Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Selangkah Lagi


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan calon besan nya Satria langsung menuju mobil di mana Aldi sudah tak sabar menunggu.


Setelah memastikan pintu mobilnya dalam keadaan rapat dan menggunakan sabuk pengaman.


Satria mulai mengemudikan mobilnya keluar dari rumah mewah tersebut.


Matanya melirik kearah Aldi yang terlihat gelisah.


"Aldi kamu tuh kenapa sih, tiba-tiba saja kamu menolak perjodohan ini?"tanya Satria.


"Pa! Aldi hanya menginginkan keluarga Aldi untuk bersatu kembali, sekarang Aldi memiliki seorang putri Pa, dan Aldi sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya," papar Aldi dengan gelisah.


"Iya papa tahu, tapi cara itu tidak sopan, papa sampai ngak enak, untung saja Pak Darman mengerti dan tidak tersinggung."


"Entalah Pa, masak bodo' yang terpenting Aldi sudah mengetahui keberadaan Aira dan putri Aldi, dan ngak ada yang lebih penting dari itu lagi." Aldi, ia begitu bersemangat.


"Iya Nak, papa mengerti, pergilah dan carilah Aira dan putri mu, Papa juga ingin melihat kalian kembali bersama, apa lagi ternyata kamu memiliki seorang putri, Papa juga tak sabar untuk memeluk dan menciumnya, seraya mendengar mulut mungilnya memanggil papa dengan sebutan Opa," papar Satria dengan haru.


"Bunda juga begitu Di, bunda ingin sekali menggendong cucu perempuan, karna bunda tak pernah mengasuh anak perempuan, sedangkan anak Tari dan Romeo keduanya lelaki, " papar Maya yang juga ikut bahagia.


Aldi semakin bersemangat karna di dukung oleh kedua orang tuanya.


"Iya Bunda, doakan saja agar Aldi segera bertemu dengan putri Aldi dan Aira." Aldi.


Maya tersenyum, "Aldi kami sebagai orang tua selalu ingin melihat kalian bahagia, dan Bunda berharap kali ini Mas mu mau di jodohkan dengan Tania anaknya pak Darman,"papa Maya.


"Jadi Tania di jodohkan dengan Mas Heru Bunda?"tanya Aldi bahagia.


"Yah begitulah, kamu juga harus bantu bunda membujuk mas mu,agar dia mau di jodohkan dengan Tania."


"Tentu Bunda, Aldi juga ingin melihat mas Heru bahagia dengan cara membina rumah tangganya." Aldi.


"Tidak hanya Heru, kamu dan Tari juga, Kami ingin sekali kita berkumpul dengan anak cucuk, iya kan Pa?"tanya sambil menoleh kearah Satria.


"Iya Ma, kalau anak cucu kita kumpul, papa mau pensiun saja, kita jalan-jalan saja Ma, Masa tua kita-kita habiskan berkunjung kerumah anak menantu kita, bermain dengan cucu' kita saja, " papar Satria.


Aldi terharu mendengar keinginan kedua orang tua tersebut, ia pun semakin bersemangat untuk menemukan cinta sejatinya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah, Aldi langsung membawa kopernya, ia pun membawa banyak pakaiannya, tak perduli seberapa lama pun waktu yang ia butuhkan untuk mencari Aira, tekadnya sudah bulat, ia tak akan pulang tanpa membawa Aira dan anaknya.


Selesai mengemasi kopernya, Aldi pun pamit kepada Satria dan Maya, tak lupa ia memohon restu dan meminta doa, agar .mereka segera di pertemukan.


Pukul sepuluh malam Aldi memulai perjalanannya, butuh waktu enam sampai tujuh jam, untuk sampai di rumah Heru.


Senyum tipis terlukis di bibir Aldi, bayangan keluarganya kembali berkumpul menari-nari di peluput matanya.


"Aku sudah tidak sabar sayang untuk bertemu kamu, aku sudah sangat rindu ingin bertemu. "Aldi bermolnolog, seraya menyunggingkan senyum bahagianya.


Lagu-lagu ngebeat mengiringi perjalanannya di malam yang sepi, berbagai minuman yang mengurangi rasa kantuk pun ia sudah tersedia sebagai bekal perjalanannya.


