
Gladis dan Dara menuju atm untuk mentransper uang yang ada di rekening Mala ke rekening milik Gladis.
Mata mereka membelalak sempurna melihat nominal yang tertera di monitor ATM.
Uang senilai satu M kini ada di tangan mereka.
"Wah Jes. Lihat lah dengan uang ini kita bisa tetap hidup enak meski mami dan papi di penjara," ucap Gladis kegirangan.
"Iya bener Kak."Saking senangnya keduanya pun melompat lombat dengan girang.
"Kita bisa senang-senang dengan uang ini ."
"Hm tapi ingat Kak yang di katakan Mami kita harus hemat dengan uang ini.Mana untuk bayar pengacara lagi."Jessica.
"Hm, iya ayo cepat transper uangnya. kita harus transper sedikit-sedikit ke rekening yang berbeda, "Jessica.
"Ehm."
Mereka pun mentransper uang senilai 100 jutaKe rekening tabungan milik Gladis di beberapa bank.
Ternyata Mala cukup pintar dan semua sudah di persiapkannya dengan matang.
Ia membuka beberapa rekening atas nama putrinya di beberapa bank yang berbeda, untuk memecah uang yang ia dapat dari penjualan salah satu aset milik Herman.
Sekitar dua puluh menit tugas mereka memindakan uang tersebut pun selesai.
Gladis dan Jessica juga menarik uang tunai untuk keperluan mereka sehari-hari.
Kemudian mereka berangkat sekolah.
Meraka sengaja melakukan hal tersebut pagi-pagi sekali agar mereka leluasa memindahkan dana-dana ke berapa rekening yang berbeda tanpa ada antrian di mesin Atm.
***
Aldi menyewa seorang detektif swasta untuk menyelidiki perusahaan milik Nando dan Herman yang mungkin saja ada kaitannya dengan kasus kecelakaan yang menimpa keluarga Nisa.
Karna ia salah seorang pemegang saham terbesar di perusahaan Nando. Ia pun curiga jika infestasinya hanya di manfaatkan Nando. Atau bisa di bilang perusahaan tersebut hanya abal-abal saja.
Selain itu Ia sendiri curiga Nando bermain dengan petugas salah satu pimpinan polisi setempat. Hingga kasus kecelakaan yang menimpa ayah Nisa tak di ungkap dengan tuntas dan menarik kesimpulan bahwa kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal karna kelalaian pengemudi.Dan masih banyak kejanggalan yang terungkungkap ketika kasus eksploitasi Nisa mencuat.
Seorang laki-laki menemui Aldi dan Aira.
"Selamat siang pak Aldi dan Ibu!"
"Selamat siang pak!"
Aldi dan Aira menyambut jabatan tangan lelaki tersebut.
"Bagimana perkembangan kasusnya Pak!"tanya Aldi.
"Kami baru menemukan beberapa data dan fakta tentang perusahaan Nando dan perusahaan Herman sendiri."
"Apa itu Pak?!"
"Ternyata Nando sudah menjual saham perusahaan Herman senilai lima puluh persen kepada seseorang, tepat sehari sebelum Herman meninggal."
"Hah! Kenapa bisa?"
__ADS_1
"Nando membuat tanda tangan asli tapi palsu, Pada sebuah dokumen pengalihan aset yang meng-atas namakan perusahaan dan beberapa aset milik Herman tersebut menjadi atas nama dirinya yang di lakukan oleh Herman sendiri."
"Tapi kenapa bisa semudah itu?"tanya Aldi.
"Di dunia moderen seperti ini semua bisa terjadi pak. Mungkin ada tindak pemaksaan atau penipuan yang di lakukan Nando.Atau mungkin saja ia meminta tanda tangan pada sebuah berkas yang tak terlalu penting, kemudian menghapus berkas yang sudah di tanda tanggani Herman."
"Nama kepemilikan perusahaan sudah beralih, hanya saja belum di tanda tangani secara resmi oleh notaris." Budi.
"Kemungkinan mereka menunggu sesuatu baru mereka meresmikan kepemilikan perusahaan tersebut." Imbuhnya lagi.
"Maksud Anda menunggu kecelakaan Herman?" terka Aldi.
"Bisa jadi begitu Pak! Karna setelah saya seliiki semua teori ini berkaitan langsung. Dari meninggalnya Herman sampai memaksakan pernikahan Nisa dengan Frans."
"Menurut keterangan Frans jika Nando.yang awalnya meminta Frans untuk menikahk keponakannya tersebut. Karna ingin ada yang mengurusi Nisa. Frans setuju saja. apalagi setelah ia tahu gadis yang ia nikahi ternyata cantik dan masih belia."
"Sedangkan dari sisi Nando sendiri, maksud mereka Menikahkan Nisa dengan Frans agar Frans bisa membawa Nisa keluar negri ini dan menjauh,karna Frans sendiri akan berangkat keluar negri beberapa hari sebelum menetap di sana sekitar enam bulan karna sebuah urusan.Dengan begitu, ketika enam bulan berikutnya saat usia Nisa melawati delapan belas tahun Nisa tak akan bisa menuntut harta orang tuanya. Karna sudah berganti kepemilikan dan tanggal penandatangan berkas tersebut tetap terjadi pada tanggal sebelum meninggalnya Herman.Hal tersebut akan membuat orang ber asumsi jika Herman sendiri yang menyerahkan perusahaan dan aset-aset mereka tersebut secara suka rela."
