Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Hasil USG


__ADS_3

Malam harinya keluarga Aldi menyiapkan makan malam untuk tetamu mereka yang akan hadir, sekedar reunian dan mengenang persahabatan mereka di masa lalu.


Sejak mengetahui istrinya hamil anak kedua, Aldi semakin protective saja terhadap Aira, Ia berusaha menjadi suami dan ayah siaga.


pukul setengah delapan malam, keluarga Romeo sudah hadir di rumah mereka.


"Assalammualaikum," ucap Tari dan Romeo.


"Waalaikum salam," sahut Aira.


"Mbak Tari apa kabar? tanya Aira karna mereka sudah lama tak bertemu.


"Baik Aira, ngak lihat badan gue makin gemuk saja, habisnya di pompa terus setiap malam, he he," sahut Tari.


"Lagian ngapain juga di pompa terus Mbak, ngak sesak nafasnya?" tanya Aira bercanda.


"He he, justru kalau ngak di pompa suka kehabisan nafas gitu, kayak kurang angin gitu," selorohnya lagi.


"Kayak ban dalam aja," sahut Aira.


"Sudah berapa bulan mbak?"tanya Aira lagi melihat perut Tari yang mulai membesar.


"Masuk tiga bulan," sahut Tari sambil mengelus perutnya.


"Tapi kok besar sih Mbak? udah periksa belum?" tanya Aira.


"Belum lagi males aja," sahut Tari seraya mendaratkan bokongnya ke sofa.


" Ih tiga bulan kok sudah se gede itu mbak? jangan-jangan kembar lagi." Aira.


"Ehm, gue sih bersyukur kalau dapat kembar apa lagi kalau dapat anak kembar cewek," sahutnya.


"Aira juga mau tuh punya anak kembar," sahut Aira.


Mereka duduk di ruang tamu.


Aldi masih berada di dalam kamarnya ketika hendak turun ia mendapat telpon dari Heru.


"Hallo Mas, Assalammualaikum, "sapa Aldi, ia begitu bahagia menerima telpon dari Heru, rasanya sudah tak sabar berbagi berita bahagia dengan saudaranya tersebut.


"Waalakumsallam Di, Mas Heru punya kabar gembira," ucap Heru, rupanya ia lebih tak sabar memberi kabar bahagia ke pada saudaranya.


Aldi mengalah, dan memberi kesempatan kepada saudaranya tersebut untuk berbagi kabar bahagianya terlebih dahulu.


"Ya Mas, Apa kabar gembiranya?"tanya Aldi.


"Mas Heru sebentar lagi punya anak Di, istri mas Heru sedang hamil memasuki bulan kedua."papar Heru begitu semangat.


"Alhamdullilah, selamat ya Mas, Aldi juga ada kabar gembira Mas, Aira hamil juga positive hamil, " ungkap Aldi tak kalah bahagia.


"Alhamdullilah ya Di, semoga kamu dan keluarga dilindungi, berbahagia selalu dan sehal waafiat." Heru.


"Aamiin Mas," jawab Aldi.


"Kami sekarang lagi kumpul Mas, ada Tari dan anak-anaknya, coba kalau mas Heru ada di sini mas Heru kita bisa rayain bersama-sama kita di sini ,"Aldi.


"Kapan-kapan saja kita merayakannya, mungkin setelah tujuh bulanan Tania, Mas Heru pulang Di."Heru.


"Iya deh Mas, jangan lupa kasih tau papa dan bunda, mereka pasti senang banget kan."


"Sudah Dong, mereka bukan main senangnya, Mama sampai nangis mendengar Tania hamil, begitupun dengan kedua orang tua Tania, Mas Heru merasakan betapa bahagianya menjadi seorang suami dan ayah."Heru.


"Iya Mas, jangan kan mas Heru anak pertama, Aldi saja anak kedua bukan main senangnya."


"Ya sudah Di, kalian lanjut saja acaranya," ucap Heru.

__ADS_1


"Iya Mas,"


Setelah menutup telpon tersebut, Aldi menghampiri keluarganya.


Rumah yang biasanya sepi kini menjadi ramai karna kehadiran Keluarga Romeo.


Di tambah dengan kehadiran keluarga Doni, kumpul keluarga tersebut semakin meriah.


" Hai Di, selamat ya bakalan punya anak kedua nih," ucap Doni sambil menjabat tangan Aldi.


"Iya, loh sendiri ngak ingin nambah Anak Don?"tanya Aldi.


"Ehm, kayaknya belum lah, istri gue kalau ngak hamil saja galaknya bukan main, kayak harimau gimana kalau hamil," ujar Doni.


"Ya kayak harimau bunting lah, "cetus Romeo.


"Emang gitu Das? pantesan si Doni makin kurus," cetus Romeo lagi.


" Ih ngak lah, dianya aja yang suka bikin gue kesal," sungut Dasti.


"Loh bayangin Rom, kucing aja kalau bunting galaknya minta ampun apalagi harimau, salah dikit bisa di terkam gue," sahut Doni.


"Alah loh nya aja kali yang belagu, iya ngak Das?" tanya Romeo.


Dasti tersenyum menggangguk.


"Loh kok belain bini gue Rom?"


"Ya ialah, kalau gue datang kerumah loh kan yang bikinin gue minum bini loh, bukan loh," cetus Romeo.


"Bener tuh Rom, toss dulu kita, "ucap Dasti,


Mereka pun toss.


