kini tengah menangis haru memeluknya.


Sejenak keduanya kembail larut dalam haru.


Tiba-tiba Alia teringat sesuatu.


"Ayah, Alia punya sesuatu untuk Ayah, ucap Alia, seraya menyodorkan gulungan lukisan yang ia buat.


"Apa ini sayang?"Aldi membuka lukisan tersebut, dan melihat lukisan putrinya tentang keluaga yang utuh.


Ayah, Alia, dan Bunda, dengan gambar tiga karakter yaitu ayah ibu dan anak,dan itu semakin membuat Aldi haru.


Mungkin itu hanya coretan tangan Alia, tapi gambaran itu merupakan harapan yang ia tuangkan melalui sebuah gambar.


"Gambar kamu bagus sayang," puji Aldi seraya mengulung kembali lukisan nya,


"Nanti ayah bingkai, ayah simpan di kantor ayah, biar semua orang bisa melihat lukisan putri ayah tersayang,"ucap Aldi.


"Iya Yah, tapi lukisan Alia jelek," sahutnya.


Ngak apa sayang, Ayah akan selalu bangga terhadap kamu, ucapnya seraya menarik tangan mungil Alia kemudian menciumnya.


Wajah bahagia terpancar pada keduanya.


Aira menitikan air mata harunya, namun ia terus menghindari tatapan mata Aldi dengan membuang wajahnya.


Aldi menggendong Alia kemudian ia membawa Alia mendekat kearah Aira.


Sementara Aira ia terus menunduk kan wajahnya mengatasi perasaannya yang bercampur baur tersebut.


Kini keduanya saling berhadapan, kerinduan Aldi semakin memuncak ketika melihat mantan istrinya kini berdiri di hadapannya.


Ingin rasanya ia memeluk Aira saat itu juga.


Aldi mencoba meraih jemari Aira dan menggenngamnya.


"Sayang, mas Aldi_" kata-kata Aldi berhenti karna Aira langsung menepis tangan nya seraya menjauh dari tempat itu.


Aldi menatap sedih kepergian Aira, ia pun bermaksud hendak menyusulnya.


"Tahan Di," ucap Heru seraya menepak bahu Aldi.


"Biar kan saja, semua butuh Proses, kamu jaga Alia biar mas Heru yang menyusulnya."Heru.


Bersambung, bagi like, kopi dan vote nya dong reader


Mampir juga di novel author terbaru yuk, dengan cerita yg lebih seru.

__ADS_1



__ADS_2