Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Memberi keterangan.


__ADS_3

Aldi tak bisa mengelak lagi, ia pun masuk kedalam ruangan untuk menemui Aira, saat itu Aira sudah membuka matanya, "Aira kamu sudah bangun sayang?" Tanya Aldi sambil memposisikan Aira agar Aira bisa duduk.


Kedua polisi tersebut ikut masuk melihat kondisi Aira.


Tatapan Aira masih kosong, Doni dan Heru pun ikut menyaksikan keanehan yang terjadi pada Aira.


"Aira,"panggil Heru, tapi Aira tak menoleh apalagi menyahut.


Polisi tersebut pun membuat dugaan, jika Aira mengalami depresi.


Dengan terpaksa Aldi mengikuti kedua orang polisi tersebut, kemudian dua orang lagi petugas menjaga kamar perawatan Aira.


Aldi merasa gelisah dan resah, ia tak bisa membayangkan hukuman apa yang akan di terima oleh istrinya.


Aldi menarik nafas panjang, sungguh ia suatu musibah besar bagi ia dan Aira di mana badai yang hampir memporak-porandakan rumah tangganya baru saja mereda, kini terjangan topan dan tsunami kembali menghantam biduk rumah tangga nya yang baru saja berlabuh itu.


Aldi tak henti-hentinya menitikan air mata mengingat istrinya yang kini dalam keadaan yang tak berdaya, di tambah kasus hukum yang kini menimpanya.


Sepajang perjalanan Aldi hanya diam, matanya berembun tak kala mengingat penderitaan yang dialami Aira.


"Astagfirullah, Ya Allah kenapa masalah ini terasa begitu berat, berilah keadilan untuk istri hamba, hamba yakin Aira melakukanya tanpa sengaja," lirih Aldi, ia pun mengurut dadanya.


Sesampainya di kantor polisi langkah Aldi terkecal oleh seorang pria.


Pria tersebut langsung menghampirinya dan menghardiknya.


"Oh jadi dia suami dari pembunuh itu!" Cecar Edo anak dari Alm Retno.


Ia pun mengepal tanganya.


Mendengar ucapan pria tersebut Aldi mulai naik pitam.


"Hei jangan bicara sembarang ya, istri gue bukan pembunuh, dasar bapak lo saja yang bejat, hingga hampir melakukan tindakan pemerkosaan kepada bini gue." sahut Aldi dengan tak kalah emosi.


"Alah udah jadi tersangka masih saja ngeles, pembunuh tetap saja pembunuh, gue akan tuntut istri lo itu sampai dia membusuk di penjara," sarkas Edo dengan nada berapi-rapi.

__ADS_1


Aldi tak kalah emosi, "Gue bakalan buktikan jika bokap lo itu tukang cabul, asal loh tahu aja, sebelum menikah dengan istri gue, istri gue mau dikawinin sama bapak lo itu, dasar tua bangka tak sadar diri, memang bener jika di mam.pus saja dari pada banyak wanita muda yang akan jadi korban kebejatanya." sarkas Aldi.


"Apa lo bilang." Edo semakin emosi ia pu menarik kerah kemeja Aldi.


Aldi juga tak tinggal dia ia pun melakukan hal yang sama.


.


Melihat kondisi yang semakin tak kondusip petugas polisi melerai perdebatan mereka.


Seorang polisi menarik tangan Aldi untuk memasuki sebuah ruangan.


Karna tak puas, Edo berteriak sekencang-kengnya, "Awas loh ya, gue akan sewa pengacara yang terbaik untuk menjebloskan bini loh tu kepenjara!"


"Eh gue akan sewa pengacara, untuk membuktikan kebejatan bapak lo," tunjuk Aldi, sementara tubuhnya tertarik oleh seorang polisi yang menarik tangannya.


"Sudah saudara Edo anda kami panggil disini bukan untuk membuat keributan ,tapi untuk memberi kan keterangan, jika anda tidak bisa bersikaf tenang, bagaimana kami bisa secepatnya menggungkap kasus ini." Sergah polisi ke pada pria yang berusia hampir sama dengan Aldi tersebut.


Di ruangan yang berbeda, Aldi duduk memberikan keterangan dari beberapa pertanyaan pak polisi tersebut.


"Saudara Aldi, dimana keberadaan anda saat kejadian yang menimpa istri anda tersebut terjadi?" Tanya Polisi memulai introgasinya.


