
...214π...
"Waktu itu, kak Lessia tiba- tiba menarik ku hingga ke lorong dekat toilet, karna aku sempat pergi ke sana. Lalu di sana ya kami berkelahi.. Kak Lessia tidak sendiri ia bersama dengan teman kelas ku.. Nama nya Kiara. Yah kak Aga tahu lah perkelahian antar gadis. Di mana kak Lessia menjambak rambut ku, lalu Kiara menampar ku..." Raehan menarik nafas nya dalam sebelum melanjut kan akhir dari cerita nya.
Sementara Agara sedang berusaha menahan gejolak kemarahan mendengar cerita Raehan, yang sungguh membuat nya semakin membenci Lessia.
"Gadis bajingan.. Berani sekali dia merundung pacar ku..." Umpat Agara dengan sumpah serapah kekesalan nya.
"Luka lebam ini karna aku mencoba menangkis pukulan Kiara yang ingin mencekik ku, namun Kak Lessia memukul lengan ku agar aku melepas kan cengkraman tangan ku pada Kiara.. Lalu karna aku terbawa emosi,, akhir nya terpaksa aku melawan mereka... Aku menendang kak Lessia hingga kepala nya terbentur di tembok dan berdarah.. Lalu aku mematah kan jari manis Kiara... He..." Jelas Raehan mencerita kan perkelahian nya dengan dua gadis laknat yang selalu menjadi perusuh dalam hidup nya, di mana bibir pich itu terkekeh di akhir kalimat nya.
Sementara Agara melongo dengan bibir terbuka, mendengat cerita Raehan yang benar- benar tidak bisa ia percaya.
Raehan mematah kan jari tangan gadis lain?
Lalu menendang Lessia hingga kepala sang model terbentur dan berdarah.
Jujur ia sangat syok mendengar kebrutalan Raehan.
Bahkan Raehan membalas rasa sakit nya berkali -kali lipat.
"Tapi sungguh aku benar- benar tidak bermaksud seperti itu.. Aku hanya terbawa emosi... Sebelum nya aku sudah memperingat kan mereka untuk tidak mengganggu ku.. Tapi mereka sangat bandel.. Jadi kak Aga jangan marah..." Ringgis Raehan saat melihat ekspresi Agara yang terdiam dengan wajah melongo.
Ekspresi Agara terlihat seperti ketenangan sebelum badai terjadi.
"Kak Aga...!" Cicit Raehan memanggil Agara yang masih terdiam, bahkan ke dua kelopak mata pria di depan nya sama sekali tidak berkedip, membuat Raehan semakin takut jika ia akan di marahi Agara.
"Kak...!" Kini Raehan menggoyang kan tangan Agara , membuat pria tampan itu terhenyak.
"I... Iya..." Cicit Agara dengan menelan saliva nya.
"Kenapa bengong sih?" Tanya Raehan.
"Aku hanya sedikit kaget dengan apa yang kau kata kan... Aku tidak menyangka jika kau mematah kan jari tangan orang lain.."
"Apa itu arti nya kak Aga membela mereka yang sudah merundung ku...?" Selidik Raehan dengan nada menekan. Yang membuat Agara langsung salah tingkah dengan cara Raehan menatap nya.
"Tidak... Tidak... Aku sangat bangga pada mu..." Seru Agara dengan cepat, di mana nafas nya terengah - enggah.
Senyum Raehan langsung mengembang, jika saja Agara menyalah kan apa yang sudah ia perbuat , ia pasti akan meninggal kan Agara di sini sendiri. Karna menurut nya apa yang ia lakukan memang benar, dan dua gadis laknat itu memang pantas mendapat kan pelajaran seperti itu.
Lagi pula siapa suruh mereka mencoba merundung nya, dan lihat akhir mereka yang harus menderita karna luka yang di dapat kan karna ulah diri nya.
Agara tertawa hambar, di mana jantung nya berdebar sangat keras karna sedikit takut dengan cara Raehan menatap nya.
__ADS_1
"Lalu permintaan mu? Apa yang ingin kamu minta dari ku?" Tanya Agara dengan mengontrol nafas nya, dan terlihat biasa- biasa saja.
Meski ia sedang merasakan jangspot jantung karna cerita Raehan.
