Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Tidak Suka.


__ADS_3

...96...


Seperti biasa, Agara berjalan dengan santai memasuki pekarangan sekolah.


Tinggal beberapa menit lagi, bel pelajaran pertama akan segera di mulai.


Beberapa siswa maupun siswi terlihat santai dengan aktifitas mereka.


Agara sedikit mempercepat langkah kaki nya, saat melihat tatapan para gadis yang siap menerkam diri nya.


Namun saat di belokan ketiga, kening Agara sedikit mengerjit melihat kerumunan di depan nya.


Apa yang terjadi ?


Apa ada murid baru lagi..? Atau anak konglomerat yang masuk sekolah ini.?


Hhh bukan urusan nya. Pikir Agara melanjut kan langkah nya.


Namun baru beberapa langkah, kaki nya kembali terhenti dengan ke dua mata yang menyipit, di ikuti dengan wajah masam dan cemberut.


Tentu saja ia tidak suka dengan pemandangan di depan nya.


Pasal nya kerumunan para siswa ternyata karna ulah seseorang yang sangat ia kenal.


Tubuh kecil yang sedang membelakangi nya adalah gadis sial yang sekarang tengah berfoto ria dengan banyak pria bahkan gadis pun dia embat semua nya.


Tapi tunggu dulu, ada yang berbeda dari gadis sial nya.


Agara memutar bola mata tidak suka, dengan ke dua tangan mengepal dengan erat.


Diri nya sangat tidak suka dengan sikap Raehan yang begitu terbuka dan ramah.


Ada gelenyar aneh yang bersarang di hati nya, lebih tepat nya ia tidak suka melihat gadis sial nya di kerubungi oleh para pria.


Tapi yang lebih tidak menyenang kan. Raehan malah meladeni pria- pria itu bahkan tidak sadar akan kehadiran nya.


Biasa nya gadis sial itu, selalu menyadari kehadiran nya meski dari jarak sepuluh meter.


Dan hal itu membuat hati Agara memanas.


"Cih bahkan di tidak sadar jika aku ada di sini.. Gadis sial itu benar- benar senang di kerubungi lalat- lalat kotor itu.. Lihat saja nanti jika kau menemui ku. Aku akan memberi mu pelajaran.. Karna sudah berani mengabai kan teman mu..." Batin Agara dengan menatap penuh aura kilat ke arah Raehan.


Seperti ada hembusan angin dingin menusuk tulang, Raehan mengendik kan bahu nya.


Bulu kuduk nya sedikit berdiri, entah siapa yang sedang memasang mata jahat ke arah nya.


Raehan membalik kan tubuh nya, melihat ke belakang. Namun tidak ada siapa pun yang ia kenal. Hanya ada beberapa gadis dan pria yang masih asik mengerumuni nya.

__ADS_1


...----------------...


Raehan akhir nya berada di ruang kelas yang kini menjadi tempat teraman untuk nya.


Menjadi populer tidak seindah yang ia pikir kan. Meski hanya menemani beberapa orang bersua foto. Tapi hal itu mampu menguras tenaga Raehan.


Untung saja bel masuk jam pertama berbunyi, hingga kerumunan itu bubar dengan sendiri nya.


"Hmmm udah dateng aja nih artis baru...!" Celetuk Fir dengan nada menggoda. Membuat seisi kelas bersorak akan kehadiran Raehan.


"Wuuuuu....... Rae...."


Tapi tidak dengan Kiara dan ke dua antek- antek nya. Wajah mereka terlihat begitu kecut bagaikan asam.


Belum lagi tatapan iri yang menghunus ke arah Raehan.


Meski Kiara berteman dengan Lessia. Tidak sekali pun ia menanjak popularitas sampai seperti ini.


Kini diri nya juga berfikir apa perlu memotong rambut nya menjadi pendek agar aura kecantikan nya keluar.?


"Cie yang sekarang jadi Viral... Kita juga pengen foto sama kamu donk Rae..." Ujar beberapa teman sekelas Raehan yang langsung menghambur dan bersua foto dengan Raehan tanpa mendapat izin terlebih dulu dari sang puan.


"Stop... Stopp... Kalian ini foto seenak nya aja.. Kalau foto sama Raehan harus ada sesajen nya dulu donk..." Selosor Miya yang langsung merentang kan tangan nya untuk menyingkir kan beberapa teman sekelas nya.


