Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Ketika sadar


__ADS_3

Aira masih duduk di samping Romeo, smentara Aldi hanya menatap tajam kearah nya, Aldi semakin geram dengan tingkah Aira, saat ia mengusap lembut rambut Romeo, sambil memanggil lirih namanya.


Aldi pun duduk di sofa yang ada di kamar tersebut, sambil sesekali memperhatikan Aira yang telah pulas tidur di samping Romeo.


Setelah Aira terlelap, baru Aldi mengangkat tubuhnya dan memindahkanya di atas sofa, ia pun berbaring samping Aira.


Aldi melihat dan menatap wajah Aira yang terlihat polos saat tertidur, ada rasa sesal di hatinya, karna meninggalkan Aira sendiri.


Tapi apa daya, ia mencintai Tari dan bukan Aira, sejenak Aldi memikirkan untuk mengembalikan Aira pada orang tuanya, tapi Aldi juga takut jika ia mendapat perlakuan buruk dari keluarganya sendiri.


Aldi pernah melihat luka yang ada di sekujur tubuh Aira, saat melihat tubuh nya penuh luka seperti itu, Aldi sampai meneteskan air matanya.


"Gue harus bagaimana yah? kadang gue kasihan dengan gadis ini, tapi jika gue ngak nikahin dia, lalu mau gue apakan, sementara minggu depan Papa sudah datang, dan ia ingin melihat calon mantunya." keluhnya pada diri sendiri.


Aira yang terbiasa tidur dengan memeluk boneka beruangnya, ia pun tanpa sadar memeluk Aldi.


Aldi kaget saat tangan Aira melingkar di perutnya.


Saat itu melihat wajah Aira yang sangat dekat denganya, hembusan nafas Aira bahkan terasa hangat meyapu wajahnya.


Dengkuran halus yang terdengar di indra pendengaran Aldi, menyiratkan betapa ia merasa lelah.


Bibir Aira terlihat menggiurkan saat itu, dan tanpa sadar ia pun menyentuh bibir itu secara pelan, agar Aira tak terbangun.


Aldi mengecup lembut bibir Aira, dan saat itu ia merasa ada desiran aneh di sekujur tubuhnya, aliran darah mengalir deras seiring detang jantung yang memompa semakin kencang.


Aldi memeluk tubuh Aira, seolah tanpa beban, gadis itu tetap tidur pulas, meski Aldi telah mencium dan memeluknya.


Aldi mengusap rambut Aira beberapa kali, kemudian ia menutup matanya, dan tertidur di samping Aira.


Doni baru tiba dari mengantar pacarnya, ia pun masuk keruang perawatan Romeo.


Dan melihat Aldi dan Aira tidur dengan posisi saling memeluk.


"Buset..., katanya ngak cinta, tapi sekalinya tidur, kayak pasangan udah halal aja," gerutunya.


"Woii, Di bangun Di," Doni mengguncang tubuh Aldi.


Aldi pun membuka mata, tapi terpejam lagi.


"Apaan sih Don, lagi PW tau," jawab nya asal, sambil menepis tangan Doni.


"PW sih PW, tapi kalian itu belum halal Di, ngak enak gue melihatnya." sahut Doni.


"Ah bilang aja loh sirik," sahutnya lagi, dengan mata terpejam, dan kali ini ia semakin erat memeluk Aira.


"Iye sih, jujur gue sirik," tukasnya menjauh.


"Nah tau sendiri loh, udah gue mau tidur, lo peluk tuh Romeo, kali aja kalau di cium sama elo, Romeo bakalan sadar, " ucapnya dengan mata terpejam.


Doni pun mendekati Romeo, ia merebah kan kepalanya di atas tempat tidur Romeo.


Beberapa lamanya ia terlelap, dan sadar saat merasa Romeo mulai mengerakan tangannya.


Romeo membuka matanya, dan melihat sekeliling nya.


ia pun melihat Doni yang tidur di samping nya.


"Don, Don," suara Romeo lirih.


Doni tersadar, "Romeo loh sudah sadar?" tanya nya.


"Gue di mana Don?" tanya nya menerjab-nejabkan matanya sambil melihat sekeliling.


"Lo di akhirat," sahutnya.


"Bearti gue dah mati Don?"


"Iye, lo dah mampus" sahut nya kesal.


"Kalau gue di akhirat, kenapa lo ada disini juga Don?" tanya Romeo lagi.


