Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Rencana


__ADS_3

Di dalam mobil saat perjalanan pulang, Aldi menelpon bodyguartnya untuk mengawasi Aira dari kejauhan.


"Hallo!"Aldi


"Hallo bos, ada apa?" Tanya bodyguard


"Kalian awasi terus istri dan anak ku, aku tak ingin sesuatu yang buruk pada mereka," ucap Aldi.


"Baik Bos, kami akan gantian berjaga selama dua puluh empat jam."Bodyguard.


"Bagus tapi jangan sampai ketahuan istri ku," sambung Aldi.


"Siap Bos."


"Oke, pastikan mereka dalam keadaan yang aman,"


Aldi menutup telponnya dengan perasaan bahagia, ia pun kembali melakukan panggilan kepada seseorang.


***


Aira sedang merapi kan belanjaan sang putri dan menaruhnya di atas meja.


"Ehm banyak sekali belanjaan," guman Aira ketika melihat barang-barang yang di beli Alia.


Aira tersenyum bahagia karna merasa nasib putrinya lebih baik dari dirinya, meski ia dan Aldi berpisah, namun Alia tak kekurangan kasih sayang sedikitpun dari kedua orang tuanya.


Aira menata dan menyusun mainan rak khusus yang telah ia sediakan untuk koleksi boneka barbie sang putri.


Satu persatu ia keluarkan dan menatanya dengan rapi, ketika mengeluarkan mainan Alia dari kantong plastik, Aira melihat boneka Barbie yang dulu begitu ingin ia miliki.


Aira meraba barbie yang terbungkus dalam kotak berbahan mika tersebut.


Kenangan masa kecil pun teringat kembali, ketika ia seumuran Alia, jangankan membeli mainan yang mahal, untuk jajan pun ia begitu sulit untuk meminta kepada orang tuanya.


Alia mendekati Alia yang tertidur.


"Kamu beruntung sayang, kamu bisa memiliki apa yang kamu inginkan, Bunda akan perjuangkan yang terbaik untuk kamu, Bunda tak ingin nasib kamu seperti Bunda, kamu harus nikmati masa kecil kamu dengan bermain, belajar tanpa harus memikirkan kelajuntan hidup kamu esok hari, biar Bunda dan Ayah yang berjuang untuk kamu, kamu tinggal nikmati saja apa yang telah Bunda usahakan ini, semoga kamu lebih sukses dan lebih bahagia dalam menjalani hidup kamu," ucapnya seraya mencium pipi Alia yang terlelap.


Aira mengusap rambut putrinya dengan penuh kasih sayang, usapan lembut seorang ibu yang sampai saat ini begitu ia rindukan.

__ADS_1


Aira ingin mencari keberadaan ibundanya dan membawanya tinggal bersama mereka, mengingat penghasilannya lebih dari cukup untuk menghidupi kedua orang tuanya.


Karna setiap bulannya selain mendapat gaji pokok berserta tunjangan, Aira juga mendapat pembagian hasil usaha dari pabrik yang ia kelola bersama Mbok Jum.


Memang tidak seberapa besar, karna keuntungan bersih dari biaya produksi dan pembayaran gaji karyawan, akan di bagi tiga, untuk dirinya, Mbok Jum dan untuk sumbangan dana desa.


Aira sengaja menyumbangkan sepertiga pendapatan laba bersih yang ia peroleh untuk mensejahterakan penduduk di sana.


Sedikit demi sedikit tujuan dan cita-citanya telah bisa ia raih, ia ingin apa yang ia usahakan bisa bermanfaat untuk banyak orang, meski melewati banyak kesulitan dalam hidupnya, namun hal itu yang membuatnya lebih peduli terhadap orang lain.


Satu hal yang ia pelajari dalam perjalanan hidupnya selama ini, 'Untuk mencapai titik yang tinggi, ia harus menaki dari tempat yang  rendah, semakin tinggi tempat yang ingin ia capai, maka semakin banyak tempat terendah yang harus ia lewati,' dan Aira telah memulai semua dari titik terendah di hidupnya, meski beberapa kali ia sempat jatuh di lubang yang sama.


Aira menyandarkan kepalanya pada headboard tempat tidurnya.


