Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Aira vs Aura


__ADS_3

Sinar redup mentari menyilau kan mata seseorang yang terbaring di atas lantai beralas tikar dari ayaman daun pandan..


Kerinduan kepada sang buah hati mengusik hati Rita saat melewati malam sunyi dan sendirinya.


Bulir bening perlahan menetes, membasahi pipi wanita tersebut, seharusnya saat ini ia bisa merasakan kebahagian bersama anak dan suaminya.


Namun ketika raganya sudah lelah, wajahnya sudah mulai menua, ia harus menghabiskan waktu nya di dalam penjara.


Rita kembali teringat ketika ia tertawa bahagia saat mengetahui Aira akan di penjara, bahkan tak pernah terpikir sedikit pun jika ia akan mengalami hal ini.


Terbiasa tinggal di rumah dengan fasilitas super mewah membuat Rita seperti berada di neraka dunia.


Perut rampingnya mendadak berbunyi karna sudah dari semalam ia tak makan.


Rita tak membawa apa pun saat dirinya terciduk oleh polisi, bahkan asisten dan para karyawannya juga tak mengetahui keberadaanya saat ini.


"Hei nyonya, bangun!"teriak seorang narapidana wanita dengan kasar.


Rita terperanjat kaget, seketika ia melihat wanita di hadapanya berdiri sambil bercekak pingang.


Rita bangkit dari baringnya, seketika ia berdiri dan menatap kearah wanita tersebut.


"Hei jangan sembarang kau, berteriak di depan ku, kau pikir kau siapa?!" tanya Rita tak kalah galak.


"Aku? harusnya kau tahu siapa aku, aku bos di ruangan ini,"ucap wanita itu dengan menatap tajam pada Rita.


"Cuih..., kau belum tahu siapa aku?!"ucap Rita tak kalah sombong.


"Oh kau mau adu duel ya? sini kalau berani kita berduel, " ucap wanita yang berbadan besar dan tegap tersebut.


Meski tubuhnya kecil Rita tak takut, ia berusaha menyerang wanita tersebut, namun beberapa narapidana lainya, menahan tanggan Rita, mereka pun mengeroyok Rita.


Empat orang menjambak dan mencakar Rita, ada pula yang memukul wajahnya, hingga menimbulkan luka memar di wajahnya.


Petugas sipir datang setelah mendengar keributan, melihat kedatangan petugas sipir tersebut, wanita-wanita penjahat kelas kakap itu bersikaf seolah tak terjadi sesuatu pada mereka.


Mereka menyembunyikan tubuh Rita yang terluka dengan mengelilinginya.


"Ada apa ini?"tanya sipir wanita tersebut kepada mereka semua.


"Ngak kok Bu, kami sedang bercanda saja," tutur seorang dari eman wanita tersebut.


"Awas saja jika kalian melakukan keributan lagi, jatah makan kalian akan di tiadakan," ancam sipir tersebut kepada mereka.


"Iya Bu, ."salah satu dari mereka pun menjawab.


Petugas sipir berlalu dari mereka.


Keenam wanita tersebut kembali mengelilinginya, "Eh, nyonya mungkin di luar sana kau adalah bos, tapi tidak di sini, di sini kau akan menjadi babu kami!" ucap wanita yang mengaku dirinya bos.


Rita menyeringai kesakitan," Lihat saja akan ku balas kalian!" ancam Rita.


"Hey, kasus mu itu sama beratnya sama kami-kami disini, kita akan terus bersama di sini, dan kau yang akan melayani semua kebutuhan ku, mencuci baju ku dan jatah makan mu, sebagian akan jadi milik ku!" ucap wanita tersebut sambil menjambak rambut Rita.


Rita menatap tajam kearah wanita tersebut.


"Ayo sekarang kau pijiti aku, tubuh ku serasa sakit semua," titahWanita tersebut.


"Cuih aku tak sudi!," Rita bangkit dan mendorong wanita tersebut, tapi sebelum dia memukul wanita tadi, ia sudah di hajar oleh penghuni lainya.


Tubuh Rita tergeletak, ada beberapa mewar pada wajah cantiknya.


Rita terhuyung menuju kamar mandi untuk membersihkan lukanya.


"Eh, sekalian kamu bersihkan kamar mandi dan toilet tersebut! "titah si bos wanita.


Rita menangis segegukan, ia terpaksa mengikuti perintah mereka jika tak ingin wajah cantik yang selama ini terawat menjadi bonyok karna terus di pukuli.


