Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Tanda sayang


__ADS_3

Sesampainya di kantor Aldi membawa Aira menuju ruang rapat, untung saja ia sudah mengkorfirmasi kepada Sinta sebelumya, jika rapat tak jadi di tunda.


Aira berjalan longkai dengan menggandeng tangan Aldi," Mas Aldi sayang, boleh ngak Aira ngak usah ikut meeting, Aira bosan," Aira mengutarakan keluhannya pada Aldi.


"Ngak boleh Aira sayang, kamu akan ikut kemana pun mas pergi mulai saat ini," ujar Aldi meski terlihat lebih tenang, namun Aldi masih terlihat tegang.


Karna merasa bersalah, Aira tak berani menolak, ia terpaksa menerima keputusan Aldi yang menurutnya adalah hukuman baginya saat itu.


Sesampainya di dalam ruangan, Aldi meminta maaf atas keterlambatanya, ia pun menjabat satu persatu para pria berdasi tersebut.


Mereka terdiri dari pengusaha berbagai bidang jasa dari perusahaan kontraktor hingga di bidang ekspor dan impor mereka semua adalah mitra bisnis perusahan Aldi.


Seorang pengusaha muda berusaha mencuri-curi pandang pada Aira, maklum saja, Aira terlihat begitu cantik dan menggemeskan yang membuat Aldi semakin panas, saat mengetahui ceo muda tersebut memandangi istrinya.


Visual Aira.



Berjam-jam duduk di meja meeting membuat Aira bosan, ia sama sekali tak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan, di dalam ruangan tersebut ia hanya bermain game on-line,.pikiran Aldi tak fokus ketika menangkap Ceo muda yang bernama Reksa tersebut terus mencuri pandang kearah istrinya.


Akhirnya waktu yang di tunggu telah pun tiba, mereka break sejenak untuk makan siang di restoran yang ada di samping kantor tersebut.


Aldi berjalan beriringan dan berbicara hal yang serius dengan seorang pengusaha yang bergerak dibidang jasa ekspor-impor, melalui perusahan tersebutlah perusahan Aldi mengekspor barang mereka ke manca negara.


Reksa berjalan di belakang Aira dan Aldi, karna tengah sibuk berbincang dengan pengusaha tersebut, tanpa sadar ternyata Reksa sudah berjalan beriringan dengan Aira di belakangnya.


"Hai," sapa Reksa.


"Hi juga,"sahut Aira tersenyum kemudian menunduk.


"Kamu masih sekolah ya?"tanya Reksa.


"Ehm, ngak," jawab Aira singkat.


"Kuliah?"


"Ngak," jawab Aira singkat.


"Umur kamu berapa?" Reksa.


"Tujuh belas tahun "


"Tujuh belas tahun kok ngak sekolah?


Aira diam, ia tak bisa menjawabnya.


Melihat Aira yang diam, pengusaha yang berumur dua puluh lima tahun tersebut, mengalihkan pertanyaanya.


"Kamu adiknya pak Aldi? sudah punya pacar?" tanya Reksa sambil terkekeh.


Aira diam sejenak,


"Ehm ngak saya istrinya?" jawab Aira polos.


"Ehm bercanda ya?" tanya Reksa lagi.


"Serius kok," jawab Aira datar.


"Kamu pasti adiknya Pak Aldi kan? kamu malu ya? boleh aku main ke rumah kamu? biar kita bisa lebih saling mengenal?" tanya Reksa.


"Ehm silahkan saja, tapi sebelum itu siapin mobil ambulans dan mobil pemadam kebakaran, atau minimal kotak P3K, itu kalau dampaknya ringan," seloroh Aira, ia pun tersenyum.

__ADS_1


"Emangnya kenapa? orang tua kamu galak ya?"tanya Reksa kembali.


Aira menggangkat bahu sambil tersenyum.


Mau cari mati nih orang, guman Aira.


"Boleh ya, nanti sore aku kerumah kamu?" tanya Reksa yang belum paham maksud Aira.


"Ehm, mau ngapain?"


"Mau pe-de-ka-te, aja, "sahut Reksa dengan senyum di kulum.


"Jangan Mas, nanti mau pe-de-ka-te malah jadi pe-de U-R?" jawab Aira dengan tawa cekikikan.


"Hah Pe-de U-R?.apa tuh?" tanya Reksa merasa asing.


"Pe-de U-R itu artinya pendek umur," papar Aira dengan penekanan di akhir katan


Aira mengulum senyumnya melihat lelaki yang berusaha mendekatinya tersebut.


"Masak sih? emangya orang tua kamu segalak apa sih? kalau aku datang baik-baik dan dengan niat yang baik, kayaknya mereka ngak akan menolak kehadiran ku," sanggah Reksa.


Aldi yang menyadari Aira tak berada di sampingnya, ia pun mencari Aira dengan melihat kearah sekelilingnya, setelah menoleh ia baru menyadari ternyata istrinya sedang berbincang dengan seorang CEO dari perusahan konstruksi terbesar di indonesia tersebut.


Aira! Aldi berbalik arah ia pun mendekati Aira, melihat Aldi yang berjalan menghampiri mereka, Reksa merasa senang, ia bermaksud untuk berkenalan dengan Aira melalui Aldi, Reksa sendiri mengira jika Aira adalah adik dari Aldi.


"Aira sayang ayo kita pulang," ucap Aldi sambil menarik lembut tangan istrinya, dengan tatapan melirik tajam kearah Reksa.


"Duluan ya Mas, dah," ucap Aira sambil melambaikan tanganya kearah Reksa.


