
Romeo menatap langit yang bertahta ribuan bintang yang menghampar tanpa batas, kepulan asap rokok menemani malamnya yang semakin dingin.
Bulir bening menetes perlahan di sudut netranya, di balkon sebuah hotel yang berbeda, keluarga Romeo menginap, karna tak mungkin mereka melanjutkan perjalanan mengingat hari sudah larut malam, apa lagi mereka semua sudah lelah menempuh perjalanan yang memakan waktu hampir setengah hari perjalanan.
Setelah menjalani sidang dan membayar denda adat yang jumlahnya tak main-main, orang tua Romeo harus menggelontorkan dana senilai 25 juta sebagai syarat agar Romeo terbebas dari hukum adat.
Romeo masih menghisap rokoknya, dengan kepala yang menegada ke atas, ia coba mencari jawaban dari pertanyaan yang begitu ingin ia sampaikan, kenapa harus jatuh cinta pada Aira, kenapa ia tak bisa melupakan Aira seperti ia melupakan gadis-gadis yang telah berlalu dalam kisah asmaranya.
Romeo menegak minuman soda, sebenarnya sudah lama ia berhenti merokok, saat Aira memintanya untuk berhenti merokok.
Romeo kembali menghembuskan kepulan asap itu ke udara, dini hari yang dingin, dimana semua orang lebih memilih menutup rapat tubuh mereka dalam selimut tebal yang menghangatkan, Romeo lebih memilih menyendiri di balkon hotel.
Berhari-hari bersama seseorang yang ia cintai, kini ia terpaksa harus merela kan Aira kembali kepelukan suaminya, meski ia belum sanggup untuk berpisah.
Romeo kembali menatap lagit malam, hari terasa semakin panjang seiring dinggin yang semakin menyeruak di sekujur tubuhnya, tatapan Romeo mengedar melihat sekelilingnya, ia pun mengingat kenanggan indah saat ia bersama Aira, namun tiba-tiba lamunam itu buyar saat Romeo merasa ada yang menepuk pundaknya.
"Kenapa lo belum tidur Rom?" tanya Doni yang memang sekamar dengannya.
"Lo masih belum bisa terima ya, dengan kenyataan ini semua?"
"Rom, sebagai sahabat gue harus jujur pada loh Rom, gue kecewa sama loh, lo sudah kelewatan, sampai membawa lari istri orang, apalagi itu istri Aldi sahabat kita."
"Terserah apa kata loh Don, lo ngak akan mengerti perasaan gue, karna lo ngak mengalaminya sendiri." Romeo.
"Gue ngerti Rom, gue juga pernah jatuh cinta, sama Dasty dan selama lima tahun gue jalani sama dia, dan ngak pernah sekalipun gue berniat selingkuh, gue cinta mati sama dia, tapi gue ngak mau melakukan hal yang nekat, gue pakai logika, ngak pakai perasaan."
__ADS_1
"Keadaannya ngak sama Don, lo ngak mungin mengerti, karna gue sendiri ngak bisa mengerti tentang perasaan gue, kenapa gue harus cinta mati pada Aira padahal kalau gue mau, banyak cewek yang lebih cantik dari pada dia, kadang gue ngerasa ini bukan cinta tapi kutukan, yang bikin gue ngak bisa mencintai orang lain lagi setelah dia," ungkap Romeo.
"Loh hanya terbawa rasa saja bro," ucap Doni sambil menepuk pundak Romeo.
"Oh ya Rom, kalau gue boleh tahu sejauh mana hubungan loh sama Aira?" tanya Doni sambil melirik ke arah Romeo.
"Maksud loh apa?" tanya Romeo, kali ini ia menatap tajam kearah Doni.
"Ya, kalian tinggal bersama berhari-hari dan ya gue tahulah lo pasti normal."
Romeo menyungging kan senyum tipisnya, "Gue ngak pernah menyentuh Aira bro, meski pun gue sangat ingin, asal loh tahu gue ingin melakukan hanya agar Aldi tak mau menerima Aira kembali dan menceraikanya langsung, tapi Airanya ngak pernah mau, ya gue ngak mau maksa aja, gue ngak mau sampai dia benci sama gue."
