
Aldi dan Heru berangkat pagi-pagi sekali, mereka pun memulai pencariannya, mereka mengunjungi kampung demi kampung seraya membawa foto Aira.
Satu persatu ketua Rt ia temui, berharap Aira berada di ruang lingkup mereka.
Pencarian terus terjadi, di mulai titik terakhir Heru bertemu dengan Aira.
Mereka pun berpencar, Heru ke barat Aldi ke timur, hingga malam tiba mereka pun belum berhasil menemukannya.
Malam Harinya, Aira sudah mengepack pakaiannya dan barang-barang yang ia bawa, sementara SiMbok menghabiskan waktunya untuk bercanda dengan Alia.
"Pinces Mbah, kalau sudah sampai di kota dan bertemu Ayah jangan lupa main kesini lagi ya, kalau ngak main ke sini, ntar mbah sedih, mbah pasti kangen sama pinces mbah yang paling cantik ini," ucap simbok, sambil memangku Alia.
"Ngak lah Mbah, kalau Alia bertemu ayah, Alia akan suruh ayah untuk memarahi si Soni itu, karna dia bilang kalau Alia ini anak haram."
"Emang anak haram anak apa sih Mbah?"tanya Alia polos.
"Ngak usah di bahas lagi, biarin saja si Soni itu, pinces mbah anak yang baik dan pintar, ngak usah ngomong seperti itu," nasehat si mbok.
"Tapi kan Alia suka kesel mbah, Alia jadi di ledeki sama teman-teman Alia," paparnya polos.
"Sudah, nanti kalau Alia sudah bertemu ayah di kota, Alia suruh ayah main kesini nemuin Mbah, bilang sama ayah, kalau mbah kangen."Mbok.
"Kangen? Mbah kenal sama Ayah Alia?"tanyanya sambil memempelkan keningnya pada pipi simbok, bermaksud ingin bermanja.
"Ya kenal dong, dari bayi itu, mbah yang merawat ayah pinces, seperti pinces yang juga mbah rawat dari kecil juga," papar Simbok seraya membelai rambut Alia.
"Ya deh, nanti kalau Alia bertemu ayah, Alia akan suruh ayah kesini untuk menjenguk Mbah, sekalian Alia mau menunjukan ke Soni kalau Alia juga punya ayah," papar Alia.
Aira menyimak obrolan keduanya, sebenarnya Aira belum siap untuk bertemu Aldi, karna rasa cintanya yang masih dalam terhadap Aldi.
Namun ia juga sudah tidak tahan, mendengar rengekkan, Alia yang sudah tak sabar untuk bertemu ayahnya.
"Sayang, sudah malam, tidur yuk, besok pagi kan kita harus berangkat ke kota, jadi Alia juga harus banyak istirahat biar ngak lelah saat di perjalanan."Aira.
"Yey, besok kita langsung bertemu ayah kan, Bunda?"tanyanya lagi seolah tak sabar, ia pun melonjak kegirangan.
"Insya Allah sayang," ucap Aira seraya menggendong anaknya kemudian membaringkan Alia di atas tempat tidur.
Aira memeluk Alia, seraya mengusap kening gadis kecilnya," Sebenarnya aku belum siap untuk bertemu dengan mas Aldi, aku takut tak bisa menahan perasaan ku, apa lagi besar kemungkinan mas Aldi sudah memiliki pendamping hidup yang baru,"gumannya.
***
__ADS_1
Aldi dan Heru menikmati makan malam mereka.
"Mas, besok kita cari kearah utara saja Mas, siapa tahu Aira berada di sana." cetus Aldi sambil mengunyah makanannya, meski hari ini mereka gagal menemukan Aira setelah seharian penuh mencari, namun tak menyulutkan semangat Aldi.
"Iya Di, yang penting sekarang kamu tidur dan beristirahat, jangan bergadang lagi," nasehat Heru.
"Iya Mas, aku juga ngak sabar untuk menunggu pagi, aku harap besok adalah hari keberuntungan ku," ucap Aldi dengan semangat yang menggebu.
"Oh ya Mas, minggu ini mas Heru harus pulang, karna rencananya mas Heru akan di jodohkan oleh papa dengan putri dari teman bisnisnya."Aldi.
Heru menyeritkan dahi, melihat kearah Aldi.
"Trus?" Heru.
"Ya sebenarnya, papa mau jodohin Tania dengan Aldi, dengan sedikit memaksa, untung saja kita sudah menemukan keberadaan Aira, ngak jadi deh dan perjodohannya, di lanjutkan ke mas Heru," papar Aldi seraya tersemyum smirk.
