
...217π...
Lessia masuk ke dalam rumah megah nya, dengan pelipis yang di perban.
"Aku pulang...!" Ujar Lessia lesu, di mana ia menenteng tas nya.
Wajah nya terlihat begitu kesal.
Ia tidak akan pernah melupa kan apa yang sudah di lakukan Raehan pada nya.
Gara- gara gadis kecil itu ia sampai di lari kan ke IGD terdekat.
Belum lagi ia harus mendengar tangisan Kiara yang terus meraung- raung kesakitan karna jari manis nya di patah kan tanpa dosa oleh Raehan.
"Kau sudah pulang Sayang..." Suara bass terdengar penuh kasih sayang, langsung menghenti kan langkah kaki Lessia.
Lessia mengedar kan pandangan nya, dan menemu kan sang ayah yang sedang duduk sembari membaca koran.
Karna larut dengan kekesalan nya pada Raehan , ia sampai tidak menyadari kehadiran sang ayah.
"Papa...!" Lirih Lessia dengan mengembang kan senyum nya.
Kertas koran yang menghalangi wajah tuan Ledgar , langsung tertutup.
Tuan Ledgar menatap sang putri dengan penuh kasih sayang, namun netra tajam nya berhenti pada pelipis Lessia yang di perban.
"Dahi mu terluka Lessia..." Seru Tuan Ledgar dan segera beranjak mendekat ke arah sang putri.
Lessia adalah putri kesayangan nya, tentu saja ia akan merasa sangat khawatir jika putri satu- satu nya itu terluka.
Lessia menyentuh dahi nya yang di perban. Ia sedikit salah tingkah, karna ia harus memberi kan alasan apa untuk menjawab sang papa.
Tidak mungkin ia mengata kan yang sebenar nya.
Jika ayah nya sampai tahu, pasti sang ayah akan langsung datang ke sekolah dan memasti kan Raehan keluar dari sekolah.
Ia sama sekali tidak mengingin kan hal itu, ia masih ingin Raehan bersekolah, dan melihat diri nya bersanding dengan Agara.
Ia juga belum puas untuk membalas semua perbuatan Raehan.
Ia bahkan belum melihat Raehan hancur.
"Ohh ini.. Tadi Lessia hanya jatuh, dan tidak sengaja terluka..." Timpal Lessia berbohong.
Tuan Ledgar langsung memeluk putri nya. Ia sangat menyayangi Lessia, apa pun yang di minta putri nya akan ia kabul kan.
__ADS_1
Karna di dunia ini, ia hanya mempunyai sang putri , istri nya sudah pergi meninggal kan mereka. Hingga ia harus hidup berdua dengan Lessia.
"Kau harus lebih berhati - hati lagi sayang...!" Ujar Tuan Ledgar mengurai pelukan nya, lalu mencium pelipis Lessia yang terluka. Berharap dengan kecupan itu rasa sakit putri nya bisa berkurang.
Wajah Lessia tersenyum lebar. Ia sangat menyayangi sang ayah. Tidak tampak kesombongan dan kearoganan dalam wajah cantik Lessia. Yang tampak hanya wajah cantik yang terkesan penuh dengan kelembutan.
"Aku janji.. Aku tidak akan ceroboh lagi..."
"Ayo kamu pasti sudah sangat lapar kan..?" Tuan Ledgar menarik tubuh putri nya menuju meja makan, lalu menarik sebuah kursi di mana Lessia langsung duduk.
Tuan Ledgar memperlakukan putri nya dengan begitu istimewa.
Tuan Ledgar pun langsung duduk di sebelah putri nya.
"Lessia papa sudah menyiap kan sebuah gedung yang besar untuk acara pertunangan mu besok.."
Mulut Lessia langsung menganga mendengar ucapan sang ayah.
"Benar kah pa?" Tanya Lessia memasti kan jika yang di dengar nya tadi tidak salah.
"Iya, papy sudah menyewa satu hotel Gold Milver untuk mu..." Jawab Tuan Ledgar dengan bibir mengembang, melihat kebahagain sang putri.
