Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Bahagia Menjadi Seorang Ibu


__ADS_3

Aira masih mengatur napasnya.


Iya mbok di depan kita sudah masuk ke Rumah sakitnya.


Akh akh ...mbok Aira rasa pingin buang air besar!"


Aduh gawat! pak Adi langsung ke ruang UGD, "titah sumbok.


Pak Adi menurut saja, ia juga binggung dan panik.


Pak Adi sedikit kelimpungan ia merasa binggung karna ia juga begitu panik karna mengkhawatirkan Aira.


Aira mengeluh kembali dengan napas terengah-engah,


"Mbok Aira ngak kuat," Ha ha ha napas Aira memburu, mereka pun tiba di pintu utama ruang UGD.


Petugas segera menghampiri mobil mereka seraya membawa bangkar.


Aira di angkat oleh seorang petugas dan langsung meletakan ya di atas tempat tidur pasoen.


"Langsung di bawa diruang UGD, sepertinya ia segera melahirkan!" Perintah seorang perawat kepada rekannya.


Mereka mendorong tempat tidur Aira menuju ruang IGD, karna tak sempat lagi untuk menuju ruang persalinan.


Petugas menghubungi bidan yang bertugas untuk melakukan persalinan di ruang UGD, sambil menunggu bidan sampai, perawat memasang selang inpus.


Namun Aira meronta ronta, rasa sakit akan melahirkan kini ia rasakan.


"Akh Aira ngak kuat mbok! Mau keluar Akh! Huh huh huh!" keluh Aira kembali, keringat mengucur deras di wajahnya.


"Sebentar lagi Non, bidannya sedang berada di lantai atas." ucap Simbok.


Perawat kewalahan memasang selang infus, akhirnya selang infus tersebut tak jadi di pasang karna Aira sudah mengejan duluan.


"Ek ha ha ekk ha ha ha." Aira mengejan sambil mengatur napasnya, keringat semakin deras mengalir keseluruh tubuhnya.


"Sabar Non jangan di dorong lebih dahulu!" Cegah simbok.


Akk....satu teriakan akhir Aira.


Kepala bayinya sudah di pintu, untung saja bidan berada tepat pada waktunya.


"Kepalanya sudah kelihatan ibu, ayo atur napas lebih teratur, tarik napas panjang dan hembusakan seraya mendorong."


Aira menarik napas panjangnya, ia pun mendorong lebih kuat agar bayinya keluar.


Akhhh wajah Aira menerah napasnya pun telah habis.


Ha ha...ha.. Aira kembali mengambil napas.


Dan menghembuskanya seraya mengejan lebih kuat.

__ADS_1


Simbok begitu tegang keringat dingin terus mengucur di wajah tuanya.


Dengan sabar ia mengusap peluh yang membasahi wajah putri angkatnya tersebut


"Akhhhh....!" teriak Aira, ia menghempaskan napasnya seiring suara tangisan bayi menggema di ruangan tersebut.


Owekkk owekkk, suara bayi tersebut nyaring menggema mengalihkan perhatian semua orang yang berada di ruang gawat darurat tersebut.


Bidan menyambut bayi tersebut dengan mengucap syukur.


"Selamat Bu, bayi anda perempuan," ucap si bidan.


Aira menelan saliva nya sembari mengatur napasnya karna kehabisan tenaga.


Aira mata haru perlahan menetes di pipinya, ia begitu bahagia bisa melaui semua ini, sekarang resmi sudah ia menjadi seorang ibu dan seorang single parents.


Bidan memotong tali pusar bayi tersebut.


Saking lincahnya bayi tersebut bergerak gerak seraya kembali menangis dengan suara yang lantang.


"Alhamdulliah Non,selamat Non,sekarang sudah menjadi ibu."


Iya Mbok, sahut Aira sambil menghapus air mata harunya.


Setelah melewati masa persalinan Aira pun di bersihkan.


Kemudian mereka bersiap untuk membawa Aira ke ruang perawatan."


Non, Non Aira hebat, kuat, Non bisa melewati semuanya sendiri dengan berani," sanjung simbok.


"Sekarang Aira merasakan bagaimana sakitnya melahiran, seperti meregang nyawa mbok, urat-urat kita seperti di putus dengan paksa, namun semua itu tak bearti apa-apa karna kini Aira adalah seorang ibu dari seorang putri yang cantik,"ucap Aira dengan manik mata yang berembun.


