Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Jagakan Dia


__ADS_3

Ghael dan Alia membereskan barang-barabg mereka dan mengepack-nya.


Aira masuk ke kamar pasangan suami istri tersebut.


"Abang- Kakak makan malam dulu yuk!" Ajak Aira seraya menghampiri box bayi dimana cucunya tersebut sedang tidur.


"Ia Bun sebentar lagi selesai. Tanggung Nih." Alia.


Aira mengusap kepala Ghaisan dengan lembut.


"Duh cucu Oma besok sudah mau pindah ya? tapi sering-sering berkunjung ke rumah Oma ya," ucap Aira sambil mengecup kepala cucunya.


"Iya Oma. Kalau ayah dan bunda Ghaisan kerja, Paling juga titip di rumah Oma, Makanya Oma pensiun dong.Ngak usah kerja lagi, "Sahut Alia sambil mengepack barang-barangnya.


"Huh, semua nyuruh oma peniun dini," dengus Aira.


"Kalian jadi besok pindahannya?" tanya Aira yang melihat tumpukan kardus yang tersusun rapi.


"Iya Bun. Besok rencananya mau slametan juga di rumah baru. Ngundang tetangga sekitar sekalian berkenalan dengan penghuni komplek lainya." Alia.


"Yah rumah ini pasti terasa sepi lagi." Aira.


"Kalau ngak mau sepi suruh aja si Adek nikahin Nisa Bun, setelah tamat sekolah. Setelah menikahkan mereka bisa sambil kuliah." Alia.


"Ngaklah.Bunda ngak mau ngulang sejarah. Menikah di usia yang masih remaja itu ngak gampang! Mereka itu masih berada pada masa puber. Emosi dan Asmara mereka itu gambang terbakar gampang juga meredup. " Aira.


"Lalu apa rencana ayah dan bunda?"tanya Alia.


Arsyad akan tetap melanjutkan kuliahnya.


"Begitupun dengan Nisa. Katanya Nisa ingin jadi hapizah dulu baru mau nikah."


"Ehm Kak, Nanti di persidangan kasus Om nya kamu yang dampingi dia. Kita juga akan menuntut semua hak Nisa yang telah diambil oleh Omnya, dan ternyata rumah yang paman dan tantenya yang tempati saat ini itu semuanya milik ayahnya Nisa loh." Aira.


"Iya Bunda, setelah usia Nisa delpan belas tahun, semua aset ayahnya bisa kita alihkan atas nama Nisa melalui Notaris.Jadi ngak usah khawatir ia akan mendapatkan haknya." Aira.


"Ya harusnya memang seprti itu.Sudalah bunda turun dulu."


"Iya Bun, sebentar lagi kita akan nyusul."

__ADS_1


Alia dan Ghael melanjutkan mereka, beberapa saat kemudian Alia pun telah selesai dengan kerjaannya.


"Bang sudah selesai?"Yuk kita makan.


"Ayo! Ghaeishan ngak apa tinggal di sini sendiri." Ghael.


"Ngak apa-apa sih, tapi kakau abang khawatir suruh saja Mona yang menjaganya." Alia.


"Ya Sudah," Panggil saja Monanya.


Ghael merangkul Alia keduanya turun dengan bergandengan mesra.Mereka langsung menuju meja makan.


Nisa dan Arsyad berada di belakangnya. juga baru turun.


"Syad kakak dan abang ipar kamu selalu terlihat harmonis ya. Mungkin mereka menikah karna saling cinta ya?" Nisa.


"Ngak kok! Mereka di jodohin malah." Arsyad.


"Hm, mama dan papa ku juga di jodohin tapi mereka juga selalu harmonis. Justru biasanya yang nikahnya karna sama-sama Cinta ngak bertahan lama."


"Jadi kamu mau nikah karna cinta atau karna di jodohin?"tanya Arsyad.


"Ya karna cintalah! " sahut Nisa.


"Ih Sakit tau! Mau aku lapor polisi?"


"Laporin saja, paling di suruh kawin sma pak polisinya," ucap Arsyad.


"Siapa juga yang mau kawin sama kamu?!"cetus Nisa.


"Yang benar kamu ?" Tanya Arsyad dengan.nada serius.


"Iya lah."


Arsyad sudah merasa kecewa, dari sikap Nisa selama ini terhadapnya memang terlihat biasa saja.


"Ngak mau sekarang maksudnya, "cetus Nisa lagi sambil mencolet hidung Arsyad.


Keduanya pun saling melempar senyum.

__ADS_1


"Baru gitu aja udah baper!" Nisa.


"Baperlah! karna sudah dua kali aku di tolak.Kayak ngak laku aja," ucap Arsyad sambil mengacak-acak rambutnya.


"Dua kali? Siapa?"tanya Nisa.


"Ada deh!" Arsyad.


"Hm gitu ya kamu! "


"Udah ah itukan masa lalu, ngak usah dipikirin. Yang penting aku sudah dapat gantinya yaitu kamu."


Nisa tersenyum.Sebelumnya ia ragu terhadap Arsyad karna ia pikir Arsyad hanya kasihan terhadapnya.


'Semoga saja Arsyad benar-benar tulus terhadapku,' batin Nisa.


Mereka ikut membaur dengan keluarga yang lainya menikmati makan malam.


"Syad kamu sudah yakin dengan jurusan yang kamu pilih? Ayah ngak maksa kamu harus kuliah di jurusan bisnis."


"Ngak Kok Yah. Arsyad justru ingin mengambil alih tugas ayah di kantor. Arsyad ingin ayah dan bunda beristirahat, biar Asryad yang menggantikan Ayah. Setelah lulus kuliah biar Arsyad yang mimpin perusahaan ayah."


Aldi dan Aira saling memandang.


"Syukurlah. Karna ayah punya niat untuk bulan madu bersama bunda, kita mau keliling dunia. Ayah juga mau pensiun dan menikmati masa tua. Ayah mau perbayakin ibadah dan waktu bersama Bunda."


"Beres Yah! Setelah Arsyad lulus.Arsyad bisa ayah andalkan. "


Aldi tersenyum kemudian menepuk pundak putranya.


"Ayah bangga sama kamu. Kamu harus bisa jadi contoh yang baik untuk adik mu.Jika ayah sudah tiada, pesan ayah cuma satu, bimbinglah adik kamu Syad ajari ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya.Ayah tak ingin terjadi perpecahan antara kalian. Bisa ngak ternang arwah ayah jika kalian saling berebut warisan." Aldi.


"In shaa Allah ngak Yah. Arsyad amanah kok. Asal Ayah dan bunda jagain Nisa selama Arsyad pergi."


"Ehm, dasar modus. Ada maunya ternyata!"seru Alia.


"Buarin!"


'Sementara Nisa tersenyum. Begitu beartikah aku di matanya?'batin Nisa.

__ADS_1


Bersambung Terima kasih kepada reader yang tetap setia dengan kisah ini.


Selamat beraktifitas dan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang merayakannya.


__ADS_2