"Karna gue mau nagih coklat yang udah lo curi di ransel gue tadi pagi, ngak iklas gue," sunggutnya kesal.


Romeo tersenyum kecil.


"Iya Don, tadi nya gue mau di bawa malaikat maut, trus gue bilang, gue mau balik ke dunia, karna gue belum minta maaf ke loh Don, gue udah ngambil coklat lo, gue berikan ke Aira," paparnya santai.


"Iklasin ya Don," ucapnya lemah.

__ADS_1


"Ya kalau loh mampus terpaksa gue iklasin, tapi karna lo hidup lagi, gue mau ganti rugi, balikin coklat gue," canda Doni.


"Ya elah coklat segitu juga," sungutnya.


"Aira mana Don?" tanya Romeo yang baru teringat dengan Aira.


"Ada tuh tidur di samping Aldi, dari tadi dia jagain loh, sampai tertidur di atas kursi, dan diangkat Aldi ke sofa." papar Doni.


"Eh Rom, lo ngapain sih suka gangguin Aira? lo suka ya sama dia?" tanya Doni.


"Gangguin apa nya, justru gue ingin melindunginya," jawabnya lirih.


"Rom, sebelum loh terlanjur cinta sama Aira, mendingan lo jauhin dia, dia itu calon istri Aldi," sarannya.


"Cinta? gue ngak cinta sama Aira Don, gue kasihan aja sama dia, si Aldi tega banget, mempermainkan perasaan Aira," tuturnya lirih, karna masih dalam keadaan lemah.


Doni menyungging kan senyum sinis nya, "Ngak yakin gue, "


"Dah tidur lagi Rom, loh butuh istirahat." Doni,


ia pun tidur memejamkan matanya.


***


Pagi harinya Aira tersadar dari tidurnya, ia membuka matanya, dan seketika kaget, karna ia memeluk seseorang yang berada di samping nya.


Aira melihat pria yang berada di sampingnya kini, dan baru sadar, ternyata semalaman ia tidur bersama Aldi.


Dan lebih parahnya lagi, mereka tidur dalam posisi yang saling memeluk.


Aira menggeser tubuhnya dan seketika Aldi sadar dan menarik tubuh Aira kembali dalam dekapannya.


Aira berada begitu dekat dengan Aldi, ia mencium aroma tubuh Aldi yang tetap segar meski semalaman Aldi terlelap.


Helaan nafas Aldi terasa hangat menghembus di ubun-ubunya, Aira begitu merasa nyaman, ia pun sejenak terlarut dalam hangatnya dekapan Aldi.


Aira coba menikmati detik-detik itu yang mungkin tak kan terulang lagi dalam hidupnya, Aira sadar apa yang di lakukan Aldi itu, karna dia berada dalam keadaan setengah sadar.


Aira menatap sekelilingnya dan baru sadar, ternyata dia di rumah sakit sedang menunggu Romeo.


Aira pun bangkit dan melepaskan pelukan Aldi, ia menghampiri Romeo.


Aira duduk di samping Romeo, ia memperhatikan wajah Romeo yang terlihat pucat.


"Bang Romeo sudah sadar?" Aira berusaha meyakinkan dirinya dengan semakin mendekati Romeo, ia memperhatikan wajah Romeo, yang mencoba membuka matanya.


"Syukurlah Bang Romeo sudah sadar," Aira pun memeluk haru Romeo.


Suara Aira tak hanya menyadarkan Romeo, tapi juga Aldi dan Doni.


Aldi semakin panas tak kala melihat Aira memeluk Romeo.


"Eh Aira, bang Romeo kira bidadari surga." ucapnya menggoda Aira.


Gubrakkk.


Seketika tubuh Doni yang duduk di kursi plastik itu jatuh kelantai, ia begitu kaget mendengar ucapan Romeo barusan.


"Rom, Rom, hampir mampus aja loh masih sempat bucin," dengus nya kesal.


Sementara Aira hanya tersenyum, ia senang karna Romeo telah melewati masa kritisnya.


Doni mendekati Aldi, terlihat sekali ia sangat kesal terhadap Romeo, tatapanya tajam kearah mereka berdua.


Seorang petugas mengantar sarapan pagi bagi pasien.


Semangkok bubur sudah tersaji di atas nakas.


"Aira mengambil bubur itu, "Bang makan ya, Aira suapin," ucap Aira pada Aldi.


