Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Mengapai Cita Cita


__ADS_3

Setelah mempertimbangkan masak-masak demi masa depan ia dan putrinya akhirnya, Aira memutuskan untuk mengikuti perkuliahan di akademi kepolisian, ia hanya akan pulang dua kali dalam setahun.


Setiap sesuatu impian memang membutuhkan pengorbanan, Alia dan Aira harus sama-sama berkorban demi masa depan mereka, Aira yakin jika anaknya tersebut anak yang sabar dan mandiri.


Aira juga mendidik Alia agar tak bergantung pada siapa pun sejak kecil.


Kini Aira sudah bersiap untul pergi, keputusannya sudah bulat.


Di raihnya Alia dan di ciumnya putri kecilnya tersebut berkali-kali.


"Alia sayang, doakan bunda ya, semoga bunda berhasil mengejar cita-cita bunda, ini semua bunda lakukan demi masa depan kita Nak, kesempataan emas tak datang kedua kalinya, bunda ingin suatu saat kamu bangga dengan bunda, saat bunda mengenakan seragam perwira, kita tak punya siapa-siapa Nak yang bisa kita andalkan, selain diri kita sendiri," tutur Aira pada anaknya.


Gadis kecil tersebut seolah mengerti, ia pun memeluk Aira dengan erat dan menciumnya.


Dengan tangisan haru Aira mencium putrinya tersebut berkali-kali, begitu pun sang putri yang seolah mengerti ia menghapus air mata sang bunda.


"Jangan nakal ya sayang, dedek ngak boleh jadi anak yang manja ya, " ucap Aira seraya mencium Alia kembali.


Alia hanya menggangguk-ngangguk seolah mengerti.


Diraihnya tangan mungil putirnya kemudian di ciumnya dengan air mata berlinang, hidup memang tak mudah, butuh perjuangan dan pengorbanan untuk meraih sesuatu yang kita impikan.


Meski berat, Aira harus tegar untuk sementara waktu berpisah dari putrinya tercinta.


Waktu tak lagi bisa menunggu, Aira pun melepaskan Alia dari gendongannya.


"Mbok, Aira titip Alia ya," ucap Aira.


"Iya Non, selain simbok, istrinya pak Adi dan anak-anak nya mereka semua bersedia menjaga Alia, Non fokus saja belajar dan berlatih di sana, demi Alia demi masa depan Non dan demi nama baik kampung kita," papar Simbok.


"Iya mbok, Aira percayakan semua pada Tuhan untuk menjaga anak Alia, semoga Allah selalu melindungi dan menjaganya, karna dialah sebaik-baiknya pelindung, "ucap Aira.


Mereka pun saling berpelukan untuk melepas kepergian Aira.


Aira mengangkat kopernya, dengan berat hati ia harus pergi dan enam bulan sekali baru kembali.


Aira melambaikan tangannya kearah Simbok dan Alia, air mata haru terus saja deras mengalir di pipinya.


Lambaian terakhir darinya, membuat Alia menangis melihat sang ibunda pergi dari hadapanya.


Aira menangis tersedu-sedu, sekali lagi ia mantapkan hatinya, empat tahun untuk sebuah mimpi ia dan Alia, sebagai single parent Aira juga harus menjamin masa depan putrinya, karna usaha yang di rintisnya tidak bearti akan berjaya untuk selamanya.


Setelah melakukan perjalanan menggunakan mobil berjam-jam, Aira pun sampai di bandara, di sana ia akan mulai kehidupanya yang baru.

__ADS_1


Sepanjang jalan Aira menangis, kini dirinya hanya mampu melihat foto dan video sang putri dengan deraian air mata yang tak terhingga.


"Alia sayang, maafkan bunda, suatu saat kau pasti mengerti kenapa bunda lakukan semua ini."


Berhari-hari Aira habiskan untuk menangisi purtinya, semasa menjadi taruna ia tinggal bersama taruna putri lainya di asrama wanita, hanya ada lima orang calon polwan di sana dan salah satunya adalah dirinya.


Di sana Aira belajar dan berlatih banyak hal, ia juga melatih konsentrasinya agar tetap fokus, tujuan utamanya adalah menjadi salah satu lulusan dari akademi tersebut.


Salah satu latihan yang mereka lakujan adalah latihan menembak, Aira memberanikan dirinya memegang pistol, meski untuk latihan pertama kalinya dengan tangan gemetar, namun seiring berjalannya waktu, ia pun mulai terbiasa.


Seminggu sekali akan diadakan latihan tembak di lapangan tembak yang di sediakan.


Setelah puluhan kali menggukan pistol, Aira lebih memahami tekhik dan cara memprediksi agar tepat sasaran.


Kali ini, para taruna berlatih untuk mengumpul kan koin, dan poin terbanyak akan menyandang status juara mingguan yang akan berpengaruh pada prestasi dan nilai akademis.


