
Dua hari yang lalu
"Tidak aku bukan anak haram, hiks hiks, Alia menangis tersedu sedu saat bermain bersama temannya.
"Ye Alia anak haram! kata ibu ku kalau anak yang ngak ada ayahnya itu anak haram! Soni.
"Hiks hiks,.Alia punya ayah kok, ayah Alia tinggal di kota, hiks hiks." Alia menangis menutup wajahnya.
"Yey yey jangan dekat Alia, dia itu anak haram, makanan aja kalau sudah haram ngak boleh di makan karna dosa, makanya kalau dekat dekat Alia nanti kita berdosa!" cecar Soni.
"Iya ngak usah ajak dia main,kita main jauh-jauh ngak usah deket-deket anak haram itu!"cetus Soni dan teman-temanya.
Alia pun menangis pulang kerumah dan mengadukan perbuatan Soni dan teman-temannya kepada Aira dan Mbok Jum.
"Bunda hiks hiks, Mbah hiks hiks, Si Soni jahat, dia bilang ke teman-teman kalau Alia itu anak haram, karna Alia ngak punya ayah, hiks hiks hiks." Alia menangis memeluk Aira.
Seketika perasaan Aira menjadi sakit saat anaknya di bully oleh teman-temannya.
Aira merangkul Alia, ia pun menangis sedih.
"Bunda kapan kita bertemu ayah, hiks hiks hiks, Alia mau menunjukan ayah di hadapan Soni dan teman-temannya, agar mereka gak lagi bilang kalau Alia berbohong, hiks hiks hiks, Alia malu di bilang anak haram terus hiks hiks hiks "Alia menangis tersedu-sedu di dalam dekapan Aira.
"Iya, Sayang setelah administrasi Bunda sudah selesai, kita langsung berangkat menemui ayah," ucap Aira yang juga menangis sedih, hatinya begitu terpukul.
Ingin sekali ia melabrak Mery dan Soni, namun ia urungkan, karna kekerasan bukan lah jalan penyelesaian masalah.
Aira memeluk erat tubuh munggil putrinya, ia tak terima jika putrinya di hina dan di bully.
***
Di dalam mobil, ketika menuju perjalanan ke kota.
Masih segar di ingatan Aira, bagaimana putri kecilnya di hina dan dikatai dengan anak haram.
Itulah yang membuat Aira menepis rasa egonya, secepatnya ia akan membawa Aira menemui Aldi.
Perjalanan mereka memakan waktu sekitar 6-7 jam perjalanan, mereka berangkat pukul 7 pagi agar bisa mengejar jam kantor Aldi, ia tak ingin menemui Aldi di rumah.
"Di sini senang, di sana senang, dimana mana hati ku senang." Alia menyanyikan lagu ceria, sembari melihat pemandangan luar jendela, hatinya begitu senang.
Aira tersenyum seraya merangkul putrinya dalam pelukannya.
"Bunda masih lama kah sampainya?"tanya Alia yang tak sabar.
"Masih lama sayang, tapi Alia tetap semangatkan?"
"Masih Bunda!"serunya dengan semangat.
Aira tersenyum bahagia meski ia merasa gugup karna sudah lama ia tak bertemu dengan Aldi.
***
Aldi sampai di kampung Mbok Jum, mereka pun memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah mbok Jum.
Saat itu para tetangga masih berkumpul, karna Aira baru saja meninggalkan kampung mereka.
__ADS_1
Aldi bergegas membuka pintu dan menghampiri Mbok Jum.
Kedatangan Aldi membuat mbok Jum kaget sekaligus senang.
"Mas Aldi! Mas Heru!"teriak Mbok Jum kemudian ia berjalan cepat mendekati kedua anak asuhnya.
"Mbok!"teriak Aldi terharu, ia pun langsung menghambur memeluk si mbok.
Semua mata yang hadir melihat kearah Aldi, mereka terpana melihat lelaki tampan dan gagah, tak ada satu pun yang menandingi ketampanan Aldi di kampung tersebut. bahkan kampung sekitar.
Rasa penasaran pun membuat mereka tak beranjak dari tempat tersebut.
"Mbok kenapa Mbok ngak pernah ngasi kabar jika selama ini Aira dan putri Aldi ada di sini mbok?"tanya Aldi.
"Non Air yang minta Den," sahut si mbok, mereka pun mengurai pelukannya.
Setelah mendengar percakapan kedua orang beda generasi tersebut, mereka pun mulai bisa menebak, siapa sebenarnya pria tampan dan keren tersebut.
penduduk kampung, masih terus mendengar dan melihat simbok yang terlihat akrab dengan kedua pria ganteng dan kaya tersebut.
"Sekarang mana Aira Mbok, Aldi tak sabar untuk bertemu," ucap Aldi dengan semangat, dadanya pun gemuruh menahan rasa rindu yang begitu menggebu.