"Gini saja Das, kalau Doni bikin loh bunting lagi, loh buntungin aja dia,"Romeo.


"Apanya? burungnya? ya kayak terong dong ngak ada kepalanya?" sahut Romeo.


"Sialan loh bedua,"sungut Doni.


"Jadi punyanya Doni, ngak ada kepalanya, ngak bisa matuk-matuk dong," sahut Aldi.


"Jangan-jangan perangkap loh ada giginya kali Das, maunya mencengram malah ngak sengaja ke gigit, buntung deh jadinya punya Doni, he he."Romeo


"Iya gimana ceritanya kepalanya bisa ilang?" tanya Aldi dengan tawanya.


"Anjir gue lagi yang di bully." sungut Doni.


"Ha haha, makanya salahin bini loh Don, pakai bilang punya loh buntung lagi."


Doni melirik ke arah Dasti yang tersenyum seraya menelan salivanya, "Ngak berani gue, "sahut Doni.


Aira hanya tersenyum mendengar celotehan mereka


Mereka berbincang, sementara Alia mengajak, Alita Ghael dan Farel bermain di kamarnya.


Ketiga pasangan tersebut ngobrol-ngobrol seraya mengenang masa lalu mereka.


Ketika sedang asik ngobrol Aldi baru teringat kabar baik yang di sampaikan Heru kepadanya.


"Omong-omong aku sampai lupa menyampaikan kabar baik dari mas Heru, ucap Aldi.


"Kabar Apa?"tanya Tari.


"Tania hamil dua bulan, "papar Aldi.

__ADS_1


"Alhamdullilah, senang rasanya, pasti saat ini Heru sedang bahagia, dengan kehamilan istrinya,"papar Aira.


Alhamdullilah, sepertinya keluarga Satria akan jadi keluarga besar, sudah ngak sabar untuk kumpul bersama, andai mama sama papa ada di sini, kita pasti bisa merayakannya berita baik ini bersama," papar Tari.


" Iya, kata mas Heru, dia ngak bisa pulang tunggu usia kandungan istrinya tujuh bulan, sahut Aldi."


"Yah, gue sudah melahirkan tuh, jadi ngak enak jadi mecahin rekor lagi,"tutur Tari pura-pura malu.


"Ehm, lihat saja nanti gue bakalan nyusul loh Tar," sahut Aldi.


"Esh, mana bisa, habis melahirkan gue gencatan senjata lagi," sahut Tari bercanda.


"Ya ampun, Mbak insyaf kenapa, anak udah tiga juga, mau gentan senjata, kasihan bang Romeonya ntar belum tua udah kena encok" sahut Aira sambil tersenyum.


"Denger tuh Tar, Aira saja kasihan sama gue," sahut Romeo.


" Ngak bisa Aira, kata orang banyak anak banyak rezeki," sahut Tari.


"Ah itu sih modus loh aja, biar Romeo ngak bisa jalan keluar, bantuin loh ngurus anak-anak kalian kan?"terka Doni.


"Is tahu aja loh Don," sahut Tari.


"Nasib banget loh Rom,"sahut Doni lagi.


"Mau bilang apa lagi Don. sudah suratan takdir," cetusnya.


***


Waktu terus berlalu perut Aira semakin membesar.


Kehamilan kali ini tak terlalu mengganggu aktifitasnya apalagi Aldi selalu berada di sisinya menjaga dan membantunya.


"Bunda sudah siap?" tanya Aldi.


"Sudah Yah, ayo kita berangkat," ucap Aira.


Mereka pun berangkat menuju prakter dokter, mengingat kandungan Aira sudah berjalan enam bulan.


Di dalam mobil,


"Yah, harapan Ayah, anak kita laki-laki atau perempuan sih Yah?" tanya Aira.


"Ayah sih terima apa saja Bun, Ayah bersyukur selama ini kita di beri kesehatan dan keselamatan, keluarga kita tetap utuh, itu sudah membuat Ayah bersyukur kok, jadi apa pun yang Tuhan titipkan pasti ayah terima dengan lapang dada," ucap Aldi.


Aira tersenyum seraya merebahkan kepalanya pada bahu Aldi, "Terima kasih ya Yah, ayah sudah sabar menjaga dan melindungi Bunda selama ini, jadi makin cinta deh," ucap Aira seraya mencium pipi suaminya.


"Sama-sama Bun, Yang penting kamu dan bayi kita sehat dan selamat, sebelum dan sesudah melahirkan," papar Aldi.


"Aamin," ucap Aira.


***


Mereka pun sampai di praktek dokter.


Aira berbaring untuk melakukan pemeriksaan USG.


Setelah menempelkan transducer ke perut Aira dokter mengarahkan monitornya agar Aira bisa melihat wajah dari bayi yang fi kandungnya.


"Yah lihat Yah, wajah anak kita," seru Aira dengan bahagia.


"Iya Bun, jadi ngak sabar rasanya menunggu kelahirannya," papar Aldi.


"Secara keseluruhan kondisi janinnya baik, dan selamat pak, bayi anda berjenis kelamin laki-laki, "ucap dokter seraya mengakhiri pemeriksaannya.


"Alhamdullilah, " ucap Aldi, yang langsung membantu Aira bangkit, ia pun mencium kening sang istri.

__ADS_1


Kedua pasangan itu begitu bahagia dan haru, hingga tanpa sadar keduanya menangis dengan haru.


Bersambung reader, moga masih tetap setia sampai akhir cerita, In Sya Allah, awal bulan depan tamat kok


__ADS_2