Kenapa Harus Menikah Dengan Mu

Kenapa Harus Menikah Dengan Mu
Cemburu


__ADS_3

Aldi keluar dari kamar mandi yang ada di dalam kamarnya hanya dengan memakai handuk. Rambutnya masih terlihat basah dan itu membuatnya semakin tampan di mata Aira.


Sementara Aira hanya memaku di sisi tempat tidurnya, kepalanya bersandar pada hardboard, matanya hanya menatap layar handphone nya, tanpa berani melirik kearah Aldi, apalagi sampai menyapanya.


Aldi menarik kemeja bewarna biru  dan celana panjang berbahan denim, serta menggunakan blazer hitam, di lihat dari penampilanya sepertinya ia akan menghadiri acara resmi.


Aira melirik sekilas kearah Aldi, dalam hatinya bertanya, mau kemana Aldi dengan busana formal seperti itu.


Keduanya masih dalam keadaan bungkam, Aldi menuju meja rias dan menata rambutnya, hal itu membuat Aira menggigit pelan bibirnya, melihat suaminya yang terlihat sangat tampan mulai terbesit rasa cemburu dalam hatinya.


Tapi lagi-lagi ia tak berdaya, Aldi seakan bukan miliknya lagi, apalagi Aira mendengar ucapan Rita yang akan menjodohkan Aldi dengan wanita lain.


Aira coba menahan air matanyanya kembali, sekeras mungkin, ia tak ingin terlihat lemah, padahal ia sendiri sudah tak berdaya.


Setelah Aldi selesai menata rambutnya, Aldi pun menyemprotkan parfum mewah ke seluruh tubuhnya, bau maskulin yang sangat lembut menyeruak memenuhi seluruh rongga indera penciuman Aira, Aira menyesap bau harum tersebut dan menikmati sensasinya yang membuatnya ingin mendekaf pria yang ada di hadapanya kini, Aira menjadi rindu untuk mencium aroma tubuh Aldi, menciumnya, mendekapnya dan melakukan penyatuan terhadapnya, tapi melihat sikaf dingin Aldi ia buru-buru menepis perasaan ingin memilikinya tersebut.


Aldi keluar kamar tanpa menoleh kearah Aira apalagi menyapanya.


Aira memperhatikan punggung suaminya yang perlahan menghilang di balik pintu.


Langkah Aldi terdengar saat ia menapaki anak tangga, Aira keluar dari kamar untuk mencari tahu kamana Aldi akan pergi.


Aira melihat dari lantai atas ke ruang keluarga disana ada seorang wanita yang sangat cantik dan anggun sedang menggobrol bersama Rita.


Heru datang menghampiri keduanya, ia pun duduk di hadapan Rita.


"Sudah siap kamu Heru?" Tanya Rita.


'Sudah Bunda, sahut Heru singkat, ia pun melihat kearah wanita cantik yang berada di samping Bunda Rita.


"Oh Heru, perkenalkan dia Laura calon adik ipar kamu, " ucap Rita dengan santai.


Heru syok hingga bola matanya membulat secara sempurna.


"Maksud Bunda apa?" Tanya Heru tak yakin.

__ADS_1


"Aduh kamu ini masih tak mengerti juga, menangnya kamu itu punya berapa saudara sih Heru?" Si Laura ini adalah calon istrinya Aldi," papar Rita dengan mengulas senyum liciknya.


Hati Aira bergemuruh mendengarkan kata-kata Rita, air matanya tak terbendung, ia hampir kehilangan keseimbanganya, namun tangganya langsung menyambar pagar besi, hingga ia masih bisa tegak kembali.


Aira masih bertahan di tempat itu untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya, meski sakit, ia harus tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Aira melihat Aldi perlahan melangkah mendekati mereka, dan saat melihat Aldi, Aura langsung bangkit dan menghampirinya.


"Hai Rey, "ucap Laura.


"Hai," sahut Aldi datar.


Laura memeluk Aldi kemudian mereka bercupika-cupiki, seraya saling menyapa.


Hati Aira semakin sakit saat melihat wanita lain memeluk suaminya, apalagi wanita tersebut terlihat sempurna dan lebih cantik darinya.


Aira sudah tak mampu lagi menahan keseimbangan tubuhnya, ia pun jatuh terjerembat di lantai dengan kaki dan tangan yang geneteran, karna bokongnya menghantam lantai, Aira pun merasakan sakit di bagian pinggang dan perutnya.


Auw, pekiknya ia merasakan sakit pada bagian pinggangnya dan merasakan keram pada bagian perutnya.


