
Edo sampai diruangannya dan melihat sebuah undangan yang terletak di atas meja kerjanya.
"Ehm undangan siapa?"ucapnya sambil membuka undangan tersebut, ia pun membaca nama dari kedua mempelai, setelah membaca dan melihat tanggal yang tertera, Edo menutup kembali undangan tersebut.
"Kasihan Bagas pasti dia patah hati, semoga ia tak frustasi dan kembali ke jalan yang salah."
"Ehm, aku harus pikirkan bagaimana caranya agar Bagas bisa cepat Move-on," guman Edo.
Tiba-tiba lampu terang menyinari kepalanya.
"Aku tahu caranya, meski sedikit ekstrim tapi aku yakin kali ini Bagas tak bisa mengelak lagi," gumannya seraya tersenyum menyeringai.
Sementara di kediaman Alia orang-orang sudah sibuk mempersiapkan acara akad nikah sekaligus resepsi yang akan di selenggarakan di rumah mewah Aldi, untuk pertama kalinya pesta resepsi pernikahan terjadi di rumah mereka, acara yang mendadak membuat mereka tak kebagian aula atau gedung untuk tempat resepsi, akhirnya pihak keluarga pun memustuskan untuk menggelar resepsi di rumah.
Begitupun di rumah Hadi dan Suci,kedua keluarga mereka sedang menggelar acara doa bersama, agar pernikahan putra-putri mereka pada esok hari berjalan lancar.
Ghael tampak begitu tampan dengan baju koko berwarna putih, selain membaca doa di adakan juga acara pengajian untuk ibu-ibu dan remaja putri.
Tak hanya ketampanan-nya yang membuat Ghael jadi pusat perhatian, tapi suara merdunya ketika mengaji membuat ia di kagumi dan jadi idola ibu- ibu dan remaja putri yang hadir di pengajian.
Setelah acara doa bersama selesai.
Tari ,Romeo dan anak-anak mereka berkumpul di kamar Ghael.
Tari memeluk putra sulungnya tersebut.
"Mama ngak nyangka Bang, besok kamu sudah menikah, waktu cepat sekali berlalu," ucapnya sambil mengusap kepala Ghael.
Ghael merebahkan kepalanya di atas pangkuan Tari.
"Itu tandanya Abang sudah dewasa Ma, Mama ngak usah terlalu mengkhawatir kan Abang , "jawab Ghael.
"Iya sayang, tapi rasanya baru saja Mama melahirkan kamu, melihat kamu belajar berjalan, eh sekarang malah sudah ingin menikah, hiks" tutur Tari Haru, ia pun menitikan air matanya.
"Ma, kenapa nagis sih Ma?"tanya Ghael yang merasakan bulir bening menetes di pipinya.
"Mama bahagia Sayang, karna sebentar lagi mama dan papa bisa punya cucu dari kamu dan Alia," paparnya seraya tersenyum.
"Iya kan Pa?"tanya Tari pada Romeo.
"Iya Bang, Papa harap kamu bisa membawa keluarga kamu jadi keluarga yang sakina, mawadha warohma, "Romeo
"Iya Pa, In shaa Allah."
__ADS_1
"Kunci rumah tangga sakinah itu gampang-gampang susah, tapi dasarnya harus saling mengerti, setelah itu harus saling menjaga perasaan pasangan kita Bang, jika di dalam rumah tangga sudah ada prinsip seperti itu,seperti apa pun badai menerpa, baterah rumah tangga kalian tidak akan goyah," nasehat Romeo.
"Iya Nak, belajarlah untuk mengerti istri kamu terlebih dahulu,jika kamu mengerti tentangnya maka dia pun akan mengerti tentang kamu",imbuh Tari.
"Ingat loh Bang menikah di usia muda itu ngak gampang, apalagi kalian sama-sama sudah mapan, sudah bekerja, pastinya akan banyak godaan yang akan datang mengganggu rumah tangga kalian. " Tari mengingatkan.
Tak hanya Ghael, kedua adiknya pun mendengarkan nasehat yang di berikan oleh kedua orang tua mereka kepada Ghael.
"Iya Ma-Pa, in shaa Alla Abang dengar nasehat Mama sama Papa."Ghael.
"Itu bukan cuma untuk kamu Bang, tapi juga untuk kalian semua, karna nanti kalian juga akan menyusul Abang jadi kepala rumah tangga,"papar Tari.
"Iya Ma, "mereka pun menjawab secara serempak.
"Sudah Abang, sekarang kamu harus tidur, pasti kau sudah tak sabarkan pingin nunggu pagi, pingin cepat di halalin kan ?" canda Tari menggoda Ghael.
"Ehm Mama, bisa saja," ucap Ghael jengah.
"Kan Mama pengalaman Bang, katanya h-1 malamnya ngak bisa tidur,ngak sabar nunggu pagi, sampai lingkaran matanya terlihat jelas, sampai segitunya mama kamu, Papa sih biasa saja, "canda Romeo.
"Ihs, Aib Pa, jangan di sebarin, malu sama bocah, "sahut Tari.
"Ngak apa juga, kenyataannya demikian, " dengus Romeo.
"Sudah tahu kan Bang, malam pertama harus ngapain aja ?"tanya Romeo lagi dengan bercanda.
