Cinta Si Gadis Pendek

Cinta Si Gadis Pendek
Hancur


__ADS_3

...268πŸ’š...


Rasa khawatir dan cemas seketika menelusup pada Agara.


Spontan Agara bergerak untuk melangkah mendekati Raehan.


Namun lengan nya langsung di tahan oleh Mr. Vinsion yang berada di samping nya.


"Tetap lah di sini.. Jangan mempermalukan diri ku dengan mendekat pada gadis itu.. Jika tidak aku pasti kan anak buah ku akan kembali menang kap nya..." Bisik Mr. Vinsion mengancam Agara.


Ke dua kaki Agara langsung berhenti, meski hati nya ingin segera berlari ke arah Raehan.


Ia benar- benar sangat cemas melihat kondisi Raehan yang jauh dari kata baik.


"Kau bilang akan menjamin Raehan tidak akan terluka.. Tapi kenapa dia terluka seperti itu.." Balas Agara dengan berbisik pada Mr. Vinsion.


Ucapan Mr. Vinsion tidak pernah bisa di percaya.


Dia mungkin mengeluar kan Raehan dari dalam toran tapi pria itu malah melukai Raehan.


"Kau sudah membodohi ku..." Ucap Agara lagi, berusaha melepas kan cengkraman Mr. Vinsion yang ada di lengan nya.


"Kau tidak lihat di sisi sana.. Ada anak buah ku yang akan memastikan jika Raehan akan semakin terluka jika sampai kamu mendekat ke arah nya..." Mr. Vinsion menunjuk sudut ruangan dengan lirikan mata nya.


Sementara tangan nya mencengkram semakin erat lengan Agara, agar Agara tidak kabur dan berlari mendekati Raehan.


Mr. Vinsion benar- benar tidak percaya melihat Raehan yang berhasil datang ke hotel ini, meski penampilan dan kondisi nya benar- benar sangat buruk.


Agara melirik ke arah yang di tunjukan Mr. Vinsion, di mana terlihat di sudut ruangan anak buah ayah nya sedang menodong kan sebuah pistol tepat ke arah Raehan.


Tubuh Agara langsung menegang, di mana ke dua bola mata nya melebar.


Tidak..


Tidak..


Ia tidak bisa mendekati Raehan. Mr. Vinsion benar- benar sangat licik.


Sedang kan Lessia juga terpaku tak percaya dengan apa yang di lihat nya.


Gadis yang di tunggu - tunggu kehadiran nya kini berdiri tak jauh dari nya dengan kondisi yang benar- benar mengeri kan.


Apa lagi pisau yang masih menusuk pinggang Raehan.


Tapi yang lebih mengeri kan nya, di wajah Raehan sama sekali tidak menunjuk kan raut kesakitan melain kan hanya tatapan kosong yang di tuju kan pada Agara.


Perlahan tapi pasti, Raehan memutar tubuh nya, lalu menyeret langkah nya.


Ia sudah tidak kuat lagi melihat apa yang sudah ia saksikan.


Rasa nya ia benar- benar sakit dan hancur.

__ADS_1


Tapi tidak, ia tidak ingin menangis dan menunjuk kan pada Lessia dan Agara air mata nya.


Meski jujur rasa nya saat ini ia ingin berteriak dan mengeluar kan rasa sakit uang begitu menyiksa nya.


"Aku dan kamu yang menjadi kita.. Kini telah usai..." Batin Raehan memejam kan mata nya dalam, dan terus menyeret langkah kaki nya untuk keluar dari dalam ballroom.


Di mana di setiap langkah nya, menetes air yang bercampur dengan darah nya.


Pandangan Raehan semakin kabur, namun dengan cepat Raehan menggeleng kan kepala nya agar ia bisa tersadar.


Rasa sakit di tubuh nya tiba- tiba menyerang, perih dan sakit bisa ia rasa kan menjalar ke seluruh tubuh nya.


Agara yang masih mematung dengan ke dua mata yang sudah bersimbah dengan air mata hanya bisa menatap punggung Raehan yang menghilang di balik pintu.


Kekasih kecil nya terluka, dia kesakitan, dia kecewa dan sedih.


