Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Bertemu Ibu


__ADS_3

"Tapi pak, semua itu terjadi tanpa sengaja, dan saya berjanji ini tak akan terulang lagi dalam hidup saya," Aldi.


"Tetap saja saya tak akan metestui hubungan kalian, karna saya tahu, pasti kejadian yang sama akan terulang lagi."Pak Tarman.


Alia mendengar penolakan pak Tarman terhadap Aldi, seketika matanya memerah dan tertunduk.


Beberapa detik suasana menjadi hening kembali.


Aira keluar dari kamarnya karna mendengar obrolan Pak Tarman dan Aldi, ia langsung mendaratkan bokongnya duduk di antara keduanya.


" Pak kali ini biarkan Aira memilih jalan hidup Aira sendiri."Aira.


" Aira tahu siapa mas Aldi, lagi pula Aira hanya mencintainya, jika bapak ingin melihat Aira dan Alia bahagia, maka tiada salahnya bapak merestui hubungan kami, karna Aira ngak mau menikah dengan lelaki mana pun selain mas Aldi," papar Aira tegas.


"Terserah kamu Aira, bapak tahu kamu sudah sukses, kamu ngak perlu pendapat bapak lagi, kamu lebih percaya omongan orang lain, pria yang sudah dua kali menyia-nyiakan kamu," dengus pak Tarman ia pun kembali menuju kamarnya.


Aira dan Aldi saling menatap sedih.


"Mas, jangan tersinggung ya,"ucap Aira seraya meraih tanggan Aldi seraya menggenggam tangganya.


"Ngak apa kok sayang," ucap Aldi


membalas genggaman tangan Aira.


"Ayo mas kita pergi sekarang," ajak Aira.


Mereka pun berangkat menuju lokasi yang sudah di kirim oleh orang suruhannya.


Hampir dua jam perjalanan, kebanyakan mereka habiskan untuk diam, begitupun Alia seperti mengerti dengan keadaan orang tuanya yang sedang bersedih, Alia lebih banyak diam hingga ia tertidur di pangkuan Aira.


"Masih jauh Mas?"tanya Aira, jantungnya semakin berdebar debar, rasanya ia sudah tak sabar sekali ingin menemui ibunya.


"Ngak jauh lagi sayang," sahut Aldi.


Aldi meraih tangan Aira kemudian menggenggamnya.


"Sayang, aku tahu perasaan kamu seperti apa, setelah sekian tahun tak bertemu dengan ibu mu, kau pasti merindukannya."


"Iya Mas, tapi juga Aira sedih kenapa ibu tak pernah menemui Aira setelah ia pergi, tidak kah dia tahu betapa Aira membutuhkan kasih sayangnya saat itu, kenapa ia tak datang menjemput Aira hiks hiks." Aira kembali bersedih, setelah ia tahu keadaan ibunya


tak seburuk apa yang ia bayangkan.


"Sudahlah sayang jangan bersedih lagi, yang terpenting kita sudah bertemu dengan ibu kamu, dan kedaan beliau baik-baik saja" ucap Aldi seraya menarik Aira dalam pelukannya.


Aira menghapus air matanya, tak ada gunanya menyesali semua yang terjadi, jika kini ia juga berhasil mewujudkan cita-citanya meski harus bersusah payah sendiri.

__ADS_1


"Di sana sayang," tunjuk Aldi


Aldi mendekati sebuah mobil yang sudah menunggunya, setelah memarkirkan mobilnya di tepi jalan Aldi mendekat kearah mobil yang menunggunya.


"Eh Pak Bos, udah sampai saja."


"Bagaimana? kerjaan kalian sudah bereskan? "tanya Aldi.


"Siap pak Bos, kami sudah membuat janji dengan asisten beliau, anda dan nyonya Boss silahkan saja menemui beliau."papar lelaki bertubuh tegap tersebut.


"Baiklah, jika kerjaan kalian bagus akan saya tambahkan bonus."Aldi.


"Aduh, Ngak rugi emang jadi anak buah pak Boss, royal banget!" sanjung pria tersebut.


"Tentu saja, saya akan menghargai kerja keras kalian," papar Aldi kemudian langsung meninggalkan mereka.


Aldi kembali masuk kedalam mobilnya.


"Bagaimana Mas?"tanya Aira yang tak sabar.


"Kita langsung saja menemui wanita yang di duga ibu kamu sayang, orang-orang ku sudah membuat janji agar kita bisa bertemu langsung dengan ibu mu" papar Aldi.


Aira menarik nafas lega, "Alhamdullilah, syukurlah engkau telah mudahkan jalan bagi kami," ucapnya seraya menadahkan tangan.


"Bunda apa kita akan bertemu Oma?"tanya Alia yang baru tersadar dari tidurnya.


"Aira sudah tak sabar Mas bertemu ibu Aira, " ucap Aira dengan bahagia.


