Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Calon pengantin baru


__ADS_3

Malam minggu yang cerah namun harus di habiskan sendri oleh Ghael, ia kini berada di balkon kamarnya, sedang menatap langit cerah dengan taburan bintang di angkasa.


Sejak menjalin hubungan resmi dengan Alia, tak pernah sekali pun mereka habiskan bersama, layaknya sepasang kekasih yang sedang memadu kasih.


Waktu berlalu dengan cepat,


Tak kurang dari seminggu lagi, ia dan Alia menikah, tapi tak ada perubahan sedikit pun sikaf Alia terhadapnya.


Alia masih saja dingin, seolah menyalahkan dirinya atas perjodohan yang membuat ia dan Bagas harus putus.


Besok anggota keluarganya sudah tiba, dan tentunya mereka akan lebih sibuk.


Ghael kembali ke dalam kamarnya, merapikan beberapa pakaian dan memasukannya ke dalam koper-koper.


Setelah menikah, Ayah dan Bunda Alia memintanya untuk tinggal bersama mereka.


Ghael mulai berbenah, membersihkan lemari kaca, di sana terdapat berbagai karakter action figur koleksi dari Papanya yang sampai sekarang masih terawat, karna sang Oma yang selalu rutin membersihkan kamar tersebut.


Selain koleksi action figure milik Romeo, ada beberapa album foto yang tersimpan rapi, karna penasaran Ghael pun membuka Album foto tersebut dan melihat foto-foto cewek yang ada di dalamnya.


karna selamai ini ia begitu sibuk, hingga tak pernah menyentuh apa pun barang-barang milik papanya tersebut.


Kamar yang ia tempati saat ini adalah kamar yang dulu di tempati oleh Romeo.


Kamar itu masih sama dan tak ada yang berubah.


Iya pun membongkar beberapa Album foto karna ingin melihat Foto Romeo ketika ia masih kecil hingga ia menikah.


Ghael tersenyum melihat dan membaca buku harian Papanya, ia membaca dari halaman pertama hingga pertengahan, dari sanalah ia dapat menyimpulkan sesuatu tentang Romeo yang tak pernah ia tahu.


"Ehm, ternyata papa ku seorang playboy," gumannya pelan seraya tersenyum simpul.


Setelah membaca buku harian Romeo yang penuh dengan kisah percintaanya hingga daftar wanita yang pernah ia pacari, Ghael pun tertawa seraya menggelengkan kepala.


"Parah! Pantas saja Papa tak pernah marah ketika aku nakal saat masih kecil, ternyata dia lebih nakal," cetusnya seraya menutup lembaran buku harian Romeo.


Tapi ketika ia menutup buku harian tersebut, sebuah foto jatuh.


Ghael meraihnya dan melihat foto tersebut.


"Ehm bukannya ini foto Bunda Alia?" gumannya.


Ghael pun membalik foto tersebut dan melihat ada tulisan berupa ungkapan cinta Romeo yang kepada Alia.


Ghael merasa syok, ia tak pernah mendengar isue atau pun kabar angin tentang hubungan papanya dan bunda Alia.


"Ternyata Papa pernah mencintai Bunda, bahkan ketika Bunda sudah menjadi isyri Ayah,"


"Ehm sungguh seperti cerita kisah kasih yang tak sampai, apakah setelah menikah Alia bisa menerima dan belajar mencintaiku, atau sejarah akan berulang kembali pada hubungan ku dan Alia, sama seperti hubungan papa dan bunda Alia," guman Ghael.


Iya pun kembali menutup lembaran buku harian Romeo.


Ghael mendengar suara Azan di aplikasinya.


Seketika ia beranjak mengganti pakaiannya dengan baju gamis berearna putih.


Ghael berubah menjadi sosok yang leboh religius setelah ia kuliah di Liverpool, kebayakan mahasiswa Indonesia yang kuliah di sana beragama islam dan mereka sering menghabiskan waktu mendengar tausiah atau belajar aqidah melalu ustadz-ustadz yang ada di sana.

__ADS_1


Keadaan tersebut juga berhasil merubah Ghael menjadi orang yang lebih sabar dan bersahaja, lebih banyak bekerja dari pada bicara.


Ghael sudah memakai gamis berwarna putih dan peci, membuatnya wajahnya semakin tampan dan menawan.


Tok..tok ..tok.


Terdengar pintu di gedor dari arah luar.


Ghael pun beranjak dan membuka pintu.


"Oma," ucapnya ketika melihat Suci berdiri di hadapannya.


"Bang, ayo makan malam, Oma tungguin loh,"ucap Suci.


"Sebentar Ya Oma, Ghael sholat Isya dulu," ucapnya kemudian keluar dari kamarnya.


Ia pun berjalan beriringan dengan Suci.


Suci memeluk cucu kesayangannya itu.


"Bang, ngak kerasa minggu depan kamu sudah nikah saja, Alhamdullilah Bang, Oma masih di beri kesempatan untuk melihat kamu bersanding di atas pelaminan, tuturnya sambil menggandeng tangan Ghael.