"Apakah anda mengenal korban?" Tanya polisi dengan laptop dan alat perekam di atas meja.


"Secara langsung tidak, tapi yang saya ketahui, korban pernah ingin menikahi istri saya secara paksa, hingga membuat istri saya melarikan diri dari rumah orang tuanya," papar Aldi.


"Kapan peristiwa itu terjadi?" tanya polisi.


"Kurang dari setahun yang lalu," jawab Aldi tenang.


"Apa kah anda mengetahui atau merasa istri anda mempunyai ketidak stabilan emosi?" Polisi.


"Kalau itu saya sendiri kurang mengerti pak, tapi setahu saya istri saya pernah mengalami depresi hingga membuatnya harus di rehabilitasi di sebuah rumah sakit jiwa," papar Aldi dengan jujur.


"Oke untuk sementara keterangan anda cukup sampai di sini.

__ADS_1


Dan berhubung anda adalah suaminya, dan istri anda masih dibawah umur, anda adalah penanggung jawab dari tersangka.


"Kami mengindikasi ada kasus baru dari kasus yang mencuat, kami menemukan pakaian dalam yang robek di duga milik istri anda , baju korban dan baju tersangka, kemungkinan korban hendak melakukan pemerkosaan terhadap tersangka, tapi kami belum bisa membuktikannya, dan untuk urusan hukum bukan lah wewenang kami Pak, status nyonya Aira tetap tersangka, dan berhubung tersangka belum bisa di mintai keterangan, saya harap anda mengikuti prosedur yang berlaku."


"Apa maksudnya pak?" Tanya Aldi heran.


"Kami mendapat laporan tentang nyonya Aira yang seditit terganggu kejiwaanya, dan kami menyarankan agar istri anda kembali menjalankan rehabilitasi mental di rumah sakit jiwa sebelumnya, tentu dengan pengawasan ketat dari kepolisian serta bimbingan dari phisikolog, kasus ini akan di lanjutkan setelah kondisi kejiwaan tersangka sudah membaik," papar polisi.


Aldi sangat kaget dengan penuturan polisi tersebut.


"Jadi istri saya harus berada di rumah sakit jiwa, tak bisa kah dia di rawat di rumah saja, Pak?" usul Aldi.


"Saya akan konsultasikan Aira ke phisikiater terbaik untuk mengobati depresinya, saya mohon pak istri saya jangan di bawa ke rumah sakit jiwa, istri saya tidak gila pak," ucap Aldi dengan panik.


"Istri anda memang tidak gila, tapi kami butuh rekam medis selama ia dalam masa pemulihan sikisnya, jadi saya harap anda bisa bekerja sama dengan baik sebagai prosedur agar istri anda mendapatkan penangguhan penahanan sebagai tersangka."


"Dan berhubung kasus ini masih terus berlanjut, anda bisa menghubungi lembaga bantuan hukum atau pengacara, kami juga akan memberi pendampingan seorang pisikolog yang akan mendampingi tersangka, saat tersangka di mintai keterangan," papar polisi tersebut.


Aldi hanya bisa mengendus kesal, kini ia harus merelakan Aira menjalani terapi pemulihan mental dan sikisnya.


Aldi keluar dari ruangan tersebut dengan keadaan kacau, berkali-kali ia mengusap wajahnya secara kasar.


Aldi mendaratkan bokongnya kembali, sambil menunggu proses selanjutnya.


Doni dan Romeo berada di kantor polisi, Romeo akan memberi keterangan sehubungan pelarian Aira.


"Rom, loh jawab yang jujur sejujur-jujurnya, dan jangan berbelit-belit," saran Doni ketika mereka melewati koridor di dalam gedung tersebut.


"Iya gue tahu," jawab Romeo datar,


Sejujurnya Romeo juga sangat menghkawatirkan Aira, apalagi kamar perawatan Aira tak bisa di kunjungi dan di awasi dengan ketat pihak kepolisian.


Doni dan Romeo pun berpapasan dengan Aldi, mereka berhenti sebentar, tatapan Aldi dan Romeo sama tajamnya dan sama dingginya, trus apa yang terjadi selanjutnya ya.


Bunga persik, bunga kamboja,

__ADS_1


Reader cantik, jangan lupa dukunganya,


Ya sallam,terima kasih karna sudah mampir di karya author ya, terima kasih juga atas dukungan kalian, insya Allah Author up lagi deh.


__ADS_2