Reksa mematung, ia tak percaya jika gadis itu adalah istri dari Aldi.


"Mas kenapa sih buru-buru?" tanya Aira.


"Kita pulang sayang," ucap Aldi datar.


Mereka pun berjalan menuju tempat parkir mobilnya.


Aldi tak banyak bicara saat itu, ia harus menggantar Aira pulang kerumah, kemudian kembali lagi untuk menyelesaikan meetingnya, Aldi merelakan waktu makan siangnya untuk mengantar Aira, ia tak ingin jika istrinya tersebut jadi pusat perhatian pria lain.


Di dalam mobil Aldi melaju kan mobilnya dengan gelisah, sesekali matanya melirik kearah jendela.


Aira yang sedari tadi merasa keanehan pada suaminya, ia pun berinisiatif meminta maaf, karna sudah dua kali ia kepergok berduaan dengan lelaki.


Bukannya memarahinya, Aldi justru bersikaf makin mesra.


Aira menyandarkan tubuhnya di pundak Aldi, tanganya melingkar pada bagian atas pinggang suaminya.


Tanpa banyak bicara, Aldi mengusap punggung Aira dan mengecup pucuk kepala sang istri.


Aira semakin binggung dengan perubahan sikaf suaminya tersebut.


"Mas Aldi sayang, kenapa kita harus pulang sih? kan Mas Aldi repot harus bolak-balik mengantar Aira?" pertanyaan tersebut akhirnya lolos juga dari bibir mungilnya.


"Ngak kok, kalau untuk kamu, Mas ngak pernah merasa repot," sahut Aldi.


Aira tersenyum bahagia, ia merasa perubahan yang sangat drastis terjadi pada Aldi, sejak peristiwa yang menimpanya beberapa waktu yang lalu, Aldi semakin protect terhadap dirinya, Aldi semakin bersikaf manis dan lembut terhadapnya.


Setiap kejadian pasti ada hikmanya, dan mungkin saja hikmah dari semua itu adalah kini kami semakin mencintai dan menjaga satu sama lain, mas Aldi juga semakin mengerti diriku dan tak mudah terproprokasi.


Aira mengusap pipi Aldi kemudian mencium pipinya, Aldi membalas dengan senyuman seraya kembali merangkul mesra Aira.

__ADS_1


Kecupan bertubi tubi mendarat di pucuk kepala gadis tersebut dan membuat Aira merasa menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.


***


Romeo dan Tari berada di dalam mobil, sesekali Tari melihat kearah Romeo yang fokus menyetir.


Suasana hening terjadi di dalam mobil, Tari sendiri juga tak tahu harus memulai pembicaraan mereka dari mana.


Dua puluh menit mereka pun tiba di bengkel, melihat kedatangan Romeo bersama Tari, Doni menyinggungkan senyum misteriusnya.


Ada yang CLBK nih,.guman Doni.


Setelah memperhatikan Romeo yang semakin mendekatinya, Doni kaget ternyata Wajah tampan sahabatnya tersebut tak lagi original.


"Lho kenapa Rom?"tanya Doni yang melongo menatap wajah Romeo.


Romeo tak menjawab ia pun mendarat kan bokongnya pada bangku yang ada di dekatnya.


"Romeo kenapa Tar?" Doni mengalih kan pertanyaanya kepada Tari.


"Habis di hajar Aldi," sahut Tari, ia pun duduk di samping Tari.


"Apa gue bilang, loh sih Rom nekat banget, pakai COD segala," dengusnya sambil duduk di sisi lain Romeo yang sedang meringis menahan sakit pada bagian perutnya.


"Hah COD, lo kira Romeo habis belanja online apa?" sungut Tari.


"Ngak maksud gue COD itu, Cinta Over Dosis, udah tahu bini orang juga, masih aja di dekati," dengus Doni.


"Ada-ada loh Don, dah yuk Rom kita kedalam saja, numpang kamarnya Doni," ajak Tari sambil menarik lembut tangan Romeo.


"Eh..eh tunggu dulu, kalian mau ngapain di kamar gue? belum resmi juga," cegah Doni.


"Ih apaan sih loh Don, gue mau lihat luka di bagian perut Romeo kok, sekalian mau ngobati lukanya," papar Tari.


"Hehe loh mau ngobatin luka Romeo atau lo mau ngobatin luka hati loh Tar?"


Tari menyengir, "Shuttt dua-duanya Don, sambil menyelam minum air,".bisik Tari.


"Iye hati-hati aja ya, ntar tersedak loh nyelam sambil minum air , apa lagi kalau kebanyakan minum air, ntar perut loh buncit siapa yang mau tanggung jawab?"


"Hehe yang bertanggung jawab yang buncitin gue dong,"jawabnya dengan spontan kemudian tertawa terkekeh.


"Astaga!! pantesan aja Romeo ilfeel sama loh, abisnya loh bocor banget ngak bisa di tampal lagi." sungut Doni.


"Biarin !yang penting gue ngak muna." balas Tari.


Romeo mendengar celotehan keduanya, oa memutar bola matanya kesegalah arah, karna risih mendengar keduanya, maklum saja saat itu ia sedang menahan sakit pada bagisn perutnya.


"Apaan sih kalian berdua," dengus Romeo, ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar Doni.


Tanpa Ragu Tari pun mengikuti Romeo dari belakang, begitupun Doni yang menghawatirkan keadaan Romeo.


Bersamabung dulu ya, jangan lupa tinggalin jejaknya ya.


🌷like


🌷komen


🌷vote dan


🌷hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2