Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Tak bisa menahan


__ADS_3

Warning, khusus bab dewasa, jika belum dewasa di skip aja ya, bijak dalam memilih bacaan


Ketika hati terlalu sering di sakiti,


Maka jangan salahkan jika perasaan itu memudar.


Beralih pada dia selalu ada, dan membuat mu bahagia.


Hanya cinta yang mampu mengajarkan cinta secara sempurna.


Dekapan Romeo menghangat kan tubuh Aira, perlahan tangan Romeo menggenggam tangan Aira dan menyilangkan nya pada bagian perut Aira.


Kejadian yang tiba-tiba itu mengalihkan pandangan Aira pada sosok di samping yang sedang menatapnya lekat.


Sosok yang memberi kehangatan dan perasaan yang menenangkan.


Saat kedua netra indah tersebut beradu, terlukis sebuah senyuman abstrak yang sulit di artikan.


Antara perasaan malu dan tersipu, juga perasaan yang begitu kuat hingga memabukkan.


Romeo menarik tangan Aira lebih dalam lagi, tangganya pun mencengram erat pada jemari lentik Aira.


Romeo menyandarkan kepalanya ke kepala Aira, dengan sedikit membungkuk untuk mensejajar kan tinggi mereka.


Aira bisa merasakan detak jantung Romeo yang berdegup kencang, sama seperti dirinya kini.


Ia pun merasakan hangat nya hembusan nafas Romeo yang menyapu lembut kulit nya.


Aira coba meresapi perasaan yang tak biasa, detik-detik yang berlalu terasa indah, ia pun memejamkan mata, menikmati dekapan hangat dan sentuhan lembuh jemari Romeo yang menggenggam erat tanganya.


Semua terasa nyaman dan tenang sebelum teriakan kencang Aldi, membuyarkan lamunan mereka.


"Aira!!!" teriakan Aldi mengagetkan keduanya, membuat Romeo merenggangkan dan perlahan melepaskan dekapanya.


Aldi berjalan seperti banteng marah yang siap menyeruduk setiap orang di depan nya.


Tangan lentik Tari yang coba menghalanginya, tak mampu meredam emosi Aldi karna terbakar api cemburu.


Aldi semakin dekat dan saat jarang mereka cuma beberapa centi, Aldi langsung menghujamkan pukulan kearah Romeo.


Tak mau kalah, Romeo pun membalas.


Aldi dan Romeo terlibat saling pukul dan menangkis, mereka tak perduli lagi dengan hujan dan petir yang saling sambar menyambar.


Hujan membasahi kedua sahabat tersebut, duel yang cukup seimbang antara keduanya, dimana mereka sama-sama dalam keadaan emosi.


Sementara Tari dan Aira menarik keduanya dan berusaha melerainya.


Keadaan restoran saat itu sebenarnya cukup ramai, namun karna hujan yang begitu lebat, tak ada yang mendengar suara keributan yang terjadi di luar.


"Sudah bang," ucap Aira sambil menarik tangan Romeo, Aira pun menangis.


"Aldi udah Di," ucap Tari yang juga menarik tangan Aldi.


Tapi sepertinya keduanya masih belum merasa puas, mereka tetap berduel.


"Aldi udah," Tari.


"Mas Aldi jangan pukul bang Romeo lagi, ini semua Aira yang salah," ucap Aira, sambil menangis.


"Iya ini semua salah loh, gara-gara lo Aldi dan Romeo berkelahi," sahut Tari geram, ia pun mendekati Aira dan menarik rambutnya.


Sepertinya duel tak hanya terjadi pada Aldi dan Romeo tapi juga antara Tari dan Aira.


Suasana semakin tidak kondusip.


Aira sudah menangis, karna rambutnya di tarik-tarik oleh Tari.

__ADS_1


Sementara Tari mengeluarkan cacian dan umpatan kepada Aira.


Melihat pasangan mereka yang ikut berduel, Aldi dan Romeo pun berhenti, keduanya kini malah berbalik melerai mereka.


Aldi menarik tubuh Tari, begipun Romeo menarik tubuh Aira.


Tari masih meluapkan emosi dengan mencaci maki Aira, sementara Aira hanya menangis, baju mereka telah basah oleh air hujan.