"Gue juga ngak tahu kenapa dengan Aira gue berani, meskipun gue sadar-sesadarnya jika dia istri orang, padahal sebelumnya gue ngak berani merusak anak gadis orang Don, bahkan beberapa pacar gue, rela menyerahkan kegadisannya kepada gue, tapi gue ngak mau, karna gue mikir belum tentu dia jodoh gue, dan kasihan jika dia menikah dengan orang lain maka akan menjadi pertanyaan besar oleh suaminya."
"Tapi saat bersama Aira gue malah ngak bisa pakai logika Don," tambahnya.
"Dan loh tahu ngak Don, apa yang terjadi pada malam itu?"
"Tahu gue, kasus penikaman yang di lakukan oleh bapaknya Aira kan?"Doni.
"hm, bukan, bukan bapak Aira yang melakukanya, tapi Aira Don." ungkap Romeo.
Mendengar penuturan Romeo mata Doni membulat sempurna.
"Apa Rom? Aira pelakunya? tapi kenapa?"
__ADS_1
"Aira hampir di perkosa Don, dan karna Aira panik tak dapat melepaskan cengraman si tua Retno, ia pun menusuknya dengan pisau dapur yang kebetulan ada dimeja samping tempat tidurnya, gue ngak tahu lagi harus berbuat apa, gue hanya ingin melindungi dia, gue ngak ingin dia dapat masalah, apalagi sampai di penjara,"papar Romeo, sambil menghisap dengan tarikan yang panjang dan melemparnya ke bawah.
Doni syok," Jadi Aira adalah pelakunya, gawat kalau begitu Rom, pak Retno meninggal Rom, gue baru dapat informasi dari bribda Rangga, katanya pak Retno meninggal sehari yang lalu setelah hampir seminggu di rawat di rumah sakit, ini kasus berat, gue jadi khawatir dengan Aira Rom," ucap Doni sambil menyapu wajahnya dengan kasar.
"Apa gue bilang, ini semua tuh gara-gara Aldi, dia ngak bisa jagain Aira Don, karna dia, Aira pergi dari rumah, dan sekarang Aira dalam masalah besar, gue ngak bisa tinggal diam Don, gue akan bawa Aira lari sejauh-jauhnya, gue ngak akan membiarkan Aira di penjara," ucap Romeo berapi-rapi.
Melihat Romeo yang terlihat emosi, dan berapi-rapi Doni pun menepuk pundak sahabatnya tersebut.
"Sabar Rom, pak Tarman mengakui jika dirinya lah yang menjadi tersangka atas meninggalnya pak Retno Rom, dan untuk sementara kita ikuti saja alurnya, jangan bocorkan rahasia ini pada siapa pun, dan menurut gue pak Tarman memang pantas mendapatkan hukumanya, ini juga semua karna dia."
"Iya Don, gue harap loh juga ngak memberi tahu siapapun tentang ini, sebelum semuanya terbongkar, gue harus bawa Aira lari dan menjauh Don, gue ngak sanggup melihat dia menderita lagi Don, apalagi jika dia harus di penjara sampai bertahun-tahun, cukup gue dan Aldi yang menghancurkan hidupnya, dan gue merasa bertanggung jawab atas apapun yang terjadi pada Aira Don, gue nyesel mempermain kan Aira, dan menjadi kan nya sebagai bahan taruhan gue dan Aldi," ucap Romeo sambil menangis terisak.
"Loh tenang aja Rom, gue ngak akan membongkar rahasia ini ke siapapun, gue juga ngak mau Aira masuk kedalam jeruji besi, kasihan dia Rom, ujian hidupnya terlalu berat, bahkan jika gue sendiri yang menjadi seperti Aira, gua juga ngak akan sanggup menjalani semua ini," tutur Doni yang juga haru mendengar penuturan Romeo.
Aduh hari ini author lagi baik nih up dua episode, episode selanjutnya semakin seru, jadi giring jempol dan berikan komen kalian, vote dan juga hadiahnya ya, tapi otor ngak maksa loh, lebih baik lagi otor punya repsrensi novel yang beda banget nih dari yang lainya, wajib mampir nih biar ngak penasaran.
Guys, buat yang suka cerita tentang perselingkuhan.
Cuss mampir ke Selingkuh Online.
Cerita tentang seorang istri yang terkekang oleh suaminya karena sebuah kesalahpahaman. Membuat Sita harus mencari kesenangan lain di dunia maya tanpa sepengetahuan suaminya itu.
Akankah pernikahan itu akan berakhir bahagia atau justru sebaliknya? Cusss lagi anget-anget
__ADS_1