
🍎Sebelum baca jangan lupa ya tekan like berikan komentar, vote dan hadiah nya, agar author jadi semangat up nya, kunjungi ig author @lucyv146, banyak kejutan di sana🍎
Keluarga Aldi sudah berkumpul untuk merundingkan hari pernikhan mereka, begitu pun bapak Aira, ketua Rt dan beberapa tetangga, Doni juga hadir di sana sebagai sahabat Aldi.
Aldi memang tak punya sahabat yang terpecaya terkecuali Doni, diantara mereka bertiga, Doni lah yang paling bijak dalam hal pemikiran dan pertimbangan.
"Jadi juga loh nikah Di, gue harap pernikahan ini bukan sekedar untuk mencapai obsesi lo Di, karna ikatan pernikahan bukan hanya terjadi antara dua insan, tapi juga terhadap tuhan, sebentar lagi lo bakalan jadi suami dari seorang wanita, dan tanggung jawab lo ke dia bukan hanya sebatas materi, tapi juga menyangkut kebutuhan batin dan kebahagianya, dan semua kelak harus lo pertanggung jawabkan Di," ucap Doni sambil menyulut api ke rokoknya.
Saat itu pihak keluarga berunding, sedangkan Aldi dan Doni duduk di pojok.
"Sok tahu lo Don," ketus Aldi.
"Di, gue memang bukan anak soleh, karna bapak gue namanya tayib bukan sholeh, tapi gue tau lah, itu hukum dasar pernikahan, kalau lo mau menikah lo harus tau lah, biar lo ngak berbuat zalim." Doni.
Aldi bedecak, seolah abai akan nasehat Doni.
"Itu sih terserah lo Di, sebagai sahabat yang terpenting gue udah nasehatin lo, jangan mentan-mentang lo punya kekuasaan dan uang yang berlimpah, lo lupa siapa diri lo Di, ingat Di, orang kaya, dosa nya juga di catat malaikat, lo juga nantinya pasti mati kan, dan harta lo yang melimpah, ngak bisa bantuin loh,"cetus Doni.
"Lo kenapa kayaknya ngancam gue sih Don?" Tanya Aldi sensi.
"Gue bukan ngancam Di, cuma mengingat kan lo, gue memang bukan orang baik, tapi gue ngak bisa tinggal diam, jika ada kezaliman yang terjadi di depan mata gue," imbuhnya.
"Memang nya gue berbuat zalim apa Don ?" kayak nya gue ngak pernah nyakitin Aira, gue sayang sama dia, kalau gue ngak sayang, kenapa gue harus nikahin dia, kenapa juga gue harus repot toh perempuan banyak, kenapa harus Aira." sahut Aldi.
"Itu die yang mau gue tanya, kenapa harus Aira?"
"Karna gue mau melindungi dia Don, gue kasihan sama Aira, meski sebenar nya gue ngak cinta sama dia, lo ngak tahu aja Don, Aira itu di incar sama mafia human traffiking, penjualan manusia untuk di bawa ke amerika, di sana merea akan di jadikan budak pemuas nafsu," papar Aldi.
"Lo ngak tahu kan Don, selama ini gue sewa beberapa orang khusus untuk menjaga Aira, gue bukan nya ngak tahu Don hubungan Romeo dan Aira, gue tahu beberapa kali Romeo mnyusup ke rumah ini, untuk menemui Aira, tapi gue berlaga ngak tahu aja, dan kalau gue mau, gue bisa laporin Romeo, tapi gue ngak mau lakukan itu, semua demi menjaga parasaan Aira, lagi pula Romeo itu sahabat gue, meski pun gue dan dia sering ngak akur,tapi kita berteman hampir lima tahun, dan selama itu, juga kita bersama melalui suka dan dua, dan lo berdua seperti keluarga bagi gue bro."
"Gue juga sudah menyewa detektif untuk menyelidiki markas mafia yang ketuai Mister bos itu, karna mereka curiga dan merasa di awasi, akhirnya mereka pindah, dan gue rasa suatu saat mereka pasti kembali, karna Aira salah satu target mereka, dan Aira juga pernah jadi korban yang bisa meloloskan dari , Aira itu ancaman mereka Don, gue masih belum yakin Aira akan benar-benar aman jika berada di luar sana," papar Aldi.