"Jadi menurut anda. Benar dugaan saya jika kecelakaan tersebut di sengaja?"tanya Aira.
"Ya seperti itu teorinya menurut saya setelah beberapa bukti yang saya dapatkan."
"Bagus! Kumpulkan semua bukti yang kuat. Setelah itu kita laporkan kepihak berwajib.Bukti harus konkrit karna yang tak kita lawan tak hanya Nando. Tapi salah seorang yang bersembunyi yakni anggota yang memiliki jabatan penting di tubuh kepolisian." Airan
"Siap Bu! "
"Lalu sebagai polisi apa yang akan bunda lakukan?" tanya Aldi.
"Sebagai polisi bunda harus netral Yah tidak bisa bertindak diri sendiri.Semua harus melewati prosedur."Aira
"Jadi menurut Bunda. Kita minta Nisa melapor kepada keposian untuk membuka kembali kasus kecelakaan yang di alami oleh keluarganya."
"Pak Budi. Tolong lengkapi bukti-buktinya nanti biar saya yang turun langsung menginvestigasi kasus ini saya akan cocokan barang bukti dan keterangan dan keadaan di lapangan."Aira
"Dari keterangan anda dan bukti tersebut. Kita bisa segera memeriksa harta dan uang yang mereka miliki agar tidak terjadi penggelapan Dana atau pencucian uang yang akan mereka lakukan sebagai upaya menghilangkan salah satu bukti" Aira
"Baik Bu.Dugaan kami hanya itu untuk sementara waktu.Permisi."
"Iya Silahkan." Aldi dan Aira.
Mereka mentap kepergian pak Budi.
"Yah sudah Yah. Bunda harus kembali ke kantor. Masih ada urusan." Aira pun beranjak.
"Eh mau kemana ?cepat baget Bun. Kecup-kecup dulu dong. " Aldi memonyokan mulutnya. Namun Aira menghindar hingga,kecupan tersebut mendarat di sandaran sofa yang mereka duduki.
"Tega banget Bunda," dengus Aldi.
"Ha ha. Makanya Yah ngak usah sok romantis lagi Dinas juga. Dah Bunda cabut dulu ada misi penting."Arsyad.
Aira pun keluar dari ruangan Aldi meninggalkan Aldi yang manyun sendirian.
***
Arsyad tiba di sekolah Nisa yang memang tak jauh dari sekolahnya.
Seperti biasa ia menunggu di depan gerbang sekolah.
__ADS_1
Dinda sudah keluar terlebih dahulu. Melihat Arsyad, ia pun menghampirinya.
"Hai Syad," sapa Dinda.
"Hai Din," balas Arsyad.
"Ehm Syad, loh mau ngak temani gue ke pesta ulang tahunnya teman gue nanti sore," Cetus Dinda tanpa basa-basi.
"Loh, kenapa ngak ngajak Arsel?"tanya Arsyad sedikit kaget.
"Arsel? Gue sudah putus sama dia."
"Hm maaf ya Din. Tapi gue ngak sempat. setelah ini gue dan Nisa juga mau bantu kak Alia pindahan."Arsyad.
"Ehm iya deh gue ngerti kalau loh sibuk, lain kali boleh dong loh temani gue."
Arsyad tersenyum.
"Kalau gue temani loh. Apa kata Nisa, masa' sih gue temani cewek lain sementara dia ditinggal di rumah gue sendiri."
"Hah! Nisa tinggal di rumah loh?!" tanya Dinda sedikit syok.
"Iya. Setelah lulus nanti kita akan tunangan." Arsyad.
Dinda tertunduk lesu.
"Syad, kenapa sih loh ngak beri gue kesempatan untuk dekatin loh lagi, padahal kan Gue juga sudah putus sama Arsel."
"Loh gimana sih Din. Ngak ada hubungannya kali loh putus sama Arsel dengan gue.Lagian bukannya itu keputusan kalian berdua."
Arsyad melihat Nisa yang keluar dan menghampiri mereka.
"Hey Din, "sapa Nisa.
"Hey juga Nis."
"Ayuk Nis kita pulang!"ajak Arsyad.
"Bentar lagilah, tunggu Arsel jemput Dinda dulu."
Dinda tersenyum kecut.
"Kalian pulang saja dulu. Karna Arsel ngak akan datang jemput gue lagi. Kita sudah putus, "ucap Dinda sedih.
Nisa kaget karna tak menyangka hal tersebut akan terjadi.
"Ehm kalau gitu maaf ya Din. Gue ngak bermaksud nyinggung loh." Nisa.
"Ngak apa."
Arsyad menarik tangan Nisa kemudian memakaikan Nisa helm.Setelah itu Nisa naik ke motor Arsyad.
Dada Dinda terasa nyesak melihat Arsyad yang terlihat romantis di depannya.
"Dah Din, kita duluan."Nisa.
Dinda hanya tersenyum simpul.
__ADS_1
Baik Arsel ataupun Arsyad keduanya kini tak mungkin lagi ia miliki.
Bersambung dulu ya. Terima kasih 😍😘😘😘