Aira terlihat menggigil, karna menahan dingin.


Duarrr suara petir menggelegar meledak di atas angkasa, seketika keempatnya kaget, dan secara replek Aira memeluk Romeo, karna ia memang takut dengan suara petir.


Duarrrr,


sreerkk,


Petir dan kilat sambar menyambar, membubarkan formasi mereka.


Aldi menatap dengan tajam pada Aira dan Romeo yang berpelukan di hadapanya, Tari pun menarik tangan Aldi dan membawanya ke mobil.


Begitu pun Romeo dan Aira yang juga kembali ke mobil mereka.


Romeo melepas jaketnya dan memberinya ke tubuh Aira yang menggigil, tubuh Romeo basah pada bagian bawah saja, sedangkan bagian atasnya tak basah karna tertutupi jaket nya yang anti air.


Romeo melepas kan kaosnya, untuk mengelap tubuh Aira yang basah dan mengeringkan rambutnya.


Saat Romeo mengeringkan rambutnya, Aira melihat dada bidang Romeo dan di bagian sisi perutnya, ada bekas jahitan akibat luka tusukan minggu lalu.


Aira melihat wajah Romeo yang memar dan di sudut bibirnya ada noda darah yang mengering, mungkin bekas pukulan Aldi.


Setelah mengeringkan tubuh Aira dengan kaosnya, Romeo kembali menggekan kembali kaosnya yang hampir basah tersebut, dan menjaketi Aira dengan jaketnya.


Aira merasa hangat, setelah apa yang di lakukan Romeo padanya, kini giliran Aira yang meraih tissu dan bermaksud mengelap bagian tepi bibir Romeo yang terluka.


Aira menyapu lembut luka itu, tapi kemudian Romeo menggengam tanganya dan menahanya agar tak menyentuh lukanya lagi.


Aira membuka matanya, dan melihat mata Romeo kini berada dekat sekali denganya, bahkan bibir mereka pun kini bersentuhan.


Romeo menyentuh bibir Aira, memangutnya dan menggigitnya pelan, Aira tanpa sadar menikmati gerakan yang kini merenggang kan bulu romanya.


Bibir Romeo terasa lembut, hangat dan nikmat, tanpa sadar Aira mengikuti pola gerakan dari Romeo.


Tangan Romeo menahan bagian belakang tubuh Aira, agar Aira tak menghindar, sementara tanggan kanan nya meremas bagian kain yang menutupi pinggang Aira.


Cengraman Romeo semakin kuat meremas baju Aira, menandakan hasratnya yang semakin kuat, apalagi kini Aira membalasnya dengan gerakan yang sama.


Nafas mereka menderu seperti saling kejar-mengejar, Aira membuka sedikt mulutnya agar Romeo bisa menjalar lebih dalam lagi.


Saat rasa itu semakin bertambah, tanpa sadar tangan Aira perlahan naik menuju rambut Romeo.


Mereka masih saling *******, memangut, dan menggigit lembut, dengan nafas yang memburu buru.


Aira menggeram merasakan sensai yang luar biasa di sekujur tubuhnya, ia pun meremas rambut Romeo menahan gejolak hasrat yang tak tertahankan.


Aira mengeram lirih dengan suara dalamnya, ia tak mampu lagi diam mehahan gejolak hasratnya.


Gerakan Romeo semakin lama semakin ganas dan semakin menciptakan rasa yang begitu nikmat.


Beberapa lamanya mereka saling beradu di dalam mobil itu dan terhenti ketika ada suara yang mengetuk kaca mobil.


Karna kaget mereka pun melepaskan cengramanya.


Tar..tar, suara ketukan kaca mobil


"Woi, kalau mau mesum jangan disini, sana cari hotel," teriak juru parkir yang telah memergoki mereka.


Aira dan Romeo menjadi malu, Romeo pun menghidupkan mesin mobilnya dan keluar dari tempat tersebut.

__ADS_1


Setelah kejadian itu, mereka saling mencuri pandang, ada rasa malu di hati keduanya, daan saat keduanya saling melirik, mereka hanya bisa tersenyum.


