Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Aku Yang Ternoda


__ADS_3

"Tapi aku tak merasa melakukannya Yah!"Bagas masih membela diri.


"Apa? Kau masih tak mengakuinya Gas?!tanya Edo dengan emosi.


"Lalu siapa yang telah merusak Thalita? Aku? Atau pak Yanto?" tanya Edo bernada emosi


"Aku dan pak Yanto pergi bermain kartu dengan kepala kampung di sini, kami pulang hingga dini hari, ketika aku mencari keberadaan mu, aku tak menemukan mu di kamar mu, aku pikir kau juga ikut berkumpul bersama warga." Edo.


Hiks hiks hiks Alita semakin menangis, ia merasa kecewa mendengar Bagas yang terus menyangkal.


"Pokoknya Ayah tak mau tahu pulang dari sini kita akan melamar Thalita langsung,kasihan Thalita dia gadis baik-baik, bagaimana jika dia sampai hamil karna perbuatan kamu?!" Edo semakin memanasi.


Bola mata Bagas membola membulat dengan sempurna.


Hua hua, hiks hiks, Alita semakin jadi menangis, ia membayangkan jika dirinya sampai hamil tanpa suami.


Hiks hiks, Alita semakin dalam membenamkan wajahnya.


Hiks hiks hiks.


Edo mendekati Alita.


"Tenanglah Nak, kau pasti dapat keadilan dari semua ini, aku berjanji Bagas pasti bertanggung jawab terhadap mu,"bujuknya sambil mengusap rambut Alita.


Bagas masih memaku, ia masih binggung dengan semua ini, mana mungkin dia yang melakukannya sementara ia tak merasa menyentuh gadis itu.


"Bagas kita sudah meminta ijin pada orang tua Thalita kan? Jika kau tak mau bertanggung jawab sama saja kau mencoreng nama baik ayahmu ini!"cecar Edo.


"Tapi aku memang tak nerasa melakukannya Yah, jangan-jangan ini semua fitnah, orang yang makan nangkanya aku yang kena getahnya," ucap Bagas berusaha membela diri.


"Bagas !" bentak Edo.


"Berani-beraninya kau menuduh orang lain sementara sudah terbukti kau yang melakukannya ! sudah Ayah tak mau tahu, besok atau lusa kita akan melamar Thalita!" paksa Edo.


"Thalitha, kamu tenang saja kami pasti bertanggung jawab, tapi aku mohon jangan ceritakan ini pada siapa pun termasuk kedua orang tua mu, aku tak ingin mereka kecewa, lagi pula itu bisa mencoreng nama baik kita semua," bujuk Edo.


Mau tak mau Alita pun setuju ia akan menjaga rahasia ini, begitu pun Bagas ia tak bisa berbuat apa-apa lagi, semakin membel diri ia semakin terpojokan.


"Sudah! sekarang kamu bersiap, kita pulang sekarang dan bersikaflah seolah tak terjadi apa-apa."Edo.


Alita mengangguk, meski ia menyukai Bagas tapi ia merasa kecewa jika Bagas melakukan semua ini hanya untuk menuntaskan hasratnya saja.


Mereka semua keluar dari kamar Alita, kemudian bersiap untuk pulang.


Alita berusaha bangkit, rasanya ia tak percaya jika dirinya sudah tak suci lagi.


Alita melangkah dengan longkai menuju kamar mandinya.


Ia pun mencuci pakaiannya yang penuh noda tersebut, noda itu sampai ke CDnya.


Alita memnersihkan missVnya, ia pun merasa heran, tak terasa sakit atau pedih seperti yang di ceritakan orang-orang tak ada lendir atau sejenisnya.


"Kenapa aku merasa biasa-biasa saja ya? tak ada yang terasa sakit sedikit pun pada bagian **** * ku," guman Alita.


"Tapi_ Apa mungkin karna setelah menggunakannya Bagas langsung membersihkannya agar tak meninggalkan jejak, huh aku pikir Bagas istemewa ternyata dia sama saja dengan laki-laki lain, tak bisa di percaya, hiks hiks hiks."


***

__ADS_1


Bagas keluar dari kamar Alita, kepalanya masih terasa pusing, ia masih mengingat-ngingat kejadian yang teradi sebelumnya.


'Apa benar aku yang telah melakukannya? atau ini semua rencana Alita yang sengaja menjebak ku?tapi jika melihatnya menangis aku juga tak tega, dia terlihat begitu sedih' batin Bagas.


Edo dan Pak Yanto tersenyum melihat Bagas, Mulai lagi timbul ke isengan Edo.


"Woi Gas cepet mandi junub sana! sudah berbuat dosa, ngak mau tobat!"cecarnya seraya melirik ke arah Yanto sambil menaik turunkan alisnya.


"Kamu ini Gas, Gas! katanya ngak cinta, ngak bisa move-on. tapi diam-diam nyosor!" Edo semakin memanasi.


"Biasalah pak pengaruh udara pedesaan yang dingin, pak Bagas jugakan laki-laki sejati, timpal Yanto.


Bagas menatap keduanya dengan kesal, untung saja dua pria tersebut jauh lebih tua darinya jika tidak pasti sudah di hajar habis-habisan olehnya.


Bagas pun masuk ke kamarnya dan bersiap untuk pulang.


