Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Masih di rumah sakit


__ADS_3

Falshback di kantor polisi.


Romeo dan Aldi berpapasan, saat keduanya saling menatap, dengan emosi Romeo langsung mendorong tubuh Aldi.


"Brengsek loh Di, karna lo, Aira jadi menderita!" Romeo pun memukul wajah Aldi.


Meski Aldi merasa ucapan Romeo ada benarnya, karna dirinya ,Aira harus menderita, tapi Aldi tak tinggal diam karna merasa Romeo tak punya hak untuk memarahinya.


Aldi pun mendorong tubuh Romeo dan hendak memukul Romeo, tapi karna Doni mencoba meleraikan mereka,pukulan Aldi pun mendarat di pipi Doni.


"Buk, sialan kena muka gue lagi, woi berhenti woi!" seru Doni, ia kembali melerai keduanya.


Keduanya masih saling menyerang dan menangkis tak sedikit pun mengindahkan seruan Doni,baku hantam terus terjadi meski kadang pukulan mereka jarang ada yang mengena.


Aldi sedikit kewalahan menangkis serangan Romeo yang bertubi-tubu, selain postur tubuh Romeo yang lebih besar, Aldi juga kalah dalam hal stamina, ia sendiri merasa lemas dan tak bertenaga saat itu.


"woi, berhenti woi, "


Doni menarik salah satu dari mereka, tapi Romeo kembali mendaratkan pukulan, untung saja Aldi bisa menghindar hingga keduanya diamankan oleh kedua petugas polisi.


"Ada apa ini?" tanya petugas tersebut yang berhasil melerai keduanya.


Keduanya bungkam tak menjawab, mereka sendiri tak tahu bagaimana menjelaskan kepada polisi tersebut alasan di balik tragedi tersebut.


Karna tak mendapat jawaban, keduanya di bawa ke sebuah ruangan untuk di mintai keterangan.


Aldi dan Romeo di mintai keterangan pasal keributan yang mereka ciptakan di kantor polisi, setelah bernegosiasi akhirnya mereka pun berdamai dan menandatangani surat perjanjian, setelah itu keduanya saling berjabat tangan dan saling memeluk, meski hati Aldi dan Romeo masih sama-sama dongkol, agar masalah tak menjadi panjang mereka pun akhirnya memilih jalan damai, Aldi pulang, sementara Romeo tetap berada di sana untuk menjalani pemeriksaan dan di mintai keterangan.


Setelah beberapa jam di introgasi dan diperiksa, Romeo pun di lepaskan, dirinya hanya akan menjadi saksi saat di persidangan nanti.


***


Romeo dan Doni mengikuti kemana arah Aira di bawa, "Rom, lo dan Aldi jangan berantem lagi ya seperti di kantor polisi " ancam Doni


"Emangnya kenapa Don?" cetus Romeo.


"Buset, pakai nanya lagi lo, ini tuh rumah sakit begok, gue ngak mau terkena tonjokan lo berdua lagi, gara-gara melerai kalian berdua."sungut Doni sambil meraba pipinya yang masih terasa sakit.


"Bikin emosi saja, untung kemaren kalian berantemnya di kantor polisi, kalau di kantor pos udah gue paketin kalian berdua dan gue kirim kerumah masing-masing," dengus Doni.


"Gue masih kesel, kalau saja polisi ngak datang melerai gue dan Aldi, gue bikin perkedel tuh sih Aldi," degus Romeo dengan kesal.


"Kalian berdua harusnya kompak, bagaimana caranya agar Aira bisa sembuh, bukanya setiap bertemu berduael, kapan selesainya," imbuh Doni.


Aira duduk di bawah pohon ketapang yang rindang, di sana lah ketiganya pertama kali bertemu Aira, mereka pun mendekati Aira.

__ADS_1


"Hai Aira,"sapa Doni dengan menyentuh telapak tangan Aira.


"Aira ini bang Doni, Aira ingat ngak?" tanya Doni yang mengintip wajah Aira yang tertunduk, tak ada reaksi apa pun yang terjadi, Aira masih diam dan tak sedikit pun mendongkak kan kepalanya, kepalanya masih tertunduk lesu dengan tatapan hampa.


Kini giliran Romeo yang mendekati Aira, meski masih kesal terhadap Romeo, tapi Aldi membiarkan Romeo untuk bicara langsung pada Aira.


"Aira ini bang Romeo, kamu ingat kan?" tanya Romeo yang berlutut mengahap Aira, ia pun meraih telapak tangan Aira dan menciumnya


Aira masih tak bereaksi, justru Aldi yang bereaksi, "Lo ngomong-ngomong aja jangan sentuh tangan istri gue," cetus Aldi yang menarik kerah kaos Romeo, hingga Romeo hampir terlentang.


Karna tanggan Romeo masih memegang tangan Aira saat tubuhnya di tarik Aldi, Aira pun bereaksi, ia melihat kearah keduanya beberapa saat, kemudian kembali menunduk.


Ternyata hal kecil tersebut bisa memancing reaksi Aira, walau hanya beberapa detik, Aira mengalihkan pandanganya kepada kedua orang tersebut secara bergantian.


Sejenak mereka pun terdiam melihat reaksi dari Aira.


Aldi pun mendekati Aira, ia pun berlutut di depan Aira yang duduk di kursi roda.


