
Setelah di pindahkan keruang perawatan, Aira sudah bisa di kunjungi oleh keluarganya.
Mereka berbondong-bondong masuk kedalam kamar perawatan untuk menjenguk Aira.
Seperti satu Rt yang datang, dari kakek nenek sampai cucu-cucu di keluarga itu, mereka kumpul di kamar tersebut.
Begitu pun sang sahabat Doni dan istrinya yang kini juga tengah mengandung.
"Hai Bro, selamat ya, sekarang kamu sudah memiliki sepasang anak,"ucap Doni seraya toss ke arah Aldi.
"Iya, tapi kayaknya istri loh juga bunting ya?"tanya Aldi seraya melirik ke arah perut Dasti yang terlihat membuncit.
"He he, Doni gitu loh, jangan kan kalah seri aja gue ngak mau," selorohnya.
"Iye suka-suka eloh deh," ucap Aldi.
"Ini kok rame bener Di? gue kira acara selamatan, sebanyak ini yang besuk?" Doni.
" Masa' iya, acara selamatan di rumah sakit, biarinlah, kita senang kok rame-rame ini kan keluarga semua." Aldi.
" Wah biar gue juga jadi keluarga loh Di, kalau anak gue lahir perempuan kita, kita jodohin aja Di," usul Doni.
"Gue sih terserah anaknya saja Don, tapi seru juga kayaknya ya kalau elo, gue dan Romeo, berbesan besan, jadi keluarga 69 kita." Aldi.
"Iya kalau keluarga cemara kan udah tamat ya? he he " cetuk Doni sambil tertawa terkekeh.
"Bisa aja loh," sahul Aldi.
Romeo datang dengan menggondong bayinya.
" Is udah jadi hot Daddy nih," ucap Doni.
" Yah gitu deh, si Tarikan habis operasi, jadi ngak boleh gendong Arsel terlalu lama," papar Romeo.
"Lagian Arsenal di gendong, mana kuat bini loh,"seloroh Doni.
"Arsel Bego, bukan Arsenal, Arsenal mah group sepak bola," dengus Romeo.
"Lagian loh kasih nama anak aneh-aneh aja, kayak nama club sepak bola, ada-ada aja, loh nama anak loh apa Di?" tanya Doni.
"Belum ada Don? ntar kita kompromi keluarga dulu, ntar pas aqiqah mungkin," ucap Aldi.
"Jadi loh panggil anak loh sementara apa?"tanya Doni.
"Boy ajah dulu, atau putra, atau dedek terserahlah." Aldi.
"Iye yang penting jangan panggil si buyunglah Yah,"Doni.
"Sibuyung mah adek gue Don, udah di hak patenin tuh," Aldi.
__ADS_1
Aldi Romeo Doni mereka mengobrol bersama, sementara istri-istri mereka duduk di samping Aira.
"Mbak Tari, gimana tuh sakit ngak di operasi?"tanya Aira.
"Waktu operasi sih ngak sakit, setelahnya itu loh yang sakit, sampe sekarang malah,"ucap Tari.
"Ehm jadi masih mau hamil lagi cari anak perempuan?" tanya Aira.
"Masih lah, penasaran gue," cetus Tari.
"Ih masih ngak kapok juga," dengus Aira.
" Ngak lah. selama punya Romeo masih enak, ngak kapok gue," selorohnya.
Aira dan Dasti tersenyum mendengar penuturan Tari yang blak-blakan.
"Ampun deh mbak. Aira kok ngilu ya denger nya," sahut Aira.
"Ah ini kan karna kamu habis melahirkan, ntar juga kalau ngak sakit lagi, yang ngilu jadi ngiler," cetus Tari.
"Ampun deh mbak Tari mulutnya ngak ada sensornya." imbuh Aira lagi.
"Biarin lah, yang penting gue bahagia, lagi pula, gue jujur apa adanya," ucap Tari.
Selain saudara-saudara Aldi dan keponakannya, Satria dan Maya juga hadir di sana mereka menggendong bayi Tari dan bayi Aldi, mereka juga di kelilingi cucu mereka yang lain.
Kedua orang tua tersebut begitu bahagia, menikmati waktu berkumpul dengan cucu-cucunya.
Waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam, seseorang datang menemui Aira.