***


Waktu makan siang, Aldi terpaksa harus tetap berada di ruanganya, ada beberapa berkas yang harus ia periksa, selama Aira di penjara ia tak pernah fokus mengurusi perusahaanya.


Suara sol sepatu wanita yang menghentak kembali membuyarkan konsentrasi Aldi.


Kedatangan seseorang wanita yang cantik dan anggun membuatnya terpaksa menutup berkas-berkas yang sedang ia periksa.


Aldi menatap wanita cantik yang sedang berjalan berlenggak lenggok dengan pakaian minimnya.


"Hay Ray, " sapa Aura.


Aldi menaikan satu alisnya.

__ADS_1


"Kebetulan kamu kemari,.aku mau tanya sesuatu tentang mama ku," ucap Aldi.


"Tante Rita? Aku datang kesini juga mau menanyakan tentang mama mu Rey,  karna mama kamu itu sudah merancang pernikahan kita tapi ia pernah timbul dan seharusnya awal bulan depan, kita itu sudah melangsungkan pernikahan kita Ray," papar Laura.


"Apa?!tapi aku tak pernah tahu tentang hal itu!" Aldi begitu syok.


"Pernikahan sudah di rancang bulan lalu Ray, dan ini semua permintaan mama kamu, dia membujuk dan memaksa keluarga ku agar mau meresteui pernikahan kita," terang Aura.


"Itu tidak mungkin Aura, aku sudah punya istri, dan mamaku tak pernah membicarakan tentang rencana ini kepada ku, " bantah Aldi.


"Aldi, kalau kamu tak percaya, kita ke KUA, nama kamu dan nama aku sudah tercatat di sana!" Aura.


"Apa?! ini gila Aura, tak masuk akal, aku sendiri tak pernah tahu rencana ini," kilah Aldi.


"Terserah Ray, aku tidak mau tahu, kau harus menikahi ku, demi nama baik keluarga ku, dan nama baik keluarga mu juga, jika tidak aku akan melaporkan ibu mu kepolisi atas kasus penipuan, " ancam Laura.


"Tapi aku tidak bisa menikahi mu Aura, aku sudah beristri, kita batalkan saja, toh itu hanya rencana," sahut Aldi.


Laura menatap wajah Aldi, emosinya mulai terpancing, ia pun mengeluarkan bulir-bulir air mata buayanya.


"Lalu bagaimana dengan ku Ray, keluarga ku sudah mempersiapkan pernikahan kita, mereka pasti akan kecewa, dan nama baik keluarga ku juga pasti akan hancur, kami bisa di permalukan Ray," ucap Laura sambil menangis tersedu-sedu.


Aldi menghela nafas panjang, ia memijit keningnya, "Kenapa Mama selalu bersikaf seenaknya saja! sekarang masalah apa lagi ini ,"gumannya dengan kesal.


Aldi berdiri, bagaimana pun ia harus ambil keputusan secepatnya.


"Aku tak bisa menikahi mu Aura, aku tahu kau dan keluarga mu pasti berat menerima keputusan ku, Tapi aku ngak bisa berbuat apa-apa, sebelum semuanya terjadi..aku tegaskan kembali pada mu Laura, Aku tak bisa menikahi mu,"ucap Aldi tegas.


"Tapi Ray, mama kamu yang meyakinkan keluarga ku Ray, katanya kamu sudah setuju  menikah dengan ku, karna istri kamu akan di penjara, dia pun melamar ku melalui kedua orang tua ku, dan orang tua ku juga setuju karna alasan yang di berikanya itu, bahkan tanggal pernikahan kita sudah tercatat di KUA Ray," papar Aura.


Aldi mengkerutkan keningnya melihat Aira yang mulai menangis.


"Kamu harus bertanggung jawab Ray, keluarga ku sudah mempersiapkan pernikahan kita, aku ngak mau jika pernikahan ini samai batal, aku ini publik figur, jika sampai batal,.seluruh negri ini akan tahu dan akan menjadi aib bagiku," ucap Laura terbata-bata


"Aku ngak bisa nikah sama kamu, karna aku sudah punya istri, lagi pula aku tak pernah merasa melamar kamu apalagi sampai merencana kan pernikahan kita, Aneh sekali," dengus Aldi sambil memicingkan matanya kearah Laura.


"Tapi Ray, aku mohon, aku tak ingin menjadi malu karna pernikahan ini, aku bersedia untuk jadi istri kedua bagi kamu RAY, bahkan jika kamu ngak mau istri kamu tahu, kita menikah tanpa sepengetahuan nya saja,".bujuk Laura.