Tapi diri nya malah diam di tempat dan tidak bisa berbuat apa- apa.


Kenapa semua nya terjadi pada nya?


Kenapa harus Raehan yang menanggung luka itu?


Kenapa Raehan harus terlibat sejauh ini dengan kehidupan nya yang di kelilingi oleh para penjahat.?


"Hapus air mata mu dan tersenyum lah... Atau orang akan berpikir macam- macam..." Tegur Mr. Vinson dengan memberi kan sapu tangan nya pada Agara


Agara mengepal kan ke dua tangan nya dengan erat.


Ia sangat marah dan ingin sekali menghajar wajah Mr. Vinsion.


Agara menatap tajam ke arah Mr. Vinsion, di mana aura membunuh mulai menguar dari tubuh Agara.


Agara menghapus air mata nya dengan kasar, lalu menatap Lessia dengan tajam.


"Lanjut kan Acara nya..." Ucap Agara mutlak, membuat semua fokus kembali pada acara.


Raehan menggigit bibir bawah nya dengan keras, hingga luka sobek yang ada bibir nya kembali mengeluar kan darah. Saat mendengar suara Agara yang meminta acara nya kembali di lanjut kan.


Raehan meremas dada nya dengan keras. Hati nya benar- benar hancur menjadi debu yang tidak akan bisa lagi ia tata.


Agara menoreh kan luka yang sangat dalam. Bahkan rasa nya ia sedang menghadapi kematian.


Untuk pertama kali nya ia merasa kan cinta yang indah.


Cinta yang selalu membuat hati nya berbunga- bunga.


Tapi kini cinta itu pula yang menghancur kan diri nya.


Tubuh Raehan semakin melemas saat kaki nya telah keluar dari ruangan yang membuat diri nya sesak dan tidak bernafas.


Rasa pusing tiba- tiba membentur kepala nya, hingga bumi yang sedang ia pijak terasa bergoyang.

__ADS_1


Telinga Raehan berdenging dengan hebat, di mana kepala nya terasa berputar dengan cepat.


Kesadaran Raehan mulai menghilang, bersamaan dengan kegelapan yang menyapa nya.


Tubuh Raehan ambruk ke lantai, namun dengan sigap Dion menangkap tubuh mungil Raehan.


"Rae...!" Panggil Dion dengan panik melihat Raehan yang sudah tak sadar kan diri.


Dion segera mengangkat tubuh Raehan masuk ke dalam gendongan nya lalu segera membawa Raehan kembali ke mobil nya.


Sementara di belakang nya terlihat Fir dan Miya yang langsung kelabakan melihat Raehan yang pingsan dan langsung di gendong oleh Dion.


Bahkan Dion berlari menerobos hujan yang deras.


"Dia memang brengsek..." Umpat Fir dengan marah yang langsung berlari mengejar Dion.


"Laki- laki sialan hiks... Hiks.. Rae.." Ucap Miya sambil menangis lalu segera berlari mengejar Fir dan Dion yang sudah lebih dulu menerobos hujan.


Ia tidak peduli dengan tubuh nya yang basah kuyup, yang lebih penting sekarang adalah kondisi Raehan.


Ia benar- benar berharap Raehan baik- baik saja.


Meski di dalam kepala nya, Miya bertanya- tanya apa yang sebenar nya terjadi pada sahabat nya sehingga Raehan bisa terluka parah seperti itu.


Dion membuka pintu mobil dengan cepat, lalu meletak kan tubuh rapuh Raehan secara perlahan.


Kazuya yang melihat Raehan di gendong oleh Dion langsung panik, apa lagi wajah Dion yang terlihat sangat khawatir dan takut.


"Apa yang terjadi? kenapa Raehan bisa pingsan?" Cecar Kazuya yang juga merasa cemas melihat kondisi Raehan.


...----------------...


...****************...


Jangan bosan terus ya dengan karya othor😍😍😍


Terus pantangin cerita nya ya...


Like


koment.


Vote


gift.


Rak favorit.


Yuk dukung terus karya ini....!!!


kalo ngak koment atau like atau kasi gift..

__ADS_1


Kalian benar- benar kejam ama thor😭😭😭???


.


__ADS_2