"Tapi rasa sayang itu kan bukan cinta Don, ya gue sayang sama Aira, rasa sayang gue ke Aira, sama seperti rasa sayang gue ke Heru, begitupun Heru, gue tahu dia sayang banget sama Aira, seperti dia sayang sama gue, entalah Don, kehadiran Aira di rumah ini seperti oase bagi gue sama Heru, kami jarang sekali mendapat kan perhatian dan kasih sayang dari orang tua, apalagi gue sama Heru sering berantem, mungkin dengan Aira lah kami bisa mencurah kan kasih sayang, mengingat tak ada tempat lagi untuh mencurah kan perasaan tersebut, gue sering bercanda sama Aira, dan itu semua mengalir aja, apa yang gue lakukan selama ini hanya untuk menjaganya saja, lagian Aira itu lebih pantas jadi adik gue dari pada istri, usia gue aja sama dia terpaut lima tahun, apa lagi gue senang dengar suara manjanya saat di manggil gue mas Aldi, gue kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tua gue, Heru juga begitu, dan ternyata nasib Aira lebih malang, bahkan bapak kandungnya sendiri ingin menikahinya hanya untuk membayar hutan, lo bisa bayangin Don, jika gue melepaskan Aira kembali, bagaimana nasibnya," papar Aldi.
"Tapi Romeo dia sungguh-sungguh cinta sama Aira, Di, kenapa ngak lo biarkan Romeo yang menikahinya?" tanya Doni.
"Romeo? gue ngak yakin lah, Romeo kan sama kayak gue, playboy, brengsek, suka mempermainkan wanita, lagi pula gue ngak yakin dia bisa melindungi Aira dari penjahat yang mengincar Aira," papar Aldi.
Doni menghempas nafas panjangnya, "Gue jadi binggung."
"Gue juga binggung Don," sahut Aldi.
"Lah lo binggung kenapa?" tanya Doni.
__ADS_1
"Nyokap gue nyuruh gue nikah sama anak dari sahabatnya."
"Nah, jadi lo mau?" tanya Doni.
"Justru gue mau, makanya gue binggung,"cetus Aldi.
"Anjiiiir, lo Al," sungut Doni bercanda.
"Baru beberapa detik yang lalu lo bikin gue terharu, eh sekarang malah bikin gue kesal lagi, pengin nyumpahin lo aje gue, hati hati bro, nanti lo kena karma, ngak usah bermain api nanti lo sendiri yang terbakar." Doni.
Aldi hanya nyengir.
"Sayang bro, mumpung masih ada yang mau, iya ngak?" tanya Aldi sambil menaik turun kan Alisnya.
Doni membuang mukanya karna kesal.
Sementara keluarga berunding untuk menentukan hari pernikahan mereka.
***
Aira duduk termenung sendiri di dalam kamarnya, suara getaran handponenya berhasil membuyarkan lamunannya.
"Bang Romeo," Aira menyambut telpon yang ternyata dari Romeo.
"Aira Abang ada di bawah," sahut Romeo.
Aira pun berjalan menuju balkon kamarnya.
"Bang, kenapa abang di sini, di bawah sedang ramai orang bang, kalau ketahuan bagaimana?" tanya Aira panik.
"Ngak apa paling kita di kawinin," jawabnya asal.
"Aira abang mau ke atas, tapi ngak ada tangga nya nih, kamu turunin aja rambut kamu Aira, biar Abang bisa manjat ke sana," canda Romeo.
"Ah Abang emangnya rambut Aira sepanjang Rapunzel, ketahuan deh suka nonton princes,"
"Iya dulu suka nemani kakak nonton, untung ngak ketularan feminim, tapi seratus persen abang jantan kok," ucapnya sambil nyengir.
"Udah ah nanti saja bercandanya, buruan cari sesuatu biar abang bisa manjat, ntar ketahuan bisa berabe, iya kalau ketahuan kita di kawinin, kalau di gebukin sekampung bisa meninggol," ucap Romeo dengan gaya kocaknya.
Aira pun memikirkan cara agar Romeo bisa naik.
Aira menarik beberapa spari dan menggikatnya, setelah merasa cukup panjang, ia pun menurunkan nya secara perlahan dan mengikatnya di pagar besi.
__ADS_1
Dengan gesit Romeo pun memanjat, dan dalam hitungan detik ia pun sampai ke atas.