***


Setelah pamit dengan penduduk kampung mereka pun pulang kembali ke kota.


Sepanjang perjalanan Alita dan Bagas hanya diam, sementara Edo dan pak Yanto mereka justru terlihat senang.


***


Waktu berlalu sudah tiga hari Ghael berada di luar kota, meski selalu di acukan tapi Ghael masih terus berharap Alia berubah,sekarang dia berada di perjalanan menuju pulang, karna esok sore dia harus berangkat ke Singapura, jadi malam ini malam terakhirnya tidur di rumah itu.


"Semoga kamu berubah pikiran Alia meski pun harapannya begitu kecil, karna selama tiga hari di luar kota kamu tak sekali pun menelpon aku,"guman Ghael seraya konsentrasi menyetir.


Sudah tiga hari Alita ijin tak masuk kerja, ia memberi alasan kepada orang tuanya karna ia begitu lelah pulang dari luar kota, jadi kedua orang tuanya mengerti jika Alita terus berada di kamarnya untuk istirahat.


Alita merasa binggung dengan keadaanya hingga ia pun menelpon Alia, ia begitu kecewa ingin bercerita tapi ia tak ingin membuat orang tuanya sedih.


Sambungan telpon tersambung.


"Hallo Alita," sapa Alia.


"Hiks hiks hiks, Alia! aku lagi sedih kamu bisa kemari? aku pingin cerita," pinta Alita dengan nada sedihnya.


"Ehm sedih kenapa Alita?"tanya Alia.


"Hiks hiks, aku ingin cerita, sama kamu Alia, tapi ngak bisa lewat telpon, kamu bisa ngak ke ru.ah ku?"tanya Alita.


"Ehm, kebetulan Abang belum pulang, setelah pulang dari kantor aku akan ke rumah kamu Alita."Alia.


"Hiks, hik ia terima kasih ya Alia, aku ngak punya siapa-siapa selain kamu hiks hiks," ucap Alita seraya menangis.


"Iya Lit pulang kerja aku akan mampir ke rumah kamu," ucap Alia.


***


Sore harinya, Alia meminta pak Adi untuk mengantarnya ke rumah Alita.


Sesampainya di sana, ia langsung di sambut baik oleh keluarga Alita, setelah berbasa-basi dan bertanya kabar, Alia pun segera menghampiri Alita di kamarnya.


Tok..tok..tok..


Terdengar suara ketukan pintu.

__ADS_1


Alita pun bergegas membuka pintu.


"Alia," Alita.


Mereka pun berpelukan.


"Alita kenapa kamu terlihat kacau?"tanya Alia.


"Hik hiks, kamu masuk dulu Alia."Alita menarik Alia untuk masuk kedalam kamarnya.


Setelah masuk keduanya mendaratkan bokong ke atas tempat tidur yang empuk tersebut.


"Kenapa kamu terlihat murung dan sedih gitu sih Lit?"tanya Alia seraya mengusap rambut sahabatnya.


"Hiks hiks, sebelumnya aku mau tanya sama kamu Alia hiks hiks." Alita


"Tanya apa Lit?"


"Hisk hiks, jika kegadisan kita terenggut rasanya sakit ngak? dan seperti apa rasanya?"tanya Alita, karna ia yakin jika Alia sudah pernah merasakannya.


Alia syok dengan pertanyaan Alita, 'Apa maksudnya dengan semua ini? 'batin Alia.


"Ehm Mana aku tahu Lit, aku dan Abang belum pernah melakukannya sampai sejauh itu," ucap Alia lirih.


Alita lebih syok dengan jawaban Alia.


"Maksud kamu Alia? Tapi kenapa ? kalian kan suami istri?" tanya Alita kecewa.


Alia terdiam menunduk.


Hiks hiks, Alita menatap Alia lekat.


"Apa kamu masih mengharap Bagas Alia?"tanya Alita curiga


Alia menoleh, sejujurnya memang ia masih berharap pada Bagas, tapi ia pun tahu jika Alita menyukai Bagas.


"Bukan karna itu Lit, tapi karna aku takut untuk melakukan hal itu, bukannya kata orang-orang jika pertama kali melakukanya akan terasa sakit, jadi aku belum siap saja," jawab Alia asal, sementara Alita masih menatapnya lekat.


Alia jadi insecure dengan tatapan tersebut.


"Emangnya kenapa kau tanya kan hal itu pada ku?"tanya Alia.


Deg


"Karna aku telah di perkosa Alia, hiks,"sahutnya masih dengan tatapan tajam kearah Alia.


Hah hiks hiks. seketika Alia menangis memeluk sahabatnya.


"Lit kamu sabar ya, tapi siapa yang telah melakukannya? hiks hiks." tanya Alia sambil menangis.


Alita memeluk Alia, "Hiks hiks, Bagas," ucap Alita lirih.


Alia terasa lemas seketika, ia pun melepas pelukkanya.


"Bagas Lit?"tanya Alia kurang yakin, dengan jantung berdebar menanti jawaban Alita.


"Iya Alia, Bagaslah yang telah merusak mahkota ku, hiks hiks. Alita.

__ADS_1


Alia seperti tersetrum listrik tegangan tinggi seketika tubuhnya terbujur kaku.


Bersambung,Ehm semakin serukan ayo dukung author biar besok up yang banyak lagi!!!


__ADS_2