Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
khilap


__ADS_3

๐ŸŒทAwas mengandung Adegan dewasa ya, yang di bawah umur skip aja, bijak dalam memilih bacaan๐ŸŒท


Sudah tiga hari Aira mengikuti Aldi ke kantor, saat Aldi bekerja ia hanya duduk dan berbaring di atas sofa sambil memainkan handphonenya.


"Ah ku pikir berada di rumah seharian membuatku bosan, ternyata berdiam diri seperti ini justru membuatku semakin bosan," guman Aira.


Sementara Aldi Sibuk dengan pekerjaannya.


Sejak pertemuan terakhirnya bersama Edo, Aldi bahkan tak pernah meninggalkan Aira sendiri, saat ia rapat pun, Aira selalu di bawa, bahkan untuk ke kamar mandi di tempat umun, Aldi rela menunggu di depan pintu toilet hanya untuk memastikan keadaan Aira baik-baik saja.


Aldi berada di meja kerjanya sedang memeriksa berkas-berkas, sementara Aira ia berbaring di sofa dengan kaki yang diangkat pada lengan sofa sehingga membuat pakaian dalamnya kelihatan.


Karna merasa ruangan tersebut adalah ruangan pribadi milik suaminya, Aira tak canggung untuk berada dalam fose apapun apalagi pintu yang selalu terkunci sejak kehadiranya.


Aira merasa bebas sebebas-bebasnya, bahkan ia sering menggangkat kakinya ke atas meja untuk mencari posisi yang paling nyaman.


Saat ini Aira berbaring di sofa dengan kaki diangkat ke atas seperti orang yang sedang melakukan yoga.


Aldi yang sedang sibuk memeriksa berkas-berkas tiba-tiba tanpa sengaja melihat isi dalam rok istrinya yang tersibak sedikit.


Pikiran nakal mulai menghantuinya, apalagi sudah dua hari si buyung mengganggur akibat kesibukanya di kantor dan mengurusi masalah hukum sang istri, membuatnya pulang selalu larut malam karna berkonsultasi dan meninjau sejauh mana pengacara tersebut mencari bukti untuk meringgakan tuntutan istrinya.


Seperti predator yang mendapati mangsanya, Aldi berjalan mengendap mendekati Aira.


Ketika di dekati tenyata Aira memang sedang senam ia sedang menghintung.


"Delapan, sembilan,sepu_ akh," pekiknya saat Aldi mendarat bokongnya di sopa.


"Mas ngagetin aja," ucap Aira sambil menurun kan kakinya.


Pa*ha Aira kini berada di atas pa*ha Aldi.


Dengan gersit tanggan Aldi menyusup masuk kedalam segitiga pengamanya, jarinya nakal menggelitik secuil daging yang diapit dua dataran gersang tersebut.


Beberapa saat Aldi memaikan kli*to*ris sang istri hingga membuat lembah yang tandus tersebut perlahan menggenang dan menjadi sedikit becek.


Aira menggigit lembut bibir bagian bawah bibirnya, merasakan sensai yang membuat tubuhnya mengelepar merasakan sensasi nikmat luar biasa.


Aldi melepaskan segitiga pengaman Aira dengan pelan, Aira sudah pasrah matanya melihat Aldi penuh damba.


Dengan sekali tarikan, segitiga pengaman tersebut terlepas dan di biarkan tergeletak begitu saja di atas sofa.


Tangganya masih merayap menyusuri celah yang membelah lembah tersebut, dengan nakal Aldi memasukan jari tengahnya ke dalam lembah yang telah tergenang.


"Aw aw akh mas," lirih Aira sambil menggigit bibirnya.


Tangan Aldi semakin nakal, jari tersebut bergerak maju mundur secara cepat membuat tubuh sang istri mengelinjang dengan hebat.


"Akh udah mas, Aira ngak kuat lagi,ehm," guman Aira dengan mata yang merem melek.


Aldi menghentikan gerakanya ia pun menarik tissu untuk membersihkan jari tengah yang masuk kedalam lubang jahanam milik sang istri.


Aira bangkit seraya merapi kan pakaianya.


Aldi membuka pakaian penutup bagian bawahnya dan membiarkanya tergeletak begitu saja di atas lantai.


Dengan cepat ia mendaratkan dengkulnya diatas sofa sementara tanganya membuka lebar pangkal pa*ha Aira agar sang buyung bisa menerobos masuk tanpa halangan sedikit pun.


"Mas," Aira mendorong tubuh Aldi untuk mencegahnya.


"Kenapa kita ngak melakukanya di rumah saja Mas?"


"Ngak bisa sayang udah kepepet' yok, ngak lama kok sayang," bujuk Aldi sambil mendorong si buyuk masuk kedalam goa.


"Akh, ekm" lengkuh Aldi terdengar lirih, saat dirinya berhasil mendorong si buyung masuk menuju palung terdalam milik sang istri.