"Kalau yang itu, ngak usah di ajarin juga sudah tahu Abang, kan Abang punya insting, bisa sendiri lah," sahut Tari.
Ghael dan kedua adiknya tersenyum simpul, apalagi Ghael yang semakin malu hingga wajahnya meronanya.
"Cie-cie Abang jadi malu, sudah ngak sabar ya Bang?"tanya Romeo.
"Is Papa apaan sih, biasa saja," kilahnya jenggah.
"Sini Bang Papa periksa, berdiri ngak?" Romeo mencoba menjangkau celana Ghael.
"Is Papa apaan sih? tepis Ghael.
"Abang normal Pa!" tepis Ghael kembali ketika Romeo mencoba menyentuh buyung miliknya.
Ha ha mereka pun tertawa bersama.
Setelah obrolan hangat keluarga tersebut mereka pun meninggalkan kamar Ghael dan kembali ke kamar masing-masing.
__ADS_1
Tinggalah Ghael sendiri menatap langit-langit kamarnya dalam posisi terlentang seraya tersenyum, jujur saja ia memang tak sabar menunggu waktu esok hari.
***
Sementara itu di rumah Alia, Alia sedang melakukan ritual spa terakhir, wajah dan tubuhnya pun semakin segar karna selama dua minggu ini ia telah melakukan berbagai treatment yang membuat kulih wajah dan tubuhnya lebih cerah.
Setelah selesai, ia pun kembali ke kamar Aira dan Aldi, karna saat itu, kamarnya sedang di dekorasi menjadi kamar pengantin.
Alia sedang berbaring di pangkuan sang ibunda.
"Kak, kalian sudah merencanakan bulan madu?"tanya Aira sambil mengusap rambut Alia.
"Belum Bun, Alia dan abangkan masih sama-sama sibuk apalagi pernikahannya mendadak gini Bun, kerjaan Kakak juga numpuk lagi, "jawab Alia.
"Kerjaan bisa di gantikan Kak, ingat suami mu harus jadi yang nomor satu, Bunda ingin pernikahan kalian awet sampai maut yang memisahkan, kamu jangan lagi bersikaf egois dan angkuh terhadap Abang, Kak!kamu harus belajar menghormati Abang meski kalian seumuran. Bunda ngak mau lagi dengar drama yang macam-macam, sejak di ucapkannya ijab qabul bearti kami sebagai orang tua sudah menyerahkan kamu pada Abang, dan Abang yang yang bertanggung jawab pada kamu dunia dan akhirat, dan sudah menjadi kewajiban bagi kamu untuk melayaninya. Jadilah istri yang patuh pada suami, dengan demikian cinta juga akan tumbuh di antara kalian," nasehat Aira bernada tegas, karna selama ini ia melihat sikaf Alia yang dingin terhadap Ghael.
Alia terdiam sambil menitikan air matanya kemudian ia menghapusnya dengan cepat.
Aira menarik nafas panjang, melihat Alia yang masih terlihat murung mendekati hari pernikahannya.
Aira menyapu lembut rambut sang putri, ia pun pernah mangalami hal yang serupa jadi ia mengerti apa yang putrinya rasakan saat itu.
Meski begitu, jauh di dalam lubuk hatinya ia begitu yakin jika Ghael adalah jodoh terbaik untuk putrinya tercinta
" Bismillah saja Kak, in shaa Allah, pilihan kami adalah yang terbaik untuk kamu, "ucap Aira lirih.
Alia bangkit seraya memeluk sang Bunda, ia begitu sedih, sebentar lagi ia akan membuka lembaran baru hidupnya, ia pun punya kewajiban dan tanggung jawab yang berbeda dari sebelumnya.
"Hiks hiks Bunda! Kakak takut tak bisa jadi istri yang baik untuk abang! hiks hiks hiks," Alia menumpahkan segalah kegundahannya pada sang Ibunda.
Aira membiarkan air mata anak gadisnya tumpah dalam pelukannya, dengan sapuan lembut ia berusaha menenangkan Alia.
"Kamu sudah besar Kak, cepat atau lambat kamu juga akan meninggalkan kami menikah dan mengikuti suami mu, jujur saja sebagai orang tua kami berat melepas kamu untuk menikah dan mengikuti suami kamu, tapi tapi Bunda yakin, jika abang bisa jadi suami yang baik untuk kamu, Bunda pun tak khawatir lagi menyerahkan kamu dengan nya, karna Abang bagian dari keluarga kita dan ia tak akan membawa kamu kemana-mana, kamu akan tetap bersama kami selamanya," papar Aira dengan sedih.
Alia tak banyak bicara, ia hanya menyimak nasehat Aira kepadanya.
Setelah merasa tenang mereka pun melepaskan pelukannya.
Alia tertunduk seraya menghapus sisa air matanya.
"Sudah Kak, karna hari sudah malam, sekarang kamu tidur saja, Bunda ngak sabar melihat kamu menggunakan pakaian pengantin,"ucapnya tersenyum sambil menepuk pelan pundak sang putri.
Alia mengangguk patuh.
__ADS_1
Aira membantu Alia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur kemudian mengusap kepala Alia sampai ia tertidur.
Bersambung dulu guys, in shaa Allah hari ini author crazy up