"Aku ingin kak Aga membawa ku bertemu dengan papa kak aga..." Ujar Raehan mulus dengan wajah serius.
Deg...
Sementara Agara, melemas kan wajah nya saat mendengar permintaan Raehan yang ingin bertemu dengan ayah durhaka nya itu.
Agara mengerjit bingung, dan tisak mengerti dengan permintaan Raehan.
Ini di luar yang ia pikir kan.
Kenapa Raehan ingin bertemu dengan papa nya?
Pikir Agara dengan ribuan pertanyaan dan kebingungan yang mulai bermunculan di kepala nya.
"Papa ku?" Seru Agara bingung.
"Iya.. Aku ingin bertemu papa mertua..."
"Kenapa?"
"Tidak... Tapi untuk apa? Hubungan ku dengan papa ku tidak baik.. Bahkan aku tidak mau bertemu dengan nya..." Jujur Agara dengan wajah kesal, saat berbicara tentang ayah durhaka nya itu.
Bahkan itu terlihat dari dada Agara yang naik turun tidak beraturan.
"Aku hanya ingin bertemu dengan nya.. Aku mohon bawa aku kepada nya.. Kak Aga kan sudah janji akan mengabul kan permintaan ku..." Bujuk Raehan agar Agara mau membawa nya menemui papa Agara.
"Tidak...!" Tegas Agara dengan menatap Raehan tajam, mengisyarat kan jika ia tak ingin di bantah.
Tapi bukan Raehan nama nya jika menyerah, dan tidak membantah.
"Tapi kak Aga sudah berjanji pada ku..." Seru Raehan keras kepala.
"Janji itu tidak berlaku untuk masalah ini.. Jangan pernah ikut campur dalam hubungan ku dengan pria brengsek itu... Dan aku tidak akan membawa mu pergi untuk menemui nya..." Pekik Agara dengan meninggi kam intonasi bicara nya. Menolak permintaan Raehan yang benar- benar tidak masuk akal untuk nya.
Demi apa pun , ia tidak akan pernah sudi untuk bertemu dengan pria brengsek yang sudah menelantar kan diri nya.
"Kenapa kak Aga begitu membenci nya? Bukan kah dia papa mu..?" Desak Raehan yang masih belum menyerah untuk membuat Agara menyetujui keinginan nya.
Brak...
__ADS_1
"Kau sudah tahu jawaban nya Rae.. Dia bukan ayah yang baik.. Bagi ku dia sudah mati....!!" Geram Agara dengan menggebrak meja dengan keras.
Raehan cukup tersentak melihat reaksi Agara, yang ternyata sungguh sangat membenci ayah nya.
Ia tidak bermaksud untuk mengingat kan Agara tentang masa lalu kelam pria itu.
Ia hanya ingin bertemu dengan ayah Agara itu saja.
"Kau tahu aku tidak akan pernah sudi untuk menginjak kan kaki di rumah nya... Dan kau malah meminta ku mengantar diri mu ke sana... " Ujar Agara dengan nada marah yang membuat Raehan menunduk kan wajah nya , di mana air mata nya sudah berlinang di ufuk ke dua mata coklat nya.
Agara menyugar rambut nya frsutasi , saat melihat Raehan menunduk dalam menyembunyi kan wajah nya.
Pasti gadis nya, terluka dengan apa yang ia kata kan, bahkan ia sempat membentak Raehan.
Agara melunak dengan raut wajah bersalah.
"Kau bisa meminta apa pun ? meminta ku membawa mu kemana pun, aku akan mengantar mu.. Tapi tidak dengan membawa mu menemui pria brengsek itu.." Ujar Agara dengan suara rendah.
Raehan mengangkat wajah nya, di mana dua buliran bening langsung mengalir tanpa hambatan di pipi nya.
Yang mampu membuat hati Agara meringgis sakit.
...----------------...
...****************...
Jangan bosan terus ya dengan karya othorπππ
Terus pantangin cerita nya ya...
Like
koment.
Vote
gift.
Rak favorit.
Yuk dukung terus karya ini....!!!
kalo ngak koment atau like atau kasi gift..
__ADS_1
Kalian benar- benar kejam ama thorπππ???