
Setelah selesai di rias, Aira terlihat begitu cantik, dengan mengenakan mahkota yang terbuat dari berlian dan mutiara, hari itu dirinya seperti ratu, begitu pun Aldi yang terlihat semakin tampan dengan busana ala pangeran, pasangan tersebut terlihat sangat serasi karna selalu menyunggingkan senyum bahagianya.
Dengan bucket bunga yang terbuat dari mawar putih, Aira berjalan menggandeng tangan suaminya, senyum bahagia mengiringi keduanya dalam melangkah.
Meski merasa sedikit ribet menggunakan gaun yang lebih berat dari biasanya, namun ia mencoba menikmatinya, Aira harus menyeret bagian belakang gaun yang mencapai 5 meter tersebut.
Benar-benar sebuah pernikahan mewah, yang sudah di rancang Aldi enam tahun yang lalu.
Keduanya duduk di pelaminan, sementara sang putri selalu berada di antara mereka.
Kedua orang tua Aldi, juga orang tua Aira mereka berada satu pelaminan, Pak Tarman dan Nyonya Nirmala begitu bangga bisa berada di atas pelaminan super megah tersebut.
Satu persatu tamu datang menghampiri keduanya untuk mengucapkan selamat.
Ada juga Doni sang sahabat datang bersama anak dan istrinya.
Doni memeluk sang sahabat, " Selamat ya Di, akhirnya setelah lima tahun menduda kini loh menikah lagi, dan hebatnya dengan orang yang sama pula, kayak siklus air aja loh, jauh-jauh mengalir akhirnya kembali ke muara juga," papar Doni di sela-sela obrolan mereka.
"Bisa aja loh, bukan nya loh juga sama,"sahut Aldi.
"Gue beda, gue kayak danau, seumur hidup di situ-situ aja, ngak kemana-mana, ngak berani."cetus Doni.
"Ya sallam," Aldi.
Tapi gue salut sama loh Don, beruntung banget kamu Dasti, punya suami setia seperti Doni," sahut Aldi.
"Iya dong, ngak berani macam-macam.dia," sahut Dasti.
Doni tersenyum, "Gue ada prinsip bro, nih dengar ya."Doni.
"Ikan nila, ikan gabus,
tetap setia, sampai mampus," seroloh Doni berpantun, membuat mereka tertawa, sementara Dasti tersenyum kearah Doni serta menyenggol tangan suaminya.
"Mantap, "sahut Aldi.
Kedunya pun menjabat tanggan Aira.
"Selamat ya, Aira," ucap Doni kepada Aira.
"Terima kasih bang, ngak ada pantun untuk Aira bang?"tanya Aira.
"Ada dong,"
"Buah tomat di pohon bambu, selamat menempuh hidup baru."Doni.
"Asek," sahut Aira.
__ADS_1
"Biji selasi,dalam bejana,
terima kasih atas kehadinnya," balas Aira.
"Mantap!"sahut Doni.
Setelah berbasa-basi Doni pun membawa istrinya turun.
"Sayang, kamu udah pintar pantun sekarang ya?"tanya Aldi.
"Harus Mas, pantun itu budaya kita," sahut Aira.
"Mas juga ada nih. "Beli toge di pasar malam, mau berapa ronde nanti malam?" bisiknya seraya menggigit bibir bawahnya, karna semakin tak sabar.
"He he, beli sepatu di pekan baru, kalau sepuluh, sanggup ngak tuh?" sahut Aira menantang.
Aldi menelan ludahnya, "Bisa doer si buyung," dengusnya pelan.
"Ayo Mas, Sanggup ngak?tanya Aira menantang lagi, Aldi memikirkan jawabannya sesaat.
"Burung puyuh, burung hantu, kalau sepuluh, si buyung ngak sanggup atuh," sahut Aldi.
Mereka pun tertawa di atas pelaminan, sementara sang putri, binggung dengan apa yang mereka bicarakan.
Tiga jam, berdiri di atas pelaminan, menyalami tiga ribu undangan, akhirnya pesta yang meriah itu berakhir sudah.
Kini keduanya tak sabar untuk pulang dan menjalani ritual malam pertama.
Aldi sudah terlihat sangat mengantuk, melihat putrinya yang gelisah, Aldi langsung menggendongnya.
Seluruh keluarga sudah bersiap pulang.