Tubuh Aira bersadar pada sofa sehingga Aldi dengan bebasnya mengayunkan gerakanya.


Tangan Aldi perlahan menyusup pada pangkal pa*ha Aira sambil menggetarkan biji kecambah milik sang istri, membuat tubuh Aira mengeliat menahan rasa nikmat yang tercipta dari gerakan nakal sang suami.


Satu persatu Aira melepaskan kancing kemeja Aldi, seiring dengan lengkuhan yang tanpa sadar keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Aira menyibak kemaja Aldi dan melemparkanya kearah sembarangan, dengan lembut ia menyesap leher sang suami.


" Akh," kali ini suara lengkuhan terdengar dari mulut Aldi saat Aira menyesap lembut leher yang putih dan mulus milik sang suami.


Tak puas dengan satu fose Aldi mencambut senjata dan duduk di sofa, kemudian ia meminta Aira agar berada di atas tubuhnya.


Dengan tubuh yang sedikit terguyung karna gemetar, Aira menuruti perintah Aldi.


Clup...


si buyung kembali tercelup dalam hole in the dark miliknya๐Ÿ˜†.


Aldi melepas semua penghalang antara mereka, hingga tak satu pun benang yang melekat pada tubuh keduanya.


Kali ini giliran Aldi yang menunjukan kebuasanya, ia menyesep dan mengigit lembur kedua bukit yang berguncang akibat gempa lokal tersebut.


Keadaan semakin panas, keduanya sudah bermandi keringat namun permainan belum juga usai.


Aira masih menari di atas tubuh Aldi dengan gerakan turun naik, sementara Aldi membenamkan wajahnya pada gundukan kenyal milik istrinya, lengkuhan pun terdengar saling sahut menyahut, mereka memejamkan mata menikmati perburuan kli*maxnya, namun saat semua rasa memuncak, tiba-tiba terdengar ketukan pintu yang membuyar kan konsentrasi.


Peluru yang hampir saja di tembakkan tersebut, kini tertahan oleh suara ketukan pintu yang sangat keras.


"Aldi..Aldi..." teriakan Heru membuat Aira melepaskan cengramannya kepada Aldi, ia pun hendak bergegas menyudahi kegilaan mereka tersebut.


"Tunggu Aira selesaikan dulu sedikit lagi."


Aldi menarik tangan Aira.


"Tapi Mas, itu suara mas Heru, ngak enak ah" Aira mencoba mengenakan kembali pakainya.


"Ah biarin saja, kita sekesaikan dulu kamu mau Mas Aldi tersiksa karna ngak keluar?"


Aldi menarik tangan Aira dan kembali mendudukanya kemudian ia menyuruh Aira untuk memutar tubuhnya, sehingga ia bisa memasukan si buyung dari arah belakang.


Aira binggung atas perlakuan Aldi, karna mereka sebelumnya tak pernah melakukan adegan seperti itu.


Aira membiarkan Aldi melakukan aksinya, gerakan Aldi semakin cepat menghantamnya dari arah belakang, tapi ternyata gerakan tersebut berhasil membuat Aira memekik nikmat, apalagi gerakan ekspres terjadi saat tanggan Aldi tak berhenti mere*ma*s kedua gundukan kenyal tersebut.


"Akh,"suara lengkugan dan ******* serta nafas yang saling memburu kembali terdengar saling sahut menyahut, mereka tak lagi memperdulikan suara ketukan pintu dari arah luar, keduanya semakin menikmati gaya baru tersebut.


Sementara di luar Sinta sekertaris Aldi berniat untuk masuk ke dalam ruangan presiden direktur tersebut, untuk mengantar makan siang si bos.


"Ada apa pak?" Tanya Sinta pada Heru.


Heru kaget mendapat pertanyaan yang tiba-tiba, ia pun menghentikan aksinya dan beralih duduk di depan meja sekertaris Aldi.


"Semenjak pak Aldi membawa istrinya kemari, ruangan ini memang selalu terkunci pak," ujar Sinta.


"Iya tapi ngak segitunya juga, apa ngak bisa melakukanya di rumah saja," dengus Heru yang curiga akan perbuatan nakal adiknya tersebut.


"Tunggu saja sampai mereka selesai, paling lama setengah jam," ucap Sinta sambil mengulum senyumnya.


Tatapan Sinta tak lepas dari pria ganteng yang terkesan dingin tersebut, sudah lama ia menyukai Heru, namun sepertinya Heru tak punya rasa yang sama terhadapnya.


"Oya Sinta aku sampai lupa, ini ada undangan untuk kamu, minggu ini aku menikah," ucap Heru sambil menyerahkan undangan tersebut.


Sinta meraih undangan langsung dari tangga Heru, hatinya sedikit cemburu.


*Beruntung sekali wanita yang bisa menikah dengan lelaki seperti pak Heru, selain baik dan lembut, pak Heru bukanlah pria yang jelalatan jika melihat perempuan cantik, ah andai saja aku sebentung wanita tersebut,* gumannya dalam hati.