Aldi tersenyum kearah Aira, "Apalagi mas Aldi sayang, mas bahagia melihat kamu bahagia, apalagi dengan demikian, syarat yang kamu ajukan sudah mas penuhi, itu bearti tiada lagi penghalang bagi kita."


"Iya Mas, terima kasih ya, setelah ini kita hanya tinggal meyakinkan bapak agar beliau merestui dan mau menjadi wali nikah kita, "ungkap Aira dengan berbinar.


"Pasti sayang, kita pasti bisa menyakinkan bapak kamu jika kita saling mencintai."


Aldi meraih tangan Aira kemudian mencium punggung tanganya, hal itu membuat Aira semakin bahagia, ia menjadi rindu saat-saat romantis ketika ia dan Aldi menjadi pasangan suami-istri, Aldi memang tak berubah selalu memperlakukannya dengan penuh cinta.


Kini mereka hanya tinggal meyakinkan Pak Tarman, untuk merestui mereka.


Setelah berjalan kurang lebih lima ratus meter dari titik sebelunya, mereka pun sampai pada sebuah mini market.


"Yang ini minimarket ibu kamu," ucap Aldi seraya memasuki halaman mini market tersebut.


Toko yang mereka hampiri memang tak sebesar dengan supermarket yang ada di kota, mengingat lokasi yang mereka datangi hanya desa yang terletak di pinggiran kota, namun usaha tersebut sepertinya memang maju, karna menjadi tempat persinggahan pengguna jalan yang melintasi jalan raya tersebut.


Tanpa menunggu lama, mereka segera keluar dari mobil Aldi yang tergolong mewah tersebut.

__ADS_1


Aldi dan Aira langsung masuk kedalam toko dan bertanya kepada seorang pelayan di sana.


"Permisi Mbak, kami sudah ada janji dengan ibu Nirmala, "ucap Aldi kepada seorang penjaga tokoh.


"Oh, iya kalau gitu mari saya antar," ucap pelayan toko tersebut, kemudia mereka masuk kedalam toko untuk menuju sebuah ruangan.


Aira semakin tak sabar, ia hampir tak percaya jika toko ini milik ibunya.


Aira mengedarkan pandangannya, rasa haru dan rindu mulai menyeruak di hatinya ketika dari kejauhan netranya menangkap sosok wanita yang selama belasan tahun ini ia rindukan.


Aira berjalan cepat mendahului Aldi dan Aira, dengan tergesa-gesa ia menghampiri wanita yang sedang berbicara dengan salah seorang karyawannya tersebut.


"Ibu!" seru Aira, air matanya tak mampu di bendung lagi, ketika melihat wanita yang melahirkannya kedunia berada tepat di hadapannya, setelah belasan tahun tak bertemu.


"Aira." Nirmala berucap lirih, ketika melihat putri kecil yang dulu ia tinggalkan kini menjadi wanita yang sangat cantik.


Aira menghambur memeluk ibunya, seketika itu air mata haru tumpah membasahi pipinya.


Ibu, ibu, kata-kata itu sudah lama tak pernah ia ucap, Aira pun menangis terisak dalam pelukan hangat sang Bunda.


"Aira," ucap Nirmala tak kalah haru, suasana seketika hening yang terdengar hanya sisa tangis terisak mereka.


Setelah beberapa saat mereka mengurai pelukannya.


"Aira kamu sudah besar Nak?"tanya Nirmala seraya meraba wajah Aira dengan air mata yang masih menggantung di dagunya.


"Iya Bu, Aira bahkan sudah menikah dan punya anak," papar Aira.


"Hooh benarkah?Nirmala semakin sedih.


" Maafkan ibu nak, ibu meninggalkan mu," ucap Nirmala menyesal, mereka pun kembali berpelukan melarutkan rasa rindu yang tersisa.


Aldi dan Alia mendekati kedua ibu dan anak tersebut.


Menyadari kehadiran keduanya Nirmala melepaskan pelukannya.


"Aira, ini suami dan anak kamu?"tanya Nirmala.


Iya Bu, "ucap Aira seraya menggangguk "pelan.


Nirmala lagi-lagi tak mampu membendung tangisan haru melihat pria tampan dan gadis cantik yang berada di gendongan pria tersebut.


Nirmala meraih Alia dan langsung menggendongnya, kemudian berkali-kali ia menciumi pipi gadis imut tersebut.


Tanpa berkata-kata Nirmala memeluk cucunya dengan haru.

__ADS_1


Air mata haru sekaligus bahagia mewarnai pertemuan mereka.


Bersambung, jangan lupa tetap dukung Author, sampai jumpa tahun depan dan selamat menyambut tahun baru 2022, semoga di tahun depan kita semua sukses dan selalu di beri kesehatan dan keselamatan oleh Tuhan yang maha Esa, Amin.


__ADS_2