"Alia, Alia pulang sama Oma dan Opa ya Nak?"tanya Aldi.
"Alia mau pulang sama Ayah dan Bunda saja," rengek nya.
"Alia, Ayah ada urusan sama Bunda, besok kita bertemu lagi, besok kan kita di gedung ini lagi, karna papa Heru dan mama Tania akan duduk bersanding di pelaminan juga kan." Aldi coba membujuk.
"Ehm, tapi Alia juga mau duduk di pelaminan lagi ya?"Alia.
"Iya Alia, malam ini Alia pulang sama Oma, atau sama Papa Heru dan Mama Tania saja, besok kita duduk di pelaminan lagi," bujuk Heru.
Tari langsung menyahut, "Alia tidur sama tante saja malam ini ya, siapa tahu jika Alia tidur sama Tante, anak Tante bisa nular jadi perempuan," ucap Tari.
"Mau dong Alia, kalau Alia tidur sama Tante kan, malam ini Om bisa istirahat," sahut Romeo.
Tari melirik kearah Romeo," Ngak bisa dong! jatah gue tetap! tunggu Aira terlelap, Atau loh mau jatah makan dan uang jajan gue kurangi?" sahut Tari.
__ADS_1
" Ya lembur lagi gue malam ini," dengus Romeo.
Aldi menggaruk-garuk kepalanya yang ngak gatal, "Jadi ragu gue nitip anak gue ke kalian," dengusnya.
"Eh, loh tenang saja ya, gue sama Romeo bisa di mana saja kok, ngak di atas ranjang diatas keranjang juga bisa, he he," seloroh Tari.
"Ampun, syukur gue ngak jadi kawin ama loh Tar, kalau ngak bisa tersiksa gue," sahut Aldi.
"Gue juga!" sahut Heru.
Mereka pun tertawa.
"Emang udah nasib gue kali ya," seloroh Romeo.
Mereka pun tertawa bersama setelah bercanda-canda.
Ketiga saudara itu jarang sekali berkumpul karna kesibukkan masing-masing, hanya saat-saat tertentu seperti hari ini.
Setelah selesai dengan urusannya, Aldi membawa pengantinnya menuju mobil pengantin.
Aldi meminta dua orang wanita untuk menganggkat ujung gaun yang panjang dan berat tersebut.
Aira sendiri sudah merasa gerah menggunakan gaun pengantin yang panjang dan berat tersebut.
"Ayo sayang, kita pulang, "ucap Aldi seraya membuka pintu mobil untuk Aira.
Setelah menutup pintu mobil untuk Air, Aldi kembali membuka pintu untuknya.
"Kita kemana Mas?"tanya Aira.
"Kesuatu tempat sayang, di mana kita akan menghabiskan malam ini bersama, dan tak seorang pun yang akan mengganggu kita," sahutnya.
Aira tersenyum, sudah dapat di bayangkan seperti apa malam pertama mereka, sudah lama sekali mereka tak bercengrama, rasa rindu pun kembali menyeruak, ketika mengingat momen-momen indah mereka ketika menjadi sepasang suami istri.
Di dalam mobil keduanya saling melirik mesra, Aldi meraih tangan Aira kemudian mencium tangannya.
"Aku mencintai mu sayang," ucap Aldi di mobil.
"Aku juga mencinyai mu mas," ucap Aira seraya mencium pipi pria tampan dambaan hatinya itu.
Bulir bening kembali menetes di pipi keduanya setelah sekian lama berpisah kini mereka di persatukan kembali.
Malam ini adalah malam pertama mereka membuka lembara baru dalam rumah tangga mereka, semua janji-janji Aldi yang dulu kepada istrinya benar-benar ia tepati.
Aldi juga bisa memenuhi syarat yang Aira ajukan yaitu menemukan ibunya, dan kini pernikahan mereka, di saksikan oleh kedua orang tua Aira.
Kebahagian terasa lengkap, ketika restu dari keluarga mereka dapat, kini mereka kembali membanggun rumah tangga mereka dari nol, dan menyatukan kembali puing-puing yang berserakan, akibat pernikahan yang berantakan.
__ADS_1
Aira merebah kan kepalanya di bahu Aldi, sepanjang perjalan menuju tempat tujuan.
Bersbung dulu ya guys, ntar sore lanjut lagi, battery otor low, mau edit bab selanjut nya, he he jujur banget ya,