"Mau dong kalau Aira yang suapin," pancing Romeo, bahkan saat sakit pun masih terlintas di benak Romeo untuk mengerjai Aldi.


Romeo pun bangkit dan dengan perlahan duduk.


Aira menyuapkan Romeo dengan sabar dan sedikit demi sedikit.


"Enak ngak bang?" tanya Aira.


"Enak dong kalau di suapin Aira, jangankan bubur, pasir aja abang makan," sahutnya nya dengan sedikit nyaring, berusaha memanasi Aldi.

__ADS_1


Aldi yang melihat adegan tersebut, semakin kesal, ia mendengus kan nafasnya dengan kasar.


Aldi berdiri dan ingin menghampiri Romeo.


Melihat Aldi yang terlihat emosi, Doni pun menarik tanggan Aldi.


"Sabar Di, si Romeo lagi sakit, entar kalau dia sudah sembuh, gue bantu loh buat gebukin dia," ucapnya sambil menepuk pundak Aldi.


"Kita keluar saja Di, tinggalkan saja mereka berdua, Romeo itu semakin di lihat, semakin bikin kesal, mending kita keluar dulu, redakan emosi loh," papar Doni dan mereka pun keluar.


Aldi terus menatap Romeo yang bersikaf manja pada Aira, bahkan Aira membersihkan mulut Romeo dengan tisu tanpa sungkan.


Meski berat, ia pun akhirnya keluar, entah kenapa Aldi tak sampai hati memarahi Aira.


Saat keluar mereka melihat Nadira dan Igun berjalan menuju kamar perawatan Romeo.


"Mana adik gue?" tanya Nadira dengan emosi.


"Ada di dalam Kak, " jawab Doni.


Nadira dan Igun pun masuk kedalam dan di lihatnya Aira sedang menyuapkan bubur ke Romeo.


"Hei, siapa kamu," bentak Nadira ke Aira.


Aira kaget, tak hanya karna Nadira membentaknya, tapi juga karna ada Igun bersama perempuan yang ada di hadapanya.


"Pasti kamu kan yang membuat adik saya celaka," hentaknya lagi.


Aira hanya menangis, dan saat itu Aldi dan Doni mendengar Nadira yang sedang memarahi Aira.


Aldi dan Doni pun masuk.


"Jangan salahin Aira kak," bela Romeo.


"Ngak bisa Rom, pasti gara-gara gadis ini kan kamu sampai seperti ini, tuturnya emosi.


"Sekarang kamu pergi dari sini, dan jangan pernah gangguin adikku lagi, tuturnya berapi-rapi.


Aira pun melangkah dengan langkah gontai, saat itu tak berani melihat Igun.


Igun merasa simpati pada Aira, ia pun mengejar Aira.


Aira mendekati Aldi dan Doni, Aldi langsung merangkul Aira sambil menatap Nadira tajam.


"Ayo Aira kita pergi dari sini," kata Aldi.


"Tunggu Aira, kamu tinggal di mana sekarang?" tanya Igun.


"Aira tinggal bersama Mas Aldi kak," jawabnya lesu, ia pun langsung membalikan tubuhnya dan berjalan menjauhi Igun.


"Kamu kenal sama gadis itu ?" tanya Nadira ke Igun.


"Itu Aira, gadis yang ku temukan dan ku bawa kerumah sakit," papar Igun.


"Hah gadis itu!!"


"Rom kamu kenapa sih dekat-dekat dengan dia, kamu tuh sudah membahayakan diri kamu sendiri, pokoknya kakak ngak mau kamu bergaul lagi dengan gadis itu," ucap Nadira dengan tegas.


Romeo pun cemberut, ia tak suka jika hidupnya diatur, meski dengan kakaknya sendiri.


**


Aldi membawa Aira pulang, Aira terlihat sedih, karna ia merasa tak kan bisa bertemu dengan Romeo.


Bagi Aira Romeo adalah temanya, dan jika ia tak boleh bertemu Romeo lagi, maka sama saja ia tak punya kawan.


Sementara Aldi, ia hanya diam sambil menahan rasa kesalnya terhadap Aira.


Aldi juga ngak tega jika harus memarahi gadis itu.


Jangan lupa dukunganya.


Like


komen sebanyak-banyaknya


Vote dan hadiah juga boleh.


Mampir juga yuk di novel author yg lain.

__ADS_1




__ADS_2