Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Mengamuk


__ADS_3

"Maya!"Teriak Rita.


Rita pun meruduk Aira, ia langsung memukul Aira hingga mengenai wajahnya dan seketika hidung Aira pun berdarah.


Akh, Aira kaget segaligus panik, tubuhnya sampai terhuyung kelantai karna terkena serangan membabi buta yang datang tak terduga tersebut,


"Aira! lari sayang!"teriak Aldi yang berlari menghampiri Rita.


"Mama, jangan sakiti Aira Ma!" tambahnya lagi


Aldi menarik tangan Rita yang berusaha mencakar wajah Aira.


"Akh! Mama sakit Ma,!teriakAira sambil menutup wajahnya agar Rita tak melukai wajahnya.


Aira bersimpuh di atas lantai, ia berusaha menyembunyikan wajahnya di balik lututnya.


"Sayang lari sayang! mama ngak bisa di kendalikan" teriak Aldi.


Aldi menahan tubuh Rita, namun tanganya berhasil mengjangkau rambut Aira.


Akh, Aira menangis menahan sakit saat rambutnya di jambak oleh Rita.


"Sayang lari, sayang!.tolong...!" teriak Aldi.


"Lepaskan Mas! dialah wanita yang merebut mu dari ku!"teriak Rita dengan geram.


"Ngak Ma, dia bukan bunda Maya, Ma."


"Dia Aira Ma, tolong jangan sakiti Aira lagi Ma, ayo kita kembali ke kamar," bujuk Aldi dengan suara paraunya.


"Ngak mau, aku mau menghajar perempuan itu mas!" teriak Rita sambil tetap memberontak.


Aira semakin ketakutan, tubuhnya meringkuk dengan gemetar, ia juga harus menahan perih akibat luka cakaran di sekujur tubuhnya.


"Tenang Ma, tenang!," sekuat tenaga Aldi menahan tubuh Rita sambil menangis, ia merasa iba pada Aira, namun ia tak berdaya.


"Pak tolong!" mama saya ngak bisa di kendalikan," ucap Aldi sambil terus menahan tubuh Rita.


"Lepaskan!, akan ku hancurkan wanita ini, dia yang membuat keluarga ku hancur!" teriak Rita lagi.


" bukan Ma, dia Aira Ma, sudah Ma, jangan sakiti istri Aldi Ma, Aldi mohon," ucap Aldi sambil menangis memeluk Rita.


Tubuh Aira gemetar, ia begitu syok dan takut melihat keadaan Rita hingga ia tak sangup untuk berdiri dan lari.


"Sayang kamu ngak apa-apa?"tanya Aldi yang ingin memastikan Aira dalam keadaan baik-baik saja, sementara ia terus menahan tubuh Rita yang super kuat tersebut.


Di tengah kepanikan dan kekalutan


untung saja petugas datang menghampiri mereka


Dua orang petugas datang menghampiri Aldi dan Rita,mereka langsung menyuntikan obat bius kadar rendah untuk melemahkan Rita.


Dalam beberapa saat Rita melemah, tubuhnya hampir terkulai. Kedua petugas tersebut langsung membawa Rita dengan cara merangkulnya menuju ruang perawatan.

__ADS_1


"Lepaskan!lepaskan aku,!"ucap Rita yang tetap meronta walau tubuhnya lemas.


"Mas Satria! jangan tinggalkan aku Mas, hiks hiks, " ucap Rita seraya menangis rilih.


Aldi kembali menangis melihat cara petugas tersebut memperlakukan Rita, tapi memang seperti itu mereka harus melemahkan pasien.


Aldi mendekati Aira yang terlihat berantakan.


"Sayang, kamu tak apa-apa?" tanya Aldi sambil menangis memeluk Aira.


Hiks, hiks, hiks, hanya suara terisak yang keluar dari bibir Aira.


Aldi melepaskan pelukanya seraya menilik memeriksa wajah Aira.


"Sayang, bibir dan hidung kamu berdarah."


Aldi panik dan syok, ia pun meraih sapu tangannya yang berada di saku celananya, kemudian menyapu lembut pada bagian hidung dan mulut Aira.


Aldi menengadahkan kepala istrinya agar mimisannya berhenti.


Setelah dirasa berhenti, Aldi mengangkat tubuh Aira memabawanya ketempat yang aman.


"Sayang kita kerumah sakit ya?" tanya Aldi seraya mengangkat tubuh istrinya.


"Ngak usah Mas, Aira ngak apa-apa, Aira hanya syok Mas,"ucap Aira.


Aldi mendudukan Aira di atas kursi yang ada di salah satu lorong rumah sakit tersebut.