Dengan sabar Heru menanti pintu tersebut terbuka, namun setelah dua puluh menit menunggu, pintu belum juga terbuka.


Heru menggeleng kepala sambil melirik kearah jam tangannya, ia merogoh tas untuk mencari hand phonenya.


Sementara di dalam ruangan.


Satu hentakan terakhir , akhirnya bisa membuat Aldi melakukan pelepasan, hingga mengucurkan lahar hangat dan berlendir pada bagian intim milik istrinya.


Aldi menarik beberapa lembar tisu yang berada di samping nya untuk mengelap cairan tersebut pada organ intim Aira agar tak jatuh dan menetes di atas lantai, kemudian ia kembali menarik tisue untuk membersihkan milik pribadinya.


Dengan segera Aira berjalan menuju toilet yang ada di ruangan tersebut, ia pun membersihkan kotoran dan bekas keringat pada tubuhnya dengan mandi wajib.

__ADS_1


Sementara Aldi kembali mengenakan busananya, setelah cukup rapi ia pun berjalan mendekati pintu dan membukanya.


Heru merasa lega karna pintu telah terbuka, dengan hati yang sedikit dongkol Heru langsung masuk keruangan Aldi mencari kunci mobil.


"Mana kunci mobil Di?" Tanya Heru sambil membongkar kotak kecil tempatnya biasa menaruh kunci.


"Oh sama Aira mas, tadi aku suruh Aira pegang kuncinya."


"Lalu Aira di mana?" Tanya Heru sambil membalikan badan menghadap Aldi.


"Aira di toilet sedang mandi kayaknya," sahut Aldi sambil nyengir.


"Ya salam," ucap Heru sambil menepak jidatnya.


"Apa kalian ngak bisa melakukanya di rumah saja Di?" Dengus Heru kesal.


"Hehe di rumah ngak sempat mas," sahut Aldi sambil nyengir.


Heru hanya geleng-geleng kepala.


"Aduh mana gue buru-buru lagi, " dengus Heru kembali, ia mengusap kepalanya dengan kasar sembari menghempaskan nafas beratnya.


"Emang ada apa sih Mas?" Tanya Aldi heran.


"Mama sama papa sudah ada di bandara Di, Mas Heru mau jemput mereka, mana mobil mas Heru di bawa sama Wawan" papar Heru.


"Oh kenapa ngak bilang dari tadi sih?" Tanya Aldi.


"Akh bilang juga percuma kamu lagi asik-asikan dengan istrimu, mana bisa di ganggu," dengus Heru kembali.


Aldi kembali nyengir melihat Heru yang terlihat dongkol.


Tak berapa lama Aira keluar dari toilet dengan rambut yang masih terlihat basah.


Dengan malu-malu ia mendekati keduanya sementara ia melihat wajah Heru yang terlihat kesal.


"Aira kunci mobil mana?" Tanya Heru sambil menadahkan tanganya.


Aira merogoh tas ranselnya ia mencoba meraba kunci di antara peralatan make up yang ada di tasnya.


Setelah merogoh pada dasar tasnya ia pun berhasil menarik kunci dan mengeluarkanya.


"Ini mas kuncinya," ucap Aira sambil menaruh kunci tersebut pada telapak tangan Heru.


Dengan segera Heru menggenggam kunci teesebut dan hendak berlalu.


"Eh Mas Heru! Mas Heru mau kemana?" Tanya Aira.


Heru berhenti dan memalingkan wajahnya, "Mau jemput mama dan papa," sahut Heru.


"Aira ikut ya?" Tanya Aira sambil berlari kecil menghampiri Heru.


"Kenapa ikut? Kenapa Aira ngak disini saja jagain Aldi?"canda Heru.


"Ngak ah, ntar Mas Aldi khilaf lagi," cetusnya sambil menutup mulutnya.


Aldi terbengong mendengar penututan istrinya, ia kembali memasang wajah polosnya.


"Ah Aldi nya khilaf, tapi kamunya juga mau kan?" Tanya Heru menggoda Aira.


"Ops," Aira menutup wajahnya sambil tertawa kecil.


"Sudah, ayo," ucap Heru sambil berlalu.


"Dah mas Aldi Aira pergi duluya, muach" Aira melempar kissbye pada Aldi, kemudian ia memutar tubuhnya dan menggandeng mesra tangan Heru.


"Dah sayang hati-hati." Aldi.


Aldi membalas kissbye sang istri dan memperhatikan punggung Aira yang telah menghilang di balik pintu.


"Akh Aira setelah kau puas dengan diriku kini kau tinggalkan aku sendiri." Aldi

__ADS_1


"Sungguh terlalu kau Aira, "timpal Author ala Rhoma irama. ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


Bersambung guys lope deh, tinggalin jejaknya nya like, komen vote dan hadiahya juga, gratis ngak nguras dompet loh๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


__ADS_2