Baru beberapa jam perjalanan Aldi merasa mengantuk, malam yang dingin dan sepi semakin membuat matanya mengantuk.


Namun semagat untuk memenui Aira membuatnya tak ingin menginap di perjalanan dan tetap melanjutkanya.


Pukul empat subuh ia pun tiba di di kediaman Heru, tentu saja Heru sudah menunggu kedatangan Aldi, ia begitu mengkhawatirkan adiknya selama di perjalanan.


Heru membuka pintu untuk Aldi ketika mendengar suara klakson mobilnya.


"Ayo Di masuk dulu, kamu butuh istirahat, besok pagi kita akan memulai pencarian," ujar Heru.


"Putri ku pasti cantik, secantik ibunya," ujarnya dengan senyum penuh semangat meski matanya mengantung lingkaran hitam.


"Aira juga semakin cantik Di, tubuhnya terlihat tegap dan gagah, mas Heru hampir tak mengenali saat ia mengenakan seragam polwan nya," ucap Heru yang menyemangati Aldi.


"Benarkah Mas, aku jadi tak sabar untuk menunggu pagi," gumanya kembali tersenyum.


"Sekarang kau istirahat saja, besok kita lanjutkan pencarian," ujar Heru.


Aldi pun masuk kedalam kamarnya, kemudian merebahkan diri di atas tempat tidur, setelah menanti selama enam tahun sebentar lagi mereka akan bersua, bahkan meski matanya mengantuk, namun ia tak juga bisa terlelap menunggu pagi.


***


Matahari belum juga muncul, tapi Aldi sudah berada di kamar mandi, untuk melakukan rutinitas paginya.


Setelah mengguyur tubuhnya dengan air dingin ia merasa segar kembali.

__ADS_1


Aldi menyeduh kopi untuk membuat matanya semakin segar.


Dengan sedikit memaksa, ia pun membangunkan Heru yang masih menggantuk.


"Mas, bangun mas sudah pagi," ucapnya seraya mengguncang tubuh Heru.


"Ehm, bentar Di, masih ngantuk, emang ini jam berapa sih?"tanya Heru sambil melirik jam dindinganya.


"Baru pukul lima pagi Di, baru juga satu jam mas tertidur," keluhnya.


"Kamu ngak tidur apa?"Heru dengan mata beratnya.


Namun melihat semangat Aldi yang berapi-api ia pun bangkit, kemudian menuju kamar mandi.


Aldi memang tak sabar untuk segera bertemu dua belahan jiwanya.


***


Matahari mulai menampakan secercah sinarnya.


Aira sudah bersiap dengan seragamnya sambil mengemasi kebutuhan yang akan di bawa Alia ke sekolah


"Non, kapan Non akan pindah?"tanya si mbok.


"Besok Mbok, hari ini Aira mengurus surat-surat administrasinya terlebih dahulu, kemudian meminta surat pindah untuk Alia," paparnya.


Simbok menarik napas panjang, "Baru saja kita berkumpul Non, sekarang Non.Aira sudah akan pindah kembali ke kota, "keluh Mbok Jum.


"Ya mau gimana lagi Mbok , Aira mendapat tugas di sana, sebenarnya Aira juga ngak mau meninggalkan kampung ini," papar Aira seraya menyiapkan bekal untuk putrinya.


"Iya Non, jika sudah sampai di Sana segeralah menemui mas Aldi."


"Kasihan Alia Non, ia sudah tak sabar untuk bertemu ayahnya," papar simbok.


"Setiap hari Mbok dengar ia bicara pada teman-temanya jika sebentar lagi ia bertemu dengan ayahnya, si mbok jadi sedih Non, Alia begitu menginginkan punya Ayah seperti teman-temannya yang lain, karna ia sering di bully sama anaknya si Mery itu, suka di katain anak haram Non, katanya Alia itu ngak punya bapak, dan Alia suka nangis pulang ke rumah kalau sudah di katai sama si Soni anaknya si Mery itu,"Papar Simbok.


"Apa Mbok, Alia dikati seperti itu?kurang ajar Si Mery, pasti dia yang menghasut anaknya untuk menyakiti perasaan Alia," dengus Aira.

__ADS_1


"Biar Aira kasih pelajaran nanti sama si Mery, "sungut Aira dengan geram.


Bersambung dulu guys, masih menanti dukungannya.


__ADS_2