"Sayang, maafin mama ya, mama menyangka kamu itu bunda Maya," ucap Aldi.


"Mas Aldi yang sabar, ya." Aira memeluk Aldi.


Aldi kembali bersedih mengingat yang terjadi pada ibunya.


"Iya sayang, kita pulang, kita obati luka kamu sama kaki kamu yang sakit," ucap Aldi.


"Iya Mas," Aira menunurut, ia tak ingin terlalu membebani Aldi, mengingat musibah yang menimpa suaminya tersebut.


Aldi kembali mengangkat tubuh Aira, tapi Aira menolak.


"Mas Aira bisa jalan sendiri kok,"ucap Aira


"Tapi kaki kamu?"


"Aira kan bisa menggandeng mas Aldi, jadi ngak akan terlalu sakit, "ucap Aira menenangkan Aldi.


"Iya sayang kamu memang pengertian," ucapnya seraya mencium pipi istrinya.


Aldi menopang tubuh Aira melewati lorong-lorong rumah sakit, Aira tak menyangka jika mereka akan kembali ketempat ini lagi.


Setibanya dirumah Aira langsung di rawat oleh Aldi dan mbok Jum.


Meski Aldi terlihat perhatian terhadapnya, Aira tahu jika suaminya tersebut masih mengkhawatirkan ibunya.

__ADS_1


Setelah diurut oleh mbok Jum, kaki Aira sedikit bisa di gerakan meski masih sedikit bengkak.


"Mas kalau mas Aldi masih khawatir terhadap mama, mas Aldi kenapa ngak pergi saja kerumah sakit lagi?"usul Aira.


"Ngak sayang besok saja, mas juga khawatir terhadap kamu," ucap Aldi sambil mencium sudut bibir Aira yang terlihat lebam, akibat pukulan dari Rita.


"Ehm, terserah mas Aldi saja, tapi Aira ngak apa-apa kok mas," ucap Aira meyakinkan Aldi.


"Iya, tapi mas Aldi belum bisa terima kenyataan sayang, mas Aldi masih syok," ucap nya seraya menundukan wajahnya.


" Kalau gitu istrirahat saja Mas, Aira mandi dulu ya."Aira.


"Kamu bisa sendiri?"tanya Aldi.


"Bisa mas, tenang saja, "ucap Aira berlalu dengan berjalan berjingkrak-jingkrak.


Rasa sakit terasa di sekujur tubuh Aira, saat ia membuka baju beberapa luka goresan terlihat nyata dan terasa pedih,


Aira mengguyur tubuhnya dengan air hangat, sesekali ia meringis saat air mengenai bagian luka pada tubuhnya.


Begitu pun saat menggunakan sabun, ia harus menahan pedih dari luka cakar ibu mertuanya.


Aira sengaja tak mengeluh di depan Aldi.


Setelah hampir setengah jam, ia pun menyelesaikan ritual mandinya, saat kembali ke kamar matanya melihat Aldi yang masih menangis seraya bersandar headboard.


Aira menuju lemari pakaianya, dan mencari beberapa potong pakaiannya, setelah itu ia pun duduk di meja riasnya.


Sesekali ia melihat wajah suaminya yang tampak sedih melalui cermin.


Kasihan mas Aldi, ia begitu sedih, bagaimana caranya agar aku bisa menghiburnya.


Aira tanpa sengaja melihat pil kontrasepsi yang ia minum setiap hari.


Ia meraih dengan jarinya untuk menggapai pil tersebut.


Mas Aldi begitu menginginkan kehamilanku, baiklah akan ku lakukan apa saja untuk bisa menghibur mas Aldi," guman Aira.


Aira melempar pil tersebut kedalam keranjang sampahnya.


Setelah merias wajahnya seadanya, Aira kembali mendekati Aldi.


Mas Aldi, ngelamuninmapa apaan sih? tanya Aira manja, kepalanya ua sandarkan pada pundakmAldi.


"Kenapa hidup mas Aldi seperti ini Aira,mas ngak kuat melihat penderitaan mama," ucap Aldi dengan sedih.


Sudalah Mas, seperti apapun masalahnya, Aira akan selali berada bersama mas Aldi, sahut Aira.


Aldi pun tersenyum kearah istrinya.


"Untung saja ada kamu sayang, kamu lah penawar duka dan luka mas Aldi," ucap Aldi.


"Iya mas sekarang kita istirahat dulu, " ucap Aira berbaring, kemudian ia nenarik tubuh Aldi agar ikut berbaring di samping tubuhnya.

__ADS_1


Bersambung, maaf byk tipoo betebaran, abinya author ngatuk banget, ucap Aira.


Mohon dukungan untuk Author, like komen dan vote,


__ADS_2