"Ihhhh Raehan aja boleh- boleh aja kalau foto sama Dia. Kok kamu yang sirik sih Mi..." Balas Seseorang dengan pedas.


"Helllo sekarang Raehan udah terkenal ya, jadi aku sebagai teman di angkat jadi manager. Dan Fir di angkat jadi bodyguard..."


Bodyguard ? kenapa diri nya yang sejak tadi diam malah di bawa- bawa.


Emang dasar Miya seperti nya ingin mendapat pelajaran dari nya.


Lihat saja ia akan membuat Miya menangis meraung- meraung.


Tapi tidak ada salah nya mengikuti permainan Miya. Toh dia bisa menjadikan ketenaran Raehan sebagai permainan yang menguntung kan. Pikir Fir dengan tersenyum simpul, lalu beranjak mendekat ke arah dua sahabat abnormal nya yang sedang di kerumuni.


"Minggir, minggir ya semua nya.. Semua nya boleh foto asal ada sesajen ya..." Imbuh Fir melindungi Raehan dan Miya dengan tubuh nya.


"Ck.. Fir ngapain ikut- ikutan sih..." Protes salah satu siswi.


"Kan udah di kasi tahu tadi.. Kalau aku bodyguard Raehan.. Jadi harus menjamin keselamatan bos ku donk..."


"Tapi pake acara ngasi sesajen segala buat dapet foto sama Rae.. Dah kayak dukun aja."


"Bukan... Maksud nya bukan gitu.. Gini kalau kalian mau foto sama Rae kalian harus kasi sesuatu gitu.. Yah bentuk cinta penggemar kalian sama Raehan lah... Jaman sekarang pipis aja bayar say.. Apa lagi foto ama selebgram yang baru Viral..." Jelas Fir panjang kali lebar. Yang di angguki oleh Miya.


Sementara Raehan menggeleng kan kepala nya, dua sahabat abnormal nya ini benar- benar memanfaat kan ketenaran yang ia dapat kan dengan cara tidak sengaja.

__ADS_1


Menjadi kan nya umpan. Tapi itu tidak masalah setidak nya ada dua orang yang akan melindungi nya saat para murid mengerumuni nya.


Menjadi populer tidak senikmat itu.


"Apa kalian sudah selesai dengan berselfi. Apa ibu harus menyita ponsel kalian semua...?" Suara tegas langsung membelah keributan yang terjadi.


Semua murid langsung melempar pandangan nya ke arah pintu di mana seorang wanita dengan wajah tegas dan melotot tengah berdiri.


Secepat kilat semua murid langsung kembali ke tempat duduk nya begitu pula dengan Raehan.


Ia sedikit lega karna kehadiran guru jam pertama membuat keributan menjadi hilang tergantikan dengan suasana damai seperti biasa.


"Menyebal kan.. Pasti dia di bantu oleh pria- pria nya untuk ke salon untuk mendapat kan model rambut seindah itu.. Dasar gadis murahan menggoda banyak pria dengan keluguan nya.. Lihat saja aku tidak akan pernah membiar kan gadis boncel seperti mu menjadi hits di sekolah ini melebihi diri ku..." Lirih Kiara yang sejak tadi menatap Raehan dengan penuh iri dan kebencian.


Sedang kan Raehan yang menyadari akan tatapan itu, hanya membalas dengan senyum kemenangan.


Karna bagi nya melihat wajah musuh semakin iri dan benci adalah sebuah hal yang menyenang kan.


Ia tahu hal itu sudah melukai ego Kiara. Apa pun yang Kiara pikir kan saat ini.


Raehan akan menerima tawaran permusuhan itu dengan tangan terbuka.


Membuat gadis seperti Kiara sadar, jika di dunia ini ada beberapa hal yang tidak bisa di dapat kan.


"Sebelum nya aku tidak menganggap jika kamu adalah musuh ku Kiara. Tapi apa yang sudah kamu perbuat dengan Lessia hingga mengorban kan rambut ku adalah tindakan yang sangat fatal. Bukan kah kamu selalu mengira jika aku ini lemah.? Jangan memelihara pikiran seperti itu. Karna orang kecil seperti ku juga bisa menghancur kan mu..." Batin Raehan mengalih kan pandangan nya kembali fokus ke depan.


...----------------...


...****************...


Hallo gaes.. kasi vote and gift donk.. Author udah gadang nih buat up😣 hanya untuk kalian seorang😥


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!

__ADS_1


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


__ADS_2