Aldi berdiri dengan sedikit emosinya, permintaan Laura terdengar seperti memaksakan kehendak kepadanya.


"Sekali tidak ya tidak! Hidup aku tuh sudah banyak masalah, jadi aku ngak mau menambah masalah, jadi aku minta pada mu jangan mengganggu hidupku lagi!" Ucap Aldi dengan ketus.


"Tapi Ray aku sudah terlanjur cinta sama kamu Rey, hiks."


Tidak Aldi, wanita ini begitu licik, jangan sekali kau merasa iba terhadapnya,batin Aldi.


Melihat Aldi yang hanya diam Aura memikir kan cara agar Aldi bisa bersimpati terhadapnya.


Laura mendekati Aldi dan memeluknya,."Apa kamu tega Ray, membiarkan nama baik ku hancur, aku dan keluarga ku pasti akan merasa kan malu, jika sampai itu terjadi bahkan untuk keluar dari rumah saja aku enggan, " ucapnya lirih sambil memeluk Aldi.


"Laura lepaskan Laura, sebentar lagi istri ku datang, aku ngak mau dia jadi salah paham," ujar Aldi meminta Laura agar melepaskan pemelukannya.


Tapi bukannya melepaskan pelukanya terhadap Aldi, Laura malah semakin kuat memeluk nya dan menangis semakin jadi.


Aldi gelalapan ia tak mau kejadian tersebut di lihat oleh Aira, ia pun berusaha melepaskan cengraman Aura hingga tubuh Aura terhuyung dan hampir jatuh karna kehilangan keseimbangan, tak ingin gadis itu jatuh, dengan sigap Aldi menyambar tubuhnya, tapi sepertinya Aura lebih siap lagi, secepat kilat bibirnya menyambar bibir Aldi dan semakin memeluknya erat, Aldi yang syok karna perbuatan nekad Laura terdiam untuk beberapa saat.


Aira dan Heru baru kembali dari membeli makan siang untuk mereka, dan betapa kagetnya dirinya saat melihat suaminya bercumbu dengan gadis super model tersebut.


Amarah Aira sudah naik keubun-ubun ia mengepalkan tanganya.


Laura terus mencumbui Aldi, hingga membuat Aldi tak bergeming, mantan playboy sepertinya memang sulit untuk menolak sesuatu yang menimbul kan syahwat,.meski tak membalas lum*atan bibir Laura namun tetap saja kejadian tersebut membuat Aira menjadi naik pitam.


Aira meletakan bungkusan makan siangnya, kemudian mendekati keduanya.


Dengan penuh emosi Aira menjambak rambut Aura dan menariknya menjauhi Aldi.


"Dasar perempuan mur*ahan!"cecarAira, tubuhnya yang kecil tak mengurangi keberanianya terhadap gadis yang lebih tua dari nya tersebut.


Akh, Aura meringis kesakitan.


"Berani berarinya kau mencium suami ku,"ucap Aira dengan nafas yang memburu.


"Akh lepaskan!!," teriak Aura karna merasa kesakitan akibat rambutnya di sentak-sentak oleh Aira.


Aura coba menggapai tangan Aira agar ia bisa melepaskan cengramanya.


Namun Aira memutar mutar tanganya agar tak bisa di jangkau Aira.


Setelah berusaha melepaskan cengraman dari tangan munggil Aira, Aura menegakkan tubuhnya berusaha menyerang Aira kembali,.tapi naas, sebelum melangkah Aira terlebih dahulu menendang sepatu pada bagian heel dari laura Al hasil Aura kembali terhuyung tubuhnya bersandar pada dinding.


Aira kembali menarik rambut Aura, dan Aura memberontak meminta Aira melepaskan, Aura pun mencakar lengan Aira.

__ADS_1


Aira meringis, dengan geram ia membalas cakaran pada wajah Aura, Aura mengerang kesakitan, begitu pun Aira yang meringis menahan sakit karna terkena kuku tajam Aura.


Aldi terperangah melihat keduanya berduel


Tapi melihat posisi istrinya berada di atas angin, ia biarkan saja selama duel tersebut berlangsung, selama tak berlebihan dan tak melukai salah satu di antara mereka.


Begitu pun Heru, ia tersenyum simpul melihat adik iparnya itu menghajar sipelakor.


Keduanya membiarkan kedua perempuan tersebut berduel.