Lessia semakin terperanggah mendengar nama hotel yang akan di jadi kan saksi pertunangan nya dengan Agara.
Hotel Gold Milver adalah hotel terbesar di kota Milver, bahkan termewah.
Lessia langsung memeluk sang ayah, ayah nya selalu bisa membuat nya bahagia.
"Terimakasih papa..." Lessia mengecup pipi sang papa dengan penuh kasih sayang. Di mana Tuan Ledgar tersenyum senang.
"Jangan cepat- cepat berterimakasih dulu.. Papa juga sudah menyiap kan gaun pertunangan mu dan juga Agara..."
"Papa yang terbaik...!" Ujar Lessia dengan bahagia.
"Ya sudah ayo lanjut kan makan mu.. Papa hanya ingin menanya kan satu hal pada mu sayang.." Kini raut wajah Tuan Ledgar berubah serius.
"Apa pa?" Tanya Lessia dengan wajah berbinar.
"Kamu benar ingin bertunangan dengan Agara Lessia..? Apa kamu sudah siap terikat dengan seorang pria ? papa tahu usia mu masih sangat muda.. apa sebaik nya kamu menuntas kan sekolah mu dulu.. Jangan terlalu terbebani dengan ide gila papa mu ini dengan Mr. Vinsion.." Tuan Ledgar menatap lekat wajah putri nya.
Lessia tersenyum dan menatap lekat ke dua manik mata sang ayah, yang pasti nya sedikit khawatir dengan keputusan yang akan di ambil oleh diri nya.
Tapi ini yang ia ingin kan, hanya cara ini yang bisa membuat Raehan hancur dan tidak berani untuk mengangkat kepala nya saat berhadapan dengan diri nya.
Lessia ingin menekan kan pada Raehan, jika Agara adalah milik nya.
__ADS_1
Ia juga tidak keberatan jika harus terikat dengan seorang pria. Lagi pula Agara adalah pria tampan meski ia belum memiliki rasa untuk Agara. Tapi ini adalah kesempatan yang tepat untuk membalas semua perbuatan Raehan.
"Papa aku sangat bahagia dengan pertunangan ini.. Aku sangat memimpi kan nya.. Agara adalah pria yang baik..Dan aku juga menyukai nya.. Aku rasa Agara adalah calon yang tepat untuk bersanding dengan ku di masa depan.." Ucap Lessia penuh keyakinan.
...----------------...
"Huhhhhfffttt..." Raehan menghela nafas nya lega, saat panggilan telpon dari sang Momsy akhir nya selesai.
Jantung nya benar- benar berhenti berdetak karna ulah Agara.
Untung saja Agara tidak nekat untuk membuka mulut nya.
"Kau sudah selesai?" Tanya Agara mengangkat wajah nya.
"Iya.."
"Aku benar- benar iri pada mu.."
"Kenapa?" Kening Raehan berkerut, di mana ia memutar tubuh nya menghadap Agara, meski ia sedikit kesusahan, karna Agara masih enggan melepas pelukan nya.
"Iya, kamu bisa merasa kan perhatian seorang ibu.. Momsy mu sangat perhatian pada mu.. Pasti akan sangat menyenang kan jika di marahi oleh Momsy.. Keluarga mu pasti sangat harmonis.." Wajah Agara berkerut sedih.
Jujur apa yang di kata nya tadi memang benar, ia sangat iri dengan Raehan. Di mana Raehan bisa merasa kan perhatian dari ke dua orang tua nya, sedang kan diri nya bahkan ke dua orang tua nya malah tidak mengingin kan kehadiran nya.
"Yah, Momsy selalu khawatir pada ku.. Dia sangat cerewet, tapi aku tidak suka saat dia marah karna gendang telinga ku pasti akan pecah... Aku sangat bersyukur karna terlahir di tengah- tengah keluarga ku.. Di mana kita semua saling merentang kan tangan untuk selalu bersama..." Tiba- tiba saja Raehan merindu kan kebersamaan diri nya dengan keluarga nya yang kini jauh dari nya.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
__ADS_1
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???