"Iya Non, untuk menjadi seorang ibu, perjuangan non masih panjang, Non Aira harus bisa merawat, mengasuh anak Non sendiri, memberinya nafkah serta mendidiknya jadi anak yang sholeha," papar simbok.


"Untuk semua itu Non harus belajar jadi wanita yang tegar, dan sabar, karna semua harus non lakukan seorang diri sebabgai singles parent."


"Si mbok hanya bisa membantu semampunya Non, tapi simbok percaya Non Aira mampu melakukannya,"ucap Simbok.


"Iya mbok Aira akan berusaha membesar dan mendidik anak Aira seorang diri." ucapnya haru.


Setelah di mandikan Bayi perempuan tersebut langsung di serahkan pada ibunya.


"Bu susui bayinya segera, untuk merangsang Asi ibu, " ucap suster tersebut pada Aira.


Aira menyambut putrinya dengan titik air mata haru, begitu bahagianya ia saat pertama kali melihat putri yang ia kandung selama sembilan bulan, kini terlahir di dunia.


Aira mencium-cium putrinya dengan perasaan terdalam, hinga air mata haru dan bahagia kembali bercucuran membasahi pipi mulusnya.


"Sayang akhirnya ibu bisa memeluk dan mencium kamu," ucapnya lirih seraya mencium-cium mulut bayinya yang harum.


Hm hm hm, Aira membelai pipi putrinya yang halus dan lembut, senyum kebahagian terbit di wajahnya.

__ADS_1


Sungguh kebahagian yang tiada tara yang belum pernah setara dengan apa pun yang ia rasakan.


Simbok ikut haru melihat kebahagian Aira.


Aira tak henti-hentinya tersenyum seraya menatap haru wajah putri cantiknya.


"Mbok, tolong foto Aira dan Alia," pintanya.


"Oke Non." Mbok pun meraih handphonenya, ia memfoto Aira dan bayinya hibgga puluhan kali take.


"Ih simbok jadi gemes, tadi siapa namanya Non?"tanya Simbok.


"Alia Mbok, singkatan dari Aldi dan Aira," sahut Aira tanpa menoleh kearah Simbok.


Aira terus menerus memandangi bayinya.


Aira Membuka kancing piyamanya untuk menyusui anaknya.


Ia memasukan pu*ting kecil tersebut kedalam mulut bayinya.


Secara naluriah sang bayi langsung menyedot pu*ting tersebut meski belum keluar Air.


Aira begitu menikmati masa masa itu, sang bayi menangis karna tak mendapai air susu.


Owek owek tangisan bayi itu lirih namun ia kembali berusaha menghisap Pu*ting su*su ibunya.


Aira tersenyum melihat tingkah lucu putrinya yang tak menyerah untuk mendapatkan Asi.


"Belum ada airnya sayang, sebentar ya Mbah lagi bikinin dedek susu formula," ujarnya seraya mengusap pipi merah sang bayi.


Tak berapa lama kemudian simbok datang bersama seorang perawat yang membawa susu formula.


"Aduh si dedek udah haus ya?" Tanya suster tersebut kepada bayi.


"Iya sus, dari tadi dia nangis mungkin haus, karna nyedot susu ibunya tapi ngak ada airnya," papar Aira.


"Ngak apa Bu, terusin saja, nanti dengan sendirinya Asi ibu akan keluar."


"Untuk sementara minum susu formulanya dulu ya," ucap Suster seraya menyodorkan susu formula tersebut ke Aira.


Aira menikmati masa masa awal ia menjadi seorang ibu.


Bayinya kembali tertidur pulas setelah menghabiskan dua puluh mili susu formula,


Aira tersenyum seraya memeluk putrinya ribuan kali kecupan mendarat di pipi bayinya yang kemerahan tersebut.


Aira terlelap sambil memeluk bayinya dengan perasaan bahagia yang teramat sangat.


Setelah mengeluarkan tenaga super ektranya saat melahirkan, tidur merupakan cara ampuh baginya untuk memulihkan tenaganya.


Disampingnya selalu setia wanita tua yang menjaga ia dan bayinya.

__ADS_1


Mbok Jum membelai rambut Aira hingga membuatnya semakin larut terhanyut dalam mimpi indahnya.


Bersambung, jangan lupa di like ya gengs, saran komentar dan votenya, maaf author banyak maunya he he 😆


__ADS_2