"Akh akh lepas kan !!!!" Teriak Aura kembali sambil meronta.


"Aku tak kan melepaskan mu sebelum kau berjanji tak kan mengganggu suami ku lagi!" teriak Aira sambil meremas rambut Aura ia menarik kepala perempuan tersebut agar tertunduk.


"Cuih aku tak sudi, lihat saja akan ku rebut Aldi dari mu! "Teriak Aura meringis kesakitan.


"Aw berani sekali kau, rasakan ini,."ucap Aira sambil kembali meremas rambut Aura.


"Akh ...Aldi tolongin Di, "pinta Aura memohon ia sudah menangis,.karna merasa kasihan Aldi hendak beranjak dan mendekati mereka, tapi Aira menatap tajam ke arah Aldi dan membuatnya takut untuk mendekat, akhirnya ia menahan langkahnya.


"Lepas kan,!".ucap Aura sambil menangis Tubuhnya sudah lemas karna berupaya melepaskan cengraman dari Aira.


"Aku akan melepaskan mu jika kau berjanji tidak akan merayu suami ku lagi!" ucap Aira dengan tegas.


Hati Aura masih keras ia enggan mengatakan hal itu,.tapi Aira semakin kuat menariknya.


"Lepaskan akan ku laporkan kau atas tidakan penganiayaan!" teriak laura.


"Eh aku tidak takut! Laporkan saja, toh nama baik mu juga akan tercoreng, seorang model seperti mu, bisa bisa mengoda suami orang," sahut Aira.


Aira tak sedikit pun melepaskan cengramanya, sementara tubuh Aura merasa lemas, akhirnya ia pun menyerah.


"Lepaskan aku, aku tak kan mengganggu suami mu,".ucap Aura lirih mengiba.


"Kau janji?! "tanya Aira tegas .


"Iya aku janji,".sahut Aura dengan nada yang lemah.


Akhirnya Aira melepaskan cengramanya.


Aura merasakan sakit pada sekujur tubuhnya terutama bagian lehernya.


Ia tak menyangka gadis bertubuh mungil seperti Aira punya tenaga yang cukup besar.


Aura mengatur nafasnya setelah merapikan penampilanya yang sedikit berantakan ia pu beranjak pergi , namun sebelum pergi dari sana ia meninggalkan ultimatum untuk Aira.


"Hari ini kau telah menyakitiku dan mempermalukan ku, lihat saja nanti bagaimana cara ku membalas mu," ucap Aura yang berlalu dari Aira.


Aira menatap sinis kepegian gadis itu hingga punggung Aura menghilang melewati pintu.


Diagfagmanya turun naik karena kesal, Heru membawa botol air mineral dan menyodorkan ke Aira, "Minum dulu, biar kau tenang sedikit," ucap Heru seraya mengusap punggung Aira.


Aira meraih botol mineral tersebut kemudian meminum airnya.


Setelah di rasa cukup ia kembali mengatur nafasnya seraya mengedar pandanganya.


Kini tatapan Aira beralih pada Aldi,.dengan memicingkan matanya ia melihat kearah Aldi.


Aldi gelalapan melihat tatapan Aira, ia merasa gugup.


"Sayang, mas Aldi bisa jelaskan,"ucapnya menghampiri Aira untuk membujuknya.


Aira membuang mukanya, kearah lain saat Aldi menghampirinya.


"Sayang, mas Aldi ngak tahu kenapa Aura tiba-tiba datang kemari," Aldi memberi alasan.


"'Alah, mas Aldi senangkan di cium cewek cantik," dengus Aira sambil membuang wajahnya kearah lain.


"Malam ini tidur di luar!" serga Aira.


"Hah, baru juga kita tidur bersama sayamg, udah pisah ranjang lagi, " dengus Aldi.


Heru terkekeh," Malam ini jangan lupa pakai selimut tebal dan lotion anti nyamuk yang banyak ya Di, emang enak,"ejek Heru.


"Mas ngak nyangka kamu kecil-kecil cabe rawit," ucap Heru sambil mengacak-acak rambut Aira.


Sementara Aira masih terus mengerutu saat Aldi kembali membujuknya.


Bersambung,.like dan komenya ya !!! vote juga boleh dgn senang hati author terima 😊


"Sungguh Aura datang kemari untuk_"

__ADS_1


"Sudalah Mas Aira ngak mau dengar apa-apa lagi," dengus nya lagi.


Heru mengusap punggung Aira, gitu dong Ai


__ADS_2