Aira mendaratkan bokongnya di atas tempat tidur empuk, ia coba menahan rasa kram pada bagian perutnya.


Aira sedikit mundur agar kakinya bisa berselonjor, ia pun menarik nafasnya seraya melemas kan urat-urat yang menegang pada tenggkuknya.


Aira membiarkan air mata itu jatuh dengan mulus membasahi pipinya, setidaknya air mata mampu membasuh luka hatinya yang tak bedarah, hatinya begitu sakit saat membayangkan suaminya kini bermesraan bersama wanita lain.


"Jika memang mas Aldi akan di nikahkan dengan wanita itu, lebih baik secepatnya aku menyerahkan diri ke polisi, lebih baik aku tak melihatnya dari pada melihatnya hatiku akan semakin hancur," gumanya sambil menyeka air matanyanya yang perlahan mengalir deras hingga membasahi pipinya.


***


Romeo menatap foto Aira," Bagaimana kabar kamu Aira, apa kamu bahagia dengan pilihan mu?" tanya Romeo sambil tersenyum simpul melihat wajah Aira.


Romeo meraih album foto yang berisi foto mantan kekasihnya, ia membuka lembar demi lembar potret wanita yang pernah mengisi hatinya selama dia hidup.


Romeo tersenyum geli, membandingkan wajah Aira dengan beberapa foto mantannya. "lihatlah apa istimewanya kamu Aira, hingga aku sendiri tak sanggup menyimpan foto kamu di album ini," ucap Romeo tersenyum simpul, sambil melempar album itu.

__ADS_1


Bruk, Album setebal itu menghantam dinding yang ada di kamarnya.


"Kita tak pernah jadian Aira, hanya pernah mengungkap jika kita saling cinta, tapi kenapa sulit sekali melupakan mu, biarlah dirimu tetap di hati, karna statusmu tak kan pernah menjadi mantan." Romeo tersenyum saat mengingat kenanganya bersama Aira.


"Cinta yang aneh, meski ku tahu kau bukan milik ku, namun tetap saja bagi ku kaulah yang terindah,"gumanya sambil mencium foto Aira.


"Romeo!"


"Kamu sudah siap?" suara dari luar kamar Romeo yang membuyarkan lamunannya.


Romeo mengangkat tas ransel dan menaruhnya dipunggung, setelah itu ia pun keluar dari pintu.


"Ayo Rom, nanti kita terlambat," ucap Suci kepada Romeo.


Romeo mengikuti langkah kaki sang ibunda tanpa bersuara sedikit pun.


Di dalam mobil,


"Rom, mama harap kamu betah di sana Rom, setidaknya sampai enam bulan kamu baru mama ijinkan pulang, sampai kamu benar-benar lupa sama perempuan itu."dengus Suci.


Romeo menyunggingkan senyum simpulnya, "Kita lihat saja Rom, seberapa lama kau bisa tahan untuk tidak bertemu denganya," guman Romeo sangat pelan.


Romeo diam tak bergeming, ia memperhatikan jalanan yang ia lewati bersama kedua orang tuanya, Romeo tak tahu akan di bawa kemana dia, ia pun mengulum senyumnya, seberapa jauh pun jarak yang memisahkan antara ia dan cintanya, maka ia akan punya sejuta cara untuk kembali.


Ma, sejauh apapun mama membuang Romeo, kalau Romeo udah rindu, Romeo pasti akan kembali, apa pun caranya, Romeo nih bukan kaleng-kaleng.


Ia pun tertawa kecikikan sendiri mendengar batinya bersuara.


Hah karna masih pagi, author akan up lagi nih, jangan lupa selalu dukung autor ya, biar otak author ngak mumet.terima kasih untuk selalu setia membaca karya author, tetap setia ya reader karna ada akan banyak kejutan yang menanti anda.


Nah, udah di intip blm sama karya keren yang satu ini, Jessica, si wanita penggoda. yg belum mampir monggo mampir yuk.


Semua wanita menginginkan sebuah cinta dan kesetiaan,. Namun semua itu tidak berlaku untuk sosok wanita bernama Jessica, ia lebih suka menjadi duri dari pada harus menjadi bunga mawarnya. Ia tak pernah menyesal menjadi orang ketiga dalam sebuah rumah tangga yang utuh.


Jessica mempunyai alasan di balik semua tindakannya. Apa kira-kira alasan Jessica melakukan semua ini? Yang penasaran langsung saja ikutin novel ketiga othor dengan judul 'Jerat Cinta Jessica'

__ADS_1



__ADS_2