
"Assalamualaikum," sapa Aldi seraya menghapus titik air matanya.
"Waalaikum sallam," sahut Aira yang juga menghapus titik air matanya.
"Ayah!"teriak Alia penuh suka cita, ia pun berlari menghampiri Aldi dan menghambur memeluknya.
"Sayang!"Aldi berjongkok seraya merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan sang putri.
Aldi mengangkat tubuh Alia seraya bangkit dan berdiri tegak.
Meski merasa sedih, Aldi berusaha tak menampakannya dan bersikaf seolah tak terjadi apa-apa.
"Ayah kenapa lama sekali datangnya?"tanya Alia dengan manja.
"Ayah ada urusan, tapi Ayah selalu tepat janji kok," ucapnya sambil mencium pipi empuk gadis kecilnya.
"Yah, tadi ada Om yang datang kesini, Alia ngak suka karna dia mau nikah sama Bunda," tuturnya dengan polos.
"Ngak Sayang, Bunda cuma milik ayah dan milik kamu, " sanggah Aldi seraya mengecup kening Alia, kemudian memeluknya.
Air mata Aldi kembali menetes, manahan perasaannya saat itu.
Menyadari kedatangan Aldi, Aira mendekati kamar pak Tarman untuk meminta ijin.
"Pak Aira dan Alia pergi makan malam sebentar, Mas Aldi juga sudah menjemput kami, " ujarnya pada pak Tarman.
Pak Tarman tak menyahut sedikit pun, malah memalingkan wajahnya, Aira menarik nafas panjang, ia tak menyangka jika bapanya kini justru tak menyetujui hubungannya dengan Aldi.
Aira langsung keluar dari kamar Pak Tarman, karna sebelumnya juga sudah ijin dengan pak Tarman, ia memutuskan tetap pergi bersama Aldi, karna tak ingin mengecewakan putrinya.
Aira menghapus titik air matanya, dan berusaha bersikaf biasa saja.
"Ayo mas, kita pergi, "ucap Aira seraya mengenakan tas selempangnya.
"Iya sayang," sahut Aldi lirih,Aldi tersenyum dengan berat melihat wajah Aira yang terlihat sedih meski coba ia tutupi.
Berbeda dengan Alia, ia bahagia dalam gendongan Aldi.
"Yah, kita makan di tempat yang ada Ayam gorengnya ya," pintanya dengan manja.
"Ehm, iya sayang, jangankan satu potong dua potong Ayam, nanti Ayah bikin satu restoran untuk khusus untuk anak Ayah, nama restorannya, Alia fried chicken."
__ADS_1
" He he ehm, emang Ayah banyak duit?"tanya Alia polos.
"Ehm, jangan kan bikin restoran, beli helikopter untuk Bunda juga ayah mampu sayang," ucap Aldi seraya melirik ke arah Aira.
Aira menyeritkan dahinya menyimak obrolan mereka.
Aldi membuka pintu mobil untuk Aira agar bisa memangku Alia, kemudian ia membuka pintu mobil untuk dirinya.
Ketiganya masuk kedalam mobil, "Kita kemana sayang?"tanya Aldi.
"Ke restoran biasa saja Mas, Alia kan ngak bisa makan yang aneh-aneh," usul Aira.
Mobil Aldi menuju tempat mereka biasa makan, sepanjang perjalanan Aira hanya melamun, sesekali ia hanya menjawab pertanyaan Alia.
"Sayang, beberapa hari lagi, aku akan bawa Papa ku untuk melamar kamu secara resmi, "ucap Aldi memulai obrolan.
Aira hanya diam, tatapan matanya jauh kedepan.
Melihat Aira yang tak bereaksi, Alia pun menguncang pelan tubuh Aira.
"Bunda" Alia
"Ehm, apa sayang?"tanya Air
Aira mengalihkan pandangannya kearah Aldi, "Ada apa Mas? kamu ngomong apa?" tanya Aira kembali.
"Sayang? Apa yang kamu pikirkan sih, kenapa melamun saja?"tanya Aldi seraya melirik kearah Aira.
"Hm ngak melamun kok," sangkalnya
"Kenapa Mas?"tanya Aira lagi.
"Kamu lagi mikirin apa sih?" Aldi.
Aira tersenyum kecut, "Ngak kok mas ngak mikirin apa-apa," jawabnya berusaha menyembunyikan perasaanya
"Ngak usah bohong sayang, mas Aldi tahu apa yang kamu pikirkan," ucap Aldi seraya melirik ke arahnya.
Aira menarik senyumnya,"Jadi mas Aldi tahu?"tanya Aira meyakinkan.
"Iya sayang, mas Aldi dengar sendiri apa yang bapak kamu bicarakan dengan letnan itu dan kamu," papar Aldi seraya melirik kearah Aira.
__ADS_1
"Kamu ngak perlu cemas sayang,
Mas Aldi akan tetap berjuang agar kita bisa terus bersama."Aldi.
