
Lain yang muda lain pula dengan pasangan setengah tua ini.
Setelah berbincang sebentar dengan kedua orang tuanya, Aldi dan Aira memutuskan untuk kembali ke kamar mereka.
Keduanya tetap bergandeng mesra menaiki anak tangga layaknya pasangan yang tengah di mabuk cinta, berbincang dan bercanda.
Setelah sampai di kamar,Aira langsung menuju lemari untuk mengganti pakaian nya dengan memakai daster.
Namun baru saja baju tersebut terlepas dari tubuhnya Aldi sudah menarik tangan Aira dan menuntunnya di atas tempat tidur.
"Ayah! Ih nakal banget sih," sungut Aira, ia pun kembali memakai dasternya.
"Udah Bun, Ngak usah di pakai, malam minggu nih," ucap Aldi seraya menarik daster istrinya.
Ish, Aira mendorong tubuh Aldi, hingga terjungkal, ia pun mencoba untuk lari dan keluar dari kamar, namun Aldi kembali menarik tubuhnya dan menghempaskannya keatas kasur.
Ha ha ha, keduanya Tertawa.
"Ayah!" Alia berontak namun Aldi tetap mengukunh tubuhnya.
"Hah, Bun ngak bisa gerak kan?" ucap Aldi seraya mengukung tubuh Aira.
Aira menarik tangan Aldi dan membantingnya ke atas kasur kemudian menindih perutnya.
"Akh!" Aldi mengerang kesakitan.
"Hayo, berani Ya main kasar sama Bunda,"
Aira pun terkekeh.
"Ampun Bun, kita mainnya yang alus aja ya," ucap Aldi seraya menakup kedua telapak tangannya.
"He he, Ngak bisa, Yah,"ucap Aira kembali menghentak di perut Aldi.
"Akh!
" Bun yang di tindih jangan di perut dong, tuh yang berdiri,"ucapnya sambil menunjuk si buyung yang tengah berdiri tegak.
"Kalau udah di masukin silahkan di hentak-hentak semaunya juga boleh." Aldi.
"Maunya, udah ah Yah, Bunda capek, besok saja Yah," Aira turun di perut Aldi.
Namun tangannya di tarik Aldi hingga tubuh Aira terlentang diatas tempat tidur, tanpa menunggu lama, Aldi menindih tubuhnya kemudian memasuk kan si buyung ke tempat semestinya.
Akh, des*ah Aldi ketika si buyung sudah tercelup sempurna.
Aldi mencium kening Aira," Maaf Bun, kali ini ayah sedikit memaksa."
"Ayah curang!" teriak Aira meronta-ronta meminta Aldi melepaskan.
Namun bibirnya kembali di lu*mat Aldi hingga ia harus pasrah.
Keduanya mulai menikmati permainannya, Apalagi Aldi yang begitu bersemangat, Aira menunggu kesempatan untuk membalas Aldi.
Ketika Aldi mulai mengempurnya dengan cepat Aira menarik tubuh Aldi kemudian memberinya beberapa tanda kepemilikan
Suara lengkuhan dan de*sahan keluar dari bibir keduanya, Aldi mengeram matanya merem melek menikmati sensasi luar biasa nikmat, melihat sang suami yang lengah dengan cepat ia kembali membanting tubuh Aldi ke samping kemudian menindihnya, si buyung yang terlepas dari cengkraman ia masukan kembali dalam sangkarnya, kini Aira yang menjadi pemimpin dan membawa suaminya belayar menuju samudra kenikmatan.
"Ampun Bun!" desah Aldi ketika Aira menghentak hentak dengan cepat.
Aldi mengeliat, merasakan sesuatu yang hebat, "Aduh Bun jangan di percepat ngak kuat, "ucap Aldi lirih, matanya pun merem melek.
Namun Aira tak peduli ia terus menerjang Aldi, beberapa saat kemudian lengkuhan panjang lolos dari mulut Aldi.
"Akhhhh!!" lengkuh Aldi panjang ketika si buyung menembakan pelurunya.
Aira tumbang di atas tubuh basah suaminya seraya mengatur nafasnya.
Aldi langsung memeluk tubuh Aira, dan mencium pucuk kepala istrinya itu berkali-kali.
Di tariknya tubuh basah sang istri kemudian di rangkulnya kembali.
__ADS_1
"I love you, Bun,"
"I love you too, Ayah,"
Keduanya saling melempar senyum bahagia kemudian saling memeluk dan saling mengusap keringat.
Usia mereka memang tak lagi muda, namun kedua pasangan tersebut semakin hari justru semakin mesra.
Tak pernah ada kata bosan, meski berbagai godaan coba menerpa mahligai rumah tangga mereka.
"Bun, Ayah siapin Air panas untuk kita berendam ya?"
"Hm iyaYah. Bunda capek," ucap Aira melepaskan pelukan sang suami.