Dia adalah ibu kandung Aira.
"Aira sayang," ucap Nyonya Nirmala ketika melihat Aira terlelap.
"Ibu," ucap Aira ia pun mencium punggung tangan ibundanya.
"Maaf Ya Nak, ibu baru bisa jenguk kamu sekarang," ucap Nirmala seraya mencium pipi putrinya.
"Iya Bu, ngak apa," ucap Aira.
"Ini Aira ibu bawa jamu untuk kamu, biar badan kamu segar," ucap Nirmala seraya meletakan jamu tersebut ke atas nakas.
"Terima kasih Bu," ucap Aira
"Iya Nak," ucap Nirmala.
Nirmala mendekat kearah bayi yang sedang tertidur di dalam box nya.
Dengan pelan Nirmala mengecup bayi munggil tersebut.
__ADS_1
"Nak, malam ini, biar ibu tidur di sini menemani kamu," ucap Nirmala.
"Ngak usah repot Bu, ibu pasti capek," ucap Aira.
"Ngak apa-apa sayang,"ucap Nirmala.
Aira pun tersenyum dan merasa senang, karna ia bisa dekat dengan ibundanya.
Aldi menghampar kasur busa, untuk mertuanya, sedangkan ia tidur bersama Aira di atas tempat tidur, bertiga dengan putra mereka.
Malam semakin larut, semua yang ada di ruangan tersebut terlelap begitu pun Aldi, namun matanya langsung terbuka lebar saat mendengar tangisan lirih buah hatinya.
"Dedek kenapa Bun?"tanya Aldi seraya mengucek matanya.
"Mungkin lapar yah, mau mimik cucu kali?" jawab Aira.
Aldi pun turun dari atas ranjang, untuk membuat susu formula bagi bayinya.
Setelah membuat susu, ia menggendong bayi tersebut dan menyusuinya.
"Biar Bunda saja Yah yang menyusui dedek, Ayah istirahat saja," ucap Aira.
"Ngak usah Bun, yang harus banyak istirahat itu Bunda, Bunda istirahat saja, biar Ayah yang mengurusi Dedek." ucap Aldi.
Meski Aldi yang telah mengurus anaknya namun Aira tentu saja tak bisa tidur tenang, selain merasakan sakit pada jahitannya, Aira juga kasihan melihat sang suami, yang terlihat begitu lelah karna seharian Aldi tak ada istirahat.
Suaminya yang mengganti popok dan membuatkan susu formula untuk anak mereka.
Mata Aldi menjadi sayu, untung saja si junior langsung tertidur ketika ia merasa kenyang.
Aldi pun meletakan junior diantara ia dan Aira, matanya tak kuat lagi untuk terjaga akhirnya ia pun tertidur.
Aira tersenyum melihat suaminya, yang bangun setiap satu jam sekali, guna mengganti popok ataupun membuat susu formula, ia melakukannya sendiri tanpa merepotkan ibu mertuanya.
Aira mendekati suaminya yang telah tertidur lelap, ia pun mencium pipi Aldi.
"Terima kasih Yah, karna sudah menjadi Ayah dan suami yang baik i love you,"ucap Aira lirih.
Tiba-tiba Aldi membuka matanya, kemudian mengecup bibir Aira, "I love you too Bunda," balasnya, keduanya pun saling melempar senyum bahagia.
Mereka tidur dengan posisi miring saling menghadap, dengan si junior berada di antara keduanya.
Aira kembali ke posisinya," Sekarang istirahat lah Yah, karna besok pagi, tugas Ayah semakin banyak, Ayah harus jadi baby sister untuk dedek, selama Bunda dalam masa pemulihan," ucap Aira lirih seraya meraba wajah tampan sang suami.
Aldi meraih telapak tangan Aira yang meraba wajahnya kemudian ia pun megecup punggung tangan Aira.
"Ayah memang capek Bun, tapi semua itu tak sebanding dengan kebahagian yang Ayah dapat kan saat ini, Ayah pernah kehilangan moment-moment seperti ini, jadi pada kesempan kali ini tak akan Ayah sia-sia kan," papar Aldi.
Keduanya pun saling melempar senyum kebahagian, hingga mata mereka lelah dan terlelap sendiri.
__ADS_1
Bersambung guys, tetap dukung author ya 😘