Kebingunggan masih melandanya, rasa was-was juga rasa trauma masih merajai pikirannya, hingga membuatnya menjadi ragu.


Apakah ia harus menerima Aldi kembali, sedang saat ini ia masih merasa trauma untuk menjalani suatu ikatan pernikahan, apalagi dengan orang yang sama, Aira benar-benar butuh waktu untuk memikirkan semuanya, karna ia tak ingin menyesal untuk ke sekian kalinya.


**


Aldi sampai di rumahnya dengan suasana hati yang bahagia ia pun bersiul.


"Ada apa nih? seneng banget kelihatannya?"tanya Satri kepada Aldi.


"Seneng dong Pa, sebentar lagi Aldi akan menikah, Papa jangan pulang dulu ya, bantu Aldi melamar seseorang." ucap Aldi dengan senyum yang merekah.


"Ehm, jadi kamu sudah move-on dari mantan istri kamu? cepet banget?" tanya Satria heran.


"Ada deh, yang penting dua hari lagi papa harus siapkan lamaran untuk Aldi, kali ini harus yang spesial tapi ngak pakai telor he he he." seloroh Aldi.


"Emangnya martabak,"dengus Satria.


"Beri tahu dulu wanita mana yang mau kamu nikahi, perawan atau janda?"tanya Satria semakin penasaran.


"Ehm, kasih tau ngak ya?" canda Aldi.


"Nanti saja deh," cetusnya ia pun langsung naik menuju kamarnya masih dengan bersiul ria.


Ah Aldi menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur, "Huah sebentar lagi aku ngak akan tidur sendiri lagi, " ucapnya seraya merentangkan tangan keudara.

__ADS_1


Aldi melirik kearah samping seraya menjangkau teddy.


"Teddy, kamu sudah kangen kan sama tuan mu, please kalau gitu bantu bagaimana caranya agar Aira tak menunda nunda waktu lagi," gumannya.


"Bagaimana ya? bikin lamaran yang ngak biasa tapi langsung di terima oleh Aira?"guman Aldi.


Beberapa saat berpikir ia masih belum menemukan cara untuk membuat kejutan bagi Aira.


"Duh ingat kemesraan yang tadi jadi kangen lagi,padahal baru saja pulang dari rumahnya, telpon Ah," guman Aldi


Ia pun kembali meraih handphonenya yang ada di atas nakas.


Setelah menemukan kontak Aira, Aldi langsung menekan tombol hijau.


Saat itu Aira baru saja merebahkan kepalanya di atas bantal.


Tiba-tiba saja dering handpone nya terdengar, ia pun buru-buru meraih telpon tersebut agar tak membangunkan si buah hati.


Aira menekan tombol hijau, "Hallo Mas ada apa?"tanya Aira.


Ehm ngak kok, lagi kangen, "sahut Aldi.


Aira tertawa kecil, "Ck ck ck, baru juga pulang." sahutnya.


"Iya sayang baru saja pulang, udah kangen, apalagi lihat ranjang sepi ngak ada ngak yang menemani, jadi ingin segera membawa kamu kembali ke kamar ini,"ujar Aldi dengan nada merayunya.


"Hm, katanya sabar nungguin sampai Aira bener-bener siap,kok sekarang udah ngak sabar lagi,"sahut Aira seraya menahan tawanya.


"Abisnya dingin yang, Apalagi teringat kenangan saat kita di ranjang dulu, eh sibuyung langsung berdiri tanpa permisi," seloroh Aldi.


"Hm mulai lagi ya."


"Please sayang, jangan kelamaan mikirnya, buruan di resmikan saja, kan kasihan si buyung sudah enam tahun puasa, apa kamu ngak kangen juga?"Aldi.


"Udah mas Ngak usah mikir yang aneh-aneh, suruh aja si buyungnya puasa sampai tahun depan, Aira mau tidur dulu ya."Aira menutup telponnya.


Aldi meletakan handphone, "Sekarang aku tahu bagaimana caranya agar kamu ngak menolak lamaran ku lagi," guman Aldi ia pun tersenyum menyeringai.


Hm bersambung dulu ya reader, kira-kira cara apa yang Aldi gunakan ya, episode selanjutnya ya, tetap dukung author ya, dukungan kamu sangat bearti, terima kasih love u All

__ADS_1


__ADS_2