Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Pertemuan yang tak sengaja


__ADS_3

Aira mengantar Alia ke sekolah dengan menggunakan motor dinasnya.


Ia bahagia karna hari ini hari pertama ia menggunakan seragamnya untuk berdinas, setelah mengantar Alia, Aira wajib mengikuti apel pagi bersama di polres.


Aira menurunkan Aira yang duduk di belakang motor polisi, kini Aira dengan lihai menggunakan motor gede.


"Hati hati ya sayang, belajar yang rajin ya, jangan nakal," nasehat Aira.


"Iya Bunda Alia turun dulu, "sahut Alia kemudian mencium punggung tangan putrinya.


Selain mahir mengendari motor, ia juga bisa menyetir mobil patroli.


Apel pagi selesai pada pukul delapan setelah absen Aira menuju salah satu polsek tempat ia di tempatkan sementara.


Aira mengemudikan dengan kecepatan yang lumayan tinggi, namun penampakan sebuah mobil toyota Alpart dengan plat yang begitu ia hapal berada di depannya, ia pun tahu siapa pemilik mobil tersebut.


Aira sedikt maju kedepan agar sejajar dengan mobil itu, ia menekan klaksonnya agar mobil tersebut berhenti.


Tut tut tut..


Aira memberi aba-aba agar mobil tersebut menepi di bahu jalan.


Sang pemilik mobil merasa heran kenapa tiba-tiba ada polisi yang mencegat jalannya.


Motor besarnya di standar kan di tepi jalan, dengan langkah tegap dan gagah berani, seorang polisi dengan menggunakan atribut lengkap dengan helm dan kaca mata hitam menghampiri pemilik mobil yang ternyata adalah Heru.


"Selamat siang."Aira menganggkat telapak tangannya pada helm yang ia kenakan.


Heru menurunkan kaca jendela mobilnya.


"Ada apa pak?"tanya Heru karna mengira polisi tersebut laki-laki, karna Aira menggunakan jaket hitam yang sedikit longgar.


"Bisa turun sebentar!" ucap Aira dengan suara yang di buat tegas.


Mendengar suara tersebut, tahulah Heru jika yang ada di hadapannya seorang polwan.


Heru turun dengan jantung yang berdebar, jujur saja ia tak mengetahui maksud dari polwan tersebut memberhentikannya.


"Ada apa Bu?"tanya Heru yang keluar dan langsung menutup pintu mobilnya.


"Bisa tunjukan identitas anda beserta surat-surat kendaraan anda?" pinta Aira dengan tangan yang menadah.


Heru sedikit panik, ia tak tahu kesalahan apa yang membuatnya dii berhentikan di jalan raya oleh seorang polisi.


"Iya bisa," jawab Heru seraya merogoh saku celananya.


Heru menarik dompet dan mengeluarkan KTPnya kemudian menyodorkanya kepada polwan tersebut.


Aira sengaja mengeluarkan suara dalam nya agar terlihat sangar dan tak mencurigakan Heru.


Aira melihat ktp Heru, dalam masker yang menutupi separoh wajahnya ia tersenyum.


"Jadi nama anda Khairuman Hero Satria?" tanya Aira.

__ADS_1


Iya benar, itu nama saya," sahut Heru ketus.


"Umur anda sekarang dua puluh sembilan tahun?" tanya Aira memancing reaksi Heru.


"Ehm, iya benar sahut Heru ketus."


Nih orang kenapa sih bertanya yang sudah jelas jawabanya, gumanya dalam hati.


"Jadi status anda belum menikah?"tanya Aira sambil mengulum senyumnya.


Heru melirik kerah polwan tersebut, pertanyaanya aneh banget, guman Heru yang merasa tersinggung, karna dari nada bicaranya sepertinya polwan tersebut mengejeknya.


"Baiklah kalau begitu anda saya tangkap," ucap Aira gantung.


"Di tangkap?"


"Tapi kesalahan saya apa?!"tanya Heru binggung.


Aira menghentakan kakinya yang menggunakan sepatu bot untuk mengertak Heru.


"Masih belum tahu kesalahan anda apa?!"tanya Aira dengan suara tingginya.


Heru terlihat binggung ia pun menyeritkan dahi mencoba mengingat kesalahan apa yang di buatnya hingga polisi tersebut menahannya.


"Saya ngak tahu kesalahan saya apa?" sahut Heru.


"Kalau gitu kamu balik badan menghadap brmelakang, biar saya beri tahu apa kesalahan kamu!"bentak Aira.