"Iya Oma, doa'in ya semoga lancar, "ucap Ghael.


"Pasti Bang, Oma doain semoga kamu cepat dapat momongan Bang, Oma ngak sabar menimang cicit."


"Semoga saja Oma," ucap Ghael tersenyum.


"Ghael pergi dulu Oma," ucap Ghael.


Suci menatap bangga pada cucunya tersebut.


***


Alia sedang berada di kamarnya yang baru saja selesai di renovasi.


Kini ia tengah berbaring di ranjang pengantinnya, sementara tempat tidurnya yang lama di pindahkan di tempat yang lain.


Sebuah ranjang indah dengan empat pilar yang terbuat dari stainless di ke empat sisinya sebagai penyangga kelambunya.


Begitupun dinding kamarnya di sulap menjadi walk in closed yang cukup besar agar bisa menampung pakaian ia dan suaminya.


Di sebuah etase terpajang gaun pengantin super mewah dan indah milik Aira, gaun pengantin itu pula yang akan ia kenakan kelak saat pesta pernikahannya.


Begitupun kebaya yang akan di kenakanya saat acara akad nikah, ia dan Ghael akan menggunakan pakaian pengantin Romeo dan Tari


Karna dari itulah ia dan Ghael tak lagi fitting baju, harapan mereka agar rumah tangga Ghael dan Alia tetap langgeng sama seperti rumah tangga kedua pasangan tersebut.


Sudah seminggu yang lalu Alia di pingit dan tak boleh keluar dari rumahnya ia pun merasa bosan.


Karna itu ia meminta Alita untuk menemaninya.


Suara pintu kamar di gedor oleh seseorang.


Alia bangkit untuk membuka pintu kamarnya.


"Alita, "ucap Alia sambil memeluk sahabatnya tersebut.

__ADS_1


Alia, selamat ya sebentar lagi kamu menikah, nih aku punya sesuatu untuk kamu, " ucap Alita sambil menyodorkan kotak kado persegi empat.


"Apa ini?"tanya Alia.


Mereka pun masuk kedalam kamar.


"Buka saja Alia, itu hadiah untuk pernikahan kamu, semoga kamu dan Abang bahagia selalu, "ucap Alita tulus.


Alia mengganguk lemah, "Terima kasih ya sahabat ku," ucap Alia seraya memeluk Alita.


"Sama-sama sahabat ku," ucap Alita membalas pelukan Alia.


Alita duduk di tempat tidur baru sang calon pengantin.


"Enak ya pengantin baru, apa-apa serba baru, tempat tidur baru, kamar baru, status juga baru, "ucap Alita seraya melihat sekelilingnya dengan takjub.


"Ehm biasa saja," ucap Alia sambil membuka kotak hadiah dari Alita.


"Ehm Alia perasaan kamu deg-degan ngak sih?"tanya Alita sambil menyenggol lengan Alia dengan lengannya.


"Ehm banget, gue masih ngak bisa ngebanyangin apa yang terjadi sama gue dan Abang saat kami menjadi suami istri," ungkap Alia jujur.


"Ehm, ngak usah ngebayangin yang macam-macam deh, bayangin aja yang enak-enak, " sahut Alita dengan menaik turunkan alisnya.


"Is apaan sih kamu," seru Alia jengah ia pun memukul Alita dengan bantal.


"Tapi emang benerkan Alia? itulah kenapa sebabnya pengantin baru itu selalu bahagia?" sahut Alita.


"Udah Ah,aku ngak mau bahas yang begituan, aku belum siap!"jawab Alia ia pun bangkit dan meraih sesuatu di meja riasnya, kemudian ia menyerahkan sebuah undangan kepada Alita.


"Apa ini? untuk gue ya?" tanya Alita seraya meraih undangan tersebut.


"Bukan, ini untuk Bagas, aku titip undangan ini sama kamu, aku kasih alamatnya ke kamu Alita," ucap Alia.


"Ehm ngak usah Alia, setiap harinya aku ketemu kok sama Bagas," ucap Alita.


"Ehm, setiap hari? kalian_?"Alia


"Ngak, aku ketemu Bagas setiap hari, karna kini dia jadi CEO di tempat aku kerja," papar Alita.


"CEO Lit?" tanya Alia ragu.


"Iya kenapa?"


"Ehm, ngak apa-apa, seandainya saja_" ucap Alia lirih.


"Sudahlah Alia mungkin sudah takdirnya kali, Bagas bukan jodoh kamu," ucap Alita sambil menepuk pundak Alia.


Alia menitikan air matanya, "Tapi gue kangen sama Bagas Lit, bilang padanya jika gue yang minta dia untuk datang ke resespsi pernikahan gue, hiks hika hiks, " ucap Alia ia pun menangis memeluk Alita.


Alia ikut menitikan air matanya melihat kesedihan Alia.


"Sabar ya Alia, belajarlah melupakan Bagas dengan begitu kamu pasti bisa belajar mencintai Ghael." Alita.


Hiks hiks, Alia menangis di pelukan Alita.


Bersambung.

__ADS_1


K


Alia taktakll


__ADS_2