"Yah Den, Non Aira dan Alia baru saja berangkat. mereka mau menemui Den Aldi, karna Alia sudah tak sabar bertemu dengan ayahnya," papar Simbok.
"Apa Mbok, anak Aldi tak sabar bertemu dengan Aldi?" tanyanya dengan haru.
"Iya Den, pinces Alia sudah lama ingin bertemu dengan Aden," papar Simbok.
"Kalau begitu Aldi langsung pamit Mbok, Aldi harus kejar mereka," ucap Aldi
"Masalah apa Mbok?"tanya Aldi.
"Sini Den, " ucap Simbok seraya membawa Aldi kesebuah rumah tak.jauh dari tempat meteka berdiri.
Aldi menuruti saja kemana siMbok membawanya.
Mereka pun sampai pada sebuah rumah sederhana yang ada di seberang jalan.
Mbok Jum mengetuk pintu rumah seseorang
Tok.Tok tok..
Tak lama kemudian seseorang membuka kan pintu untuk mereka.
Krek seorang wanita kaget melihat seorang pria berparas tampan yang begitu rupawan, dia adalah Mery.
Mbok Jum sengaja membawa Aldi menemui Mery.
Ops sejenak Mery terpanah melihat ketampanan Aldi.
"Mery!" seru Simbok yang langsung membuyarkan lamunan Mery.
"Ii-iya ada apa Mbok?"tanya Mery nervous.,pandanganya pun beralih ke simbok.
"Ini perkenalkan mantan suami Aira, ayah dari cucu ku Alia." Mbok Jum
__ADS_1
Hah, mata Mery membulat sempurna, ia tak pernah melihat pria setampan Aldi secara langsung, biasanya hanya menonton drakor saja.
Mery mengulurkan tangannya mencoba berjabat tangan Aldi, tapi tangan Mery malah di tepis oleh Mbok Jum.
"Hus, jangan harap bisa menyentuhnya," ucap Mbok Jum dengan sinis.
"Ayo Den, sekarang tugas Den Aldi menyusul Non Aira." Mbok Jum.
"Iya Mbok, Aldi ngak sabar untuk bertemu dengan istri dan anak Aldi," ujarnya di hadapan Mery.
Mery hanya melongo melihat kepergian mereka, seketika napasnya terasa sesak, ia pun mengurut dada.
"Pantes saja si Aira itu menolak lamaran pak Bupati, ternyata suaminya jauh lebih ganteng dari pada Pak Edo, "gumannya seraya berdecik.
Aldi menghampiri mobil, "Ayo mas kita susul Aira, mereka sedang perjalanan menuju kota," ucap Aldi dengan semangat.
"Iya Di, semoga kita bisa menyusul mereka," ucap Heru, mereka pun segera naik mobil dan berangkat menjauhi kampung tersebut.
***
Berjam-jam melakukan perjalanan tanpa henti membuat kedua ibu dan anak itu mengantuk mereka pun tertidur lelap.
Aira terbangun, seraya menerjab-nerjabkan matanya.
"Ahk, sudah sampai mana pak Adi?" tanya Aira pada pak Adi seraya melemaskan ototnya.
"Sudah di kota Non, sekarang tujuan kita kemana?"tanya Pak Adi.
"Kita ke pusat perkantoran di jalan Zx Pak," sahut Aira.
"Iya Non,"sahut pak Adi.
Ehm, Alia meliuk-liuk kan tubuhnya, kemudian ia membuka matanya.
"Bunda apa kita sudah sampai?"tanya Alia.
"Ehm sebentar lagi sayang, di depan itu kantor ayah Alia," sahut Aira.
"Yey, akhirnya Alia bisa bertemu ayah," ucapnya girang penuh semangat.
Sementara Aira ia menahan debaran jantungnya, semakin dekat dengan perkantoran tersebut, dadanya semakin bergemuruh, karna tak dapat di pungkiri ia pun rindu melihat pria yang selalu ia rindukan.
Bersambung guys masih ada kelajutannya kok, beri dukungan vote dan hadiahnya ya, eh author mau rekomendasi novel bagus untuk kalian sambil nunggu author up.
Harap bijak membaca, novel ini hanya karya fiktif belaka.
Beeve adalah wanita berparas cantik yang baru saja lulus SMA, ia yang ingin melanjutkan studi harus terhalang karena mendapati dirinya tengah mengandung anak dari hubungan terlarang dengan sang kekasih yang berbeda keyakinan.
Alih-alih di nikahi oleh yang ia cintai, Beeve yang malang justru di campakkan bagai sampah.
Keluarganya yang tahu akan kondisi Beeve langsung sigap menikahkannya pada sepupunya Andri, pria tampan mapan dan dermawan, tentunya dengan menyembunyikan kenyataan yang ada.
Akankah pernikahan Beeve dan Andri berjalan dengan lancar? Atau putus di tengah jalan?
__ADS_1
Ikuti terus Alur cerita Jangan Salahkan Takdir.