Romeo yang baru tiba, langsung memeluk Aira, tapi di tolak oleh Aira.
"Kenapa Aira? Aira sudah ngak sayang ya sama Abang?" tanya nya sambil menatap wajah Aira yang tertunduk.
"Aira sayang kok sama Abang, tapi..." Aira ragu untuk melanjutkan kata-katanya.
"Tapi kenapa Aira?" Tanya Romeo lirih, ia pun mendekat kearah Aira.
Suasana yang ceria, berubah seratus delapan puluh derajat.
"Karna dalam beberapa hari lagi Aira akan menikah dengan mas Aldi, bang," jawabnya lirih, perlahan air mata menetes di sudut netra bening miliknya.
Romeo pun menelan salivanya, kerongkonganya terasa panas, perlahan air mata pun menetes membasahi pipinya.
"Aira harus jadi istri yang setia bang, Aira ngak boleh berhubungan dengan abang lagi, sampai Mas Aldi sendiri yang menjatuhkan talaqnya," ucap Aira terbata-bata.
Melihat Aira yang bersedih, Romeo pun ikut sedih.
"Abang mengerti Aira, Abang akan tetap menunggu kamu," ucap Romeo yang juga terbata-bata.
"Abang ngak usah nunggu Aira bang, Karna setelah berpisah dengan mas Aldi, Aira juga ngak tahu apa Aira masih utuh, karna sebagai istri, Aira wajib melayani suami Aira bang, Aira ngak boleh menolak, Aira takut dosa Bang," ucap Aira dengan terbata-bata, air mata terus saja mengalir tanpa terhenti.
Setiap kata yang di ucapkan Aira, terasa ada beban yang berat yang sedang menghimpitnya.
Romeo menatap lurus wajah Aira, ia pun menghapus air mata Aira.
"Tak masalah, lakukan saja tugas Aira sebagai istri, abang akan tetap menerima dan menunggu Aira, seperti apa pun Aira nantinya, karna Abang sayang sama Aira, dan sampai kapan pun akan tetap sayang."Romeo pun memeluk Aira dan membelai lembut rambutnya, keduanya menangis dalam dekapan.
"Aira terharu bang, belum pernah ada orang yang menyayangi Aira seperti bang Romeo, terima kasih, karna bang Romeo, Aira bisa merasakan seperti apanya di cintai dan di hargai, namun sayang, takdir berkata lain, Aira harus menjalani semua ini dengan iklas," ungkapnya dengan haru, Aira pun menangis pilu.
"Maafkan Abang Aira, semua ini salah abang Aira, kalau saja waktu itu abang tak...," kata-kata Romeo terhenti dan langsung di sambar Aira.
"Sudah lah bang jangan menyesali semua ini, kalau saja bang Romeo ngak taruhan sama Mas Aldi, mungkin kita ngak kan pernah bertemu, dan Aira juga ngak akan pernah merasakan rasanya jatuh cinta pada seorang pria, Aira yang merasa trauma karna terus di sakiti oleh pria , kini Aira bisa merasakan rasa sayang yang tulus dari kalian semua, Kak Igun, Mas Aldi, Mas Heru, bang Romeo dan bang Doni, kalian adalah laki-kaki yang Aira sayangi, bahkan Aira yang sempat merasa dendam dan benci terhadap laki-laki termasuk bapak Aira sendiri, kini Aira bisa belajar, bahwa tak semua mahluk yang bernama laki-laki itu jahat dan kejam, nyatanya Aira bisa merasakan kasih sayang dari kalian semua, yang tak Aira dapatkan dari keluarga Aira sendiri," ungkap Aira dengan deraian Air mata.
"Terima kasih Aira, karna sudah mengajar kan arti cinta yang sesungguhnya, di mana cinta itu harus di perjuangkan, tapi saat ini abang belum mampu, biarlah untuk sesaat kita berpisah dan merana untuk sementara waktu, abang rela menjalani itu semua, jika pada Akhirnya kita akan bersama," ucapnya sambil memeluk Aira.
Mereka pun terlarut dalam haru, bahkan Romeo menangis terisak memeluk Aira.
sambil nunggu up, mampir di novel author yng lain yuk, yg lebih seru dan sudah tamat, klik profil author.
__ADS_1