"Cepat!"teriaknya lagi.


"Iiya." Heru hanya pasrah ia pun membalikan badannya.


Aira menarik lengan Heru dan melipatnya di belakang," Kamu tahu kesalahan kamu apa?"tanya Aira.


"Tidak tahu, "sahut Heru.


"Kesalahan kamu adalah sudah memasuki usia dua puluh sembilan tahun, tapi kamu belum menikah!" teriak Aira dengan suara aslinya, membuat Heru segera membalikan tubuhnya karna mengenali siapa polwan yang ada di hadapannya.


Aira melepas helm dan kaca mata wajah cantiknya terlihat dengan sempurna bahkan semakin cantik dari yang dulu.


"Aira!" ucap Heru lirih saat itu ia pun langsung menghambur memeluk tubuh Aira.


"Aira ternyata kamu!" kata Heru sambil menyambar tubuh Aira untuk masuk dalam dekapannya.


"Iya mas Heru, lama ngak bertemu masih jomblo aja," cetus Aira sedikit mengejek Aira.


"He he Kamu ya lama ngak bertemu masih saja jahil, mas Heru sampai panik tau ngak, "ucap Heru seraya melepaskan pelukannya terhadap Aira.


"Abisnya Air kangen sudah lama ngak mengerjai mas Heru," balas Aira.


"Jadi mas Heru apa kabarnya nih?"tanya Aira.


"Baik, kamu sendiri?"Heru.

__ADS_1


"Baik mas," sahut Aira tersenyum.


Rasa rindu kembali menyeruak di hati Aira kepada Aldi setelah merasakan pelukan Heru.


Aroma dari wewangian yang di pakai Heru hampir mirip dengan wewangian yang dipakai oleh Aldi.


Heru meletakan telapak tangannya pada bahu Aira.


"Jadi selama selama ini,.kamu menghilang kamu ikut Akedemi kepolisian?"tanya Heru.


"Iya Mas,.Mas Heru lihat sendiri kan?" tanya Aira metentang kan tanganya memperlihatkan seragam dan atribut yang ia kenakan.


"Kamu hebat Aira, mas Heru bangga sama kamu," ucap Heru sambil menepuk pundak Aira.


"Iya Mas, Aira harus bisa mengejar dan mewujudkan cita-cita Aira demi masa depan Aira dan anak Aira mas," papar Aira.


"Kalau begitu, dimana anak kamu Aira, Aldi mencari kamu seperti orang gila," tutur Heru.


"Ops, maaf mas jangan ada mantan diantara kita, Aira ngak mau membahas tentang mantan, Mantan biar saja di buang di tong sampah," cicit Aira.


Heru kembali menepuk pundak Aira, "Jangan begitu Aira, meski begitu Aldi tetaplah ayah dari anak kamu, "nasehat Heru,


"Lagi pula kalian pernah mengukir kenangan indah bersama, sudah selayaknya Aldi tahu di mana keberadaan anaknya." Heru.


"Iya mas suatu saat Aira pasti mempertemukan Alia dan mas Aldi," ujar Aira.


"Alia, jadi anak kalian perempuan?"tanya Heru dengan senang hati.


"Iya mas, Alia sudah berusia lima tahun sekarang dan sudah bersekolah di taman kanak-kanak," papar Aira.


"Ehm, Aldi pasti bahagia jika mengetahui kamu dan anaknya selamat, "ungkap Heru.


Aira hanya tersenyum seraya menggangguk pelan.


"Lalu apa kamu sudah menikah lagi Aira?" tanya Heru kembali.


"Belum mas, Aira baru saja selesai mengenyam pendidikan dan baru pulang juga," ucap Aira.


Ehm, Heru mengguman.


"Lalu kamu dan Alia tinggal di mana sekarang Aira?"tanya Heru.


"Ehm untuk itu Aira masih belum bisa memberi tahu mas, kalau jodoh nanti juga kita bertemu, dan suatu saat Aira pasti akan mempertemukan Alia dan mas Aldi," paparnya.


"Tapi Aira_" Heru menahan langkah Air untuk pergi.


Aira melepas genggaman tangan Aira.


"Aira harus pergi dinas dulu, jika berjodoh suatu saat kita pasti akan bertemu lagi."


Aira kembali memakai helm dan kaca matanya dengan kangkah yang tegap ia menuju motor patrolinya.


Bersambung guys,.please bagi votenya mumpung hari senin,.like dan komen juga

__ADS_1


__ADS_2