"Iya Mas, Aira juga binggung menghadapi bapak, bisa-bisanya dia langsung menerima lamaran letnan Airlangga, tanpa bertanya terlebih dahulu pada Aira, hiks hiks," ucap Aira dengan sedih.
Aldi tersenyum, "Semua ini juga salah mas Aldi sayang, mas Aldi sudah menyia-nyiakan dua kesempatan, mas Ngak bisa menahan emosi, tapi percayalah, ngak ada wanita lain yang mampu menggantikan kamu di hati mas, sayang."
"Untuk mencapai suatu tujuan, memang butuh perjuangan dan pengorbaanan, karna semakin besar rasa cinta kita, semakin besar pula ujian yang menghampirinya, dan kali ini mas Aldi janji, mas Aldi ngak akan mengulangi kesalahan yang sama, dua kali gagal dalam ujian, yang terakhir ini mas Aldi pastikan ngak akan gagal lagi,"
"Mas Aldi pastikan kita akan kembali bersama membina rumah tangga kita yang pernah runtuh karna di terjang amukan badai," ucap Aldi seraya meraih tangan Aira dan mencium kedua punggung tangganya berganti.
Aira tersenyum simpul,
"Iya Mas, Aira percaya, mas Aldi bisa meyakinkan bapak Aira, jika mas Aldi adalah jodoh yang terbaik untuk Aira."
"Iya sayang, selama kamu bersama mas Aldi,.mas Aldi merasa semakin yakin untuk memperjuangkan kalian, tak ada satupun yang boleh memiliki kamu, ini adalah kesempan untuk ku, membuktikan cinta ku padamu, Cinta yang besar, tentu butuh pengorbanan yang besar pula, semakin sulit mas mendapatkan kamu, maka akan semakin sulit juga untuk melepaskan mu, dengan segala daya, mas akan perjuangkan agar rumah tangga kita bisa bersatu lagi sayang, apalagi sekarang kita punya Alia dan itu membuat mas Aldi ngak akan rela kamu di miliki orang lain. "Aldi
Aira merilik ke arah Aldi dan tersenyum,
"Terima kasih mas, "ucap Aira haru, ia pun mencium pipi Aldi yang sedang menyetir.
"Sama-sama sayang, "balas Aldi seraya merentangkan tangan mengelus pipi Aira.
Aira merebahkan kepalanya di bahu Aldi, dengan tangan yang memeluk erat lengannya dan di balas dengan kecupan di pucuk kepala Aira.
Aldi merangkul keduanya dan mengecup kening Aira dan Alia secara bergantian.
"Sebanyak apa pun rintangan asal kita bersama, kita pasti melewatinya, terima kasih sayang, karna telah memperi kesempatan untuk mas Aldi memperbaiki diri, kali ini bukan janji sekedar janji, mas Aldi akan wujudkan pernikahan impian kamu, papar Aldi, " seraya meletakan kepalanya di atas kepala Aira.
"Hm, Mungkin karna Aira terlalu cinta sama mas Aldi, hingga tak pernah terlintas di benak Aira untuk menikah dengan pria lain, meski sebesar apa pun kesalahan mas Aldi, entah kenapa hati ini selalu rela untuk memaafkan," papar Aira.
"Mas janji ini yang terakhir, perpisahan kita bukan karna orang ketiga, hanya kesalah pahaman, karna emosi mas Aldi ngak sadar dengan apa yang telah mas Aldi ucapkan meski pun itu berakibat fatal, bibir bisa saja berdusta, lidah bisa saja keliru, tapi hati tak bisa di bohongi, sekian lamanya menantikan mu, dan sekarang kita bisa bertemu, tentu kesempatan ini tak akan mas Aldi sia-siakan, cita-cita mas Aldi hanya satu, membangun rumah tangga yang sakinah mawardah dan warohma, Mas tak ingin keluarga kita pecah, tak ingin ada yang lain dalam rumah tangga kita, jadi jangankan letnan muda itu, jendral bintang lima juga mas Aldi akan berusaha merebut kamu darinya, "ucap Aldi sunguh-sunguh.
Aira menegakkan tubuhnya, "Yang bener Mas, ini bukan hanya sekedar kata-kata bucin kan?"tanya Aira seraya tersenyum.
"Ngak dong, ngak lihat wajah mas Aldi serius?"
",Ah so sweat, kasi hadiah dulu ah cup-cup," ucap Aira seraya mendaratkan kecupan di pipi Aldi.
Sementara Alia wajahnya memerah mendengar percapan orang tuanya karna malu.
__ADS_1
Bersambung.., oya reader maaf ya jika ada komentar kalian yg ngak author balas, kadang komentar kalian ngak masuk di kolom komentar cuma ada di kotak masuk saja, terima kasih karna masih setia membaca dan memberi dukungannya, lobe u sekobon 😘😘😘