"Aira, ini mas Aldi Aira, kamu lihat mas Aldi sekali lagi Aira, sekali lagi saja Aira," ucap Aldi mengiba.


Tapi Aira kembali tak bergeming.


Aldi tak menyerah, ia tetap mencoba lagi, "Aira ini mas Aldi, tatap mata mas Aldi sekali saja Aira," ucap Aldi sambil mengarahkan wajah Aira agar berhadapan langsung pada wajahnya.


Tapi manik mata Aira tak jatuh tepat di mata , Aldi tatapanya kembali hampa dengan sorot mata yang sendu.


Mereka terdiam melihat Aldi menangis merangkul Aira dengan penyesalannya.


"Di sudah Di, jangan di paksa dulu, tenangkan diri kamu Di," ucap Igun yang menepuk pundak Aldi yang berguncang karna menahan tangisnya.


"Kita bawa kekamar dulu, biarkan Aira istirahat," tambah Igun lagi.


Karna hari ini, adalah hari pertama Aira berada di sini, Igun menyarankan agar Aira istirahat karna besok pagi Aira akan memulai terapinya.


Aldi dan Igun membawanya kesebuah ruangan yang sudah di persiapkan sebelumnya, ruangan di buat senyaman mungkin untuk Aira dan Aldi selama mereka di sana.


"Don, kayaknya gue tahu apa yang bisa membuat Aira bereaksi," ucap Romeo dengan mata yang mengikuti kemana Aira pergi.


"Jangan sok tahu loh Rom, ntar lo bikin ulah lagi," dengus Doni.


"Ngak gue yakin dengan syok terapi yang gue akan lakukan, Aira bisa tersadar dari lamunannya, bahkan mungkin Aira bisa kembali normal seperti sebelumnya," ucap Romeo dengan yakin.


"Eh jangan sok tahu lo ya, jangan macam-macam loh, ntar lo di bunuh Aldi baru tahu rasa loh, udah berhenti gangguin istri orang, yuk gue cariin lo perempuan," ucap Doni sambil menarik tangan Romeo agar ia beranjak.


"Ish, lepasin Don, lo mau bawa gue kemana?" tanya Romeo yang berusaha melepaskan cengraman tangan Doni.

__ADS_1


"Udah ikut aja," sahut Doni, masih dengan menarik tangan Romeo.


"Lo beri tahu dulu ke gue, kita mau kemana, gue masih mau disini." Romeo menghentikan langkahnya.


"Aduh Rom, ngapain kita di sini, Lo mau kita di kejar orang gila yang kemaren nyeruduk loh?" dengus Doni.


"Ya trus kita mau kemana?" tanya Romeo.


"Ke majelis taklim." sahut Doni.


"Ngapain kita kesana Don?"


"Buat dengerin ceramah pea' sekalian meruqiah loh, biar berhenti ganggunin rumah tangga orang, kayak ngak ada perempuan lain aja loh," cetus Doni.


"Jadi serius kita mau ke pengajian emak-emak?" tanya Romeo.


"Ya enggaklah, ngapai gue harus repot ngurusin loh, gue mau antar loh pulang sudah cukup loh nyusahin gue hari ini, gue mau jemput Dasty."sungut Doni dengan nada bercanda.


"Iya gue mah pasrah aja deh," sahut Romeo yang masuk kedalam mobil Doni.


Romeo dan Doni pun memutuskan untuk pulang.


***


Pulang dari kantor, rencananya Heru akan mengantar makanan dan pakaian ganti untuk Aira dan Aldi, meski Heru sibuk mengurusi pekerjaan di kantornya, tapi ia juga mengkhawatirkan keadaan Aldi dan Aira, terutama masalah makan dan minum Adik tersayangnya itu.


"Aldi! Aldi!" Sura Rita memenuhi seisi rumah.


Heru turun dengan bergegas dan menghampiri Rita.


Melihat Heru yang membawa koper, Rita pun penasaran.


"Heru mau kemana?" tanya Rita.


"Mau ngantar pakaian ganti dan makanan untuk Aira dan Aldi Bunda, " jawab Heru.


"Emangnya Aldi dan Aira kemana?"Rita semakin penasaran.


Heru sebenarnya malas jika harus jujur pada Rita, tapi karna rasa hormatnya kepada wanita yang melahirkan adiknya tersebut, ia pun tak bisa bohong.


"Kerumah sakit jiwa Bunda, Aira mengalami depresi berat akibat keguguran," sahut Heru.


Rita mengulum senyum ya, ia begitu senang dengan kabar baik yang di sampaikan Heru kepadanya.


Baguslah jika perempuan itu menjadi gila, maka secepatnya aku bisa memaksa Aldi agar ia menikahi Laura, lagi pula apa yang di harap Aldi dari perempuan gila seperti dia, huaa huawa, haha, dasar perempuan gila haha haha,batin Rita tertawa bahagia.

__ADS_1


Aduh apa ya syok terapi yang akan Romeo berikan kepada Aira, lalu apa yang akan dilakukan Rita selanjut nya, bagaimana pula perkembangan kasus Aira ya, dan untuk menjawab semua itu, author usaha kan crazy up, untuk itu dukung terus author ya, dengan like,.komen, vote hadiah juga boleh, salam sayang dari author, semoga kita semua dalam keadaan sehat dan bahagia selalu.


__ADS_2