"Nasib badan," cetus Heru, tersenyum seraya mengunyah makanannya.
"Jadi mas Heru di jodohin sama gadis yang sudah kamu tolak Di?"
"Ya mau apalagi, dari pada papa malu sama om Darman, he he he,"Aldi.
Heru mengankat bahunya.
"Ya pasrah, Mas juga di ledek sama Aira, saat kami pertama bertemu tuh," keluh Heru.
"Oya gimana ceritanya?"tangan Aldi begitu antusias.
"Mas Heru lagi jalan Di, tiba-tiba saja ada polisi yang memberhentikan mas Heru, ya mas Aldi berhenti dong."
"Mas disuruh turun dari mobil seraya menunjukan KTP, mas udah panik tuh, karna menyangka jika mas Heru melakukan kesalahan, Dia itu memeriksa Ktp ternya cuma mau lihat status mas Heru, begitu di lihatnya status mas masih lajang, dia nyuruh mas berbalik ke belakang, dan suruh mas mengingat kesalahan apa yang telah mas lakukan hingga akan di bawa ke kantor polisi."
"Mas coba ingat kesalahan yang mas lakukan, setelah ngak mendapatkan hasilnya, mas menyerah dan memintanya memberi tahu kesalahan mas Heru, trus dia berbisik, kesalahan anda karna di usia dua puluh sembilan tahun tapi masih jomblo, ucapnya."
"Saat itu mas baru sadar jika polean tersebut adalah Aira."papar Heru seraya tertawa kecil mengingat ketika Aira mengerjainya.
Aldi tersenyum mendengar cerita Heru tentang Aira, ia pun semakin rindu dan semakin tak sabar untuk bertemu dengannya.
Pagi harinya.
Mobil Aira sudah siap di depan rumah si mbok, setelah memasukan barang-barangnya Aira pun pamit pada mbok Jum, mang ujang dan tetangga sekitar.
__ADS_1
Karna mendengar Alia akan pulang ke kota asal orang tuanya, mereka pun menghampiri Alia, seraya mengucapkan selamat jalan.
"Alia, kamu ke kota lama ya, apa kamu akan balik ke sini lagi?"tanya salah satu teman Alia.
"Iya, Alia mau bertemu ayah, nanti Alia akan bawa ayah Alia kemari, biar semua tahu kalau Alia ngak bohong, " ucapnya.
"Huhu, bohong saja, kamu tuh ngak punya ayah!" sahut Soni merendahkan Alia.
Karna geram, mendengar ucapan Soni, Aira pun mendekati kearah Soni," Nak, jika kita menuduh tanpa bukti itu namanya fitnah, dan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,"ujar Aira dengan lembut kearah Soni, namun menatap tajam kearah Mery yang menatap kearahnya.
"Mbok, terima kasih ya sudah menerima Aira di sini, nanti liburan Aira akan pulang kembali ke sini lagi."
"Iya Non, simbok selalu menunggu, "ucap Sombok.
Setelah berpamitan, Aira pun masuk kedalam mobil, seraya melambaikan tangannya kearah semua orang.
Mobil tersebut perlahan meninggalkan kampung yang sudah enam tahun ia tempati.
***
Aldi mencari Aira dengan memasuki setiap gang dari jalan yang ia lewati.
Ketika memasuki sebuah kampung, ia pun berhenti di pangkalan ojek, Aldi menanyakan kepada mereka tentang keberadaan Aira.
"Permisi bang, Apa pernah melihat gadis ini?"tanya Aldi pada seorang tukang ojek.
Tukang ojek tersebut melihat kearah foto yang di sodorkan Aldi.
"Oh, ini non Aira?"ucap tukang ojek tersebut.
"Jadi abang kenal?"tanya Aldi bahagia.
"Kenal, orang sekitar sini siapa sih yang ngak kenal dengan Non Aira."
"Kalau begitu, bisa antar saya bang tempat tinggalnya?"tanya Aldi.
"Bisa, tapi anda siapanya Non Aira?"tanya tukang ojek tersebut.
"Saya suaminya, ayah dari anaknya, tolong antarkan saya ya Bang," pinta Aldi bahagia.
*Hm pantes saja Non Aira betah menjada, mantan suaminya cakep begini, kaya raya lagi,mana ada bandingannya dengan orang kampung sini, *batin si tukang ojek.
__ADS_1
Bersambung, mohon dukungan nya ya reader, semoga tetap suka.