
...56...
Agara menatap lekat kotak makan berwarna orange yang lagi- lagi di temukan di atas meja nya.
Si gadis yang mengirim kan kotak makan setiap pagi, seakan tidak lelah atau berpikir untuk menghentikan aksi nya. Meski sudah beberapa kali diri nya tidak memakan isi kotak makan tersebut.
Tapi si gadis seperti nya tidak mau mengerti.
Semilir angin sepoi- sepoi menerpa Agara. Kini ia tengah duduk santai di bawah pohon rindang dekat danau.
Tempat yang selalu menjadi pelarian nya di sekolah ini.
Tempat yang selalu memberi nya sensasi damai, jauh dari konflik kehidupan.
"Gadis sial itu begitu gigih, mengirim kan sarapan untuk ku setiap pagi..." Lirih Agara menarik nafas nya dalam.
"Dia tidak akan mengerti jika terus aku diam kan... Aku tidak ingin menambah beban lagi... Masalah yang di timbul kan Lessia saja belum selesai..." Lanjut Agara menghembus kan nafas nya keras.
Ia beranjak dari duduk nya, melangkah kan kaki nya meninggal kan danau.
...----------------...
Tubuh tegap Agara berhenti tepat di depan kelas XA.
Kelas yang pernah ia tempati satu tahun yang lalu.
Hati nya sedikit ragu, dan ingin melangkah untuk pergi.
Tapi akal nya, memaksa untuk melakukan niat awal nya datang ke kelas ini.
Jangan lari lagi, hadapi lah masalah mu itu dengan kepala terangkat...
Kata- kata Raehan yang pernah ia ucap kan pada nya, kembali terngiang- ngiang.
Seolah menjadi sugesti untuk diri nya.
"Kenapa aku teringat kata- kata gadis sial itu..." Batin Agara kikuk , sambil tangan nya terangkat menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
Bersamaan dengan memori nya mengingat perkataan Raehan.
__ADS_1
Tiba- tiba muncul bayangan dua lawan jenis yang sedang berpelukan di bawah gelap nya malam.
Wajah Agara langsung merona , mengingat kenangan malam itu.
"Ngapain kamu di sini...?" Jutek seorang pria yang tak lain adalah Fir.
Fir menatap Agara sinis, dengan tatapan tidak suka yang terlihat jelas dari sudut mata nya.
Agara tersentak kaget mendengar suara bariton Fir.
Ia mengedar kan pandangan nya, melihat sekeliling nya ternyata sudah di penuhi dengan kerumunan gadis, yang menatap nya dengan tatapan mendamba.
"Kalau mau buat keributan mending ngak usah di sini..." Ketus Fir lagi, sebelum Agara sempat menjawab perkataan Fir.
Agara menatap Fir sejenak, sebelum berbicara.
"Aku hanya ingin mencari seseorang..." Lirih Agara datar, terlihat jika saat ini ia tak ingin berbicara dengan siapa pun.
Tubuh Fir langsung tersenggol ke samping, saat tubuh Agara menerobos masuk ke dalam kelas.
"Berani nya kau...!" Pekik Fir kesal dengan perlakuan angkuh Agara.
Ia pasti akan memberi kan pelajaran pada pria ini. Jika tidak ia pasti akan mati kesal.
"Di mana Raehan..?" Potong Agara, menghentikan kalimat Fir yang terdengar seperti omelan seorang gadis di telinga Agara.
"Hah???" Fir langsung melongo dengan bibir terbuka.
Apa?
Pria idola sekolah mencari sahabat nya Raehan?
Apa cinta gadis itu terbalas?
Pikir Fir dengan pertanyaan - pertanyaan yang terus bermunculan di dalam otak nya.
Ia tentu sangat kaget akan hal ini. Bukan kah Agara sudah bertunangan dengan Lessia sang model yang sedang naik daun itu, lalu kenapa dia malah mencari Raehan.
"Raehan sudah tidak masuk tiga hari belakangan ini karna terkena skors.. Dia juga sedang sakit sekarang...." Timpal Fir lugu, dengan keterkejutan yang masih sama. Tanpa sadar bibir nya membuka rahasia Raehan, yang seharus nya tidak ia bocor kan pada siapa pun.
__ADS_1
"Sakit... Gadis sial itu sakit.. Tapi dia masih sempat mengirimi ku sarapan... Dia... Agggrhhhh...." Batin Agara, dengan wajah berubah menjadi khawatir.
Ia segera berlari keluar, menerobos kerumunan yang ia ciptakan.
Namun langkah nya terhenti saat ia akan menaiki motor sport mewah berwarna ungu.
Diri nya berusaha mengingat di mana letak rumah sederhana yang pernah ia lewati saat Raehan membantu nya dari insident pembegalan.
Agara berusaha dengan kuat membuka memori kala itu. Tapi nihil ingatan nya benar- benar buntu untuk menemukan jawaban yang ia cari.
Mungkin karna saat itu ia mengikuti Raehan tanpa sadar. Membuat diri nya tidak terlalu memperhati kan jalanan sekitar menuju rumah gadis sial itu.
" Ahhh bodoh,, aku tida mengingat jalan menuju rumah nya... Ck.. bagaimana aku bisa menemui nya? Aku tidak tahu alamat rumah nya...?" Dengus Agara berpikir, sebelum ia meraih ponsel nya dan membuka group sekolah.
Mencari identitas gadis sial yang selalu menunjukkan perhatian nya.
Agara segera menghidup kan motor nya, melajukan kendaraan nya menembus jalanan yang cukup lenggang. Memacu kendaraan nya menuju rumah gadis pemilik kotak persegi berwarna orange.
...----------------...
...****************...
Seguini dulu oke... Habis lebaran thor bakalan up banyak kok..π
maklumin ya puasa nih...π
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???