Mereka menggunakan pistol G2 seri Combat. Para peserta diberi total 23 munisi dengan kaliber 9 mm; 3 butir untuk tembakan koreksi, 10 butir untuk tembakan tepat, dan 10 butir munisi untuk tembakan cepat atau rapid. Target sasaran berupa lesan dan falling plat. 


Setelah kesekian puluh kalinya mengikuti lomba, kali ini Aira dapat mengumpulkan poin terbanyak dan berhasil menyabet juara mingguan.


Dan setelah itu, Aira terus menjadi juara di bidang olah raga menembak setiap minggunya mengalahkan ratusan peserta yang lain.


Tak hanya itu, Aira juga menjadi juara di bidang akademis, semua prestasinya tersebut membuat ia di gadang-gadangkan akan menjadi lulusan bintara terbaik.


Aira yang dulunya lemah dan tak bertenaga dengan tekat kuat dan semangat pantang menyerahnya kini mampu melatih otot-ototnya dengan push up, dan latihan ketahanan fisik lainya yang menguras tenaga.


Empat tahun menjalani latihan fisik mental dan beberapa ilmu yang di pelajari membuatnya semakin mengerti jika tak ada yang sulit di dunia ini, yang ada kita hanya kurang berusaha.


Kini tibalah Aira kembali menemui putrinya, kebanngaan dan rasa haru begitu dalam menghampirinya.


Sebuah seragam polisi lengkap dengan segala atributnya, kini melekat dengan sempurna di tubuh indahnya.


Seragam coklat dengan gelaran baru, Aipda Ryanti Alfaira S.ik dengan kebanggaan nya ia pulang ke kampung nya sebelum mendapat tugas dinas di kota kelahiranya.


Ya, siapa yang menyangka, surat tugas Aira menyatakan jika Aira harus berdinas di salah satu polres di kota asalnya.


Tempat ia bertemu dengan cinta sejatinya.


Selama lima tahun berpisah dari Aldi, tak satu pria pun yang mampu mencuri hatinya, hati Aira seperti telah terkunci oleh satu nama.


Kehadiran Aira di sambut suka cita dan rasa haru oleh penduduk kampung pada umunnya, serta keluarga mbok Jum pada khususnya.


Mereka bersorak sorai saat mobil Aira memasuki kawasan gang mereka.

__ADS_1


Si kecil Alia kini sudah berumur lima tahun, dengan gaun indah dan rambut yang terurai bak princes, Alia menghampiri sang bunda.


Tangis haru dan pecah menggema di hunian sederhana mbok Jum, ketika gadis kecil tersebut berlari memeluk ibundanya.


"Bunda! teriak Alia yang langsung menghambur memeluk Aira.


"Sayang," ucap Aira lirih, air mata haru tak terbendung mengalir di pipinya.


Kedua ibu dan anak tersebut berpelukan erat seolah tak ingin lagi di pisahkan.


Waktu-waktu berlalu, suka dan duka Aira lewati tanpa sang buah hati demi meraih mimpi untuk masa depan ia dan Alia.


Waktu dan pengorbanan telah mereka lewati, kini mereka tinggal menikmati hasil dari usaha kerja, keras dan pengorbanannya.


Simbok menghampiri wanita yang bertubuh tegap dan berseragam dinas tersebut, bak pahlawan kehadiran aira di sambut meriah.


"Non, Non Aira sekarang sudah jadi anggota kepolisian, si Mbok bangga Non, simbok bangga sekali. hiks hiks hiks," si mbok memeluk Aira yang sedang menggendong Alia.


"Iya mbok, ini semua juga berkat dukungan dan pengorbanan simbok dalam menjaga dan merawat Alia," papar Aira terharu


Cukup lama mereka habiskan waktu untuk bercengrama.


Tubuh Aira semakin sempurna dengan tubuh yang tegap dan berisi, semakin membah kecantikannya.


Alia membuka topi pet Aira, kemudian memakaikan ke kepalanya.


"Bunda suatu saat Alia ingin menjadi seperti bunda,"ucapnya seraya memakai topi pet tersebut.


"Iya sayang apa pun citacita kamu pasti bunda dukung asalkan_." Aira


"Baik," sahut Alia.


"Pintar kamu," ucap Aira seraya mencium perut anaknya.


Ha ha ha, Alia tertawa pecah karna merasa geli, selain itu ua juga merasa bahagia, karna setelah ini mereka tak lagi terpisahkan.


"Bunda tugas polisi itu menangkap orang jahat ya, seperti super hero gitu?"tanya Alia.


"Ngak semua polisi menangkap orang jahat, ada juga yang mengatur lalu lintas," terang Aira secara singkat.


"Ayo kita masuk," ucap Aira seraya tetap mengendong putrinya.


"Ayo," ucap Alia bahagia.

__ADS_1


Penduduk pun mengucapkan selama kepada Aira satu persatu, apa yang di capai oleh Aira kini kembali menjadi inspirasi bagi warga kampung tersebut.


Bersambung, dukung author terus ya


__ADS_2