Suasana sunyi senyap, yang terdengar hanya suara mesin mobil yang membawa mereka melaju menembus pekatnya malam.


Aira masih tertunduk malu, ia tak mampu menganggkat wajahnya.


Begitu pun Romeo, tak biasanya ia merasa malu, karna urat saraf malu nya, telah lama putus.


Romeo juga merasa malu, meski ini bukan pertama kalinya ia melakukanya kepada seorang wanita.


Sepanjang perjalanan mereka habiskan dengan bungkam seribu bahasa, mereka selalu saling melirik, dan ketika mata mereka bertentangan mereka hanya bisa melempar senyum.


Romeo sudah sampai di pintu gerbang rumah Aldi, ia pun memberhentikan mobilnya di depan pagar.


"Aira sudah sampai, ucap Romeo," itulah kata pertama yang ia ucapkan setelah kejadian tersebut.


Aira melepas jaketnya.


"Ngak usah di lepas Aira, untuk kamu saja," tutur Romeo.


Tapi Aira tetap melepasnya dan mengenakan kembali pada Romeo.


Romeo menurut saja ketika Aira memakaikanya jaket kembali.


Saat itu wajah Aira cukup dekat dengan Romeo, dan setelah dipakaikan jaket oleh Aira, Aira pun mencium pipi Romeo sambil berbisik


"Terima kasih bang, karna membuat Aira merasakan malam minggu yang indah," ucapnya sambil mencium pipi Romeo.


Bagai menandapat jackpot, senyum langsung terlukis di wajah Romeo, ia pun menarik tangan Aira dan memintanya mencium pipinya di satu sisi lainya, dan tanpa sungkan Aira pun melakukanya.


Saat Aira sedang mencium pipi Romeo, sorot lampu tembak dan klakson mengarah kearah mereka, dan sekali lagi Aldi melihat mereka bermesraan, dan bahkan kali ini Aira berani menciumi Romeo.


Aldi yang terpancing emosi, ia pun mencoba menabrak Romeo dengan mobilnya.


Untung saja Romeo bisa menghindar.


Aira turun dari mobil, dan langsung di bukakan pintu oleh satpam penjaga.


Aldi memakirkan mobilnya sembarangan, ia menyuruh Satpam untuk memasukan mobilnya ke garasi.


Dengan emosi yang masih memuncak, Aldi menarik tangan Aira, masuk ke rumah dan langsung menuju lantai dua kamarnya.


Aldi menarik Aira masuk ke kamarnya, dan saat itu Aira hanya menurut, Ia dengan sengaja mendorong tubuh Aira ke atas tempat tidur.


"Apa maksud kamu Aira?" tanya Aldi dengan luapan emosi.


Aldi menahan tubuh Aira dengan menekan kedua telapak tangan Aira dan menindihnya.


"Ampun Mas!!!" ucapnya mencoba melepaskan cengraman Aldi.


"Kamu berani sekali Aira bermesraan di hadapan ku, Aku ini calon suami kamu,!" pekiknya.


"Aku bisa berbuat nekat sama kamu Aira," kata Aldi, ia pun mencium bibir Aira dan berusaha melepaskan pakaian Aira yang basah.


"Lepaskan, Aira ngak mau Mas,"ucapnya berkali-kali, sambil meronta-ronta melepaskan dari cengraman Aldi.


"Kita akan lakukan sekarang Aira," bisik nya ketelinga Aira, Ia pun menyambar bibir Aira dengan kasar, Aldi semakin buas, gerakan nya kasar hendak melepaskan pakaian Aira,


"Ampun Mas, Aira ngak mau kita belum menikah Mas," teriaknya.


Tapi Aldi tidak peduli, ia semakin buas, Aira seperti mangsa di hadapanya.


Hai para reader yg baik hati kunjungi Ig author yuk. IG lucyv146, di sana gudang nya para author beken Noveltoon bikin video singkat tentang novel mereka,mau artis india, korea, cinta ada di sana keren dan di jamin bikin baper parah, autor tunggu ya kunjungannya.


He he, apa ya kira kira yang akan terjadi selanjutnya,


berikan komentar kalian jangan lupa like dan dukunganya.

__ADS_1


__ADS_2