Aldi turun dari ranjang, kemudian menyiapkan air hangat untuk mereka mandi.
Beberapa saat kemudian ia kembali ke kamarnya namun ia melihat sang istri sudah terlelap.
Karna tak tega membangunkan istrinya, Aldi pun membesiihkan sisa noda yang menempel pada tubuh sang istri dengan mengelapnya menggunakan air hangat.
Tak hanya itu, dengan lembut Aldi juga menyeka seluruh tubuh Aira dan menutupnya dengan selimut.
"Selamat malam sayang,"ucap Aldi seraya mengecup kening istrinya yang tertidur lelap.
***
Mentari bersinar cerah.
Ghael pagi-pagi sudah bangun dan berolah raga ringan.
Alita terus memperhatikan gerak gerik Ghael ketika push up, skot jump dan melakuka latihan beberapa gerakan ilmu bela diri.
Alita semakin kagum dengan Ghael, apalagi melihat perutnya yang sixpack ketika ia membuka pakaiannya yang basah karna keringat.
"Hm huf macho," gumannya sembari mengintip di tirai jendela.
Ghael melakukan pendinginan, setelah itu ia berencana untuk berenang.
Alita terus memperhatikan Ghael, sementara Alia masih berbalas chat dengan Bagas.
Alita melihat sahabatnya tersebut tersenyum-senyum sendiri.
"Alia, kita berenang Yuk," ajak Alita hingga membuat Alia menoleh kearahnya.
"Lagi malas," sahut Alia.
"Ayo dong Alia, please mumpung ada Abang," bujuk Alita.
"Hah, Abang berenang?" Alia bangkit dari tempat tidurnya.
Kemudian melihat ke arah kolam berenang, dan ternyata memang Ghael sedang berenang.
"Abang!"teriak Alia seraya melambaikan tangan kearah Ghael.
Ghael melihat ke arah Alia.
"Alia berenang Yuk!"teriak Ghael.
"Iya Bang!" jawab Alia.
Alia kembali masuk ke dalam kamar.
"Alita ganti baju kamu dengan baju renang." Alia pun menuju lemari dan mencari baju renang mereka.
Setelah menganti baju, keduanya pun turun menuju kolam berenang dan berenang.
Alita masih menggunakan pelampung, sementara Alia ia sendiri termasuk mahir berenang
"Bang pagi-pagi mandi ngak dingin Bang?"tanya Alia.
"Ngak kan, udah pemanasan."
__ADS_1
" Kita lomba renang yuk," ajak Ghael."
"Boleh," Alia.
"Tapi kasihan Alita Bang dia ngak bisa berenang."
"Abang gendong saja Yah?" pinta Alia.
Alita merasa merasa malu, tapi mau.
"Yah deh, Ayo Alita kamu di belakang aku Ya,"ucap Ghael.
Bukan main senangnya Alita, ia pun mendekat ke arah Ghael, kemudian memeluk Ghael dari belakang.
Tangan Alita melingkar pada leher Ghael, hingga tubuh keduanya saling menempel.
Alita berkali-kali menelan ludahnya ketika kulitnya menyentuh kulit putih dan bersih milik Ghael yang basah.
Alia memberi aba-aba untuk memulai peelombaan.
"Satu, dua, tiga,"
Mereka pun mulai berlomba.
Meski Alita berada di belakangnya namun Ghael tetap memimpin berada di depan.
"Menang!"ucap Ghael ketika tanganya menyentuh dinding kolam.
"Yah, kalah deh, "dengus Alia.
Kita coba lagi ya Bang, ajak Alia ia sengaja agar keduanya semakin dekat.
Mereka pun kembali berlomba Alita begitu menikmati kebersamaan dengan Ghael.
Aldi yang melihat keasik mereka pun tak mau ketinggalan, dengan celana pendeknya, ia terjun ke kolam.
Byurrr.
Aldi membaur bersama mereka, melihat ayahnya yang sudah terjun Arsyad juga ikut terjun.
Aira menghampri mereka di kolam, untuk memperingatkan mereka jika tamu sebentar lagi datang.
Namun Aldi dan Arsyad naik keatas kolam untuk menarik Aira.
Aldi menarik Aira namun Aira menepis tangannya.
"Ngak Yah, Bunda ngak mau berenang!"
"Ayo Bun,"
Aldi memasaksa, ia mengangkat tubuhnya Aira dan membawanya terjun.
"Ayah!"
Byur
Tubuh Aira tenggelam kemudian mengapung.
"Ayah! Bundakan sudah mandi pagi!"serunya seraya menyiram wajah Aldi dengan air.
Sekali-sekali Bun.
Mereka pun bersenang-senang di kolam, tanpa sadar waktu yang berlalu.
"Assalammualaikum,"terdengar suara dari luar.
"Yah, tamu kita sudah datang."
Mereka pun panik, secepatnya berlari menuju kamar untuk mengganti pakaian.
Bersambung
__ADS_1